<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1206286292497532260</id><updated>2011-10-27T12:54:20.390+07:00</updated><category term='Kepribadian Minang'/><category term='Syarak Mangato Adat Mamakai'/><title type='text'>Kumpulan tulisan dr. H. K. Suheimi</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://suheimi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suheimi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>dr. H. K.Suheimi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06701488229250303571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>71</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1206286292497532260.post-3168778384894296460</id><published>2007-06-21T10:41:00.000+07:00</published><updated>2007-06-22T05:52:50.895+07:00</updated><title type='text'>P U Y U H</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;P U Y U H&lt;br /&gt;Oleh : Dr. H. K. Suheimi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta. Ungkapan  itu  tepat rasanya bagi puyuh. Dulu saya tak kenal  dan  tak tahu serta tak memgerti puyuh, tapi ketika pekan yang lalu  seor­ang pasien memberi 200 ekor puyuh berikut sarangnya, barulah saya mengerti. "Cobalah  pelihara  puyuh ini, pak !".  Katanya  bersemangat "Nanti  bapak akan rasakan betapa banyak faedahnya".  "Puyuh  ini tak pernah sakit pak, tidak seperti ayam, yang kalau sakit seekor diikuti  oleh  yang lain, sehingga bisa-bisa sekandang  ayam  itu musnah,  tapi  puyuh  tak pernah sakit, asal  tidak  kena  hujan" Ulasnya  lagi. "Karenanya tidak perlu di suntik dan tak perlu  diimmunisassi".Komentarnya, "Dan puyuh ini tiap hari bertelur  Pak" cilotehnya dengan bersemangat dan membakar semangat saya yang  dilihatnya masih ragu-ragu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak  hari  itu,  minggu yang lalu  saya  mulai  memelihara Burung  puyuh  sebanyak 200 ekor didalam  sebuah  kandang  ukuran panjang 120 cm, lebar 90 cm dan tinggi 150 cm, cukup kecil  hanya memakai tempat sesudut kecil dari pekarangan. Memang seperti yang di katakannya. Hari pertama puyuh itu bertelur sebanyak 93  buah, besoknya  110  buah  dan sekarang rata-rata  puyuh  itu  bertelur sebanyak  128  buah setiap hari. Betapa enak  dan  asyik  memilih telur-telur  puyuh sebanyak itu. Lalu saya teringat petuah  orang tua-tua  dahulu. "Kalau kamu sedang lesu, tak  bertenaga,  kurang gairah,  makanlah telur puyuh". Ternyata telur puyuh  itu  lezat, tidak  berbau  anyir dan tidak terasa pahit  seperti  telur-telur yang  lain. Walaupun ketika mentah, separo matang atau  waktu  di rebus  dan  di goreng atau di jadikan seperti "bak  so"  atau  di campurkan  kedalam  sup, ternyata lezat dan gurih.  Apa  yang  di katakan oleh orang tua itu saya rasakan, sewaktu selesai  melahap telur  puyuh  badan  terasa lebih kuat, sehat  dan  segar  dengan gairah  yang  tinggi.  Saya ngak tahu zat  dan  hormon  apa  yang terkandung  dalam telur puyuh, tapi begitulah yang saya  rasakan. Apalagi  ketika saya saksikan puyuh-puyuh itu tak pernah  istira­hat,  berlari kesana kemari, sangat lincah , sangat aktif,  gesit dan  siang  malam bergerak, siang malam, makan  dan  siang  malam berkawin, juga ngak pernah sakit-sakitan, kata si pembawa  puyuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya tertarik dan suka menyantap telur-telur puyuh. Yang saya  rasakan seperti apa pituah orang tua-tua.  Disaat  semangat kendor,  badan letih dan lesu, gairah kerja menurun,  maka  telur puyuh agaknya dapat membantu dan merubah suasana yang  demikian.Yang  paling terasa manfaatnya puyuh-puyuh ini adalah untuk anak saya Irdhan yang sekarang sedang duduk di bangku SMP I kelas II.  Karena puyuh ini dia yang memeliharanya berdua  adiknya Ir­syad.  Tiap  pagi  dia bekerja membersihakan  kandang  puyuh dan&lt;br /&gt;kotoran puyuh itu di simpannya dalam sebuah lobang  selama  semi­nggu, kemudian dapat di olah menjadi pupuk yang sangat baik untuk menyuburkan   bunga  dan tanaman serta bisa pula di  serakkan  ke dalam kolam sebagai makanan ikan. Dua kali sehari Irdhan  memberi makan  puyuh dan menambah airnya yang sudah kering. Dan dua  kali sehari  pula dia memilih telur-telur yang berserakkan di  masing-masing  sarang puyuh itu. Dengan demikian waktunya terisi.  Seka­lian  dalam  dirinya terbit rasa  menyayangi  binatang,  terutama puyuh.  Selalu di monitornya kalau-kalau ada puyuh yang  terjepit dan  tersepit  atau yang tampak kurang sehat.  Memang  menanamkan rasa sayang pada binatang pada anak-anak perlu, bisa dengan  cara dia di serahi tanggung jawab mengontrol dan mengamati hewan piara annya.  Di tangannya ada sebuah buku, didalam buku  itu  tercatat berapa telurnya per hari dan berapa makanan yang di berikan,  dan berapa keiuntungan yang di peroleh. Secara tak langsung dia sudah belajar  pembukuan  sederhana. Yang paling penting  saya  rasakan adalah  waktunya  jadi banyak di rumah.  Karena  untuk  anak-anak sebesar  Irdhan kelas 2 SMP sampai kelas 2 SMA  adalah  masa-masa rawan  bagi remaja. Dan saya takut kalau ada  diantara  anak-anak ini  yang terperosok kedalam pergaulan yang mengerikan. Maka  un­tuknya saya berikan tugas yang mengasyikkan, sekaligus menyenang­kan  serta mendatangkan hasil. Ternyata dari  penghasilannya  dia dapat  memmenuhi  kebutuhan  hari-harinya  dan  sedikit  memenuhi kebutuhabn sekolahnya. Saya cuma ingin mengajarkan hidup  mandiri padanya.  Terasa benar puyuh-puyuh ini memberikan  manfaat  untuk pendidikan anak serta mengajar dia jadi pengusaha  kecil-kecilan, dari pada dia membuang waktunya secara tak keruan.&lt;br /&gt;Kemarin hati saya gundah, fikiran ini kacau. Maka saya  coba menghibur hati ini dengan  berdiri di depan kandang puyuh. Dengan menyaksikan  puyuh yang berlompatan, berlarian,  lincah  bergelut sesama  teman, dan ada juga yang mencoba terbang.  Dan  mendengar kokok  dan bunyi-bunyi puyuh jantan yang ribut  dan  menmgasyikan menyebabkan  saya terhibur di depan kandang puyuh.  Sejenak  saya dapat  melepaskan  kelehan jiwa dan keresahan yang  tak  menentu. Saya  larut meyaksikan permainan-permainan puyuh itu. Cukup  lama saya di depan kandang puyuh, dan selepas menyaksikan  puyuh-puyuh itu  terasa  beban yang menyesak itu jadi reda,  persoalan  makin berkurang  dan  fikiranpun menjadi jernih.  Banyak  'iktibar  dan ajaran  yang  di persdapat dari mengamati  puyuh-puyuh.  Ternyata puyuh  bisa  jadi  obat stress, ternyata  puyuh  dapat  menghibur disaat  tidak  menemui hiburan lain. Dan  akhirnya  saya  semakin menyayangi puyuh-puyuh itu. Baunyapun tidak sebusuk bau ayam, dan makannannyapun  tidak sebanyak makanan ayam. Merawatnyapun  tidak sepayah  merawat ayam. Ruangan yang di perlukanpun tidak  sebesar kandang ayam. Untuk 200 ekor cukup memakan tempat 90 X 120 X  150 Cm.  Begitu  umur puyuh itu 41 hari, dia mulai  bertelur.  Setiap hari  dia  bertelur sampai umurnya 2 tahun, apalagi  kalau  dapat makanan  Comfeed  yang tidak mahal tapi  merangsang  nafsu  makan puyuh  dan  merangsang keinginannya untuk bertelur  setiap  hari. Saya  tak tahu, mulanya saya tidak mengenal puyuh,  tapi  setelah memliharanya,  ternyata  dia  sangat  bermanfaat.   Kadang-kadang timbul keinginan saya mengajak para orang tua yang punya  masalah dalam  mendidik anak-anak dan punya masalah dalam  membayar  uang pendidkan  anak-anak.  Agaknya puyuh merupakan  satu  alternatif. Dengan sedikit ruang di sudut pekarangan bisa membantu dan menye­lesaikan masalah rumit itu. Juga bagi mereka yang sering menderi­ta stress,  agaknya puyuh dapat sedikit  meringankan  beban  dan penderitaan  itu. Saya teringat kepada Nabi Sulaiman  yang  Tuhan telah  berikan ilmu mengenai burung-burung ini.  Sehingga  dengan memanfaatkan  burung-burung nabi Sulaiman jadi berjaya  dan  jadi kaya.  Dan semua ilmu yang di peroloeh oleh NAbi Sulaiman  adalah dalam rangka bertasbih dan mengingat Tuhan. Dengan demikian  nabi Sulaiman  selalu dekat dengan Tuhannya. Dan  sayapun  mengucapkan puji syukur pada Tuhan yang telah memberikan nikamt dan  ilmu_Nya melalui  puyuh-puyuh  ini. Yang jelas saya senang dan  saya  lega. Puas  melihat hasil yang di capai dan di peroleh. Untuk itu  saya teringat  akan  sebuah Firman Suci_Nya dalam Al_Qur'an  surat  Al nbiyaa' ayat 79:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka  Kami  telah  memberikan  pengertian  kepada  Sulaiman tentang hukum. dan kepada masing-masing mereka  telah Kami  beri­kan  hikmah dan ilmu dan telah Kami tundukkan  gunung-gunung  dan&lt;br /&gt;burung-burung.  Semua  bertasbih bersama Daud. Dan  Kamilah  yang melakukannya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P a d a n g  17 Mai 1994 &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1206286292497532260-3168778384894296460?l=suheimi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suheimi.blogspot.com/feeds/3168778384894296460/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1206286292497532260&amp;postID=3168778384894296460&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/3168778384894296460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/3168778384894296460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suheimi.blogspot.com/2007/06/p-u-y-u-h-21-juni.html' title='P U Y U H'/><author><name>dr. H. K.Suheimi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06701488229250303571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1206286292497532260.post-949097377164793599</id><published>2007-06-21T09:37:00.000+07:00</published><updated>2007-06-22T05:53:32.784+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kepribadian Minang'/><title type='text'>Kepribadian Minang 10</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;mambantu dunsanak-dunsanak nan di kampuang konon kabanyo dana nan takumpua mancapai jumlah satu milyar alhamdulillah satu pernyataan dari papatah nan mangatokan saciok bak ayam sadanciang bak basi mandapek samo baruntuang kaciciran samo marugi tibo di elok baimbauan tibodi buruk baambauan bukti lagi bahwa nagari lai bapatenggangkan banyak kamanakan, talalu banyak contoh-contoh nan manguatkan bahwa tabang gagak jo itamnyo bajalan urang minang jo adatnyo dimanopun bumi urang dipijak langik urang dijunjuang namun bumi jo langik minangkabau ndak kalupo pernah seorang sarjana sosiologi manyabuik-nyabuik minang dalam desertasinyo untuak mancapai doktor antaro lain baliau mangatokan bahwa urang-urang minangkabau itu kuno, licik dan pelit licik itu caro awaknyo galia ma, pelit artinyo sampilik, ceke mandanga kato-kato nan tak lamak dari si sarjana nan bukan minang itu urang awak heboh bak labah tahoyak sarang tasingguang bana puncak kadanyo berang, banci, kutuak sumpah sarapah babaua manjadi satu macam-macam reaksi urang waktu itu dari golongan intelektual ado nan manantang badebat di forum resmi utang-utang hukum mangatokan bisa dituntuik di pengadilan karano itu penghinaan politikus manilainyo SARA mangancam kerukunan dan kesatuan nasional para remaja berkomentar paja tu sakik hati ka pamuda minang sabab cintonyo ditulak nan pareman manggaregak dan sado laki-laki dilapuak muncuang paja tu dan lain sabagainyo akhirnyo dengan babarapo partimbangan masalah ko didiamkan sajo nah terlepas dari persoalan dari hargo diri sabab barang nan dicintoinyo di cacek urang, seolah-olah urang awak ingin mangatokan raip raite orong my country kok rancak kok buruak nagari den manga-manga ka kau kiro-kiro baitulah, angku-angku dunsanak pandanga berpedoman kapado kenyataan nan kito kamukokan tadi dapeklah kito tariak kesimpulan bahwa image nan mangatokan bahaso urang minang marantau adolah palarian menyingkirkan diri dari struktur masyarakat nan tak manusiawi atau marupokan pambarontakan adat tarnyato bohong samo sakali suatu persangkaan nan tak punyo dasar urang laki-laki di minangkabau ndak pernah mengeluh apolai mambarontak inyo indak maraso dirugikan malah sabaliaknyo maraso bangga dan bahagia kalau dikana dipikia-pikia baitu sarek tugas nan disandangnyo tugas sebagai ayah sebagai mamak, sebagai putra daerah nan bagi urang lain mustahil ta angkek sakaligus mako akan timbul pertanyaan resep apo nan dibarikan dan baa caro mamparsiapkan fisik stamina dan mentalnyo sahinggo sanggup manjadi supermen macam itu jawabnyo iyolah mereka digodok di pusdiklat adat, apo pulo itu pusdiklat adat. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1206286292497532260-949097377164793599?l=suheimi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suheimi.blogspot.com/feeds/949097377164793599/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1206286292497532260&amp;postID=949097377164793599&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/949097377164793599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/949097377164793599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suheimi.blogspot.com/2007/06/kepribadian-minang-10-21-juni.html' title='Kepribadian Minang 10'/><author><name>dr. H. K.Suheimi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06701488229250303571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1206286292497532260.post-8401193758738138899</id><published>2007-06-20T13:52:00.000+07:00</published><updated>2007-06-21T05:03:08.703+07:00</updated><title type='text'>P R A M U G A R I</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span&gt;P R A M U G A R I  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Oleh : Dr.H.K.Suheimi  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Pramugari itu duduk bersimpuh di lantai pesawat, dan  dengan mata yang tak berkedip satu demi satu saya di tanyainya tentang  isian formulir yang sudah saya isi tapi banyak salahnya. Untuk masuk USA kita harus mengisi formulir dengan bermacam-macam pertanyaan, ada beberapa pertanyaan yang saya salah menger­ti,  dan hasil jawaban saya pada formolir itu  di  koreksi  oleh Pramugari, demikian  ramahnya  pramugari dari Taiwan  ini,  dia bersimpuh di lantai pesawat dan mengoreksi setiap kata dan setiap jawaban yang saya tulis, dengan halus dan ramah dia  menunjukkan kekeliruan yang telah saya buat, dengan menunjukkan dan  memper­baiki dan lalu mencarikan kertas ganti formolir dia tekun melaya­ni dan menolong saya, bagaikan guru yang sedang membimbing  murid yang baru  belajar. "Sudah berapa kali  ke  Amerika?",  Tanyanya dengan  sopan.  "Baru pertama kali" jawab saya "Ndak  apa-apa  , orang yang sudah sering ke Amerikapun masih ada juga yang  keliru menjawab",  ulasnya. "Di Amerika setiap kata di teliti dan kalau salah  tulis, kita dianggaonya berdusta dan orang Amerika  paling tak  senang kalau ada  yang berdusta". KAtanya menjelaskan.  Maka kembali  saya isi formulir itu hati-hati sambil di  koreksi  oleh pramugari  yang cantik. Rasanya servis seperti itu tak akan  saya peroleh di Indonesia.   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Memang untuk melanjutkan  perjalan menuju Taipei kami mengu­nakan pesawat Taiwan "Eva Air" Boing 747 yang berbadan lebar dan berwarna serba hijau di juluki dengan "ever  green". Semuanya hijau, pesawatnya hijau, baju pilot dan pramugarinya hijau, cangkir dan piring-piringnya hijau, semua warna dan hiasan  yang ada didinding depanpun hijau.   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Pesawat Taiwan ini terkesan mewah dan canggih dengan  tempat duduk  yang  lebar, ditangan-tangan kursinya  terdapat  bermacam-macam  peralatan, dapat  mendenganr musik dari  9  Chanel,  dapat menikmati  video  yang  layar monitornya  terpasang  di  sandaran tempat  duduk kursi yang di depan kita. Dan  walaupun  berlapang-lapang,  setiap  barisnya di jejelai 8 buah  kursi  dan  semuanya terisi penuh. Pramugari yang ramah hormat dan sopan, chas Taiwan, semua  berbaju hijau, sangat kontras dengan kulitnya  yang  putih bersih dan mereka sangat muda-muda, umur belasan tahun tapi gesit dan  lincah.  Tiap sebentar kami dihampirinya, ada saja  yang  di tawarkan, kuelah ,teh, kopi penganan, ah bermacam-macam  makanan, sehingga perut yang tadinya kelaparan selama menunggu dI  Bandara Changi Singapura, sekarang betul-betul terisi padat. Perjalanan  hari  ini ke Taipei, bukan Taipeh  seperti  yang biasa saya sebut, tapi TAIPEI, sangat menyenangkan sambil menyak­sikan putaran-putaran flim, tinggal pilih flim apa melalui  video dengan bermacam kebudayaan di dunia. Perjalanan  menuju Taipei di tempuh selama 4 Jam  dengan  ke tinggian  jelajah   35.000  Kaki, artinya yang  dilihat  di  bawah lautan  china  selatan  semua tampak kecil  sehingga  kapal  yang berlayarpun  terlihat  sangat kecil-kecil di bawah  sana.  Taipei adalah  ibu kota Taiwan, saya ngak menduga bahwa ternyata  Taiwan sudah demikian maju dan bagus sekali. Hidangan makan yang disaji­kan  menerbitkan selera makan yaitu sea food, saya selalu  senang makan ikan dan udang dari laut, Ah pesawat ini terkesan mewah dan baru, apalagi layanan dan pramugari yang seakan tak pernah  lelah memberikan  servis yang baik. Di Taipei kami transit dan sempat menikmati  pelabuhan Chiang Kaisek selama 2 Jam, cukup baik  rapi dan  manusianya bekerja dan ngomong sama cepatnya.  Kembali  kami pindah dengan pesawar Eva Air  BR 034 untuk tujuan Seatle USA,Semua  kami  ngumpul  di ruang Tunggu, tapi  ada  saja yang melancong naik keatas, melihat-lihat kesana sini, sehingga waktu mengumpulkan  Paspor mengalami keterlambatan karena  mereka  yang pergi  melancong  kemana-kemana tanpa izin dan tak  melapor  pada Kiki menyebabkan keterlambatan pula dalam pemberangkatan.    &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Petugas  disini  muda-muda, berpakaian rapi,  mereka  tegas, tapi tidak seram dan tak seorangpun yang berpakaian satpam  atau pakaian  polisi. Yang terbayang di wajah mereka  bagaiman  supaya pekerjaan  cepat  selesai dan tepat waktu,  serta  bisa  menolong orang,  tidak  bertele-tele namun tegas. Ruang tunggu  di  Taipei sederhana  namun  bersih dan tertib. Walaupun banyak  yang  antri waktu  mau naik pesawat atau memperlihatkan pasport, namun  tidak berdesak-desak dan tidak bergegas dan tidak stress.   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Taipei menuju Seattle ditempuh dalam waktu 10 Jam, sebetuln­ya adalah waktu yang panjang dan membosankan, apalagi  tak  bisa tidur  dengan nyenyak, namun karena pesawat Eva Air Taiwan  Boing ini mempunyai tempat duduk yang cukup lapang, dan  jarak antara  2 kursi cukup panjang, sehingga mereka  yang  bertungkai Panjangpun dengan leluasa dapat meluncurkan kakinya, apalagi kaki kursi  di buat mirip seperti kaki kursi tukang pangkas,  sehingga nyaman  dan enak, sambil di depan mata atau pada punggung  kursi, ada layar monitor TV dengan 8 channel, sehingga kita bisa memilih flim  yang disenangi, atau kalau ingin mendengar lagu-lagu,  juga bisa  memilih  8 channel dengan  nyanyia-nyanyian  yang  seronok. Begitu  pesawat  take  off  meninggalkan  Taipei,  berturut-turut pramugari  memberikan selimut dan bantal, memberikan aipon  untuk dapat  menikmati nyanyian dan siaran video, memberikan  odol  dan sikat  gigi kecil beserta penutup mata kalau ingin  tidur  dengan lelapnya,  dan  juga memberikan sepasang sendal  yang  lunak  dan lembut, enak di pakai dan perlu diatas pesawat, semua hadiah  itu boleh  dimanfaatkan dan di bawa pulang sebagai kenangan dari  Eva Air. Memasuki pulau-pulau Jepang, udara jelek, pesawat yang besar itu  terguncang, mungkin diluar banyak awan atau ada Taifun,  dan goncangan-  goncangan ini berulang datang karena  kami  melintasi Samudra  dan  lautan Pasifik untuk mendarat sekitar Jam  2  Siang waktu setempat. Agak aneh yang saya rasakan, Kami berangkat  dari Singapura  jam 1. 15 Siang, Singgah di Taipei  Taiwan,  menjelahi kepulauan  jepang,  melintasi Samudra  Pasifik,  eh  Tahu-tahunya sampai  di  Amerika Serikat di Seattle jam  1.50 Siang  pada  hari yang sama. Hal ini bisa terjadi karena kami terbang kearah  mata­hari  terbit, menyusur ke Timur, sehingga Siang  hari  berangkat, juga  siang  hari sampai pada hari yang sama, karena  beda  waktu antara Indonesia dan Seattle adalah 10 Jam. Jadi kalau Siang hari di  Seattle berarti malam hari di Indonsia. NAmun walaupun  siang panas  menyengat,  namun pramugari menutupkan  daun  jendela  dan memadamkan  semua  lampu, sehingga di  pesawat  seakan=akan  hari telah  malam dan kami di persilahkan tidur, dan dalam  tidur  itu sang  pramugari  selalu mengawasi  dan  memperhatikan  kebutuhan-kebutuhan  kami. Telatan, ramah, sopan, cantik, muda gesit,  tapi terhormat.  Itulah kesan saya tentang pramugari di Eva  Air  yang tak kan mungkin bisa di lupakan.   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;   &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Untuk itu saya teringat akan ajaran agama kita, sebetulnya mereka pramugari  itu telah banyak mentrapkan ajaran-ajaran agama  kita. Karena  ciri  agama  kita, adalah kita harus  bekerja  keras  dan sungguh-sungguh,  semua pekerjaan adalah ibadah asal  di  niatkan karena Allah, maka mulai dengan Bismillah dan jika selesai  sebutlah  Alhamdulillah, supaya kita selalu berorientasi pada Allah. Sehingga  apa yang kita lakukan, sebagai Tema  sentralnya  adalah Allah.  Darinya  kita  datang, kepada_Nya kita  kan  kembali  dan untuk_Nya  segala apa yang kita kerjakan. Tak sedetikpun  terniat di hati ini untuk melupakan dan meninggalkan-nya. Padan_Nya  kitaberharap dan pada_Nya jua kita meminta   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;  &lt;br /&gt;Eva Air, diatas samudra Pasifik  16 September 1994&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1206286292497532260-8401193758738138899?l=suheimi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suheimi.blogspot.com/feeds/8401193758738138899/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1206286292497532260&amp;postID=8401193758738138899&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/8401193758738138899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/8401193758738138899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suheimi.blogspot.com/2007/06/p-r-m-u-g-r-i-20-juni.html' title='P R A M U G A R I'/><author><name>dr. H. K.Suheimi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06701488229250303571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1206286292497532260.post-5393122956523096994</id><published>2007-06-20T11:53:00.000+07:00</published><updated>2007-06-22T05:53:32.784+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kepribadian Minang'/><title type='text'>Kepribadian Minang 9</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Seharusnya bundo kanduang salaku kapalo pemerintahan berhak memberikan kato hukum tapi kasus pelanggaran adat itu diadili oleh basa ampek bali lembaga yudikatof nan sadonyo terdiri dari laki-laki. Nan tantu sajo ateh restu dan pertimbangan sang ratu bundo kanduang. Nah, angku-angku dunsanak pandanga dari keseimbangan hak dan kewajiban itulah terciptanyo kerukunan dalam masyarakat minangkabau, kemudian angku-angku akan kami ajak manyalusuri radius kewajiban seorang laki-laki dalam keluarga baitupun dalam masyarakat kampuang ka nagari, pado pokoknyo seorang laki-laki di minangkabau mempunyai fungsi rangkap, fungsi nan mengakibatkan tumbuahnyo ampek tangguang jawab dalam wewenang nan babeda, partamo fungsi ayah sebagai baban langsung dari hukum Islam bahwa ayah mamikua tangguang jawab panuah kapado istri dan anak-anaknyo nan maliputi tangguang jawab layia dan tangguang jawab batin, sandang, pangan, perumahan, pendidikan dan kesejahteraan keluarga sesuai dengan kebutuhan. Inyo wajib melaksanakan tugas-tugas kebapakannya sampai anak-anak dewasa. Nan padusi sampai basuami nan laki-laki sampai mampu hiduik mandiri. Disamping fungsi ayah jo fungsi mamak sebagai pengamalan dari ajaran adat mamak punyo tangguang jawab moral memimpin anggota kaumnyo sapanjang bateh-bateh nan tagarih di pusako, mamak akan manarukokan sawah, mambukakkan hutan paladangan, mambangunkan rumah gadang kemudian mangatur pamakaiannyo. Dalam hal iko beliau bukan bakarojo surang akan tetapi dilaksanakan sacaro bagotong royong antara saluruh mamak-mamak dalam kaum nan sifatnya insidentil. Sedangkan tugas-tugas mamak sacaro pribadi adolah mangatur hal-hal nan bukan materil seumpama manjago karukunan rumah gadang nan panghuninyo terdiri dari babarapo unit keluarga. Katokanlah mamah berfungsi sebagai koordinator rumah gadang nan batangguang jawab kalua dan kadalam. Seandainyo ayah dan kamanakan-kamanakannyo atau urang sumando indak mampu mambari nafkah keluarga disebabkan sakik, disababkan lamah atau bacarai umpamonyo, mako fungsi ayah diambil alih oleh mamak. Dunsanak kamanakan ndak katalantar biayanyo dari harato pusako dan mamak-mamak akan menggarapkan sawah secara kolektif dengan itu berarti tasadio dua figur penyelamat dalam satu keluarga yaitu ayah dan mamak, kalaupun salah satu tidak berfungsi masih ado fungsional lain sehingga jaminan kehidupan mutlak tapanuhi bia kehidupan material atau-pun kehidupan spiritual. Itu sababnyo ndak pernah tadanga ratapan anak yatim di tanah minang, anak piatu nan kamatian mandeh ndak kamandarita di tangan ibuk tiri sabab si anak akan diasuah di rumah gadang oleh padusi-padusi di dalam kaumnyo. Nah, dunsanak, kamanakan pandanga. Kalau tadi ado duo paranan dimainkan seorang laki-laki di minangkabau yaitu peran ayah dari hukum Islma dan peran mamak dari hukum adat, mako ado satu peran lain yang bersumber dari undang-undang yaitu tuntutan kewajiban kapado masyarakat lingkungannyo satiok urang musti berpartisipasi taradok masyarakat kampuang dimanyo tingga, mamaliharo karukunan basamo sabagai satu kesatuan warga dalam wilayah jorong atau desa, membangun sarana-sarana jalan, irigasi, pendidikan, rumah ibadah, sekolah apo sako kebutuhan yang bersifat umum. Elok rumah dek tungganai, elok kampung dek urang tuo, dek nagari dek panghulu. Nah urang tua nan mukasuik disiko adolah kapalo desanan staftnyo mamak-mamak yang di rumah gadang tadi. Di tangan merekalah talataknyo karukunan dan ketertiban masyarakat kampung. Tapi alah salasai ka tugas dengan tigo tuntutan kewajiban tadi, alun, alunlai, masih ado ciek lan nan kadikakok apotu, yaitu wilayah yang labiah luas iyolah nagari, nagari yang kalau kito jabarkan labiah luas lai yaitu negara, seluruh potensi harus dikerahkan apo nan ado didermabaktikan untuk nagari atau untuk negara yo dana, yo tanago, pikiran, waktu dan lain sabagainyo, pendeknyo ndak satupun urang yang bebas dari tugas-tugas kanagarian, bajalan bairing, baiyu maisi patah batongkek buto bairik, sadonyo musti talibat, tantu sajo sabateh kampuan surang-surang. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1206286292497532260-5393122956523096994?l=suheimi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suheimi.blogspot.com/feeds/5393122956523096994/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1206286292497532260&amp;postID=5393122956523096994&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/5393122956523096994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/5393122956523096994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suheimi.blogspot.com/2007/06/kepribadian-minang-9-20-juni.html' title='Kepribadian Minang 9'/><author><name>dr. H. K.Suheimi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06701488229250303571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1206286292497532260.post-3226331807869823141</id><published>2007-06-18T15:50:00.000+07:00</published><updated>2007-06-22T05:53:32.784+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kepribadian Minang'/><title type='text'>Kepribadian Minang 8</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian menyusul hak dan kewajiban antaro kadua balah pihak, sarato pambagian tugas nan tapisah manuruik kadudukan masing-masing. Sajak manusia tingga diguo-guo sampai kapado mangenal peradaban bahkan taruih ka zaman teknologi kini nangko ruponyo pambagian wewenang itu masih tampak nyato walau bateh dan versinyo mangalami perubahan-perubahan. Sekalipun akhirnyo pihak wanita menginginkan persamaan hak nan sabagian lah dicapainyo tapi mustahil malawan kodrat sebab kodrat itu hadir tanpa dimintak dan tanpa dituntuik. Itu sababnyo perjuangan emansipasi kadang-kadang taraso tidak adil karano wanita ndak pernah manuntuik persamaan kawajiban akan pincanglah jalannyo masyarakat sakironyo hak disamakan sadangkan kawajiban ndak saimbang dalam kontek iko minangkabau menganut kaidah tersendiri yaitu mambarikan seluruh apo nan manjadi hak-hak wanita sasuai dengan kodratnyo pulo hak perlindungan keamanan, hak pelayanan ekonomi, kedudukan sosial dan lain sabagainyo nan kasadonyo lah lamo dimiliki wanita minang. Oleh sebab itu tokoh-tokoh wanita nan mengobarkan peran emansipasi ndak pernah muncul ditanah minang karano memang tidak dibutuhkan, untuak apo manuntuik sasuatu nan lah ado dalam genggamannyo. Adat nan marupokan peraturan tatinggi dalam masyarakat terlalu banyak mambarikan fasilitas dan subsidi kepada wanita, rumah gadang secara gratis disuruah tunggu ndak kamanyeo ndak kamangontrak, seluruh hasil harato pusako makanlah minumlah pakailah nak basuami dilamarkan sampai pun katurunan manuruik garis keibuan kurang apolai wanita ditanah baradab ko. Hanyo satu nan tak pernah lapeh dari tangan yaitu kekuasaan walaupun kadang-kadang urang laki-laki sampai mangalah ka rantau urang demi kesejahteraan dunsanak kamanakan namun kato putuih ado ditangan mamak wanita minang tidka mengatur tetapi diatur mereka hanyo punyo hak pakai bukan memiliki, biapun kunci ado dipinggang tapi rangkiang indak ka dibukak oleh parintah siapopun kecuali suruahan mamak sabaliaknyo mentang-mentang punyo kuaso seorang mamak ndak buliah saleluaso maambiak padi sabalun ado persesuaian dari bundo urang padusi ndak berhak jadi penghulu, namun penghulu alun ka tagak kalau para bundo kanduang sapakaiak indak manarimo baitu sapanjang adait dipusako takalau cindua mato dihadapkan sebagai terdakwah karano manculiak puti bungsu dari sungai ngiang seharusnya bundo kanduang salaku kapalo pemerintahan berhak memberikan kato hukum tapi kasus pelanggaran adat itu diadili oleh basa ampek bali lembaga yudikatof nan sadonyo terdiri dari laki-laki. Nan tantu sajo ateh restu dan pertimbangan sang ratu bundo kanduang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1206286292497532260-3226331807869823141?l=suheimi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suheimi.blogspot.com/feeds/3226331807869823141/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1206286292497532260&amp;postID=3226331807869823141&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/3226331807869823141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/3226331807869823141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suheimi.blogspot.com/2007/06/kepribadian-minang-8-18-juni.html' title='Kepribadian Minang 8'/><author><name>dr. H. K.Suheimi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06701488229250303571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1206286292497532260.post-4533857185694487515</id><published>2007-06-18T11:51:00.000+07:00</published><updated>2007-06-21T05:04:21.787+07:00</updated><title type='text'>PENANTIAN PANJANG SEORANG IBU</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span&gt;PENANTIAN PANJANG SEORANG IBU  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Oleh dr.H.K.Suheimi   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Kisah ini dimulai dari seorang pengemis wanita dengan seorang bayi perempuan berusia 1 tahun ,, tidak seorangpun yang tahu nama aslinya , tapi beberapa orang tahu sedikit masa lalunya , yaitu bahwa ia bukan penduduk asli di situ , melainkan dibawa oleh suaminya dari kampung halamannya,, Tapi suaminya pergi entah kemana , dan tak pernah lagikembali ,,    &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Pada suatu hari , tergerak oleh semangat untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik , ibu itu bangkit dan memutuskan untuk bekerja,, Dan itu membuatnya terpaksa untuk meninggalkan anaknya di puing-puing sebuah toko , dimana ia tidur beberapa waktu ini ,, ia berpesan pada anaknya , agar ia tidak berhubungan dengan siapapun selama ibunya tidak di tempat,, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;"Nak ... dalam beberapa hari mama akan mendapatkan cukup uang untuk menyewa kamar kecil yang berpintu , dan kita tidak lagi tidur dengan angin di rambut kita" hibur wanita itu,,   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Dengan langkah yakin ... wanita itu pun berangkat ... dan meninggalkan anaknya sendirian ,, Tapi ... selang berapa lama ia pergi , ada sepasang suami istri pengemis menculik gadis cilik itu dengan paksa , dan membawanya sejauh 300 kilometer ke pusat kota, dan menjualnya pada pasangan suami istri dokter yang kaya , yang tidak pernah bisa punya anak sendiri walaupun mereka telah menikah selama 18 tahun,, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Mereka memberi nama anak gadis itu Serrafona , di tengah-tengah kemewahan istana itulah gadis kecil itu tumbuh dewasa ,, Dan pada umurnya yang ke-24 , Serrafona dikenal sebagai anak gadis Gubernur yang amat jelita , dan sedang menyelesaikan gelar dokternya,, Ia adalah figur gadis yang menjadi impian tiap pemuda , tapi cintanya direbut oleh seorang dokter muda yang bernama Geraldo,, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Setahun setelah perkawinan mereka , ayahnya wafat,, Dan menjelang hari ulang tahunnya yang ke-27 , suatu hal terjadi yang merubah kehidupan wanita itu,,  Pagi itu Serrafona membersihkan kamar mendiang ayahnya yang sudah tidak pernah dipakai lagi , dan di laci meja kerja ayahnya ia melihat selembar foto seorang anak kecil yang digendong sepasang suami istri,, Selimut yang dipakai untuk menggendong anak itu lusuh , dan anak itu sendiri tampak tidak terurus , dan sesuatu ditelinga kiri bayi itu membuat jantungnya berdegup kencang,, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Kemudian ia membuka lemarinya sendiri , dan mengeluarkan sebuah kotak kayu mahoni, yang didalamnya terapat seluruh barang-barang pribadinya , dari kalung-kalung berlian hingga surat-surat pribadi,, Tapi di antara benda-benda mewah itu terdapat sesuatu terbungkus kapas kecil , sebentuk anting-anting melingkar yang amat sederhana dan bukan emas murni,,    &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;apa yang ditemukannya pagi itu , seolah menjawab semua pertanyaan- pertanyaan yang selama ini mengungkungnya , seperti ...kenapa bentuk wajahnya berbeda dengan wajah kedua orang tuanya , dan mengapa ia tidak menuruni golongan darah ayahnya,, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Itu adalah awal dari kegiatan baru mereka mencari masa lalu Serrafonna , foto hitam-putih yang kabur itu diperbanyak puluhan ribu lembar dan disebar ke seluruh jaringan kepolisian di seluruh negeri,, Sebagai anak satu-satunya dari bekas pejabat yang cukup berpengaruh di kota itu , Serrafonna mendapatkan dukungan dari seluruh kantor kearsipan , kantor surat kabar dan kantor catatan sipil ,, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Meski ... belum ada perkembangan , ia tetap yakin bahwa ibunya masih ada , dan sedang menantinya  sekarang,, Pagi siang siang dan sore ia berdoa agar bisa bertemu dengan ibunya,,  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Hingga disuatu senja , mereka menerima kabar bahwa ada seorang wanita yang mungkin bisa membantu mereka menemukan ibunya , tanpa membuang waktu , mereka terbang ke sebuah rumah kumuh , sekali melihat , mereka tahu bahwa wanita yang separoh buta itu , yang kini terbaring sekarat , adalah wanita di dalam foto,, Dengan suara putus-putus , wanita itu mengakui bahwa ia memang pernah mencuri seorang gadis kecil ditepi jalan, sekitar 25 tahun yang lalu,, Tidak banyak yang diingatnya, tapi ia masih ingat kota dan bahkan potongan jalan di mana ia mengincar gadis kecil itu dan kemudian menculiknya,,   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Dua hari lewat tanpa kabar , dan padahari ketiga mereka menerima telepon dari salah seorang staff mereka , yang mengatakan bahwa ia telah menemukan ibu serafonna, tapi harus waktunya mungkin tidak banyak lagi,, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Mobil mereka memasuki sebuah jalanan yang sepi , dipinggiran kota yang kumuh dan banyak angin,, Rumah-rumah di sepanjang jalan itu tua-tua dan kusam ,, Satu , dua anak kecil tanpa baju bermain-main ditepi jalan,,    &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Ketika mobil berbelok memasuki jalan yang lebih kecil , dan ia bisa membaui kemiskinan  yang amat sangat , ia berdoa: "Tuhan beri saya sebulan saja".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Mobil belok lagi kejalanan yang lebih kecil , dan angin yang penuh derita bertiup  berebut masuk melewati celah jendela mobil yang terbuka,,  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Ketika mereka masuk belokan terakhir , tubuhnya menggigil begitu hebat sehingga Geraldo memeluknya erat-erat,, Jalan itu bernama Los Felidas , di tengah-tengah jalan itu terbaring seorang wanita tua dengan pakaian kumuh dan tubuh yang tidak bergerak,,   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Melihat hal itu , pandangan Serrafona gelap tapi ia menguatkan dirinya untuk meraih kesadarannya dan turun , suaminya dengan sigap sudah meloncat keluar , memburu ibu mertuanya,, "Serrafona, kemari cepat! Ibumu masih hidup , tapi kamu harus menguatkan hatimu.",, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Serrafona memandang tembok dihadapannya , dan ingat saat ia menyandarkan kepalanya ke situ,, Ia memandang lantai di kakinya dan ingat ketika ia belajar berjalan ,, Air matanya mengalir keluar ketika ia melihat suaminya menyuntikkan sesuatu ke tangan wanita yang terbaring itu dan memberinya isyarat untuk mendekat,, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Ia berlutut dan meraih kepala wanita itu kedadanya sambil berkata  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;"Ya ... Tuhan beri kami sehari saja , biarlah saya membiarkan mama mendekap saya dan memberitahunya bahwa selama 25 tahun ini hidup saya amat bahagia,,   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Wanita tua itu ... perlahan membuka matanya dan memandang keliling , ke arah kerumunan orang-orang berbaju mewah dan perlente , ke arah mobil-mobil yang mengkilat , dan ke arah wajah penuh air mata yang tampak seperti wajahnya sendiri ketika ia masih muda,, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Mendengar suara itu , ia tahu bahwa apa yang ditunggunya tiap malam - antara waras dan tidak - dan tiap hari - antara sadar dan tidak , kini menjadi kenyataan,, Ia tersenyum , dan dengan seluruh kekuatannya menarik lagi jiwanya yang akan lepas,, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Perlahan ia membuka genggaman tangannya, tampak sebentuk anting-anting yang sudah menghitam,, Serrafona mengangguk , dan tanpa perduli sekelilingnya ia berbaring di atas jalanan itu dan merebahkan kepalanya di dada mamanya,, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;"Mama... saya tinggal di istana dan makan enak tiap hari,, Mama jangan pergi dulu ,, Apapun yang mama mau bisa kita lakukan bersama-sama ,mama ingin makan , ingin tidur , ingin bertamasya , apapun bisa kita bicarakan,, Mama jangan pergi dulu... Mama..." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Ketika telinganya menangkap detak jantung yang melemah , ia berdoa lagi kepada Tuhan, "Ya Tuhan Yang maha pengasih dan pemberi , Tuhan..... satu jam saja.... ...satu jam saja.....",,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Tapi dada yang didengarnya kini sunyi , sesunyi senja dan puluhan orang yang membisu,, Hanya senyum itu , yang menandakan bahwa penantiannya selama seperempat abad tidak berakhir sia-sia,,, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1206286292497532260-4533857185694487515?l=suheimi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suheimi.blogspot.com/feeds/4533857185694487515/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1206286292497532260&amp;postID=4533857185694487515&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/4533857185694487515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/4533857185694487515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suheimi.blogspot.com/2007/06/penantian-panjang-seorang-ibu-18-juni.html' title='PENANTIAN PANJANG SEORANG IBU'/><author><name>dr. H. K.Suheimi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06701488229250303571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1206286292497532260.post-450212615319925873</id><published>2007-06-15T09:49:00.000+07:00</published><updated>2007-06-22T05:53:32.784+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kepribadian Minang'/><title type='text'>Kepribadian Minang 7</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;perbedaan dasar antaro silek awak jo seni beladiri urang lain baitupun falsafah bamain alang-alang, agaknyo paninggalan-paninggalan budaya nan berbentuk non beda itu lah bacarito panjang tantang kapribadian minang tempo dulu sahinggo baunnyo semerbak sampai melintasi daerah perbatasan. Labiah jauh kito manampak seolah-olah lukisan tadi sangajo diabadikan sabagai contoh jo toladan kapado anak cucuknyo kapado kita dan katurunan sunduik basunduik untuak manjadikan nyo landasan sikap dalam hidup bamasyarakat, namun kito manyadari bahwa nantik disuatu maso urang indak lain kamanyukoi gaya bahasa klasik nan kurang komunikator, mungkin isuak rumah gadang hanyo akan ditamui di taman mini Indonesia indah atau dikabun bungo Bukittinggi, jurus-jurus silek minang nan unik tingga sabagai gambar-gambar mati dalam carito komik dan kalau ado urang yang baminat manyusun karya tulis tantang Minangkabau silangkah datang ke perpustakaan laiden di Eropah catatannyo tasimpan dideretan buku-buku tantang mesir kuno tantang kota Menphiz dan Tebe nan tenggelam juo tantang binatang-binatang purba nan lah punah dari permukaan bumi hilanglah nan ma nan kahilang biakan hanyuik nan tarapuang tapi roh adat mesti dipatahankan. Apabilo padam kapribadian minang badatanglah lonceng kamatian minangkabau tinggalah Sumatera Barat sebagai sarang nan pernah bapauni daulunyo dengan kato lain anak-anak kito isuak ndak berhak lain mendakwahkan diri sebagai urang minang tapi saya anak Indonesia kelahiran Sumatera bagian barat kenapa baitu sabab hakikat minang itu bukanlah hasil seni bukanlah wilayah dan bukan juo katurunan, inyo adalah yo tergantunglah pado generasi kito kini. Apokah tungkek estafet itu akan ditaruihkan atau akan dilipek sampai disiko. Apo kito basadio manjadi angkatan pengkhianat nan menggelapkan amanah. Apo kito lasiap manarimo caci maki sumpah sarapah dibelakang hari. Apo kito relakan adat dikubua samantaro kito melestarikan kehidupan gajah, harimau sampai biawak sekalipun jawapannyo ado dalam dado kito surang-surang. Angku-angku dunsanak pandanga pado kesempatan ceramah kini nangko izinkanlah kami malanjuikkan mambaco bahaso-bahaso sandi dalam ujud kreatifitas urang minang kito piliah nan taserak kito rangkai kemudian dikonfigasikan manjadi suatu bentuk nan bisa dicaliak sacaro konkrit. Adopun objek yang kami piliahkan iyolah fungsi surau sebagai sarana pendidikan formal dan informal dan latar belakang tradisi marantau bagi urang minang, nan baiaklah den utang baangsua mako lansai kato basabuik mako dapek akan kito masuak sajo kapado pokok perbincangan didulang sadalung lai pandulang ameh bangka ulu diulang saulang lai panyambuang kaset na daulu. Bismillahirrahmanirrahim. Sesuai dengan kodratnya laki-laki dilayiakan dengan bangun tubuah nan kuat kokoh dengan nyali keberanian nan tinggi dan bapikia labiah rasional dibandiangkan dengan kaum wanita. Barangkali dengan sagalo kalabiahannyo itulah timbua naluri ingin mampimpin, mambarikan parlindungan kapado wanita nan memang mambutuhkan. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1206286292497532260-450212615319925873?l=suheimi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suheimi.blogspot.com/feeds/450212615319925873/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1206286292497532260&amp;postID=450212615319925873&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/450212615319925873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/450212615319925873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suheimi.blogspot.com/2007/06/kepribadian-minang-7-15-juni.html' title='Kepribadian Minang 7'/><author><name>dr. H. K.Suheimi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06701488229250303571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1206286292497532260.post-2569667379505300527</id><published>2007-06-15T08:48:00.000+07:00</published><updated>2007-06-21T05:08:06.920+07:00</updated><title type='text'>Pemimpin</title><content type='html'>&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;PEMIMPIN     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh :  Dr. H.K Suheimi&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Di saat kita sedang mengalami krisis kepemimpinan, saya terlibat pembicaraan dengan akrab dengan dr. Usman Said. Berbicara dengan dr. Usman Said sangat mengasyikkan. Kali ini beliau bercerita tentang Khalifah Harun Al Rasyid. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Khalifah Harun Al Rasyid, seorang pimpinan yang patut diteladani. Di samping beliau sebagai khalifah dan dalam kekuasaannya dia selalu bertanya pada cerdik pandai, ulama dan ustadz. Tersebutlah seorang ustadz Al Baqi dari India yang terkenal alim. Kebetulan Al Baqi ingin menunaikan ibadah Haji. Di zaman itu jika ingin ke Mekah harus melalui Bagdad. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span&gt;             &lt;/span&gt;Maka Khalifah Harun Al Rasyid memerintahkan pengawalnya agar menunggu Al Baqi di pintu gerbang Bagdad.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Ketika Al Baqi diundang ke istana terjadilah dialog yang sangat berkesan dan mendalam. Khalifah Harun Al Rasyid : "Ya Ustadz, tolong tunjukkan saya bagaimana seharusnya jadi seorang pemimpin?". &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt; Al Baqi : " Siapkanlah dirimu dengan memenuhi sakumu dengan emas, tangan kirimu ada cambuk dan di tangan kananmu ada pedang. Jika engkau ingin jadi pemimpin".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Khalifah Harun Al Rasyid :"Apa maksudmu?" &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Al Baqi : "Emas yang disakumu itu dapat kau gunakan untuk menolong rakyatmu bila mereka di timpa kesusahan dan mengalami kesulitan. Cambuk di tangan kirimu dapat digunakan untuk mencambuk orang yang melakukan perbuatan maksiat. Sedangkan pedang di tangan kananmu dapat kau tebaskan bila orang berbuat maksiat itu tak jeranya melakukan perbuatan maksiat".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Khalifah Harun Al Rasyid :"Mungkin ada nasehat yang lain?" &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Al Baqi :"Sebagai pemimpin hendaklah kamu bagaikan telaga. Dari telaga itu mengalir anak-anak sungai, jika telaga itu kotor tentu anak sungainya akan kotor, dan sawah yang dialirinya jadi kotor dan kotor pulalah apa-apa yang akan dimakan rakyat".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Dengan kata lain, jika kotor masyarakat tentu pemimpinnya yang lebih kotor. Dan jika masyarakat masuk neraka maka pemimpinnyalah yang lebih dulu terjun ke neraka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Tapi jika air telaga itu bersih tentu akan bersihlah air yang mengalir di sungai, dan bersih air yang ke sawah, sehingga rakyatnya akan bersih. Jika rakyat ini masuk surga, maka pimpinannyalah yang lebih dulu masuk surga.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Khalifah Harun Al Rasyid :"Baik ya Ustadz, mungkin masih ada lagi?" &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New  Roman;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Ada jawab sang ustadz :"Jika kamu berada di tengah padang pasir yang luas, dan kamu kehabisan bekal, tak ada air yang akan diminum, tak sebutir pun makanan yang akan dimakan, sehingga kau hampir mati, lalu ada orang yang menawarkan segelas air, tapi dia meminta imbalan. Harga segelas air itu sama dengan setengah kerajaanmu, bagaimana pendapatmu?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span&gt;             &lt;/span&gt;Khalifah Harun Al Rasyid :"Akan ku tebus segelas air itu dengan separuh kerajaanku".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt; &lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Al Baqi :"Bagus engkau berada di dalam jawaban yang benar".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt; &lt;span&gt;            &lt;/span&gt;"Tapi sesudah minum, tiba-tiba engkau jatuh sakit yang sangat hebat sampai mendekati sakratul maut. Dan pada saat itu ada tabib yang membawa obat yang dapat menyembuhkan sakitmu itu, tapi dia minta imbalan separuh kerajaanmu yang tinggal, bagaimana pendapatmu?".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New  Roman;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Khalifah Harun Al Rasyid :"Akan saya tebus obat itu dengan seluruh kerajaanku".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Al Baqi :"Bagus kau menjawab yang tepat. Kalau begitu kerajaanmu nilainya tak lebih dari segelas air dan segelas obat".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;"Lalu kenapa kau mati-matian mempertahankan kerajaan dan mati-matian  berebut kerajaan?" &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Kalau dipikir-pikir, memang nilai sebuah kerajaan itu tak lebih dari segelas air, jika kita sedang dan sangat kehausan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;UNTUK ITU INGIN SAYA PETIKKAN FIRMAN SUCINYA DALAM AL-QURAN &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar.Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami. (QS. 32:24). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selainNya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (dari padanya). (QS. 7:3)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu pemimpin-pemimpinmu,jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa yang di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin-pemimpinmu, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (QS. 9:23)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1206286292497532260-2569667379505300527?l=suheimi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suheimi.blogspot.com/feeds/2569667379505300527/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1206286292497532260&amp;postID=2569667379505300527&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/2569667379505300527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/2569667379505300527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suheimi.blogspot.com/2007/06/pemimpin-15-juni.html' title='Pemimpin'/><author><name>dr. H. K.Suheimi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06701488229250303571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1206286292497532260.post-7516783946838569518</id><published>2007-06-12T10:57:00.000+07:00</published><updated>2007-06-14T04:01:32.284+07:00</updated><title type='text'>KEMBAR SIAM</title><content type='html'>&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;KEMBAR SIAM&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh dr.H.K.Suheimi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia menangis, airmata bercucuran ketika Ladan dan Laleh Bijani &lt;span&gt;  &lt;/span&gt;meninggal dunia. Masih terbayang senyumannya, masih terbayang betapa kedua gadis ini dalam satu kerudung, cantik baik ceria, tapi bayangan itu segera menghilang begitu membaca berita keduanya meninggal dunia. Menariknya berita ini membangkitkan keinginan saya mengutak atik internet. Dari bahan bacaan internet inilah yang ingin saya sajikan pada para pembaca.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sebelumnya Lelah dan Ladan sudah pergi ke Jerman untuk mengupayakan pemisahan itu pada 1996 lalu, namun di sana mereka ditolak. Dokternya geleng kepala menyatakan tak sanggup melakukan operasi pemisahan itu, karena resikonya terlalu besar. Baru setelah akhir tahun lalu, dokter Singapura menerima mereka. Dan bersedia melakukan operasi yang beresiko itu &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;- &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Ladan dan Laleh Bijani, kembar siam asal Iran, sudah siap mental menjalani operasi pemisahan kepala di Singapura. Keduanya sudsah siap meski risikonya terlalu berat, kematian. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Dia berharap pemisahan dengan saudaranya itu berhasil baik. "Kami merasa senang dan  bersemangat tapi sedikit grogi menghadapi operasi itu," ujar Ladan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Inilah untuk pertama kalinya tim dokter RS Raffles memisahkan kembar siam dewasa. Selama ini mereka dikenal sebagai ahli pemisahan kembar siam yang masih bayi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Wakil ketua tim bedah Bijani bersaudara, Keith Goh, pernah sukses memisahkan bayi kembar siam Nepal di Singapura 2001 lalu. Namun untuk kasus Bijani, Goh mengatakan salah satu atau keduanya bisa saja meninggal akibat operasi itu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Namun kemungkinan itu tak membuat Ladan takut. "Kami sama sekali tidak takut menghadapi operasi," ujar Ladan ketika ditanya apa yang paling ditakuti menjelang operasi itu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;"Dr Goh sudah memberitahu kami operasi ini mempunyai risiko yang sangat tinggi dan menjelaskan semua pilihannya. Tapi kami bahagia masih punya pilihan (bisa hidup terpisah)," imbuhnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Keinginan hidup terpisah itu sangat kuat karena masing-masing punya cita-cita berbeda. Keduanya adalah pengacara hebat. Namun Lelah ingin melanjutkan karirnya menjadi wartawan sedangkan Ladan tetap di jalur hukum. Kedua profesi yang memang tidak bisa dilakukan kalau mereka tetap bersatu. Namun ada keinginan yang sangat sederhana. "Kami ingin bisa saling melihat tanpa cermin," ujar Lelah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Keinginan hidup terpisah itu sangat kuat karena masing-masing punya cita-cita berbeda. Keduanya adalah pengacara hebat. Namun Lelah ingin melanjutkan karirnya menjadi wartawan sedangkan Ladan tetap di jalur hukum. Kedua profesi yang memang tidak bisa dilakukan kalau mereka tetap bersatu. Namun ada keinginan yang sangat sederhana. "Kami ingin bisa saling melihat tanpa cermin," ujar Lelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 1cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;KEMBAR siam adalah kejadian langka yang terjadi pada satu dari 40 ribu kelahiran. Sebenarnya, ini adalah bayi kembar identik yang gagal memisah setelah pembuahan telur berlangsung 13 hari. Sampai kini, pemicu kejadian bayi kembar siam belum sepenuhnya diketahui. Perlekatan kembar siam bisa terjadi di berbagai lokasi, misalnya bagian kepala (kraniopagus), dada (thoraopagus), dan punggung (pygopagus). Operasi pemisahan biasanya berakhir sukses. Namun, tak jarang pemisahan bayi kembar mengandung kontroversi karena adanya kerugian pada salah satu bayi. Berikut ini beberapa kasus bayi kembar siam yang terkenal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 1cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Eng dan Chang Bunker, dari Siam lahir dengan badan bagian atas menempel dan berdampingan, kembar ini tak pernah dipisahkan sampai meninggal dunia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 1cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Marsha dan Dasha Krivoshyapovy, memiliki  dua kepala, empat tangan dan dua kaki mrk adalah&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;kembar hidup dan tidak dipisahkan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt; Mary dan Jodie lahir di Manchester, Inggeris dg satu hati dan paru-paru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Satu hal yang membanggakan kita adalah&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Tim dokter di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) berhasil mengoperasi bayi kembar siam tipe omfalofagus yang menyatu rongga perut dan panggulnya. Keberhasilan itu tercatat sebagai prestasi ketiga kalinya bagi RSCM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua bayi kembar siam itu bernama Perina Nurfarida (Rina) dan Perani Nuraida (Rani) itu lahir 21 April 2002 di Rumah Sakit Umum Daerah Serang, Banten. Pada usia satu hari, bayi pasangan Nunik (24) dan Dian Nurfalah (27) langsung dirujuk ke RSCM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua bayi itu mengalami penyatuan hati dengan penampang perlengketan 11,5 x 11 cm. Selain itu ujung usus halus dan usus besar menyatu dan bermuara pada kloaka (rongga dalam tubuh bawah) bersama saluran dari kandung kemih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hanya ada satu lubang pembuangan untuk air besar maupun air seni," kata Kepala Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI)/RSCM dr Asril Aminullah SpA(K) beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masing-masing bayi terdapat sepasang ginjal dengan sistem saluran kemih menyilang satu sama lain. Meski kedua tulang panggul terpisah, mereka hanya memiliki satu ovarium dan satu uterus rudimenter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim dokter yang dipimpin Asril Aminullah memutuskan mengoperasi Rina dan Rani dua kali. Tim dokter antara lain terdiri dari ahli bedah anak, ortopedi, dan urolog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Operasi pertama dilakukan 27 Mei 2002 untuk membuat lubang anus buatan. Seperti yang dipublikasikan dalam siaran pers RSCM, Rabu (26/2), operasi berlangsung lancar. Namun, operasi kedua terpaksa ditunda karena selama perawatan bayi masih sering diare dan terinfeksi saluran kemihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Operasi kedua untuk memisahkan mereka akhirnya berlangsung, Selasa (25/2). Dalam operasi selama 14 jam-pukul 09.35-23.40-itu, muncul berbagai penyulit. Selain perdarahan saat pemisahan hati, saluran kemih yang saling bersilang sulit diidentifikasi. Banyaknya perlengketan dan upaya reposisi tulang panggul dan pubis, menambah lamanya waktu operasi. Bayi juga menurun suhu badannya (hipotermia) dan kekurangan oksigen (asidosis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai dioperasi, Rani tiba di ruang perawatan intensif anak pukul 00.30 dan Rina pukul 01.15. Selama dirawat di ICU (intensive care unit) Rina tetap mengalami hipotermia dan asidosis. Meski berbagai upaya telah dilakukan, Rina akhirnya meninggal, Rabu (26/2), pukul 08.35. Sedang Rani masih dalam kondisi kritis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembar siam adalah kembar identik yang embrionya tidak membelah dua secara sempurna pada dua minggu pertama kehamilan. Secara teori, penyebab dikaitkan dengan infeksi, kurang gizi, dan gangguan lingkungan. (iis)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span&gt;      &lt;/span&gt;Pasangan &lt;span&gt;  &lt;/span&gt;kembar yang dihasilkan daripada satu telur, yang kemudiannya pecah untuk menghasilkan dua jasad akan menjadi pasangan kembar satu uri. Kembar yang dihasilkan begini biasanya mempunyai sifat yang sama, sama ada keduanya lelaki atau perempuan, rupa paras yang sama dan juga sifat dan perwatakan yang hampir-hampir sama. Jika pasangan kembar yang dihasilkan dari dua telur atau &lt;i&gt;non-identical twin&lt;/i&gt; biasanya mempunyai sifat yang berbeda iaitu seorang lelaki dan seorang perempuan dan rupa paras, perwatakan dan sifat mereka tidak sama. Dalam kembar yang sama biasanya satu uri sahaja yang dihasilkan dan uri ini digunakan bersama oleh kedua-dua bayi ketika dalam kandungan. Dan pasangan kembar yang tidak sama uri biasanya ada dua, satu bagi setiap bayi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span&gt;      &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Identical twin &lt;/i&gt; dari satu embryo kebanyakan menjadi dua insan (lengkap) sama rupa,, jantina, dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt; &lt;span&gt;      &lt;/span&gt;Kembar siam juga dari &lt;i&gt;identical twins&lt;/i&gt; tetapi menghadapi masalah pembandingan anggota kepada dua daripada satu embryo. Dengan ini kedua jasad tidak berpisah seluruhnya tetapi sebahagian daripada anggota mereka ini akan berganding atau terbendung. Bahagian anggota yang mungkin terbendung ini berbeza antara satu pasangan kembar siam dengan yang lainnya. Ada yang berbendung di bahagian dadanya dengan berkongsi satu jantung, ada pula yang berbendung di bahagian abdomen iaitu berkongsi satu tali perut sahaja.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span&gt;       &lt;/span&gt;Pembedahan untuk memisahkan kembar siam, biasanya hanya dilakukan pada kes yang berganding pada bahagian yang kurang penting seperti bahu atau punggung. Gandingan anggota penting seperti jantung, tali usus atau otak tidak boleh dibedah. Pernah juga tercatat dalam sejarah kembar siam ini terus hidup hingga ke akhir hayat. Mereka berbendung di bahagian tubuh. Kedua kembar ini mempunyai perwatakan yang amat berlainan dan setiap seorang mempunyai isteri dan keluarga sendiri. Mereka bergilir-gilir menjalankan tugas masing-masing. Akhirnya apabila seorang mati, kembar yang kedua juga mati.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Untuk itu ingin saya petikkan sebuah firman suci Nya dalam Al Qur"an  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang-orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata: "Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah roboh" Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya:"Berapakah lamanya kamu tinggal di sini?". Ia menjawab:"Saya telah tinggal di sini sehari atau setengah hari". Allah berfirman: "Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berobah; dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, bagaimana kami menyusunnya kembali, kemudian Kami mentupnya kembali dengan daging". Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) diapun berkata:"Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu". (QS. 2:259)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Padang&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;16 Juli 2003&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1206286292497532260-7516783946838569518?l=suheimi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suheimi.blogspot.com/feeds/7516783946838569518/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1206286292497532260&amp;postID=7516783946838569518&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/7516783946838569518'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/7516783946838569518'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suheimi.blogspot.com/2007/06/kembar-siam-12-juni.html' title='KEMBAR SIAM'/><author><name>dr. H. K.Suheimi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06701488229250303571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1206286292497532260.post-2345175893880201477</id><published>2007-06-12T10:47:00.000+07:00</published><updated>2007-06-22T05:53:32.784+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kepribadian Minang'/><title type='text'>kepribadian Minang 6</title><content type='html'>&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Dunsanak pandanga, kamanakan nan Ambo hormati. Kebudayaan adalah produk dari prilaku dan sikap mental masyarakat suatu daerah. Dan seni sastra nan tertuang dalam tambo, dalam kaba atau dilukis di bait pantun, papatah, bidal, syair dan ungkapan merupakan cermin dari perwatakan urang Minangkabau. Sesuai dengan kepribadiannyo, urang Minang jarang manyatokan sesuatu sacaro gambalng, secaro terbuka atau &lt;i&gt;tude point&lt;/i&gt; istilah kerennyo. A... kalau baitu urang awak ko ndak praktis mah datuak. Mungkin, tapi nan pasti urang-urang Minang adolah urang idealis, urang kayo dengan imajinasi nan mautamokan raso. Sahinggo malu tenggang-manenggang dijadikan standar moral. Inyo maukua sesuatu nan nampak dengan nan tidak nampak, disikolah urek budi tatanamnyo. Aratinyo pribadi urang Minang tertutup. Batua, makin jauah talampoknyo sesuatu, makin tinggi nilainyo dan naluri manusia ingin mancari nan tasuruak tu. Tu ka indak. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Nah, kito taruihkan kini. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Tadi ambo sampaikan, bahwa dalam bamain kato bertata laku pola berfikir dan apo sajo aktifitas kegiatannyo, urang awak cenderung manampuah jalan baliku. Mari kito caliak, dalam batutua umpamonyo. Urang Minang selalu mencontoh kapado alam, mangatokan hitam disabuiknyo baro, putiah dimisakannyo tapuang, ampadu aratinyo paik, tanggui duduak nan manih.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Kalau inyo akan mengungkapkan perasaannyo disalurkannyolah lewat pantun. Bait-bait pendek mampu bacurito banyak tentang apo sajo, tapi hanyo urang nan arih bisa paham. Sabab isinyo tersimpan jauah dalam misa jo umpamo. A... cubo dangakan sabuah pantun "Pisau sirawik panjang hulu paukia surau di barangan, diam di lauiklah dahulu samaso pulau balarangan", akan hilanglah pesan si tukang pantun kalau asosiasi nan mandanga tapaku kapado kato-kato dalam arti nan sabananyo. Fungsi lauik jo pulau di siko hanyolah sekedar memberi kesan untuak menggiring lawan mangecek ke pokok persoalan. Pengertiannyo bisa ganda, a... kama ka dibaok? Ka soal asmara, buliah "hanyuiklah buyuang jo angan-angan sabab si dia alah bapunyo", a... itu aratinyo tu. Ha... ka masalah ekonomi, bisa juo "manggagaulah dulu di kaki limo salamo toko alun tagagai". O... ka dibaok ka soal pandidikan cocok, "nyampang ndak luluih sipenmaru menganggurlah agak satahun, kamasuak ka swasta bajuta pitih dimintaknyo", a... kamaa lai? Ka politik, a... itu nan jaleh bana "tangguangkanlah dek Markos tingga di pangasiangan salamo si Qori bakuaso di Filipina", a... putalah kini kama kadibaok lai. Jadi pantun cako punyo sasaran nan banyak dan luas, tapi isinyo bisa disimpulkan dalam satu kato, yaitu prihatin. Itulah nan dimukasuik jo dikambang sahalai bak alam dibalun sabalun buku. A... cubo bandiangkan koni jo pantun Malayu, a... bunyi pantunnyo "dari mana datangnya lintah dari sawah turun ke kali, dari mana datangnya cinta dari mata turun ke hati". Tembak tupai, jaleh mukasuiknyo. Inyo mangecek hanyo soal cinta, ndak bisa dibaok ka nan lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1206286292497532260-2345175893880201477?l=suheimi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suheimi.blogspot.com/feeds/2345175893880201477/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1206286292497532260&amp;postID=2345175893880201477&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/2345175893880201477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/2345175893880201477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suheimi.blogspot.com/2007/06/kepribadian-minang-6-12-juni.html' title='kepribadian Minang 6'/><author><name>dr. H. K.Suheimi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06701488229250303571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1206286292497532260.post-7723855820188382494</id><published>2007-06-11T12:54:00.000+07:00</published><updated>2007-06-22T05:53:32.785+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kepribadian Minang'/><title type='text'>kepribadian Minang 5</title><content type='html'>&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Mako tanpa menterjemahkan dan kemudian mentafsirkan manuruik pengertian nan diisyaratkannyo, mako tambo hanyolah marupokan buah khayal dari manusia-manusia bodoh. A, kini sia nan bodoh, a... urang nan mangaluakan kode porkas ko nan tele atau urang nan manangkok nan pandia, sia?. Tapeklah peribahasa urang Minang, usah diarok kanampak putiak dalam bungo, kalau bukan mato batin nan bamain. Untuak itu dibutuahkan kearifan dalam mempelajari tambo. Kakehkan nan talamun, kambangkan nan talipek, baco nan tasirek, sabab isinyo kalau dibalun sabalun buku, kalau dikambang saleba alam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Patuik kito petanyakan kini, apokoh yang dimungkasuik dengan keturunan Iskandar Zulkarnain adolah anaknyo secaro biologis? Apo ndak mungkin bidodari hanyo sebagai visualisasi dari putri tercantik umpamonyo? Atau sarugo sebagai lambang kehidupan glamor penuh kemewahan? Indak kok bisa dijangkau pengertian gunuang sagadang talua ayam, maisyaratkan urang nan datang dari jauah? Lai ka mungkin kato-kato mangirok ka ateh langik manyatukan bundo kanduang tabang ka udaro? Baa kalau diartikan pakuasi, mengungsi atau pindah barangkali? Atau gala bungkuak kapado rajo tiang bungkuak sabagai lambang urang nan tak jujur? Mako saderet pertanyaan nan alun tajawab tantang bagaimana, siapa, kapan, dimana dan lain sebagainyo, anda-anda lah nan akan mampalajarinyo dan menjawabnyo.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; Usah dinantikan urang lain ka mambukakkan kunci ka untuak awak, mereka hanya memandang nan nampak, mambaco nan tasurek, artinyo basuo kato indak jo kato antah. Nah, carilah kato nan iyo atau kato nan indak. Katokan kato nan boneh, bangkikkan batang tarandam jan sampai lapuak dek balunau. Kami tinggakan karangko di kamanakan, sudahkan bangkalai mamak, kayamlah pandan nan baturiah. Itulah tugas generasi anda, silahkan dan selamat bekerja. A, baiklah untuak samantaro kito karek masalah tambo sampai di siko. Kito aliah ka soal lain, sungguah baraliah sinan juo.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1206286292497532260-7723855820188382494?l=suheimi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suheimi.blogspot.com/feeds/7723855820188382494/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1206286292497532260&amp;postID=7723855820188382494&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/7723855820188382494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/7723855820188382494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suheimi.blogspot.com/2007/06/kepribadian-minang-5-11-juni.html' title='kepribadian Minang 5'/><author><name>dr. H. K.Suheimi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06701488229250303571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1206286292497532260.post-6913836555195954314</id><published>2007-06-11T08:56:00.000+07:00</published><updated>2007-06-14T03:14:58.603+07:00</updated><title type='text'>LUBUAK PARAKU</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LUBUAK PARAKU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Oleh : Dr.H.K.Suheimi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis 20 Mai almanak merah, saya tak masuk kantor,  keluarga dan  anak-anak minta raun sabalik. Semula anak yang  kecil  minta  berenang, kesukaannya, kadang-kadang di hotel, di fitness  senter atau  di Teratai. Tapi hari itu semua mereka saya ajak ke Lubuak  Paraku,  bawa nasi bungkus, makan bersama kemudian menceblung masuk sungai dan berenang sepuas-puasnya. Berbeda dengan berenang  di kolam renang, ternyata semua anak-anak asyik dan senang  bere­nang di lubuak Paraku ini. Airnya jernih, bening, dasarnya terlihat biru berbuih putih karena air itu jatuh dari batu-batu besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di  jeram-jeram itu air bergulung, berputar, berbuih menimbulkan bunyi  yang mengasyikkan. Sungai yang mengalir di Lubuak  Paraku itu  mengalir diantara celah dua buah bukit, dengan batu-batuan yang  besar, di tengah hutan rimba yang lebat, di tingkah  suara burung dan nyanyian jangkrik. Suasana yang sangat asri dan  mena­wan serta menyejukkan. Kalau tidaklah karena di hukum waktu,  mau kami  berlama-lama disana. Betapa tidak, berenang di air yang  be rsih,  jernih,  mengalir, berisik, disela-sela batu,  di  tengah-tngah  jeram. Dengan berdiri di bawah jeram, terasa  badan  inibagaikan  di urut-urut oleh belaian air, senang asyik  sejuk  dan segar.  Saya  teringat waktu pergi ke Solo, menyaksikan  physio terapi  untuk anak-anak cacat yang rusak sarafnya, tak  berfungsi ototnya, mereka di mandikan dalam suatu bak mandi  yang  airnya dibikin  ada arus yang bergelombang. Saya tanya harga  bak mandi yang  bisa membikin air bergerak, mengalir dan bergelombang itu, ndak tanggung-tanggung mahalnya. Padahal airnya tetap itu ke itu juga yang di putar, di bikin gelombang. Disini, di Lubuak Paraku ini, airnya jernih, selalu bergan­ti, mengalir dengan deras seperti dicurahkan dari batu ke  batu, lalu menimpa tubuh dan badan, betapa enak dan nyamannya. Dan yang paling penting semua itu adalah obat, obat untuk jasmani dan obat untuk rohani. Kesegaran yang di timbulkannya bukan main, memacu untuk bisa bekerja lebih keras lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sebetulnya tidak sengaja pergi ke Lubuak Paraku,  hanya singgah sebentar melepas lelah, karena ingin pergi ke Ladang Padi ke Taman Hutan Raya Bung Hatta. Tapi entah mengapa,  mobil  saya arahkan, singgah  sebentar ke Lubuak Paraku, sambil  ingin  mem­perkenalkan pada nak-anak, disinilah, dan inilah Lubuak  Paraku. Ternyata di luar dugaan saya, anak-anak sangat menyenangi  tempat itu, mereka terjun dari batu-batu besar, memanjat dan meloncat, lalu berenang. Airnya jernih, dingin dan sejuk serta menyegarkan. Diudara lepas, dialam terbuka, ditengah hijaunya hutan rimba, di tempat berkicaunya burung dan menyanyinya jangkrik. Airnya yang belum tercemar, belum kena kaporit, tidak memedihkan mata, belum kena  insectiside. Di batu-batu, di pasir-pasir dalam sungai itu enak bersandar dan enak bermain, karena batunya bersih, pasirnya­pun belum ternoda. Ah lubuak Paraku, kenapa tidak dari dulu-dulu saya  membawa anak-anak kemari?. Padahal tempatnya dekat, hanya 20 menit  dari Padang,  udara dan alamnya bersih, airnyapun bening dan  jernih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua tempat yang jauh-jauh sudah saya bawa anak-anak, kenapa saya lupa selama ini membawanya ke Lubuak Paraku? Betapa lezatnya makan-makan diatas batu di tengah-tengah sungai dengan  kaki terjulur kedalam air. Kaki di sapu air, badan di elus dan di urut air, lalu  mulut mengunyah nasi, makan bersama, bergembira dan bercanda. Murah meriah, tidak membayar, alam memberikan segalan­ya, ya sejuk ,ya segar, ya sehat. Jika Anda ingin sehat dengan biaya murah, cukuplah berendam 20 menit didalam air dingin secara teratur. Dengan  berendam air dingin akan meningkatkan jumlah sel darah putih, selain itu aliran darah jadi semakin lancar, produksi testesteron (Hormon penting yang mengatur potensi seksual pria) terangsang, begitu pula tingkat kesuburan pada perempuan. Ini hanya salah satu cara supaya tubuh bisa berfungsi lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana sih, khasiatnya air dingin?. Pada hakekatnya tubuh kita  ini terdiri dari air sebanyak 70%, artinya 70%  komposisi tubuh  kita ini adalah air. Makanya dia harus bersua dengan  air, dia butuh air, dia senang kalau kita berendam dalam air, dan  air adalah  sumber  kehidupan, dimana ada air disana  ada  kehidupan.&lt;br /&gt;Pada  prinsipnya manusia memiliki kemampuan tinggi  untuk  menye­suaikan  diri terhadap perubahan suhu, lantaran  tubuh  mempunyai sistem  pengatur suhu (Thermo regulator system) yang terletak  di otak.&lt;br /&gt;Bila  tubuh  ketemu  dengan perbedaan  suhu  yang  mencolok, informasi perubahan ini lewat sistem saraf dibawa ke suatu bagian dari otak. Contohnya, bila suhu menurun, sistem  pengatur  suhu tubuh  merasakan dingin lewat ujung saraf yang berada  di  kulit.&lt;br /&gt;Reaksi  selanjutnya  pembuluh  darah  menyempit,  sehingga  darah hangat yang melewati kulit berkurang.&lt;br /&gt;Produksi sperma memerlukan suhu yang lebih rendah, dan suhu testis turun 5 derjat lebih rendah. Ternyata adaptasi  terhadap air dingin mampu mengatrol meningkatkan produksi hormon testosteron, dan pada gilirannya meningkatkan produksi sperma. Sedangkan pada wanita, kondisi dingin itu akan meningkatkan aktifitas sel telur. Terapi alamiah ini akan merangsang  sistem  endokrin  yang memproduksi  tambahan  hormon  yang bermanfaat  bagi  tubuh, dan banyak lagi manfaat lain yang belum di temukan.Tubuh dilatih  untuk beradaptasi terhadap suhu yang  lebih rendah. Pada proses  itu, sasaran yang dicapai adalah memacu matebolisme tubuh. Kulit akan menerima rasa dingin secara merata, sampai ak­hirnya tubuh akan menyesuaikan diri secara otomatis dengan suhu sekitarnya. Air yang semula terasa dingin tidak  terasa dingin lagi. Aktivitas metabolisme meningkat, dan tubuh mulai melepaskan energi.&lt;br /&gt;Lubuak Paraku yang selama ini saya lupakan, sebetulnya disana terhimpun, tempat pariwisata, mencari kesegaran dan kenya­manan, tempat berenang  dengan air gunung  yang  sangat  sehat, tempat menyehatkan tubuh dan tempat menyembuhkan berbagai  penya­kit. Lalu mau apa lagi, memang kita sering melupakan barang-barang dan tempat-tempat berharga. Dan  mencarinya  jauh-jauh.&lt;br /&gt;Padahal didekat kita, dekat kota Padang tercinta, di  Lubuak Paraku,  tempat  yang menyajikan kesehatan, kesegaran fisik dan jiwa, dan  tempat  sejuk untuk penawar  stress  dari  kesibukkan sehari-hari.&lt;br /&gt;Melihat air yang mengalir di lubuak Paraku, lantas saya teringat akan sebuah Firman Suci_Nya dalam Al_Qur'an  surat  Al Waaqi'ah  ayat  ayat 17-18 :"Mereka di kelilingi oleh anak muda yang  tetap  muda. Dengan membawa gelas, cerek dan minuman  yang diambil dari air yang mengalir".&lt;br /&gt;Dan Surat Al Mulk ayat 30: "Katakanlah: "Terangkanlah  kepadaku jika  sumber air kamu menjadi kering maka  siapakah  yang  akan mendatangkan air mengalir bagimu?".&lt;br /&gt;Dan ketika saya mersakan curahan air Lubuak Paraku, lantas saya teringat akan surat AlWaaqiah ayat 27-33: "Dan  golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu.&lt;br /&gt;Berada diantara pohon bidara yang tidak berduri.&lt;br /&gt;Dan pohon pisang yang bersusun-susun.&lt;br /&gt;Dan naungan yang terbentang luas.&lt;br /&gt;Dan Air yang tercurah&lt;br /&gt;Dan buah-buahan yang banyak&lt;br /&gt;Yang tidak berhenti buahnya dan tidak terlarang mengambilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P a d a n g   20 Mai 1993&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1206286292497532260-6913836555195954314?l=suheimi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suheimi.blogspot.com/feeds/6913836555195954314/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1206286292497532260&amp;postID=6913836555195954314&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/6913836555195954314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/6913836555195954314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suheimi.blogspot.com/2007/06/lubuak-paraku-11-juni.html' title='LUBUAK PARAKU'/><author><name>dr. H. K.Suheimi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06701488229250303571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1206286292497532260.post-2682405183814240555</id><published>2007-06-10T23:05:00.001+07:00</published><updated>2007-06-10T23:05:59.749+07:00</updated><title type='text'>PAHLAWAN</title><content type='html'>&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; font-family: Garamond;"&gt;PAHLAWAN&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;BHISMA adalah seorang pahlawan dalam ceritra Mahabharata dan tadi malam, hari Rabu 12 Oktober 1994 saya menonton&lt;span&gt;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;film Mahabharata di TPI, yang mengambarkan saat-saat terakhir dan kematian Pahlawan Eyang Bhisma di Kuru Setra. Semua badan dan anggotanya dipenuhi oleh panah yang tertancap. Enam orang ksatria, Sri Kresna dan lima Pandawa melepas kepergiannya. Yudhistira terisak mencoba menahan tangis, namun air matanya tidak tertahan tercurah menetes membasahi muka Eyang Bhisma. Para pandawa yang lain tertunduk gemas, hanya Sri Kresna yang tabah dan meminta Bhisma untuk berceritra tentang Darma, tentang Karma dan nasehat untuk para cucunya Pandawa. Semua tidak bisa menerima kenyataan pahit itu, dalam nada sedih dan terkejut selepas sore hari. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Kecamuk pertempuran yang bengis, sepanjang siang yang&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;terik&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt; dan lembab itu. Ribuan kereta hancur dan kuda&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mati.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Gajah-gajah&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;roboh&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan tubuh manusia tidak terhitung&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tercencang, remuk, binasa. Kuru Setra &lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;jadi laut darah dengan puluhan gelombang yang bertabrakan&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;memuncratkan&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;darah. Dan Bhisma&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;gugur,&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ketika&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ia lepas dari pertarungan yang pekat di bukit timur. &amp;quot;Bhisma &lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;gugur,&amp;quot; terdengar teriak pertama, seperti&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;melolong. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Kabar kemudian menjalar beranting ke Kuru Setra yang luas. Pertempuran pun reda, dan orang sadar. Kurawa telah kehilangan &lt;span&gt;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;seorang panglima besar, seorang pahlawan. Matahari merendah ke Barat, ketika Arjuna membungkuk&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;di depan tubuh lawannya laki-laki yang 30 tahun yang lalu,&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dengan suara besarnya&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt; yang hangat, sering menimangnya di pangkuan&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan kini&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;telentang menanti mati. Bhisma. Darah mengalir&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;deras&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dari merihnya.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Tetapi&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ada sesuatu yang agung di tubuh tua &lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kukuh itu,&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pria perkasa itu seakan terduduk memandang ke depan&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dengan kepala yang terangkat oleh lima anak panah yang menghunjam tembus di lehernya, ia tersenyum. &amp;quot;Arjuna,&amp;quot; &lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;suaranya&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;serak oleh&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;darah&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;di&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kerongkongan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt; Arjuna bersimpuh, gugup, lalu mencium ujung kaki yang telanjang. Gaduh di sekitar pun redam. Langit dilewati awan.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&amp;quot;Arjuna, terima kasih panah itu telah menjanggaku.&amp;quot; Lalu suaranya layu. &amp;quot;Arjuna cucuku. Amba telah menyongsongku. Bukan,  bukan&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;panah prajurit&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;wanita itu. Di Kuru Setra ini Amba membalas. Aku&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;selalu tahu&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pedih hatinya, setelah bertahun-tahun yang lalu ia&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kuculik dari&lt;span&gt; &amp;nbsp; &lt;/span&gt;pria&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dicintainya. Aku seharusnya&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tidak&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;menyesal.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ia kuculik&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;untuk adikku, agar Wicitawirya bisa menikah dan&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sebagai bakal raja, segera memperoleh anak. Tetapi Amba menolak. Kukembalikan &lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ia pada tunangannya,  tetapi pangeran itu meragukan&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kesuciannya. Dan Amba mati oleh malu, oleh nestapa, oleh hina cucuku. Dan aku tidak pernah melupakan itu. Memang&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kita&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;harus menjalankan tugas&lt;span&gt; &amp;nbsp; &lt;/span&gt;kewajiban.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Kesatria hanya&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tumbuh dalam tugas. Aku menyelesaikan&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tugasku, juga&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;untuk perang&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;saudara itu, malapetaka ini. Kita bekerja&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt; untuk&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;rencana besar, cucuku. Tetapi aku juga bertanya-tanya pada saat yang&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sama, apa gerangan yang terjadi pada korban dan kesedihan, dan dosa  di antara kita.&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Arjuna merunduk. Matahari akhirnya terbenam dan Bhisma wafat di hadapan enam kesatria dan di hadapan sebelas bukit &lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Kuru Setra, dan&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Kesatria Pandawa yang membunuh kakeknya itu tahu,&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;di&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;senja itu, ia juga merasakan kesangsian. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Dulu waktu kecil saya senang sekali membaca komik Mahabharata&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pahlawan yang paling saya sukai itu&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;adalah&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Bhisma&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan Gatotkaca, &lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;karena Bhisma rela menolak tahta&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;untuk&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kebahagiaan ayahnya&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;berkorban untuk kebahagiaan adiknya&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bersumpah untuk tidak kawin, agar jangan sampai mengusik kedudukan &lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;adiknya dan berusaha mencarikan jodoh untuk adiknya walaupun dia&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sendiri jatuh hati pada &amp;quot;Amba&amp;quot; yang&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;diculiknya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Gatotkaca pun&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sangat saya kagumi karena&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Gatotkaca&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;rela terbunuh,&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;agar&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;senjata&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Konta, senjata sakti&lt;span&gt;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;Karna,&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tidak&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bisa dipergunakan lagi dalam perang Brata Yudha melawan Arjuna. &lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Dikalangkannya&lt;span&gt;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;merihnya untuk melindungi agar pamannya&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Arjuna&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bisa memenangkan perang Brata Yudha itu. Pengorbanan dan pengorbanan, dan itulah yang tercermin dalam diri&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sang pahlawan. Makanya ada yang berkata: &lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&amp;quot;Pahlawan&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;padamu kami mengadu,&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;karena kau lebih mengerti, kepada siapa kita harus mengadu?&amp;quot; Menakjubkan, bahwa pertanyaan yang terdengar sentimentil itu&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sering &lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;terucap sekarang ini, di saat&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;orang&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;butuh&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bantuan, butuh&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pertolongan,&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;butuh seorang pahlawan&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kepadanya&lt;span&gt; &amp;nbsp; &lt;/span&gt;kita mengadu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Tidak semua orang memang bisa jadi pahlawan, juga tidak&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;semua pahlawan dimaksudkan untuk jadi pahlawan terus menerus. Keberanian, &lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kata ini dengan cepat melontarkan gambar&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;hidup tentang&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;seorang&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pahlawan: &amp;quot;Aku berani maka aku&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ada.&amp;quot;&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Sang&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;hero &lt;/i&gt; akhirnya nampak begitu asing dan jauh. Sejarah membuktikan bahwa satu generasi suatu saat selalu menemukan jalannya sendiri untuk memperbaiki keadaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Saya&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pernah&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;melihat sebuah karikatur yang terdiri&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt; dari&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;4 kotak,&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;seperti&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;melihat&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ceritra komik.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Gambaran&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;itu&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bagaikan sebuah cergam, di mana pada kotak pertama, tampak pejuang &lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kemerdekaan&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mengangkat&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bedil. Pada kotak berikutnya&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mereka&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;menang. Pada kotak ketiga, mereka memerintah. Pada kotak keempat&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mereka sewenang-wenang, dan kemerdekaan yang dulu diperjuangkan, punah. Untuk &lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;gambaran tokoh yang demikian, saya teringat&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Presiden Marcos&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;memperoleh banyak tanda jasa&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dari&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;perang&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;grilya melawan&lt;span&gt; &amp;nbsp; &lt;/span&gt;Jepang, tampil sebagai hero. Kemudian ia&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;jadi&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;penguasa yang korup. Kita tahu, semua tahu derita nasib yang ditanggungnya&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;di ujung kehidupannya dan betapa tragis riwayatnya &lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang dulu&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dipuja-puja sebagai pahlawan, kemudian dikutuk,&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;diusir dan dimaki dan mati menggenaskan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Kalau kita&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tilik,&lt;span&gt;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;kata-kata pahlawan&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;berasal&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dari&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kata pahala. Pahlawan adalah orang yang sedang berjuang dan&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;berkorban untuk&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mencari&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan mendapatkan pahala. Jadi &lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kata-kata&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pahlawan berasal dari kata-kata pahala dan merupakan gelar kehormatan yang diperuntukkan bagi mereka yang berjuang dan berkorban untuk mendapatkan&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pahala.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Sebagaimana Dermawan&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;untuk&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;penderma,&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Hartawan untuk orang kaya, Budayawan untuk para  budaya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Jadi&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kata-kata&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pahlawan bukan diperuntukkan&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bagi&lt;span&gt; &amp;nbsp; &lt;/span&gt;mereka yang memperjuangkan kemerdekaan saja, tetapi juga bagi mereka yang mempertahankan&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kemerdekaan dan mengisinya dengan perbuatan&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang melahirkan pahala. Dia menempuh jalan mendaki, dia menempuh &lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;jalan yang&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sukar. Dikorbankan hartanya,&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dikorbankannya jiwanya, dikorbankannya&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;waktunya,&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dikorbankannya rasa&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kecintaannya,&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt; dikorbankannya segala-galanya. Untuk apa? Ya, untuk meraih pahala, untuk&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mendapat gelar sang Pahlawan. Maka setiap saat kapan saja, di mana saja dan bagi&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;siapa saja, terbuka kesempatan untuk menjadi pahlawan, &lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;baik dikenal ataupun tidak dikenal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Cuma pernah ada sindirian Tuhan dalam surat Al Balad. &amp;quot;Jalan &lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mendaki, tetapi mereka tidak mau menempuh jalan&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mendaki&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan lagi sukar. Tahukah engkau apakah jalan mendaki&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;itu? Kamu&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;membebaskan orang dari perbudakan, perbudakan &lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kebodohan, perbudakan&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kesengsaraan, perbudakan kemiskinan. Dan&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kamu&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;memberi makan orang-orang miskin di hari-hari kelaparan dan kamu&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;memberi makan&lt;span&gt; &amp;nbsp; &lt;/span&gt;anak&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yatim yang dekat denganmu. Jadi&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span&gt;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;dapat&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pahala lebih&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dinobatkan jadi pahlawan adalah&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mereka&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dapat membebaskan&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan membantu orang dalam kesengsaraan, dalam &lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;penderitaan, dalam kebodohan, membebaskan orang dari beban yang ditanggungnya.&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt; Untuk para pembaca, di Hari Pahlawan ini, saya&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kirimkan sebuah firman suci-Nya: &amp;quot;Tetapi dia tiada menempuh jalan mendaki lagi sukar. Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu? Yaitu melepaskan budak dari perbudakannya. Atau memberi makan di hari kelaparan. Kepada anak yatim yang ada hubungan kerabat. Atau orang miskin yang sangat fakir.&amp;quot; (Surat Al Balad ayat 11-16).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt; &lt;font face="Courier New"&gt;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt 54pt;"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;Ibadah qurban melambangkan tingkat kepasrahan/berserah diri tertinggi hanya kepada Allah dengan segala keikhlasan jiwa dan raga, sekaligus melatih melepaskan berhala-berhala yang mungkin telah kita sembah selain Allah Yang Maha Esa, disadari atau tanpa disadari. Kita tidak mempersembahkan hewan qurban kepada Allah Yang maha Kaya itu, tetapi justru untuk membebaskan diri dari belenggu-belenggu yang telah membuat kita lupa dengan prinsip tunggal kita yaitu Allah Yang maha Esa. Menyembah sesuatu yang sangat kita cintai, seperti kedudukan, uang, harta, nama, keluarga, atau anak, membuat iman kita goyah.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt 54pt;"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;Qurban, bukan berarti Allah melarang kita mencintai anak-anak atau harta kita. Bukankah semua itu fana dan akan hilang? Marilah kita berpikir sejenak. Apabila terlalu mencintai hal itu secara berlebihan, bahkan melebihi cinta kepada Allah Yang Maha Esa, maka ketika semua itu hilang, anda akan kehilangan pegangan. Allah Maha Tahu. &amp;#39;Idul Qurban justru merupakan perwujudan sifat Allah Yang Maha Melindungi Batin.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;h2 style="margin: 0cm 0cm 0pt 36pt;"&gt; &lt;font face="Times New Roman" size="3"&gt;Ketahuilah bahwa kekayaanmu dan anak-anakmu hanyalah ujian (bagimu) Dan bahwa Allah, pada-Nyalah pahala yang besar&lt;/font&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt; &amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt 60pt;"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;Qurban adalah suatu pelatihan untuk mengembalikan diri kita kepada fitrah diri, yaitu Star Principle. Monotheisme, hanya menyembah dan berprinsip kepada Allah Yang Maha Tunggal, tidak ada yang lain. Laa Ilaaha Illallah.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt 24pt; text-indent: 36pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;i&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;... &amp;quot;Sungguh, kita adalah milik allah, dan kepada-Nya kita kembali&amp;quot; &lt;/font&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt; &lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;jelaslah bahwa tujuan hidup manusia di dunia, pada hakekatnya adalah untuk mencari/ mengumpulkan bekal sebanyak-banyaknya bagi kehidupan akhirat.Tingkat manusia di akhirat nanti, akan ditentukan oleh sedikit banyaknya bekal yang dibawa dari dunia. Semakin banyak bekalnya, maka akan semakin tinggi pula tingkat kemuliaannya. Apakah yang dimaksud dengan bekal itu? Jika untuk mencapai kedudukan tinggi di masyarakat kita harus berbekal pendidikan yang cukup, maka untuk mencapai kedudukan tinggi di akhirat nanti, yang kita perlukan adalah pahala. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;Pahala adalah hadiah yang diberikan Allah kepada manusia apabila ia lulus dari ujian yang dihadapinya. Ujian-ujian ini pada dasarnya terletak pada dua jalur, yaitu jalur hablum- minallah dan hablum-minannas. Pada kedua jalur ini, Allah dan rasul-Nya telah menentukan &amp;quot;aturan main&amp;quot; bagaimana manusia harus bersikap. Misalnya saja dalam jalur hablum-minnallah manusia diwajibkan shalat; dan dalam jalur hablum-minannas manusia diwajibkan berbuat baik terhadap sesamanya. Semua &amp;quot;aturan mian&amp;quot; ini tertuang lengkap dalam Al-Qur&amp;#39;an dan Hadits Rasulullah saw. Lihat lampiran 1 (halaman 461)&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;&amp;nbsp; &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;Barang siapa yang dapat tetap patuh melaksanakan &amp;quot; aturan main&amp;quot; ini, dengan niat semata-mata karena Allah, maka ia disebut orang yang bertaqwa. Dan dia akan memperoleh pahala yang kelak akan dirasakan kenikmatannya di akhirat nanti. Jadi dengan perkataan lain, ladang tempat mencari pahala itu terletak pada jalur hablum-minallah dan hablum-minannas,karena pada dua jalur inilah Allah menguji ketaatan manusia mematuhi aturan-aturan yang ditentukan-Nya dalam Al-Qur&amp;#39;an dan Hadits.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;&amp;quot;Siapa yang mengajak ke jalan kebenaran maka ia beroleh pahala sebanyak pahala yang diterima oleh orang- orang yang mengikutinya, tidak kurang sedikit jua pun. Dan siapa yang mengajak ke jalan kesesatan, maka ia beroleh dosa sama banyak dengan orang- orang yang mengikutinya, tidak kurang sedikit jua pun.&amp;quot; HR Muslim&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt; &amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;Dengan demikian dapatlah dikatakan, kehidupan di alam dunia ini adalah arena untuk mengumpulkan pahala bagi kehidupan akhirat. Semakin banyak pahala yang berhasil kita raih, maka semakin tinggi pula tingkat kita kelak.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;b&gt;&lt;font face="Times New Roman" size="3"&gt;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 0cm; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;i&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt; Mereka diberi pahala dua kali karena kesabarannya. Mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan mereka nafkahkan sebagian dari apa yang Kami berikan kepadaya.&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 0cm; text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;Q.S. 28 Surat Al Qashash (Kisah-kisah) Ayat 54 &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;font face="Times New Roman" size="3"&gt;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 42.55pt; text-align: justify;"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt; &amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt 14.15pt;"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;Tidak, barangsiapa menyerahkan seluruh dirinya kepada Allah, dan ia berbuat kebaikan, baginya pahala pada Tuhannya. Tiada mereka perlu dikuatirkan, dan tiada mereka berdukacita.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 42.55pt; text-align: right;" align="right"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;Q.S. 2 Surat al Baqarah (Sapi Betina) Ayat 112&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt 54pt;"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;Menurut hadits Rasulullah, ada tiga hal yang membuat pahala terus mengalir meskipun kita sudah meninggal dunia. Yaitu : amal jariyah, anak-anak yang shaleh dan ilmu yang bermafnaat. Secara prinsip ini mengandung makan yang luas, yaitu pentingnya :pendelegasian&amp;quot;. &lt;b&gt;Amal jariyah &lt;/b&gt;dalam arti yang luas adalah sarana dan prasarana dalam bekerja. Anak yang shaleh adalah sumber daya manusia yang berkualitas (SDM), dan ilmu yang bermanfaat adalah iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi). &lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;h2 style="margin: 0cm 0cm 0pt 36pt;"&gt; &lt;font face="Times New Roman" size="3"&gt;Ketahuilah bahwa kekayaanmu dan anak-anakmu hanyalah ujian (bagimu) Dan bahwa Allah, pada-Nyalah pahala yang besar&lt;/font&gt;&lt;/h2&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1206286292497532260-2682405183814240555?l=suheimi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suheimi.blogspot.com/feeds/2682405183814240555/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1206286292497532260&amp;postID=2682405183814240555&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/2682405183814240555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/2682405183814240555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suheimi.blogspot.com/2007/06/pahlawan.html' title='PAHLAWAN'/><author><name>dr. H. K.Suheimi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06701488229250303571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1206286292497532260.post-3881477463083833465</id><published>2007-06-08T19:08:00.000+07:00</published><updated>2007-06-22T05:53:32.785+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kepribadian Minang'/><title type='text'>kepribadian Minang 4</title><content type='html'>&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Nah, jadi timbul pertanyaan, pabilo urang Minang kenal jo Nabi Adam? Dimaa nyo tau kalau disarugo adoh bidadari? Dari maa datangnyo kata Alif sabagai huruf awal dari abjad Arab?. Sudah pasti informasi samacam iko mereka tarimo dari pelajaran agamo Islam. Artinyo tambo itu disusun urang sasudah Islam masuak ka Minangkabau, baru kiro-kiro 400 tahun nan lalu. Sabalun itu? Antah. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;A, mereka lanjutkan. Nampaknyo tambo ingin mangatokan bahwa urang Minangkabau adolah bangsa super, bangsa terpandang di dunia. Sebab di zaman dulu dunia pernah diperintah oleh duo kekuatan Adikuasa, yaitu Roma di Barat dan Tiongkok di Timut. Dan kekuatan katigo adolah Minangkabau, di Pulau Paco. Duduak samo randah, tagak samo tinggi, satingkek, sadarajat jo negara-negara raksasa di dunia. hebat, hebat bukan?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Nah, bukti lain. Manuruik satu fersi silsilah tambo nan pernah kami baco, adopun DT. Maharajo Dirajo baranak sapasang bak anak balam. Nan laki-laki banamo DT. Suri Dirajo, nan padusi banamo Puti Indah Julito. Indah Julito kawin jo Rajo Mauliwarman Dewa, dapeklah anak bagala DT. Katumangguangan. Kemudian putri rajo ko dikawinkan pulo jo Cati Bilang pandai, laialah anak baranam, nan tuo bagala DT. Parpatiah Nan Sabatang. Jadi DT. Katumangguangan jo DT. Parpatiah Nan Sabatang adolah cucu langsuang dari Maha Rajo dirajo, sadangkan baliau ko putra Iskandar Zulkarnain Cucu Ziis as. Nah, karano Ziis as. putra Adam nan katigo puluah sambilan, mako kaduo rajo Minangkabau ko nan dikatokan rajo baduo badunsanak saibu balain ayah, adolah generasi kalimo sasudah Nabi Adam, manusia pertama di dunia. Sadangkan sajarah mencatat bahwa DT. Katumangguangan dan DT. Parpatiah Nan Sabatang sadang mamarentah wakatu Aditiawarman mamimpin Kerajaan Minangkabau, tajadinyo pado tahun 1334 M. Lihek Sejarah Nasional, karangan Mr. Muhammad yamin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; Oleh sebab itu nyatolah bahwa urang nan manyusun tambo adolah manusia-manusia bodoh nan tak tahu mamparetongkan wakatu. Urang nan mampicayoi tambo labiah pandia lai karano diota dek urang bodoh nan sio-sio. Tapi tunggu dulu, maambek kamanakan manahan malu, itu baru analisa. Untuak mayakini suatu pandapek kito musti mambandiang, mauji sampai di mano kebenarannyo. "Kok putiah tahan sasah, kok hitam tahan tapo". Kito ado hak mambuek analisa-analisa, buliah ndak sapandapek asakan argumentasinyo ditunjang oleh data nan bisa dipertanggungjawabkan sacaro ilmiah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Memang, memang kalau diliek kapado tokoh-tokoh nan disabuik dalam tambo, dihubuangkan pulo jo kurun wakatu kajadian. Nampak sakali ketidak wajaran, bahkan kacau balau. Baa kalai disingguangi pulo parahu nan tadampa di puncak Gunuang Marapi. Gunuang nan tingginyo hampia 4.000 meter diateh permukaan lauik, bohong besar itu, tak mungkin. Batua, mereka tu batua. Ambo katokan batua, karano urang mambaco nan tasurek dalam tambo tapi ndak arih jo nan tasirek. ha..., nan kene rusak e kamanakan. Walaupun kito alun dapek manunjuakkan kapastiannyo, namun mambohongkan saluruh isi tambo atau 98% curito khayal, alun dapek kito tarimo. Sabab siapopun tau, bahwa tambo adolah hasil karya sastra tertuo di Minangkabau. Ini marupokan kisah nan diwarihkan dari generasi ka generasi melalui penuturan lisan sesuai dengan perkembangan. Mako gaya bahasa dan penyampaian dan versi curitonyo mengalami perubahan-perubahan tapi bobotnyo tatap sasudah urang Minang mengenal tulisan Arab Melayu, barulah dibukukan. Mako seharusnyolah kalau nak mandanga atau mambaco tambo mesti tau jo bahaso tambo, mampalajari Qur'an musti tau bahaso Arab, paham jo nan usarak, menguasai ilmu bayan maantik dan ma'ani. Baitu juo mampalajari tambo, harus paham jo bahaso Minang Kuno, bisa mauraikan rumus-rumus dan kode-kode terselubung nan penuh teka-teki. Tanpa itu omong kosong sama sekali. Perbendaharaan kato nan dipakai dalam tambo adolah kato-kato klasik, sifatnyo semu, kabua atau dikatokan juo kato klise, kato bayang, kato banisak, kalimatnyo kalimat bersayat dengan seribu makna.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1206286292497532260-3881477463083833465?l=suheimi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suheimi.blogspot.com/feeds/3881477463083833465/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1206286292497532260&amp;postID=3881477463083833465&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/3881477463083833465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/3881477463083833465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suheimi.blogspot.com/2007/06/kepribadian-minang-4-08-jun.html' title='kepribadian Minang 4'/><author><name>dr. H. K.Suheimi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06701488229250303571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1206286292497532260.post-8138575821494014112</id><published>2007-06-06T20:19:00.000+07:00</published><updated>2007-06-11T03:33:25.466+07:00</updated><title type='text'>P a d i</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;P  A  D  I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Dr.H.K.Suheimi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bak ilmu padi kian berisi kian runduk, selalu merendah diri tidak sombong. Merunduk pelambang tidak angkuh dan tidak sombong. Merunduk  agar  orang  mudah memetiknya dan  tidak  terluka  oleh daunnya. Kalau sudah berisi dan sudah masak ia ingin di petik dan ingin  di tuai. Lalu dia merunduk dan merendah agar  orang  mudah memanennya  agar orang mudah memetik hasilnya.  Merunduk  berarti padi  rela  untuk  di petik. Padi rela untuk  di  sabit.  Semakin berilmu  seseorang  semakin merunduk dia semakin  ingin  ia  agar ilmunya  itu di petik dan di sebar luaskan. Ilmu  akan  bertambah kalau dia di berikan. Dan untuk memudahkan orang lain memetik dan menimbanya  dia  merunduk, menandakan dia suka di petik  dan  dia suka di timba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya belajar ilmu konseling. Satu hal yang  diajarkan dan  sangat berkesan ialah. Kalau kita berbicara  dengan  konseli atau  dengan orang lain rundukkanlah sedikit badan  kearah orang tersebut. Dengan merundukkan badan kearah orang lain melambangkan kita suka akan kedatangannya dan kita bersedia untuk  menolongnya "What can I do for you" Adakah sesuatu yang bisa ku perbuat untuk mu,  aku ingin membantumu. Merundukkan badan  sedikit perlambang kita  ada respek dan kita ada perhatian pada orang  lain.  Dengan adanya perhatian itu, maka orang yang datang merasa di perhatikan dan  di  pedulikan,  dan orang lain itu merasa  dekat  dan  akrab dengan kita. Maka curahan perasaan dan emosi serta curahan perkataan akan mengalir dengan lancar. Keakraban akan terjalin, terasa kesediaan kita untuk diminta dan kesediaan kita untuk di timba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merunduk  berarti kita mendekat, mendekat berarti  dekat  di mata dan dekat di hati. Mata adalah pelita hati, dari mata  turun kehati. Maka "kontak mata harus selalu di pertahankan", kata guru saya  ketika memberikan pelajaran konseling. Dari mana  datangnya lintah, dari sawah turun kekali. Dari mana datangnya cinta,  dari mata jatuh ke hati. Merunduk dan bertatapan mata akan  melahirkan rasa cinta dan menimbulkan rasa ingin menolong. Orang yang lebih, orang yang tinggi dia akan merunduk untuk dapat meringankan beban dan derita orang lain. Bak ilmu padi kian berisi kian runduk.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Sekali-kali  jangan  kau tarik atau  kau  busungkan  dadamu ketika  berhadapan dengan orang lain. Jangan  tinggikan  kepalamu dan suaramu" Kata guru saya. Karena dengan menarik badan, berarti kita menjauh, dengan membusungkan dada terkesan menyombong.  Maka kalau kita menjauh berarti tak mau di dekati, orang lainpun  akan menjauh  dan  akhirnya  kita tak bisa dekat  dengan  orang  lain, komunikasipun  akan tersendat-sendat. Menarik badan berarti  kita menjauh  dan menciptaan jurang pemisah dengan orang  lain,  nanti kitapun kan terpisah dan tersisih dari pergaulan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak  jarang kita lihat, apabila seseorang mulai  berpangkat, maka  semakin tingi pangkatnya, semakin berubah gayanya,  semakin banyak tanda-tanda kebesarannya, semakin busung dadanya,  semakin besar  hidungnya  dan  semakin congak  kepalanya.  Berat  baginya merunduk dan berat baginya mendekat, serta sulit di dekati. Harus orang lain yang tunduk padanya, harus orang lain yang hormat  dan harus  orang lain yang menyapanya "Tabik tuan..". Yang  berkepentingan kan bukan aku, yang berkepentingan kan dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Harum  baumu  si bunga tanjung", kata sebuah  lagu.  "Harum semerbak diwaktu pagi. Tinggi pangkatmu bagai dianjung.  Ingatlah ingat jatuh ke bumi"&lt;br /&gt;Memang semakin tinggi kita dianjung, semakin sakit jatuh  ke bumi. Saat-saat jatuh tidak kan lama, sebagaimana jabatan yang dipegangpun tak akan lama. Kalau ketika diatas tak terbiasa  merunduk,  maka betapa sulit nanti kalau sudah jadi orang  biasa  juga payah merunduk. Betapa pedihnya, kalau kita tiba orang  berjalan.&lt;br /&gt;Kita datang orangpun pergi dan melengah.&lt;br /&gt;Pangkat  adalah amanah, jabatan adalah kepercayaan  yang  dilimpahkan.  Semakin  tinggi pangkat seseorang dan  semakin  besar jabatan yang di pikul, semakin besar tanggung jawab seseorang dan semakin  dekat dia pada Tuhan. Orang yang bersyukur adalah  orang yang  menjalankan amanah. Di pundaknya terpikul beban dan  pekerjaan yang berat untuk menolong dan meringan beban serta  penderitaan,  orang-orang kecil bawahannya. Semakin berat beban yang  dipikul seharusnyalah semakin runduk si pemikul. Jangan sampai yang diatas memijak dan memeras yang di bawah. "Hati-hati yang diatas" kata  sebuah pepatah. "Yang dibawah koknyo menghimpit". Ya,  adat kita mengatakan yang akan menghimpit kita itu bukan orang diatas.&lt;br /&gt;Jatuh  dan terhimpitnya seseorang di sebabkan oleh hal-hal  kecil atau  oleh  orang-orang yang di bawahnya.  Yang  diatas  biasanya adalah  payung.  Payung berfungsi memayungi dan  melindungi  yang bernaung  di  bawahnya. Biar dia kena hujan  atau  terbakar  oleh teriknya matahari, asal orang dibawahnya terlindung.&lt;br /&gt;Untuk itu saya teringat akan sebuah Firman Suci_Nya dalam al-Qur'an surat Al-Mu'minun ayat 88:  "Katakanlah  olehmu "Siapakah yang menguasai segala  sesuatu dengan  penuh  kekuasan_Nya? Yang melindungi dan tidak  ada  yang  dilindungi (dari azab_Nya) jika kamu tahu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P a d a n g   penghujung Agustus 1995&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1206286292497532260-8138575821494014112?l=suheimi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suheimi.blogspot.com/feeds/8138575821494014112/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1206286292497532260&amp;postID=8138575821494014112&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/8138575821494014112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/8138575821494014112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suheimi.blogspot.com/2007/06/p-d-i-06-jun.html' title='P a d i'/><author><name>dr. H. K.Suheimi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06701488229250303571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1206286292497532260.post-265732570800537330</id><published>2007-06-06T20:02:00.000+07:00</published><updated>2007-06-22T05:53:32.785+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kepribadian Minang'/><title type='text'>kepribadian minang 3</title><content type='html'>&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Bismillahirrahmanirrahim&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt; &lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Sebagai setumpuak dari rumpun ras melayu Minangkabau lah lao dikenal di kawasan Asia Tenggara, bahkan hampia di seluruh dunia peradatan di Timur ataupun di Barat. Jauah sabalun bangso-bangso Eropah manjalajah ka Asia Timur atau kabulakang lai sabalun urang-urang India, Parsi jo Tiongkok tibo di Kepulauan Nusantara, Minangkabau ko lah tasabuik-sabuik juo. Akan tetapi sampai kini alun ado berita sejarah nan terperinci mengenai kerajaan Minangkabau kuno. Banyak pertanyaan nan alun terjawab. Pabilo masonyo Minangkabau muncul di Sumatera? Sia pendirinyo? Siapo rajo-rajonyo? Sampai dimana wilayah taklukannyo? Baa bantuak pemerintahannyo? Dan lain-lain sebagainya. Ndak surang pun ahli sejarah nan bukak suaro, apo buliah buat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Kalaulah kito batanyo kapado tuan-tuan para ahli, apo sabab katarangan tantang nagari kami kalam tuan? Seakan-akan kami ko ndak pernah ado dahulunyo? Mako spontan mereka akan menjawab, "karena nagari angku indak maninggakan bukti-bukti ilmiah sabagai bahan penyelidikan sejarah". Memang, memang Minangkabau sangat minim jo prasasti dan nan paliang parah kito ndak punyo tulisan seperti halnyo Suku Jawa, Suku Batak, lampung dan Bugis, nan mancatat parjalanan sajarah nagarinyo. Untuang sajolah ado sabuah candi batulisan Jawa Kuno di Sungai Lansek nan manarangkan kedatangan Aditiawarman ka tanah Minang. Kini candi itu dilatakkan di Museum Nasional Jakarta. Nah, itulah hanyo nan bajaso maninggakan bukti bahwa Minangkabau pernah jaya pado awal abad ke-14 M. tapi sasudah itu, hilang lanyok pulo curitonyo sampai kemudian urang Eropah masuak ka Sumatera Barat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Dunsanak pandanga, Ambo ingin mangatokan bahwa sabananyo Minangkabau punyo sumber sejarah nan bisa dipertanggung jawabkan. Sumber nan tak kalah nilainyo dari satumpuak candi-candi, prasasti, atau tulisan-tulisan purbakala, Apo itu? Iyolah &lt;i&gt;Tambo&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Kaba&lt;/i&gt;. Tapi sabalun kalimat Ambo agiah, para ahli sejarah akan membantah bahwa pandapek itu adolah ndak masuak aka, pandapek ngawur, asbun, bakatai-katai caro awaknyo. Sabab baa mako itu, tando atau kaba tak lain dari kumpulan curito-curito legenda, atau setidak-tidaknyo manuruik salah satu buku nan pernah ambo baco, bahwa tambo barisi 98% dongeng nan 2 % sejarah. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; Hanyo 2%, ndak labiah. Mako kasimpulannyo, para sejarawan dan budayawan sapandapek manatapkan pada dasarnyo tambo hanyalah sebagai hikayat dari zaman antah barantah, antah iyo antah indak, tapi banyak bohongnyo. Bukti, dicuritokan dalam tambo Niniak Mamak urang Minangkabau adolah DT. Maharajo Dirajo, baliau ko adiak bungsu dari ba tigo badunsanak. Kakaknyo nan tangah bagala Maharajo Dipang, nan turun ka Benua Cino. Nan tuo bagala Maharajo Alif, asal muasalnyo banso Rum. Ayah mereka adolah Rajo Iskandar Zulkarnain bin Ziis as., nan dikawinkan jo bidadari di dalam sarugo tujuah pangkek. Sadangkan Ziiz as. ko adolah salah saorang anak Adam nan kurang maso ampek puluah, bitu kisah dalam tambo. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1206286292497532260-265732570800537330?l=suheimi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suheimi.blogspot.com/feeds/265732570800537330/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1206286292497532260&amp;postID=265732570800537330&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/265732570800537330'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/265732570800537330'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suheimi.blogspot.com/2007/06/kepribadian-miang-3-06-jun.html' title='kepribadian minang 3'/><author><name>dr. H. K.Suheimi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06701488229250303571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1206286292497532260.post-2965400748786752159</id><published>2007-06-05T20:25:00.000+07:00</published><updated>2007-06-22T05:54:23.823+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kepribadian Minang'/><title type='text'>Keppribadian Minang 2</title><content type='html'>&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Namun samantang pun baitu didesak oleh hak dan kewajiban sebagai warga Minang nan cinto Minang, ditambah dengan beban moral sebagai pemangku adat, mako kami maraso terpanggil untuk berbuat, sampaikan walau seayat. Itulah modal kami.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Angku-angku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Sajak baredarnyo curito kaset di simpang duo, secaro langsung kami mengamati animo generasi mudo terhadok adat Minang. Kasimpulan kami iyolah, disatu pihak sangat memprihatinkan. Bahwa adat lah kahilangan pamor dalam pergaulan modern. Urang kini cenderung memasuki kehidupan praktis. Sifatnyo indifidual dan polanyo materialis. Adat indak lai relevan untuak diperbincangkan, apolai untuak dianut, ditaati. Falsafah hidup alam Minang tinggal kenangan, inyolah punah dilando badai seleksi nilai. Akan tetapi, dari pihak lain kami manampak bahwa adoh samacam kerinduan bagi sekelompok pemuda untuk mengetahui adat. Apo dan baa bana itu adat? Unsur apo nan mampatamukan pandang antaro moral Islam dan moral adat? Aponyo nan unik dan kanapo mangko popular sampai dituliti urang lua?, nyo mancari, mancari dan mancari. Dikakeh-kakehnyo abu angek nan indak barasok lai untuak manamukan api nan pernah manyalo dahulunyo. Dibaconyo buku tambo, alun abiah salaman dilatakkannyo sabab isinyo batele-tele, dibaliak-baliaknyo curito kaba, ternyato bacaan anak SD, diteliti buku nan lain, kaku dan dokmatis atau talampau formal, kurang mandasar. Kemudian diajaknyo datuak-datuak berkonsultasi, ditanyo kian kamari, dibandiang, dianalisa, akhirnyo buntu. Sabab mamak mati katakutan tuahnyo ka taimpik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; Diadokkannyo diskusi samo gadang, percuma. Kusia buto, kudo pun buto, urang manumpang buto pulo dan nan paling mangecewakan mereka iyolah sirnanyo praktek adat dalam masyarakat adat itu sendiri, "jajak limpua baun lah hilang, lanyok buruan dalam rimbo, apo katenggang nak nyo lupak", saying sekali. Namun sesuatu nan menggembirakan adolah dengan nampaknyo kesungguhan mareka untuak tahu, dan terlepas dari motivasi keingintahuan mereka itu sewajarnyolah kito mauluakan tangan, manyambuik iktikad baiak anak kamanakan kito. Untuak itulah, sakadar mambantu mambarikan arah dan mensibakkan samak jo baluka, marambah jalan satapak, mudah-mudahan basuo juo jalan rayo titian batu manuju ranah nan kito cito, yaitu pewarisan adat dari mamak ka kamanakan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; Limbak nan dari pado itu, saibarat urang manabua banian kok adoh nan boneh siso balam, nyo tumbuah di tapi pasamaian lambuak lah nak nyo bapucuak. Nyampang lai maurak daun pindahkan ka tangah sawah, tolong diaro, disiangi. Kok lai untuang ka mujua ko mak, nyo rimbun daun nan mudo maurai babuah labek batangkai baduyun-duyun, pulangkan juo ka rangkiang. Tapi pulo sakironyo ampo padi katampang, malang malah tibo dikito. Malu kami nak kami gungguang surang pado marintang partahunan, himpokkan sajo di pamatang, hanyuikkan di lantam aia, ka bungo luluak jadi juo.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Kemudian kapado angku-angku, niniak maak, ahli adat, langkok sarato cadiak pandai, urang nan arih cando kio. Ambo mamohon, baringan mamak manyapo jo managua, tolong maanjak ka batu, ka taereang basamo mandatakan. Sabab baalah dek baitu, ambo kok sasek gawa nan banyak, dek salah mulai di mangayam nyo bungkuak lapiak di tangah, rusak adat binaso undang, cabuah lah buek rang dahulu, samo barutang kito isuak. Nak bak sakarang kini nangko, tambilang di rumpun lansek, tasanda samo jo sariak, rantai bi duduak ateh paran. Ambo bilang sado nan dapek, nan tingga untuak nan cadiak, bangkalai datuak manyudahkan. Nak duo pantun sapiriang kayu kalek, kayu surian di samak tumbuah kaduonyo, paharek duduak kamanakan mamak mamulai bicaro.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1206286292497532260-2965400748786752159?l=suheimi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suheimi.blogspot.com/feeds/2965400748786752159/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1206286292497532260&amp;postID=2965400748786752159&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/2965400748786752159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/2965400748786752159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suheimi.blogspot.com/2007/06/keppribadian-minang-2-5-juni.html' title='Keppribadian Minang 2'/><author><name>dr. H. K.Suheimi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06701488229250303571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1206286292497532260.post-1866843095026504370</id><published>2007-06-05T19:14:00.000+07:00</published><updated>2007-06-11T03:27:48.288+07:00</updated><title type='text'>Paskibraka</title><content type='html'>&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;P A S K I B R A K A&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Oleh :  Dr.H.K.Suheimi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IT"&gt; Hari ini, disini di tempat ini di Istana Negara ini. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Saya panjatkan puji Syukur ke hadirat illahi. Atas izin_Nya kami suami istri di perkenankan mengikuti detik-detik proklamasi 17 Agustus  1996.Kami bisa hadir di tempat ini adalah berkat sepucuk surat  undangan.  Bunyi  surat undangan itu ringkas saja.  &lt;/span&gt;&lt;span lang="IT"&gt;_Presiden  Republik Indonesia  Mengharapkan kehadiran Saudara Suami Istri, pada  Upa&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;cara Peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan ke 51 Republik  Indo &lt;/span&gt;&lt;span lang="IT"&gt;nesia. Hari Sabtu tanggal 17 Agustus 1996 pukul  10.00  WIB  dihalaman&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Istana Merdeka". &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IT"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Berbekal surat undangan itulah  kami suami istri menghadiri saat-saat  yang  bersejarah  itu. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Namun karena  tinggalnya jauh  dari Istana,  kami  terlambat tiba di bandingan dengan  para  undangan lain yang lebih dulu telah menempati tempat dimuka. Kami kebagian tempat yang agak di belakang. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt; &lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Saya berfikir bagaimana supaya dapat tempat di depan, karena saya ingin  sekali menyaksikan anak saya IRDHAN yang hari ini di  percaya  mengibarkan  bendera. Saya cari akal, dan  dengan  berbekal Handy Cam di tangan kanan dan tustel di tangan kiri saya menyelusup  kedalam  rombongan wartawan, sehinga saya  dapat  ke  depan bersama-sama dengan wartawan foto. Hari ini saya berlagak seperti "Mat kodak". Beruntung sekali saya dapat merekam semua peristiwa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;peringatan detik-detik proklamasi ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt; &lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Betapa  terharunya hati ini sewaktu anggota Paski Braka memasuki lapangan dan melakukan tugasnya menggerek bendera. Melalui kamera handy cam saya intip Irdhan saya ikuti kemana langkahnya dan saya rekam  setiap gerak geriknya. Disaat dia  membentangkan  Bendera.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Namanya  di sebut. SMU I di sebut, Padang di sebut  dan Sumatera Barat  di sebut, kemudian nama saya beserta istri di sebut.  Saat itu pula kamera saya jadi kabur. Kabur karena setetes air  membasahinya.  Basah karena air mata saya tumpah di kamera  itu.  Saya ngak  tahan,  tanpa saya sadari air mata  ini  menetes,  mengalir membasahi  kamera, tangan  sayapun  bergetar&lt;span&gt;  &lt;/span&gt; memegang  kamera, sehingga hasil rekamannya bergetar dan bergoyang.  Getaran  rasa haru  ini  tak  dapat saya tahan. Saya malu  dengan wartawan  disekitar  saya.  Dengan sapu tangan saya usap mata  ini  dan  saya bersihkan kamera. Namun mata saya tetap kabur karena air mata itu tak  hendak  berhenti. Gengengkah saya..?,  entahlah,  tapi  Aan, &lt;span&gt; &lt;/span&gt;panggilan irdhan telah mengoncangkan saya. Hati  saya  tergetar, mulut saya berbisik "Terima kasih Tuhan, air mata yang tumpah ini adalah ungkapan rasa syukur kami atas nikmat_Mu". Tidak  beranjak saya dari tempat ini, walaupun tak dapat kursi saya tetap berdiri &lt;/span&gt;&lt;span lang="IT"&gt;sampai acara usai.&lt;span&gt;   &lt;/span&gt;Saya abadikan setiap peristiwa. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sebentar saya bidikan tustel. Sebentar saya arahkan kamera handy cam. Bermacam-macam tingkah manusia yang&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;dapat saya rekam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Seusai upacara, dengan setengah berlari kami berdua istri mencari Irdhan  di Wisma Negara. Saya peluk dia, saya cium pipinya  yang &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;kiri dan pipinya yang kanan. Ingat ketika dia masih di TK sebelum berangkat ke sekolah. "Cium pipi yang kiri. cium pipi yang kanan, cium  sekali lagi Irdhan menjadi senang". Dia hafal banyak  lagu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sering dia mengumandangkan "Oh Ibu dan Ayah selamat pagi. Kupergi sekolah  sampaikan nanti". "Selamat belajar nak penuh  semangat, rajinlah selalu tentu kau dapat". "Hormati gurumu sayangi  teman. Itulah tandanya kau murid budiman".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Aan ingin jadi murid budiman" katanya suatu hari. Hari ini saya bisikkan  ketelinganya  "Aan  engkau telah  jadi murid budiman, engkau kebangaan papa nak, Engkau anak negara, engkau anak  indonesia".  "Karena engkaulah, mama dan &lt;span&gt; &lt;/span&gt;papamu terundang ke  Istana, terima  kasih  anakku". Saya cium dia  sekali  lagi.  Dipangilnya teman-temannya, satu persatu kami di kenalkannya.  Begitu  juga kepada pelatihnya. satu demi satu pelatih ini kami salami  dengan mengaturkan ribuan terima kasih. Atas bimbingan mereka Anak-anak ini berhasil dan sukses.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt; Di Istana ini saya merenung, terbayang ketika Aan SMP dia menemui saya.  "Aan merasa rendah diri di tengah  teman-teman,pa.  Karena lidah  Aan tak lurus menyebut huruf "R". Setiap kali  bicara  Aan merasa  malu"  katanya.  Ketika itulah saya  memacu  dan  memberi sugesti "Lihatlah" kata saya; sembari mencontohkan ayah  temannya Ustadz Arwan kasri. Arwan Kasry juga tak lurus menyebut "R"  tapi beliau ahli berpidato dan tak merasa rendah diri atas  kekurangan ini. Justru kekurangan ini yang menjadi cambuk untuk lebih maju". "Bila  kau  berkata bisa, kau akan bisa, nak !. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Percayalah  pada  dirimu  sendiri" bisik saya di telinganya.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Tiap hari  dilatihnya dirinya  mengucapkan  huruf "R". &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Akhirnya dia bisa,  rasa  rendah dirinya  pun  hilang. Justru sekarang dia  suka  berciloteh  dan "Malawak". Bekal itu pulalah yang agaknya mendorong dia  sehingga melalui perjuangan yang berat. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Sejak dari seleksi di SMU  1 Pa&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;dang. Kemudian berkompetisi diantara siswa SMU se  kota  Padang. Lalu  berlanjut ke tingkat SUMBAR. Alhamdulillah dia lewat. Dan dia lewat lagi ketika seleksi dari 27 Propinsi dia terpilih masuk barisan delapan dan dia mengembangkan dan mengibarkan bendera  di Istana Keperesidenan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sekali lagi saya persembahkan puji Syukur ke Hadirat_Nya. Karena hanya Dialah yang telah mengatur semua ini. Kita hanya  menjalan kan saja. Dan kepada Aan pun saya suruh sujud syukur.  Menyampai kan  rasa terima kasih karena do'anya setiap shalat tahjud  telah di  kabulkan  Tuhan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Terima  kasih  Tuhan dan terima kasih semua. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Pada PPI,  pada para pelatih.  &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;pada  guru-guru,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;pada jajaran dep.  dikbud dan  semua pihak yang tak dapat saya sebutkan namanya satu persatu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Untuk semua itu saya ingin sampaikan sebuah Firman Suci_Nya dalam  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Al_Qur'an surat AN NASR :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;__Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt; &lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dan Engkau melihat manusia masuk kedalam agama Allah berbondong-bondong.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohon ampunlah kepa &lt;/span&gt;&lt;span lang="IT"&gt;da_Nya. Sesunguhnya Dia adalah penerima Tobat".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt; &lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jakarta hari 17 bulan delapan tahun 1996&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1206286292497532260-1866843095026504370?l=suheimi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suheimi.blogspot.com/feeds/1866843095026504370/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1206286292497532260&amp;postID=1866843095026504370&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/1866843095026504370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/1866843095026504370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suheimi.blogspot.com/2007/06/paskibraka-5-juni.html' title='Paskibraka'/><author><name>dr. H. K.Suheimi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06701488229250303571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1206286292497532260.post-9040435198303680108</id><published>2007-06-04T20:26:00.000+07:00</published><updated>2007-06-22T05:53:32.785+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kepribadian Minang'/><title type='text'>Kepribadian Minang</title><content type='html'>&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;" lang="EN-US"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;KEPRIBADIAN MINANG&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt; &lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Yus Dt. Perpatih&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Assalamu'alaikum Wr. Wb&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Alhamdulillah, dengan mengucap syukur kehadirat Allah SWT, pada penghujung tahun sambilan baleh lapan puluah tujuah ko, tahun ka salapan badirinyo &lt;b&gt;Balerong Group Jakarta&lt;/b&gt;. Kami dapek kasampatan manampilkan sabuah paket spesial, yaitu ceramah adat Minangkabau nan kami bari judul "&lt;b&gt;Kepribadian Minang &lt;/b&gt;".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Kalau salauik salaman nangko kami datang manamui para penggemar jo curito-curito drama nan batemakan adat dan agamo, mako kini kami mancogok jo bantuak ceramah. Insya Allah dengan fersi baruko kironyo pesan-pesan balerong akan labiah luas dan mantap mencapai sasarannyo. Dan seandainyo masyarakat menghendaki, maka sarial bariukuiknyo akan manyusul sacaro berkala. Akan kami cubo maangkek parmasalahan sampai dimano peranan adat dalam pembentukan pribadi manusia Minang, bia sacaro perorangan ataupun sacara kelompok. Tantu sajo sampai bateh-bateh nan mungkin dan patuik kito jangkau.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; Dunsanak pandanga nan kami hormati.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Takalo Ambo tagak di corong studio rekaman wakatu mambuek kasetko, Ambo mambayangkan sadang maado'i majelis anak-anak mudo Minang. Satu forum dimano sedang berlangsung dialog antaro mamak jo kamanakan, sadang berkomunikasi antaro adiak jo kako atau sadang berbincang-bincang anak jo bapaknyo. Dan sabananyolah sajak samulo lah tapasang niat dalam batin kalau materi kaset nangko ambo alamatkan kapado generasi penerus Minangkabau, di rantau ataupun di kampuang. Tapi alangkah berbahagianyo kami, sakironyo pangajaran ringan nangko adoh juo manfaatnyo kapado generasi nan labiah tuo, minimal sebagai bahan perbandingan. Mudah-mudahan sajo.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Angku-angku dunsanak pandanga. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Sacaro jujur kami akui, bahwa kalau dipandang dari segi penguasaan ilmu adat, rasonyo sio-siolah kami manatiangkan ceramah sarupo iko. "Alun baban patuik di galeh", kami katokan baitu sabab berbicara mengenai adat adolah berbicara tentang kemanusiaan. Baitu luasnya ruang lingkup permasalahan nan manjadi wawasan adat Minang itu sendiri. Tidak sajo cultural, yo skopnyo mancapai bidang sosial, bidang ekonomi, politik, agamo, hukum dan lain sebagainyo. Terlalu kompleks memang, apolai bagi kami nan tidak sempat mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="EN-US"  style="font-size:12;"&gt;Namun samantang pun baitu didesak oleh hak dan kewajiban sebagai warga Minang nan cinto Minang, ditambah dengan beban moral sebagai pemangku adat, mako kami maraso terpanggil untuk berbuat, sampaikan walau seayat. Itulah modal kami&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1206286292497532260-9040435198303680108?l=suheimi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suheimi.blogspot.com/feeds/9040435198303680108/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1206286292497532260&amp;postID=9040435198303680108&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/9040435198303680108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/9040435198303680108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suheimi.blogspot.com/2007/06/kepribadian-minang-4-juni.html' title='Kepribadian Minang'/><author><name>dr. H. K.Suheimi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06701488229250303571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1206286292497532260.post-6871308853276296080</id><published>2007-06-04T09:28:00.000+07:00</published><updated>2007-06-11T03:21:37.149+07:00</updated><title type='text'>Panik</title><content type='html'>&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;P A N I K&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Oleh dr.H.K.Suheimi  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; Lewat tengah malam Rumah Sakit Bunda di gedor-gedor dengan keras. Petugas terkejut dikira ada pasien Gawat. Ternyata tek Rapinan berombongan tiga mobil , semuanya terlihat panikm bergegas menyuruh semua petugas mengungsi ke Indarung. Karena air laut telah tumpah mengenangi Padang. Di Ulak karang saja air sudah selutut. Dengan bergegas mereka tancap menuju Indarung.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Bersamaan dengan itu, tiba2 rombongan manusia laki-laki perempuan, anak0anak dan orang gaek masuk ke Rumah Sakit minta di selamatkan mau pergi ke lantai 3 karena air laut menerjang Padang. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Dari mensjid dengan corong dan pengeras suara ada pengumuman bahwa air laut sudah melimpah ke kota Padang &lt;span&gt;  &lt;/span&gt;diharap warga meninggalkan rumah mencari tempat ketinggian. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Prangpun berhamburan, Yang pakai mobil menancap mobilnya, sambil emmbunyikan klason. Larut malam itu jadi hiruk pikuk. Saya lihat kerumanan orang beerlari dari samping sma 3, Ada yang mengendong bayi terbirit-birit. Ada orang tua di papah pokoknya lari dan mengunsgsi, kita evakuasi ke&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Indarung.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Dengan langkah yang tergesa0gesa setengah berlari, dengan raut wajah yang kecemasan dan ketakutan, seperti yang kita lihat dalam tayanagan TV, Semua takut semua bingung kemana hendak lari.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Entah dari mana ada saja truk-truk yang membawa mereka di tenagah malam buta itu. Berrtumpukan mereka di dalam bak terbuka, Ingin lari ingin manjauh dn menyelamatkan diri. Seakan-akan ombak sudah ada di belakangnya. Ada yang&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;berteriak Tsunami-Tsunami..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Sayapun tak habis pikir, siang tadi saya baru menulis tentang Tsunami. Tsunami itu baru muncul setelah gempa besar. Dan ada air surut seperti terlihat dasar laut. Kemudian di butuhkan waktu dua jam untuk datangnya ombang dan gelombang yang besar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Kok malam ini aneh, kata saya dalam hati. Cuaca cerah, bulan mengintip dari balik awan yang tipis. Angin tidak badaipun bukan. Gempat tak terasa sedikitpun, masakan Tsunami bisa tiba?. Tapi kata istri saya semua itu mungkin saja. Dia mulai membuka Al Qor'an dan menyenandungkannya. Sayapun ambil wudhuk, ada kesempatan melakukan shalat Tahjud 11 rakaat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Selesai shalat Tahjud saya panggil Ida yang dapat berita pertama. Ida meyakinkan bahwa tek Pinan itu tinggal di pinggir laut di Ulak Karang dan dia yang mengatakan air sudah selutut, tapi di hati saya tetap khawatir.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Mala itu juga saya telepon kenalan yang tinggal dekat tepi pasir di Purus. Dia tersentak , kerna tak biasa saya menelepon kesana, tengah malam buta lagi. Dari orang purus inilah saya&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;tahu bahwa tak ada apa-apa, bahkan nelayan tetap melaut. Betul pak katanya lagi , Barysan ada telepon dari Famili di B  Sangkar yang menanyakan bagaimana di Purus?, sebab kata mereka yang dari Batu sangkar itu, Air sudah memenuhui Naras.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; Oh betapa cepat&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;nya berita itu sampai ke B Sangkar dan betapa mudahnya isu menjalar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Tiba-tiba masuk telp dari Painan, yang mengatakan semua penduduk Painan telah diungsikan, Air laut naik menggenagi rumah-rumah. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Isu lagi Isu lagi, di malam buta itu isu mudah sekali beredarnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt; &lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Saya berusaha menelpon kenalan-kenalan saa bahwa itu isu, tapi ternyata semua kenalan saya sudah meninglkan Rumah menuju Indarung. Semua tempat semua rumah dan semua orang&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;panik berlari dan menuju Indarung. Yang rumahnya bertingkat juga lari, katanya menyelamatkan mobil, supaya jangan terendam air laut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Pagi hari saya dapat telp dari Dt Meiti, malam itu dia pergi ke indarung, Tapi sampai lb Begalung tak bisa bergerak lagui, maju tak bisa mundur tak bisa, berputarpun tak bisa. Dia terkurung dalam lautan Mobil. Waktu di stelnya radio baru dia tahui bahwa semua itu isu, tapi untuk kembali tak mungkin, Kendaraan itu ternyata sejak dari Indarung sampai ke simpang alai macet total. Subuh baru dia sampai dirumah/&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Panik, dalam keadaan panik fikiran waras kita tertutp, orang tak rasinal lagi. Dia di jantui dan di bayangakan oleh ketakutan dan kengerian/ Sehingga andaikan ada orang yang mengatakan bahwa tak ada apa-apanya justry mereka tak percaya. Dia berfikir menurut perasaan yang sedang menghantuinya/&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Tak seorangpun yang berpakain rapi, pakaian hanya seadanya saja, berserakserak, berhondoh pandoh. Bayangan ketakutan dan bayang kengerian. Wajah-wajah kecemasan. Itulah yang dapat saya rekam. Cuma dalam hati saya berfikir, kenapa dalam ke panikan itu orang tak mencoba diam sejenak, mendekatkan diri Kepada_Nya?&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Yang saya rasakan setelah melaksanakan shalat Tahjud Allah menunjukkan fikiran yang jernih, sehingga beliau mencarikan jalan. Jam 2 30 saya telah tertidur kembali walaupun dil;uar suara drum dan klason mobol masih bersahut0sahutan dari orang yang panik &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Untuk itu saya teringat akan sebuah Firman suci_Nya dalam Al-Qur'an  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1206286292497532260-6871308853276296080?l=suheimi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suheimi.blogspot.com/feeds/6871308853276296080/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1206286292497532260&amp;postID=6871308853276296080&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/6871308853276296080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/6871308853276296080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suheimi.blogspot.com/2007/06/panik-4-juni.html' title='Panik'/><author><name>dr. H. K.Suheimi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06701488229250303571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1206286292497532260.post-7341593273053912635</id><published>2007-06-04T00:41:00.000+07:00</published><updated>2007-06-04T02:12:57.058+07:00</updated><title type='text'>PENDEKATAN POSITIF TERHADAP KAUM REMAJA</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Oleh Dr.H.K.Suheimi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ihsan sedang asyik bermain di pekarangan tetangga dan  tanpasengaja menyentuh tonggak jemuran, tiba-tiba tali jemuran  putus, jemuran  terserak. Ihsan takut dan bersama teman-teman  melarikan diri. Dalam ketakutan dan kebingungan Ihsan mengadu pada Ibunya."Bu apa yang akan dilakukan  bila sedang bermain di halaman oranglain  kemudian  memutuskan tali jemuran di  situ?;"  Kamu  nampak gelisah" jawab sang ibu.  "Ya saya tidak tahu siapa yang memutus­kan  tapi   ihsan ikut lari". Kata ihsan tampak  ketakutan  "Kamu takut   karenanya  ikut-ikutan lari?". "Bukan, tapi  ihsan  takut dihukum oleh ibuk Bariah". "Kamu takut dihukum ibu Bariah  yang jemurannya  putus?".  "Ya  ihsan takut kalau  ibu  Bariah   sudah menemukan bahwa jemurannya putus. Ihsan harus berlaku bagaimana ibu?. Kalau ibu jadi ihsan apa yang akan ibu kerjakan?. "Kalau  ibu jadi kamu" kata ibu sambil menjelaskan  sesuatu  "ibu mungkin  mempunyai  beberapa pilihan. Pertama.  Ibu  bisa  saja, melupakanya, dan karena bu Bariah tak ada ketika tali jemuran itu putus,  ia  tak  akan tahu siapa yang berbuat.  Kedua,  ibu  akan meminta tolong pada ayah untuk memperbaikinya. Yang ketiga,  ibu pergi memberi tahu bu Bariah bahwa ibu telah memutus  jemurannya, dan senang bila boleh mencoba memperbaikinya. Ibu Juga akan minta bantuan teman-teman yang ikut bermain menolong. Ibu pikir banyak yang dapat  kita kerjakan, tapi terus terang ibu tak  tahu  manayang  harus  ibu  pilih"  Ihsan termenung  dan  bermenung  sambil berfikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ihsan kemudian masuk keruang keluarga dan mencoba nmenonton ­TV.  Cukup lama ihsan disitu, tiba-tiba ia bangkit dan  keluar . Kira-kira  15 menit kemudian Ihsan masuk rumah setengah  berlari. Ia tampak gembira sekali. "Bu Ihsan, memutuskan untuk pergi mene­mui  bu Bariah dan mengatakan bahwa Ihsan yang  telah  memutuskan tali  jemurannya.  Ihsan minta maaf dan menyatakan  akan  mencoba memperbaikinya.  Tapi  Bu Bariah baik sekali   Ah  jemuran  itu memang  sering putus. Jangan di kuatirkan. terima  kasih  karena kamu sudah memberi tahu ibu. Dia baik sekali kan, bu?. Ketika ayahnya  pulang, Ihsan yang sudah merasa lega  dengan bersemangat  berceritra  pada ayahnya mengenai  kejadian  tadi, Ihsan  tampak  bahagia sekali. Ihsan bangga kepada  dirinya.  Iamampu  membuat keputusan sendiri tanpa dipaksa oleh orang  lain. Contoh  diatas memperlihatkan bagaiamana orang tua  dapat  menyo­dorkan  beberapa cara pemecahan kepada anak, tapi tanggungjawab untuk memutuskan tetap pada mereka, kalau ada yang dapat  merekaterima. Mula-mula ibu Ihsan dengan efektif menggunakan mendengar aktif  untuk membantunya mendifinisikan masalah. Kemudian dia akan memilih untuk berperan serta dalam langkah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mengevaluasi cara pemecahan  membuat keputusan tentang manacara yang terbaik dan mengimplementasikan  cara pemecahan terse­but. Contohnya menyangkut anak kecil, remaja, ada kalanya orangtua perlu menawarkan contoh-contoh  cara pemecahan yang mungkin belum terfikirkan  oleh mereka. Kendatipun demikian biasanya lebih baik bila orang tua menunggu lebih dahulu  dan melihat dahulu apakah anak-anak sanggup menemukan cara pemecahannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa anak-anak adalah manusia juga yang mempunyai kemampuan. Mereka hanyalah anak-anak dan anak-anak sering disejajarkan  dengan ke tidak mampuan untuk mengarungi hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bedanya  remaja  dan orang tua adalah. Remaja  belum  pernah mengalami jadi orang tua, sedangkan orang tua pernah menjadi  dan mengalami masa ramaja. Makanya remaja tak dapat dipaksa mengala­mi  masa  tua,  namun orang tua harus  mengerti  perangai  remajadengan  segala  kelebihan  dan kekurangannya. Jangan  dipaksa remaja  untuk bisa mengerti orang tua.  tapi  justru  sebaliknya. Cuma  dalam kenyataan sering terlihat orang tua  yang  memaksakan kehendaknya  pada remaja. Pada hal orang tua lah  yang semestinya bisa menyesuaikan diri, bukankah orang tua menanggung ragam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Remaja adalah merupakan masa peralihan antara masa anak-anak dan dewasa. Sebagai peralihan seseorang secara berangsur-angsur memperlihatkan ciri-ciri  seorang wanita atau lelaki, sampai tercapai  kematangan biologik. Jiwanya pun berkembang dari  kanak-kanak  menjadi  dewasa dan sosio-ekonominya pun  beralih  dari  ketergantungan pada orang tua menjadi ber angsur-angsur bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Masalah  utama yang di hadapi generasi muda saat ini  adalah makin  cepatnya datang usia reproduksi. Bila dulu seorang  wanita mendapat haid pertama pada usia 17 tahun, maka pada saat ini usia rata-rata seorang mendapat haid pertama adalah 12 tahun. Terlihat bahwa  usia datang haid yang pertama cendrung menurun, sedangkan persyaratan untuk kawin semakin berat, sehingga berakibat ialah adanya celah dan jurang yang terbentang antara kematangan sosial dan kematangan seksual. Kalau aktifitas seksual antara  generasi muda  juga  meningkat karena kebutuhan biologiknya  harus  tersa­lurkan, maka akibatnya jelas lahirnya anak-anak yang tidak berba­pak  semakin banyak. Padahal agama kita selalu  menjunjung-tinggi hal keturunan ini, siapa bapaknya. Agama selalu menjunjung tinggi kehormatan  seseorang, menganjurkan supaya  seorang  menghormati kehormatan orang lain. Apakah di tubuh ini yang lebih  terhormat dari  pada kehormatan?. Makanya meletakkan kehormatan  di  tempat yang  terhormat dan dihormati adalah sopan santun  dalam  agama. Sebaliknya melecehkan kehormatan orang lain dianggap sebagai satu dosa,  dosa itu semakin besar bila kehormatan seseorang di  jalin dengan  kehormatan orang lain, tanpa melalui  norma-norma  agama, tanpa satu akad dan nikah. Maka perbuatan itu dikutuk dan  sangat terkutuk,  sehingga  yang melakukan perbuatan itupun  di  kenakan sangsi di dunia dan akhirat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Maka sering terlihat lahirnya remaja atau calon bapak  dan ibu  yang belum bisa bertanggung jawab, tapi harus memikul tang­gung jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sunguh berbeda ketika orang tua melihat tanda-tanda bahaya yang datang. Perilaku yang tidak didapat diterima dan mencemas­kan bermunculan, para remaja mulai berbuat sesuka hati, anak-anak semakin  bahagia dengan diri sendiri, orang tua semakin tak berdaya dalam menghadapi konflik yang tiap hari  terjadi  dengan anak, orang tua mulai tidak berguna dan  tidak  berdaya dalam menghadapi konflik yang terjadi setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seorang ibu berkata: "Setiap kali  saya mengomeli mereka dansaya sadar melakukannya tapi tidak merasa perlu berhenti  berbuat demikian. Saya merasa bahwa menjadi ibu  berarti siap untuk mengomel sepanjang hari. Apa saja ang membuat anda  mengomel?. "Ya Tuhan hampir semua hal" Hal-hal sepele sehari-hari  seperti menggosok gigi, cuci kaki sebelum tidur misalnya. Bagaimana  perasaan anda?. "Marah sekali. Marah  kepada  mereka juga marah pada diri kami sendiri".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mereka berpijak pada persepsi bahwa keadaan  sudah tak terkendali  serta pada keyakinan bahwa dalam keluarga semestin­ya  keributan tak mestinya  menjadi menu sehari-hari. Banyak orang tua yang gagal mengambil tindakaan-tindakan pembetulan ketika peingatan-peringatan dini ini muncul. Mereka membenamkan kepala mereka kedalam pasir, dengan harapan bahwa tanda-tanda dan gejala-gejala  tadi  akan  hilang dengan  sendirinya. Akhirnya ketidakberdayaan berubah jadi keputusasaan, kekecewaan berubah jadi cara memandang masalah  secara salah  dan tugas jadi orang tua  menjadi suatu beban, bukannya anugerah yang dapat  dinikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bagi  sebagian orang tua, segala sesuatu berubah jadi  kri­tis,  masalah-masalah kecil berubah menjadi serius, konflik-konflik meningkat  menjadi  pertarungan, kekesalan meningkat menjadi kemarahan yang tak terkendali. Orang tua merasa kehabi­san akal, sementara anak-anak merasa terjajah, adu kekuatan semakin sering. Komunikasi terputus, anak-anak jadi  pemberontakatau jadi penyendiri. dalam kasus demikian  sering  orang  tua membawa  anak ke psikiater, psikolog atau  penasehat  keluarga, dengan  harapan  anak  itu dapat dirubah   atau dikendalikan "Kejalan  yang lurus dan yang benar". Sayang  sekali banyak psikolog menkonsentrasikan upaya mereka pada anak sementara usaha membantu orang tua agar mereka juga merubah diri terabai­kan. Banyak orang menunggu terlalu lama sebelum berusaha mendapat pertolongan. Yang umumnya terjadi orang tua  mencoba menangani sendiri masalah  mereka, sering kali dengan cara  coba-coba berdasarkan  pengetahuan yang sedikit sekali  tentang dinamika hubungan mereka dengan anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rasa prihatin sang ibu karena "Indri tidak hidup dengan cara yang  diharapkan" sama dengan rasa prihatin yang dialami oleh ribuan orang  tua lain di keluarga  dan di  seluruh dunia. ketika remaja mereka mulai menganut gaya hidup yang berbeda darigaya hidup orang tua. Perbenturan sikap  sistem nilai ini bisa menjadi virus yang ganas bagi kebanyakan keluarga, tanpa ketram­pilan untuk menanganinya secara konstruktif,  orang tua tanpa dapat dielakkan akan terlibat dalam pertempuran-pertempuran sengit yang berakhir dengan kekalahan dipihak orang tua. Hubungan diantara mereka hancur, anak-anak tidak lagi mendengar orang  tua, mereka hidup tanpa tegur sapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Keluhan  seorang ibu lain: "Begitu mereka meningkat  remaja, disaat saya seharusnya melepaskannya, saya justru semakin ketat. Dengan adanya ancaman bahaya narkotik, minuman keras, seks bebas. Saya merasa bahwa jika saya tidak ketat dan tidak mengawasinya kami akan terjerumus ke masalah berat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kebanyakan orang tua tidak paham  sejak anak meningkat remaja dan bertubuh makin besar, mengapa kewibawaan orang tua yang sebelumnya berperan sangat baik ketika anak-anak masih kecil, tiba-tiba jadi tidak efektif lagi untuk masalah yang sederhana pun tampaknya orang tua habis  kekuasaan. Anak-anak remaja tak mau lagi tunduk kepada orang tua. Ketika menghadapi ulahnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Untuk semua itu dituntut orang tua yang mau mengerti tentang remaja yang sedang bertumbuh dan berkembang. Yang sedang bergejolak perangai, bergejolak pertumbuhan dan bergejolak  hor­monnya. Gejolak-gejolak dan benturan-benturan inilah yang perlu diperhatikan dan dipahami, sehingga orang tua dapat mengendali­kan dan mengarahkan remaja dalam mencapai cita-cita dan masa depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Untuk  semua itu saya teringat sebuah Firman Suci-Nya dalam al-Qur'an surat Al-Kahfi ayat 10 yang artinya: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Ingatlah ketika orang muda itu berlindung  dalam gua,  lalu mereka berdo'a :"Ya tuhan kami, berilah kami Rahmat dari sisi-Mu dan siapkan untuk kami petunjuk dalam urusan kami".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Padang. Pangeran Beach 9 Maret 1995&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dibacakan dalam seminar menjadi orang tua efektif&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1206286292497532260-7341593273053912635?l=suheimi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suheimi.blogspot.com/feeds/7341593273053912635/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1206286292497532260&amp;postID=7341593273053912635&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/7341593273053912635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/7341593273053912635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suheimi.blogspot.com/2007/06/pendekatan-positif-terhadap-kaum-remaja.html' title='PENDEKATAN POSITIF TERHADAP KAUM REMAJA'/><author><name>dr. H. K.Suheimi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06701488229250303571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1206286292497532260.post-214358442779352219</id><published>2007-06-03T23:49:00.000+07:00</published><updated>2007-06-04T02:08:35.644+07:00</updated><title type='text'>PITARUAH AYAH (CALON PENGHULU)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Assalamu'alaikum Wr. Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam jo sambah kami kapado sugalo niniak mamak nan gadang basa batuah, kapado angku-angku alim ulama suluah nan tidak kunjuang padam. Angku-angku cadiak pandai pasak jo kungkuang di nagari. Dubalang jo ampang limo parik dalam pagaran kokoh bundo kanduang samo di dalam. Karanggo di batang kapeh manitih daun silasiah lalai kabujuak silaronyo. Indak bainggo jo babateh bukan basibak jo basisiah, di lingkuang sambah jo kasadonyo. Ama ba’du, adopun kamudian dari pado itu alah nan ka manjadi buah parsambahan. Pihak dek kami rang balerong pimpinan datuak parapatiah lahlamo taragak jo takana nasa di hati nan tapandan kaua di batin nan tasimpan kinilah baru talabuahnyo. Komah kan lah samo mamak caliak pita kaset sadang balenong batutua salingka adat itu nan utang dilansaikan. Disusun-susun diatok dikarang diatua panjang lalu dituang karekaman. Tanama namo studio, etan di jalan perak kosong di dalam Ranah Kota Padang. Satantang tema nan diangkek, alamaik sasaran kato, iyolah kapado calon panghulu tuneh pimpinan di nagari kandidat pucuak dalam kaum. Kami tatiangkan dalam kaset bungkuihnyo pitaruah ayah barisi pasan amanah. Dilahia kapado anak, dibatin untuak rang banyak, langsuang di sampaikan dek angku Yus Datuak Parpatiah kumandan balerong di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jo kok diindang di paberai, dietong dikaji-kaji raso lancang kami katangah mak, sabab baalah dek baitu panghulu banyak nan batuah tuangku banyak nan kiramaik, dubalang banyak nan sati. Rumik barundiang jo nan pandai, bak makan dakek mintuo. Tapi walaupun nan bak kian mak, saguruah-guruah hari nan kapa di lauik juo, sa rusuah-rusuah hati nan bana disabuik juo. Mako dijambaukanlah sapanjang tangan di juluak sapanjang galah, disabuik sado nan dapek. Alang jo kekek bari makan barilah makan kaduonyo, sangka tagantuang-gantuang juo. Panjang jo singkek diulehkan, kok tak sampai apo ka dayo. Tenggang dek mamak jo bicaro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akia kalam sudahan kato kalelawa di pulau rimbang anan ruso mati tadabiah. Kok gawa toloanglah timbang, kok doso ampunan labiah. Kami nan bukan cadiak pandai, ilmu di Allah tasimpannyo. Kok lamak mohon dibilai, tando panghulu saandiko. Di lubuak tarantang pukek, kanailah anak ikan rayo, duduaklah sutan arek-arek kami ka mulai babarito.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillahirahmanirrahim,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manolah nak kanduang jo nyo Ayah, kamari-mari anak duduak ado rundiangan ka di sabuik. Ayah ingin bamuko-muko, basurah batutua panjang bakato bamuti-muti. Ndak lapeh sasak di dado, nak lansai utang tabayia, jan nyo takalang-kalang juo ibaraik duri di dalam kuku, bak tulang di karongkongan kini malah ayah lafaz kan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waang kan alah tau juo nak, dalia nan sakah keadaan satantang badan diri ayah, umua samakin laruik juo bak hari bajawek sanjo, lah sirah cayo muntari manunggu luluih ka tabanam. Tubuah lapuak kudaraik abih, darah dingin batin lah kandua paratian lah lamo puda. Sungguah dipasak labiah ranggang, satiok kabek labih lungga, serak baserai jo bagian itu nan lazim pado alam. Apo nan lazim pado alam dahulu inyo tiado, kudian baru nyo ado akhianyo lanyap tak basiso. Jo kok diliek ka nan lahia nak, di pandang-pandang dalam camin, umua ayah indak ka lamo, antah beko antah barisuak ajadulah datang manjapuik, nan punyo tibo mamanggia, dari tanah suruik ka tanah, pulang ke asa mulo jadi, dunia balipek hanyolai. Dek sabab karano itu nak, mananti aja balun sampai tarago nyawa dalam tubuah, salagi angok turun naiak. Nak ayah sudahkan karangko cinto nak lansai bangkalai kasiah sayang nak tibo di gunjainyo, sinan salasai palangkahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oo nak kanduang sibirang tulang ubek jariah palarai damam sidingin tampa dikapalo, buah hati limpo bakuruang gantuangan ayah jo bundo. Anak mudo salempang dunia, sumarak kaum caniago, pamenan suku rang sikumbang bungo ka kambang di nagari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dangalah molah elok-elok nak, simakkan bana nyato-nyato. Nak jaleh maa nak paham maa nak saiah sasaran kato. Piliahi sado nan taserak kampuangkan kok nyo taganang. Ambiak nan boneh ka tinaman, nan ampo bialah anyuik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manolah nak kanduang ayah, dalam sapakan duo nangko nak, kaba barito ayah danga, curito saiah dalam kampuang apolah bunyi pakabaran. Kan iyo bardiri rajo sapakaik alam baitu undang dalam adat tabuhua takabek arek sampai kini alun barubah. Mako di dalam kaum pasukuan nan babuku bakaratan nan basimpang basapiahan. Alah satanai salatak’an alah satapak sapija’an murai tak ado nan bakicau rantiang indak badatiak lai. Ko non waang ka digadangkan nak, mamaciak tampuak jo tangkai pucuak pimpinan pasukuan iyolah panghulu tu namonyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Syawal tahun di muko di hari baiak bulan baiak, ombak tanang angin salasai hujan taduah kabuik pun tarang ayuang balaia di musimnyo. Sinan lah alek ka dipancang tagak marawa dalam kampuang gaba-gaba baradai panjang, malatuih badia pusako bagua tabuah larangan tando rang gadang naiak nobat. Mako dilapeh kulansiang ka nagari, dibantai kabau panjang tanduak, disaat kutiko itu nak, dialek jamuan adat disandang gala dilewakan, anak ayah jadi panghulu rang gadang pasa batuah. Gadang di payuang sapatagak, basa di dalam pasukuan batuah pulo di nagari. Alhamdulillah baiak lah itu syukur nikmat pado Allah sananag lah ayah mandanganyo. Baa lah bana sanang hati nak, dek malin indak tabacokan dek tukang alun talukihkan raso mandi di anak sungai, nan bak trumpuik di timpo rinai. Namun nan salampih nan dari pado itu nak, jo kok dibaliak bak mamandang kalau diulang bak manyapuah diinok lalu dimanuangkan, siko tagamang hati ayah, tukujuik runggo hati bundo. Sabab baalah dek baitu nak, nyato bak pantun-pantun urang, apolah bunyi pantunyo si saliah mangkuto ameh, mandaki mudiak kilangan, lah buliah mangkonyo cameh, mandapek raso kahilangan. Mangko baitu kato ayah, sapanjang nan ayah tahu suriah sipasin dalam adat contoh nan sudah di nagari. Ado pun nan ka manjawek warih panghulu, bukan urang sumbarang urang, urang pilihan lua dalam. Nan rimbun rampak jo adat babuah labek jo pusako mandeh kayo bapak batuah, mamak disambah urang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mako kok dibandiang-bandiang diukua adok ka badan diri waang ko, jauah lah panggang dari api nak, awak gapuak tabaok lamak kok tinggi ditunjang rueh lagak dibaju gadang palasuran gadang jo bareh rang baanduak. Pitih sayuik sikola tangguang, ilmu bakurang-kurang pangalaman marapek alun. Tapek bak isi buah pantun, sakalai ambiak ka salendang pambaok anak turun mandi, jo adaik awak mangapalang jo syarak jauah sakali. Kok mahapik basi jo bilah beko yuang tak baban batu di galeh upah tajawek kabau pincang raso mambulang itiak patah siko ta cameh hati ayah. Tapi pulo nak, banyak pituah nan badanga tuturan urang cadiak pandai apolah bunyi nasihatnyo, nyampang nan luhak lai katatimbun nan munggu makanan tajak paham jo ranah balikuhan sinan tabantang jalan rayo, alun nan jauah tak tajalang. Ayah yakin nak, asahkan di niaiak baiak cito elok paham mamutuah do’a jo usaho. Sinan hidayah katurunyo. Tak ado kunci tak tabukak nak, sabab takalo tacetak kuro-kuro, urang mambuek anak kunci. Carilah sampai basuo di maa lataknyo anak kunci. Dek itu ayah ingekkan, kok nak tau rajin batanyo nak pandai sungguah baraja nak arih kuaik manyimak nak mulia tapati janji nak tuah di budi baiak nak kayo pandai baimek. Kok iyo prang ka dihadang ampang amanah batarimo langkok-langkok sanjato diri nak, pagaran laia dengan batin tuntuik ilmu sampai ka ateh. Asahkan namuah manyimak, guru baserak bakuliliang alam takambang tatuladan. Barajalah ka bakeh pisang, ba’a bana rasio pisang nak, iduik hanyo sakali joak, umua nan tidak panjang amaik. Tapi bapantang mati mangarisiak sabalun buah mangalupak walau jantuangnyo ka taulua. Pagi di pancuang patang tumbuah dipapek bataruak juo, cako rogek kini badaun. Paneh ba musim tak nyo layua, dek ribuik haram tabokekkan sampai maurai bungo mandak. Tumbuah isuak babuah labek manyirah sabalik tanda, dimakan urang sanagari buruang jo pipik barasaki. Dek lah sampai niat mukasuik mambari guno bakuliliang tarago indak ka disintuah nak inyo ka tumbang rabah surang rilah mati tunduak ka bumi. Umua usai tugas salasai, jariah indak dikana lai bia nan satu manilainyo. Sebentar tapi berkesan, sekali penuh kenangan. Baitu falsafah hiduik pisang lukisan hadis pado alam khairunnas yamfa’unas “Sebaik-baik manusia, ialah manusia yang memberi manfaat untuk orang lain”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau baguru pulo ka baringin nak, tumbuah manangah-nangah padang dari jauah jadi pedoman lah hampia jadi tumpuan tampek bapuhun dagang singgah. Daun rimbun manyusun siriah ibaraik atok ka bataduah umpamo payuang ka balinduang. Dahan gampa baurek tunjang manyatu hunjam ka bumi, kok sakah pantang maimpik, buah nan indak labek bana gadang sakiro makan punai. Nyampang lareh buhua ditampuak jatuah manimpo urang lalu, alun manyeso nan dibawah. Diurek malantai tanah indak nan tumbuah lua rumpuik. Rumpuiknyo gatia-gatialan co lapiak perdani hijau aluih lunak bak bulu kuciang tampek musafir lapeh harat. Itulah sifat dek baringin nak, walau bapaneh kahujanan tumpuan angin jo limbubu maliuak di timpo badai, namun ba’alah bana panangguangan nak, dek janji ikarar taguah ikhlas sabagai payuang panji, sinan hakikat bahagia. Contoh nan sudah pado alam nak tuladan bagi pamimpin, suko jo rila dipabanyak saba tawakal dilabiahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tasabuik tantang panghulu, adopun asa namo panghulu dari pangka sarato hulu, tampuak tangkai gagang pamacik sinan hinggoknyo mato ladiang bakeh punco arek mangungkuang. Kok lai tampan tabaok urek like kareh bamatan dagiang bapilin silang siua tukang salasai mambantuaknyo dilangkuang makanan rawik dilarik tunangan ukia, putiang sanang bawa mamuji simpai malilik sanang hati sapakaik lilin jo ambalau. Ujuik ma’ana kasimpulan nak, kok nak jadi panghulu juo pangka jo ulu dalam adat tampuak jo tangkai do nagari pambalo anak jo kamanakan. Taguah-taguah bapandirian, jaleh-jaleh tanah bapijak, yakin-yakin kama dawah, itu ciek. Arati kareh bamatan, berprinsip dalam bersikap konsisten dalam bicaro, tangung jawab dalam bertindak baitu baso rang kini. Bantuak tampan roman manakah, mukasuiknyo tahu jo anak buah, piduli jo masalah, cepat tanggap dengan aspirasi arus bawah. Usah cuek kato rang kini, masa bodoh kecek rang Jawa, buto sambilan baso awak. Jaan nyo putiang malarak ulu takanak simpai jo bawa pangungkuang pangabek arek. Itulah iman dengan takwa nak, agamo pagaran batin syariat pidoman iduik suluah di dunia jo akhiraik. Sataguah-taguah ulu sabik nak, satajam-tajam mato ladiang nyampang ambalau tak marapek, alamaik lungga dipakuakkan pancuang jan arok ka mamutuih. Itulah inyo kasiah sayang nak, mangabek jo tali budi babungo santun jo ibo, pamor datang susah mandapek kharisma ka tibo surang sinan wibawa tapampangnyo. Adopun hiasan jo ukiran mangko manih dipandang mato sajuak hati saleso batin banamo baramah tamah. Banyaklah sengeang dari galak dapek sanjuang indak malantiang kanai upek pantang mangaluah karitik jadi vitamin. Kayo musikin tak basisiah nan kurang sapo dahulu nan lai kama kapai. Tapi kok tak basuo nan sado nantun nak, kalau kaulu-ulu tibarau bawa kajai simpainyo dawai jo bantuak indak manakah jo kilek jauah sakali elok tinggakan mato sabik. Kato kok urak-urak ungkai barundiang taranjak-anjak, patang pakek barisuak caia budi tasingik di nan rami agamo mangulik dasun tiok disapo tak babunyi asa diimbau tak manyauik suko mamanciang jo balango, nan runciang nyo rawik juo. Itulah pantang cilakonyo nak, jadi panghulu pucuk bulek pimpinan dek urang banyak. Jauahkan bana tu nak kanduang upek sarapah nan katumbuah doso lah anak nan ka dapek, Ayah tak rila tantang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O… nak kanduang imbauan ayah, agak parapek molah duduak nak nyato ujuik kato-kato. Pado jangko takaran umum ukuran pasa nan biaso, sawajah tantang panghulu, pamangku adat di nagari manaruah saraik pamakaian kriteria kecek urang ado sabaleh bilangannyo, manolah jinih nan sabaleh, partamo Islam, kaduo musti laki-laki, katigo banda tajunan aia, kaampek baligh berakal, kalimo sehat lahia batin, kaanam urang arih babudi aluih, katujuah piduli jo anak buah, kasalapan, kasiah jo ibo pado adat, kasambilan manaruah jiwa pemimpin, kasapuluah adil sarato jujur dan nan kasabaleh ringan muluik lamak barundiang. Satantang Islam agamonyo itulah saraik pokok pangka, salua agamo Islam tartulak jadi panghulu saraik sapuluah tak balaku. Sabab baitu kato ayah, nan jadi landasan adat urek tunggang tali mariahnyo nyatolah hadis jo Qur’an adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah. Kok nyato inyo urang kapi ataupun murtad baliak gagang, gugua sugalo kewajiban tangga rangkaian adatnyo. Usahkan ka jadi datuak nak baban panghulu ka dipangku manjadi sutanpun tak mungkin. Punah warihnyo jadi minang babasuah jajak di pusako haram mamakai namo suku talantiang di rumah gadang. Baitu bunyi undangnyo dalia nan indak ragu lai pasang sudah paku lah mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu nan partamo. Nan kaduo, urangnyo musti laki-laki sabab sapanjang ukuran syarak laki-laki nyato pamimpin babateh pado parampuan. Arjalu kawamun ‘alannissa, baitu ayat mangatokan landasan hukum syariatnyo. Nan katigo babanda tajunan aia, jaleh pusako pawarisan nyato basasok bajarami basuo pandam pakuburan bukan inggok bukan mancakam bukan pulo urang malakok talukih di dalam ranji. Nan kaampek baligh berakal, alun sampai ukuran umua urang tabilang anak-anak dilua saraik tu namonyo. Diadaik Koto Piliang dek karambia tumbuah dimato arihnyo langsuang dari mamak buliahlah gala dilewakan walau datuaknyo paja ketek namun mamacik tampuak andiko talimpah bakeh nan patuik sampai mananti inyo gadang. Nan kalimo, sehat lahia sehat di batin. Kok badan sakik-sakitan, sakik nan tidak kunjuang cegak salah bao kurang anggoto cacat pisik bak kecek urang dilua bilangan adat atau gilo dalang jo pasiak kandua sabalah tali gitarnyo nyato baluhak kurang panuah indak baruang bakeh masuak lakeklah palang pasak adat pangkek panghulu balarangan. Nan kaanam babudi akhlak bataratik, walau mungkin di pandang mato bantuak lai takah pun ado tapi kok iduik ndak babudi laku parangai busuak anyia akhlak indak manaruah, ilang patuik jadi pamimpin. Nan bak manitih kayu lapuak ibaraik manompang biduak tirih hanyuik sarantau anak buah. Nan katujuah, piduli jo anak kamanakan, sapantun gubalo tangah padang ingek taranak takucawai siang jago malam batanggang pandang caliak nyariang pandanga alih diarek ka malantiang. Alun sakik panawa tibo, baru tagamang lah bajawek tiok tangih makan pujuak baitu sifaik rang gubalo. Nan kasalapan, kasiah jo cinto pado adat babaiak sangko jo pusako undang-undang bajunjuang tinggi, kok nyampang ragu jo adat hati bainggan manarimo dalam nan inyo baindakkan antilah jadi panghulu urang munafik tu namonyo. Santano lai ka mangawik adat di saik dpakainyo. Jo kok taraso mambarek-i tibolah cacek tak babandiang dikatokan adat lah kuno lah tingga caro bapikia mahambek garak pambangunan. Di tangannyo adat ka caia tu nak, bapitaruah antah ka mancik musang manjadi induak ayam. Nan kasambilan leadership, pandai manyusun jo maatur, bijak malenggang ka talenggok sasuai agak jo ajiah dek aluih karajo tukang indak bakasan sambuang paran. Nan bungkuak makanan tarah, nan kasek makanan rawik, sasuai mangko takanak talatak suatu dimakannyo. Nan kasapuluah, adil sarato jujur, adil dalam mahukum jujur dalam manimbang di tangah latak tulang pungguang. Sakadar manimbang samo barek nak, jo kok maukua samo panjang tibo mambagi samo banyak. Alun sampai hakikat adil jujur nan patuik diragukan. Sabab baitu kato Ayah, samo barek ameh jo perak ganiah marekan saukuran dagiang satandiang jo galeme. Itulah zalim banamokan. A… cubo Ang pikia Ang ranuangkan nak, dek ingin babuek adil jujur nan luruih-luruih tabuang ang karek kayu samo panjang, rumah apo nan katagak? Ka baalah bantuak rumahnyo kalau tunggak jo paran samo panjang rasuak sapanjang itu pulo taruih kapado kusen pintu anak janjang kasau jo laeh hinggo ka pasak pintua dapua, ukurannyo ampek-ampek meter, lai ka jadi rumah? Nah dek anak baradiak kakak, nan adiak sadang di TK nan kakak nyato SMA diagiah jajan samo banyak dibari saribu surang, mako kejamlah waang ke nan gadang, indak sampai samangkuak bakso. Lobo namonyo ke nan ketek, jajaj pemen tigo ratuih, minum mambaok dari rumah. A… baa makonyo adil, dimaa talatak kajujuran? Agiah nan ketek limo ratuih bari nan gadang tigo ribu, itu baru nyo sadang elok. Mako hakikat adil kajujuran nak, iyolah malatakkan suatu pado tampek tapakai alua jo patuik, seimbang serasi dan selaras. Di jari lataknyo cincin, di langan takanak galang maliek jo mato batin. Nah iko saraik kasabaleh nan panghabisan banamo pamimpin tauladan basambuang ateh jo bawah sapaham baliak batimba komunikatif kecek rang kini. Baalah elok bunyi rabab nak dek pakak urang mandanga baliau malengah sajo mako paralu basiang ateh tumbuah mamandang di ateh rupo cito lalu mukasuik sampai sasuai umpan jo ikan biduak santondan jo pandayuang itulah sabaleh saraik nak, itu pulo pandapek ayah sapanjang ilmu nan tasimpan, mungkin di tambo tak basuo dek rang cadiak balain sabuik dek nan pandai batuka bunyi ujuiknyo kasitu juo. Ayah mambaco nan tasirek tingga dek waang mamahami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didulang sadulang lai pandulang ameh malako ayah ulang saulang lai panyambuang nan putuih cako. Sapanjang paparan ayah tadi nak, bilangan saraik dek panghulu ado sabaleh parkaro tapi kalau dikampo naknyo kucuik dilipek diguluang-guluang jadilah inyo ampek macam baitu sapanjang adat. Kok ado urang batanyo manga kok sampai ampek sajo, indak tigo ataupun limo, tujuah lapoan jo sapuluah? Jawabnyo sasudah iko ayah tarangkan, kini rundiangan ditaruihkan nak, yaitu satantang syaraik panghulu batasan kecek rang kini kriteria bahaso aluihnyo. Ado papatah mangatokan tiok lasuang ba ayam gadang tiok munggu babalamau kalau dirunyuik dipanjangkan diambiak ka ujuik paham mako dapeklah di ma’anakan, bahwa satiok kapa ba nahkoda tiok pasukan bakumandan tiok jamaah ba imamah tiok kumpulan bakatua satiok PT. punyo dirut satiok suku bapanghulu. Makonyo ayam bapamisa nak, babaliak ke undang tadi tiok lasuang ba ayam gadang, indaklah lain mukasuiknyo di tangah galanggang lasuang, ayam gadang nan bakuaso. Lasuang adlaah lambang komunitas sebuah unit masyarakat nan punyo wilayah mamurakyat langkok pimpinan perangkatnyo. Walaupun duo – tigo baayam gadang sikua sajo nan bakuaso, nan lain patuah ka kumandan. Itulah inyo panghulu urek tunggang, pucuak nan bulek pusek jalo pupunan ikan, mamaciak taraju di kaumnyo. Mako mancari sosok panghulu nak, ideal cakak mamimpin panutan umat dibawahnyo, ado ampek kriteria. Ditamsilkan ka ayam gadang nan batando ba pembawaan punyo karakter kharismatik yaitu partamo nan sirah ranggahnyo kaduo nan bakilek bulunyo, katigo nan badarai kukuaknyo, kaampek dilasuang pamainannyo. Sadangkan nan panjang susuah indak tamasuak panilaian doh sabab hakikat susuah jo taji adolah simbol kakarasan disiko otak nan paralu bukan jo otot bapanggakkan. Nah mari koti bacokan ciek-ciek. Kok ayam baranggah sirah tandonyo indak bapanyakik, kalaulah hitam ranggah ayam gilo makuak-akuak surang berak kapua angok bagarau mato layua bulu maramang ikua kulai paruah ka tanah cubadak mudo ka kawannyo. Mukasuiknyo nak, urang nan sehat lahia batin langkah kamek garak nyo lapeh utak janiah jiwa barasiah baru salasai pimpinannyo. Juo barikuik pola pikir, kinerja kebijakan dan kepekaan sadonyo sehat terkondisi. Kuniang bukan karano kunik, lamaknyo bukan dek basantan indak ciluah bebas KKN urang barasiah lua dalam lahia coga batin salasai, itu ciek tu. nan kaduo nak nan bakilek bulunyo, yaitu gagah necis pede jantan banyali besar kalau loyo kuyu marumuak makai indak sandereh di maa wibawa ka tumbuahnyo. Lagak bukan di kain maha nak gagah bukan dek banyak baju. Tapi nilainyo di penampilan sumbernyo di dalam jiwa membayang lalu ka paroman digarak nampak cahayonyo, mako nan disabuik bulu bakilek bukanlah hanyo licin seganyo tapi basinar panji-panjinyo. Pantulan nur nan di dalam tidak punya beban, baitu istilah populernyo. Salanjuiknyo pulo pilihan nan katigo yaitu badarai kukuaknyo, lantang kalau mangecek barasiah buah tutuanyo, jaleh irama vokal baseni baintonasi buah katonyo bama’ana ibaraik padi boneh satangkai sarimah haram bana nan ampo tatunggang ditampuang urang taserak makanan piliah. Tapi samantang pun baitu nak, nan didanga bukan nyanyian urang mamandang nan balagu. Tiok kalua dari hatim hati lah pulo manarimo kalau maluncua dari muncuang sakadar malayok di talingo nilai rangkaian kato-kato bukan manih lamak batutua indak sorak badantang-dantang tapi buah isi katonyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabanaran nan tahan bandiang luruih nan makanan tiliak bukti nan bisa dikakokkan. Itulah beda antaro ota jo pituah antaro pidato jo ceramah antaro kampanye jo pangajian. Mako nan dimukasuik kukuak badarai indak lain indaklah bukan kato manganduang kabanaran disampaikan jo muluik manih. Lamak tibo di talingo sajuak tajun di hati tapakua batin manarimo. Komunikatif, nyambung istilah di Betawi, bahakimah caro lamonyo. Nah, iko nan panghabisan, nan kaampek di lasuang pamainannyo. Jo kok pamain tapi banda raok ilia tabang ka mudiak tiok paga tiok bakukuak. Lasuang tingga musang maintai taranak gaduah baciok-an pamimpin kapunduang tu namonyo, lah sasek mamiliah bapak ayam. Padohal takalo maso dahulunyo, saat amanah batarimo bajawek jo pasatiran basumpah jo demi Allah bajujuang kitab Qur’an, nyampang dikana ta’alia-nyo nak ikarar sumpah nan babaconan ipuah nan tidak katawaran, biso nan bukan alang-alang Allahu Rabbi nan katahu. Mandanga lafaz-nyo sajo misa kapado kayu mati, manggaga pitalah bumi bagoyang langik nan tujuah gumanta alam bakuliliang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cubo ang pikia nak, nyampang khianat jo amanah janji sakadar buah muluik sumpah nyo ganti gulo-gulo, tangguang jawab dibaok lengahkan taranak indak tagubalo, anak buah serak baserai, mako padahannyo kaateh indak bapucuak, kabawah indak baurek, ditangah digiriak kumbang. Awak indak baurek lai, badan mumuak sabaliak batang, pucuak rogek badaun indak, tagak juo mamancang bumi baralah kabarek panangguangan nak, nyampang barantiang salai daun dapek bagayui kalelawa tansano rabah tabalintang disapo juo dek tindawan. Tapi apo kadayo kayu mati nak, taseso di tangah padang basinggam jo matohari pupuik angin jo ribuik. Kok siang batuduang awan, kok malam salimuik ambun. Itu barulah kieh kato bayang, ko non pulo ditapasiakan dibaco ujuik maripaiknyo Allahu’alam parasaian. Kaateh indak bapucuak, aratinyo putuih gantuangan tali langik, murka Allah nyato manimpo. Kabawah indak baurek, tangga hubungan dengan bumi, manyumpah umat nan dipimpin. Di tangah digiriak kumbang, punah wibawa namo baiak mancibia mungkadukallah itulah dalia nan sakah nak, kalau panghulu mengkhianat, pamimpin urang kualat pajabat mancakiak rakyat, tangguang dek angku kutuak urang sapantun kayu mati tagak merana sepanjang masa, derita tiada tara hina dina di alam maya. Na’uzubillah tsumma na’uzubillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini rundiangan diganjua suruik nak, panjapuik nan tingga cako satantang ampek maampek. Adopun angko ampek angko batuah, angko pusako jak dulunyo sukatan adat Minang Kabau. Tiok suatu tabagi ampek, tajalin di undang-undang talukih dalam limbago sampai kini barubah indak. Cubo ang simak jaleh-jaleh, adat tabagi pado ampek, yaitu adat nan sabana adat, adat nan taradat, adat nan diadatkan dan adat istiadat. Kato ampek bagiannyo, yaitu kato pusako, kato mufakat, kato dahulu batapati kato kudian kato bacari. Aturan tabagi ampek, aturan adat, aturan syarak, aturan undang dan aturan cupak. Pamimpin ado ampek urang nak, banamo urang ampek jinih, yaitu ado bapanghulu, ado malin, ado manti cukuik kaampek jo dubalang. Kabinet pagaruyuang banamo basa ampek balai. Bandaro di sungai tarab, indomo di siruaso, mahkudum di sumaniak, tuan kaji di padang gantiang. Ampek pasa buliah manggadai yaitu maik tabujua tangah rumah, gadih gadang indak balaki, rumah gadang katirisan, adat indak badiri. Arah bajalan ampek macam, partamo jalan mandaki, kaduo jalan mandata, katigo jalan manurun nan kaampek jalan malereang. Nak, siriah langkok pun ampek juo nak. Yaitu badaun siriah, babuah pinang, basadah, bagambia. Ramuan ubek ampek daun, kumpai, cikarau, sitawa, sidingin. Kok tibo mambuek samba, balado, bagaram, babawang, baasam. Sasukek ampek cupak, sacupak ampek gantang, sagantang ampek omok. Rumah gadang bagonjong ampek, pantun satanggak ampek-ampek, saraik nagari bakaampek suku, baitu sataruihnyo jihad nan ampek, suok, kida, muko, balakang, ateh, baruah, ilia jo mudiak, utara, selatan, timur, barat, api, aia, angin jo tanah. Sampaipun nak, kapado parmainan ampek juo. Silek balangkah ampek, saluang bagirik ampek, kudo dilapeh ampek-ampek, main domino ampek urang, bakoa barampek juo. Pendeknyo sugalo ampek nak, ampek, ampek, ampek jo ampek. Banyak lai kalau dibilang ayah cukuikkan sado nan tun dietong bahabih maso. Itulah sabab karanonyo, jo kok tak tahu jo nan ampek, tacacek di dalam adat tacalo di masyarakaik, pakak, mada, bungkuk sarueh indak manangkok antenenyo, indak tahu jo nan ampek, ma’ananyo indak tahu jo aturan. Sabab undang-undang sakabek ampek, kok lai paham jo paraturan, dikatokan urang maampek baitu aturan rang saisuak nak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Rasulullah, adolah lambang kapemimpinan tuladan nan tidak kunjuang usang. Baliaulah king of king, panghulu dari sugalo panghulu, di barat atau di timur, dari dulu taruih bak kini sampai balipek alam nang ko. Indak lamo jadi panghulu, tigo baleh musim tapakai mamaciak tampuak suku Arab, batuka colok dunia ko, dari bakabuik tarang jilah bakisai adat Jahiliah tatagak adat islamiah. Ilia sanang mudiak santoso, sumarak alam bakuliliang, mardeso sugalo umat, itulah sabab karanonyo nak, diantaro saratuih rang pilihan, baliau surang nan tabilang nan lain buliah diindakkan baitu paparan buku karangan pujangga urang Barat Nasrani pangikuik Nabi Isa, ndak urang Islam mangatokan doh, sapanjang surah guru-guru, manuruik kaji nan badanga nak, sabagai Rasul ikutan pidoman urang akhir zaman, baliau mamakai ampek sifaik. Sifaik nan patuik kito tiru jalan tabantang kaditampuah dari dunia lapeh akhirat. Kok manyimpang sasek arah, indak ragian nan batiru. Mako sakapa pasisia taniayo nan kodoh hanyuik dahulu handam karam indak batumpang. Manolah sifaik nan ampek nak, partamo siddik, kaduo amanah, katigo fatanah, kaampek tabligh. Mari kito tapak ciek-ciek, amanah aratinyo mambanakan, mambanakan satu kabanaran, kabanaran mutlak nan tak tabandiang nyato datangnyo dari Allah. Alhaqqu mirrabbiq falatakunna minal muntarimu, satiok nilai kabanaran timbangannyo ka Al-Qur’an, walau logika manulaknyo. Suaro banyak tak jaminan, ruang dan waktu tak mambateh, nan bana tataplah bana, bia sakaum maragukan. Itulah sikap Abu Bakar. Dek mambanakan di salah Nabi baliau dapek galaran Siddiq, Abu Bakar Siddiq ra. Mangkonyo nak, mancari kabanaran ado takaran timbangannyo. Silahkan rapek sanagari, barundiang urang cadiak pandai pakaikan alua dengan patuik, mancari bana nan sabuah, tapi tunggu dulu mamakaikannyo sabalun naiak ka timbangan, sabalum syarak mambanarkan. Kok lah sapakaik maiyokan indak balawan jo syariat itulah bana nan hakiki. Itu pulo nan dikatokan syarak mangato, adat mamakai. Kok kamanakan barajo ka mamak, batua, mamak barajo ka panghulu, buliah, panghulu barajo ka mufakat, musti, mufakat barajo ka alua jo patuik, iyo, alua jo patuik barajo ka bana, harus, bana bardiri sandirinyo, tunggu dulu dong. Masiah tagantuang urusannyo lanjuikkan karajo bana yaitu Allah SWT. Mangkonyo samparono nak, kamanakan barajo ka mamak, mamak barajo ka panghulu, panghulu barajo ka mufakat, mufakat barajo ka alua jo patuik, alua jo patuik barajo ka bana, bana barajo kapado Al-Haq. Inyo nan badiri sandirinyo, itulah baru samparono adat. Kasimpuylannyo nak, sifaik siddiq mukasuiknyo, mambanakan satiok nan bana, walaupun rumik mangatokan, “ulil haq walau” muran katokan nan bana walaupun pahik baitu wasiat Rasulullah. Nah, kini nan kaduo. Nan kaduo amanah, amanah aratinyo jujur, jujur ke diri surang, jujur ke urang lain dan jujur kapado Allah. Itulah sifat Rasulullah, sahinggo baliau bagala Aminu, Muhammad Al-Aminu, baitu tarekh mangawakan. Tando urang bajiwa jujur nak, satiok pasan dipasampai, satiok pakirin dipalalu, satiok pataruah dipaliharo. Kalau mangecek indak panduto, kalau nyo bajanji ditapati, ikarar ditaguahinyo, tansano tasasek arah inyo baliak ka pangka jalan, sasek mamakan mamuntahkan, salah ambiak mangumbalikan, tadorong cotok malantiangkan. Pangka batulak kajujuran adolah nurani dalam hati, talago fitrah dalam jiwa, labuahannyo ikhlas lapang dado, tawakal saba jo rilah. Nurani kok kalah dek napasu, timbua khianat jo munafik, sinan bamain aka ciluah, cadiak buruak urang namokan. Dituka baruak jo cigak, maimbuah saikua karo urang tagagau nyo marusuak. Nyampang baliau rang panggaleh, timbangan bakarajokan, basuo jo niniak mamak pusako tinggi dilegonyo, tibo dek hakim jo jaksa undang jo hukum nan dirawik. Kok inyo pajabat kantua, pambukuan direkayasa, nyampang tatumbuak jo ulama ayat Tuhan dikarek-karek halal jo haram dipalungga. Kalau ang lah tau nak, musuah satiok kajujuran adolah lobo sarato tamak, sombong jo takabua. Indak nan tinggi dari pucuak, indak nan gadang dari baniah, awak sianu jo nyo awak. Salero tunggang ka nan lamak, kok mato condong ka nan rancak, itu wajar itu manusiawi, tapi dek hati paliangan Allah dek mato paliangan setan, punyo urang disantuang juo. Tibo godaan dek napasu datang bisikan dek dubilih aa katonyo, kalau iko contoh barangnyo sarik buliah jarang basuo beko urusan di bulakang. Dima baranak dima dibuai, dima tumbuah dima disiang, kok tak kini pabilo lai. Mako tarambaulah inyo ke maksiat, lah karam baru manyasa. Adang jo jatuah di nan data nak, barasiah hati dari awak elok niatan dahulunyo. Tapi dek tabukak pintu rasaki, basuo kijang tauik batamu anau mintak sigai, sinan baputa baliang-baliang, ilang jujur tabik khianat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dek itu ayah ingekkan, usah bamain tapi jurang nak, ijan panagak di nan cupiang, hati-hati manjago diri, hanyuik kok indak kapintasan. Adil-adil kalau mahukum, jujur-jujur pagang amanah, arek-arek mamacik janji. Kok iyo saluak ka dikanakkan itulah baban dikapalo nak, baban nan usah dicayahkan barek ringan, musti dijujuang. Kok karih ka ang pasisik sinjato bisa makan tuan, runciangnyo mancucuak pinggang mato tajam baliak batimba, biso nan indak katawaran ipuah nyo racun manyeso ang. Ang ndak tau contoh jujur, ba’a bana caronyo jujur? Caliaklah jujur tukang pangkeh nak, guntiang nan runciang dikacanyo, kapalo bulek basarahkan, pisau nan tajam diganggamnyo lihia sabatang bahonyokan, karano apo, karano tatanam kayakinan raso inyo jujur jo tugasnyo, bandiangkan jo rang gilo mamaciak rantiang, sakampuang urang maandok sabalik urang mainda sanjato di tangan rang tak jujur. Paham ang mukasuik nyo yuang. Nah, nan katigo fatanah. Fatanah artinyo cadiak, pintar, intelektual. Cadiak paralu dalam hiduik, bia untuak diri sendiri, kok kunun mamimpin urang banyak. Kalaulah cadiak nan bamain, kabek nan arek jadi lungga, ruang nan sampik jadi lapang, rusuah batuka gadang hati, tak luluak nan tak katanaman, alun ditanyo lah bajawab, aso disabuik duo dapek, tigo takanak ampek sudah, tabu sarueh jadi saparak. Tapi caadiak nan lia tak bakakang, mularaik ka urang banyak, manyeso ka masyarakaik nak, ganas balabiah bak harimau, sabuas-buas binatang, makannyo sakanyang paruik lah kanyang nyo lalok panjang. Tibo nan cadiak masuak rimbo, asah manjala disembanyo, hutan baluka disasoknyo, jo urek aua dikuihnyo. Cadiak nan maa tu nak, cadiak buruak. Cadiak nan dimukasuik jo fatanah, iyolah cadiak tahu pandai, lamak dek awakkatuju dek urang, awak mandapek urang ndak kahilangan. Padang ditampuah tak barangin lauik dikundak tak bariak rumpuik tarang bilalang dapek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katahuilah nak, adopun cadiak karajo utak, mandapek parentah dari hati, zat iradat nan bakandak, lalu diracik ditarawang, diolah, dianalisa. Tibolah ide jo gagasan, manjadi rencana nan tepola tatuang di rekayasa. Kok tatumbuak di jarak jauah, dicari jalan babaliak pokok ketek labonyo gadang, tali sayuik pangabek arek tapak buruak tagadai maha. Lah, lah sudah utak bapikia, lalu dibaok turun ke bawah ditimbang ka sanubari, disinan raso bamainnyo itulah tahu rang namokan. Salain diusua dipareso, luluih saringan aka budi, tagaknyo lai di nan data jalannyo alah di nan luruih arahnyo batua di nan bana. Baru taujuik dalam garak, basuo dalam amalan, itulah pandai kanamonyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sari kato isi rundiangan nak, urang nan cadiak tau pandai baputa kincia-kincianyo bamain raso di dalam sinan basuo bijaksano. Raso dibaok naiak, pareso dibaok turun, itu pituah dek nan tuo. Maananyo apo kandak hati nan dibawah dibao naiak kakapalo, karajo utak nan diateh, dobaok turun masuk dado. Mako nan cadiak iyolah utak, nan tau ariah jo raso nan pandai garak cando kio. Atau pikiakan jo utak, timbanglah jo nurani, ujuikkan jo amalan. Itulah inyo urang nan cadiak, tau jo pandai. Jo kok diambiak dalia nangko nak, dapeklah ayah katokan baraso golongan urang cadiak pandai indak indentik jo sikola doh. Status sarjana intelektual alunlah jaminan urang pandai. Nan jaleh baliau hinggo cadiak, tingga nan duo langkah lai baru tibo di cadiak pandai. Nah, iko nan panghabisan, nan kaampek tabligh. Tabligh artinyo manyampaikan, sabagai utusan Allah baliau wajib manyampaikan, manyampaikan sugalo pasan nan datang dari nan manyuruah, tak ado tasuruak tarsambunyi sadonyo kameh dipalalu hinggo salasai samparono. Mako dek kito umaik baliau wajib maniru manuladan mangikuik sunah Rasulullah.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1206286292497532260-214358442779352219?l=suheimi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suheimi.blogspot.com/feeds/214358442779352219/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1206286292497532260&amp;postID=214358442779352219&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/214358442779352219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/214358442779352219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suheimi.blogspot.com/2007/06/pitaruah-ayah-calon-penghulu.html' title='PITARUAH AYAH (CALON PENGHULU)'/><author><name>dr. H. K.Suheimi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06701488229250303571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1206286292497532260.post-7603596682301558829</id><published>2007-06-03T23:30:00.000+07:00</published><updated>2007-06-04T02:07:32.752+07:00</updated><title type='text'>PITUAH AYAH 2</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam kampuang duduk sinan taratak dahulunyo batanang-tanang anak duduak ayah maansuo jo bicaro elok-elok buyuang kaparak tutuah lah dahan jua ambiek ka hulu tangkai ladiang elok-elok buyuang manyimak kok lai tasabuik dinan bana ambiek kaguru kapambandiang nyampang bukan nan tabaco lah dek binguang badan juo tinggakan jadi sarok laman ka Tuhan subananyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu lah Ayah sabuik juo, baraso mangko manusia dijadikan untuak pamimpin di alam ko “khlifatullah” jabatannyo wakia Tuhan di muko bumi. Kamudian nan dari pado itu, kapado kito laki-laki dibari pulo tugas khusus sabagai pamimpin perempuan “arijalu kallahu na ‘alla nissa’” (laki-laki itu pemimpin bagi wanita), baitu bunyi surek Nissa’ ayat ka tigo puluah ampek. Di ayat lain Allah firmankan “ku amfusakum wa ahlikum nara” (peliharah diri mu dan ahli mu dari api neraka). Siapo nan ahli manuruik syarak, partamo istri, kaduo anak, katigo nan dibawah parwalian. Merekalah nan kadisalamaikan lahia batin dunia akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mako dek sabab karano itu nak, sabagai anak laki-laki nan dimaso kutiko nantik lamo lambek katibo juo. Waang ka jadi urang gadang mamikua baban tangguangjawab mamimpin di rumah tanggo. Bukankah jadi gubalo nak, sajak parentah nan sabuah taruih larangan nan sapatah caro mauruih anak bini, lai kok taracak dalam bana indak manyimpang dari hukum. Tantangan apakah mambarikan, nasi sarimah nan basuo, aia satitiak nan bataguak, pitih sakupang ka balanjo, kain sabanang nan bapakai. Lai kok di jalan Allah atau bacampua barang haram. Sadonyo ka ditanyo nak, sadonyo ka disudi ka disiasek, di pareso di meja hijau dihadapan kadil mujalil. “kulukum raim wa kul raim mas’un harrahim yati” setiap kamu pemimpin, dan setiap pemimpin akan ditanya tentang kepemimpinannya baitu Rasulullah baparingek. Mako jaan pado laknati, payah bana nak. Upah tajawek kabau pincang dihalau bahabih hari utang lah nyato batungguan. Kini-kini ayah kanakan, hati-hati mancari jodoh. Jaan basuo bakato urang, babaju kasungguah lusuah, katak-katak di langan, lahguyah mangkonyo rusuah, mandapek raso kahilangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tansano mamiliah kayu ka bajak, mako carilah nan lantiak landai, nan bungkuak agak malaua, jan rumik bana manarahnyo. Piliah dagiangnyo nan bapilin bamatan bamato-mato, batarek baurek-urek. Mungkasuiknyo, kok tasorong bajak ka batu sah maliuk mato singka, kabau nan indak payah amaeik. Satantang mamiliah parampuan, ado anam nan ka dipandang. Manolah wajah nan anam, partamo rancak ruponyo, kaduo mulia bansonyo, katigo banyak haratonyo, kaampek tinggi sikolanyo, kalimo haluih budinyo, nan kaanam taat agamonyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Carilah sabaliak kampuang yuang, pareso bilang nagari bak mamiliah baniah satampang. Nan rupo elok rawiknyo rancak kok kuniang putiah barasiah, kok itam manih manjalinok, gadang nan indak gadang bana, gapuak tangguang, kuruih tak jadi, langkahnyo tagonyek-gonyek, lenggoknyo cando baukua caliak taguah pandang mandanyuik. Pado galak senggeang balabiah ndak basikek manih juo (he he ..).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah itu nan banso tinggi badarah biru, anak rajo turun tamurun anak puti sulik basulik. Ibu dosen, bapak pejabat, mamak cadiak urang tapandang minantu lareh daulunyo. Piliahlah pulo nan kayo banyak harato, sawah bajanjang turun bukik parak laweh tumpak batumpak bantian jo kabaua tabilang. Rumah mewah oto balirik, tokonyo sabalik pasa, tiok bank badepoosito, jo remot mambukak laci. Satantang sikolanyo, urang tadidik tapalaja S-1 di bidang Hukum Pascasarjana Ekonomi Doktor Anda (Dra) bagayuik pulo kini MA. nan diangannyo. Bahaso inggris baaia tajun bahaso jerman indak maangok, kono japang jo mandarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alun sampai di sinan sajo yuang, nan baradat babudi aluih, pituah lunak kato marandah, gayanyo anggun kaibuan. Lincah supel basopan santun, tapakai tata krama kode jo etik pergaulan, sahinggo maadok ka bawah tak manakua diateh pantang kalinduangan kayo musikin tak basisiah. Panghabisan nak, gadih muslimah pakai jilbab, iman taguah amalan ta’at, juara umum MTQ pengurus remaja masjid pandai dakwah jo ceramah. Itu kok kandak buliah pintak balaku tu buyuang. Tapi manuruik pandapek ayah, raso tak mungkin ka batamu sarik buliah larang basuo antah di dalam kato-kato. Kadang-kadang iyolah dapek nan dihati, tapi tak dapek bakandak hati, nan bak ibarat pantun urang “Patah silaro junjuang siriah maraok ka rumpun bambu, daun nan duo tigo alai digatia anak dari maso, satokoh kain dipiliah, alah lah dapek nan katuju banang haluih coraknyo kanai, sayang baginjai kapalonyo”. Kok tidak basuo nan sado nantun, diantaro nan anam kadicaliak usah tatumpu ka nan ampek. Tapi utamokan nan duo macam yaitu budi jo agamo. Sabab akibaiknyo nak, rancak rupo indak baiman, itu pangka cilako dalam kampuang manggata dalam nagari. Buliah banso babudi indak, congkak takabua tantangannyo manjajok di masyarakat. Urang kayo jauah agamo, tumbuah lah tamak jo sarakah, jo pitih urang diagonyo. Ilmu tinggi akhlaknyo kurang, alamaik cadiak nak manjua nagara, digadaikannyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabaliaknyo nak, rupo kurang tampan manangah, awak bansaik sikola tangguang urang darai banso dibawah sudah yatim piatu pulo. Tapi inyo babudi elok baso iman taguah ibadah taat, itulah urang ka dipiliah. Sasuai jo hadis Nabi “fa’alika bizati tinni wal khuluk faribat jaminu’ (hendaklah kamu memilih istri yang baik agama dan akhlaknya kalaulah tidak demikian niscaya kamu kecewa) Hadis Sayyah riwayat Ahmad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah kurun kian nambah kian ayah saran ayah anjurkan, ambiaklah nan elok ditangah latak tulang pungguang sabab malabiahi ancak-ancak mangurangi sio-sio sapanjang tubuah bayang-bayang, yang sedang-sedang saja baitu syair lagu dangdut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kok mato kan iyo condong ka nan rancak, nak salero tumbang ka nan lamak itu wajar sajo itu manusiawi. Mako carilah nan elok rupo, manih dipandang, ubek jariah palarai payah, pamenan mato patang pagi. Tapi usah nan rancak jo pangamek nak, bintang kampus bungo nagari idola anak mudo-mudo jangan, isuak diri ang disesonyo, picayolah ke ayah. Apo sabab, dek awak manaruah balamau tantu sabalik buruang maangguak tiok lalu, tiok mamatiak, urang singgah manjujai juo, di maa katahan sangkak pimpi ang yuang raso kalapeh dari tangan, ibo ayah nasib ang beko nak, tarumuak bak kalah main, makan hati barulam jantuang, gilo bamato kabalakang. Satantang asa katurunan caliak lah urang baiak-baiak kaji salampih nan diateh. Kok lai barasiah jo ulunyo barasiah juo ka muaro. Bapak balang anaknyo kuriak tibo di cucu rintiak juo. Maliek ragi katurunan itu paralu nak, paralu. Namo nan dipandang usah bansonyo bukan badarah rajo-rajo, turunan lareh angku damang, ndak paralu. Sabab baitu kato ayah. Dek awak urang biaso, ayah takuik ayah kuatir, waang dipandang remeh urang, bak pantun-pantun rang pagurau koe “basimpang jalan ditembok, tatumbuak di pintu kabun kakida ka kampuang cino, urang siriah awak karakok yuang lai bana saroman daun di raso balain juo”. Kok dapek mamiliah jodoh nak, usah nan kayo rayo bana. Tapi satingkek beda salisiah diateh awak sabanang, kok lai bagian samo bansaik, bajaso tiok baragiah tau jo syukur jo nan ado. Walau kito nan mambalikan labiah balenang nan di urang tapi jo nan kayo kumari bedo diseokan rumah sapetak eloklah gudang rang gaeknyo. Dipadianyo mangontrak kunun pulo mambali rumah awaklah nyato urang manompang raso tajajah lahia batin. Taroklah kini lai saulah, tapi dimaa batandan karambi tuo basobok samo pambaean awaklah kulai kucuik dulu malangkah tauntuak-untuak mangecek bak pita kusuik. Indak kanaiak panji-panji ang yuang. Dibae pulo manjauah, manyisiah dari nan banyak disinan mangko tambah parah, tajarak silaturahmi kasihan jo anak-anak inilah korban pasenjangan. Kasimpulannyo nak, si Maya gadih rang Bayua bintang SMA Panyinggahan bamiang lalok di kasua sanang di lapiak panjamuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satantang jo pandidikan, iyo handaknyo urang sikola gadih tadidik tapalajar, sabab dimaso-masi bak kini kalaulah hanyo tamaik SD konon tak pandai tulih baco, alamaik ka sampik alam deknyo cangguang di dalam pargaulan. Kok dapek pintak jo pinto, sahamba-hamba ujuang tabu, marasai duduak di SMA andaknyo. Kok alah sabantuak itu mudah-mudahan manangkok parabolanyo indak ka binguang memble banak. Sungguah pun baitu nak, ado ciek nan kadiingek, yaitu jaan tinggi sikolanyo dari awak, andaknyo satingkek di bawah awak, atau sataraf sakadudukan. Jampang tapaso tinggi juo usah manyuruak jauah bana. Sabab tinggi kalau nan dipimpin dari nan mamimpin, di maa wibawa dilatakkan, nan bak bilah panggiriak basi baa bana kuek manggisa bilah ka tingga bilah juo, tuah taimpik sajak dulunyo. Caliaklah ayam baranak itiak, sajak talua lah diarami, tibo wakatu ditatehkan bakaja mambaok turun diaja mancotok-cotok, sasampai di tapi tabek anak itiak tajun ka aia baranang ilia jo mudiak ibo awak nasib jo ayam nak, mamanggia bakotek-kotek balari sabaliak kolam itiak nan tidak acuah lai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujuang kato buah rundiangan, adopun mamiliah parampuan nan mamanuhi rukun jo syarat untuak jadi pasangan hiduik mustilah mamandang unsur nan anam. Yaitu unsur kecantikan, unsur keturunan, pendidikan, ekonomi, moral dan agama. Kok indak panuah ka ateh, panuah ka bawah jadi juo asal jan sirah nilai rapornyo. Misalnyo, indak usah nan rancak bahenol bana sabantuak artis pragawati, tapi usah pulo nan pencuik basagi-sagi dimaalah sayang disangkuikkan, haa…. Oo soal keturunan, ndak baa doh urang biaso kabanyakan, nan paralu bapaknyo bukan pamaliang, mande pun bukan perek indak pulo asa palasik. Kok ka bansaik, bansaik molah. Tapi usah nan bansaik banyak utang. Sahinggo baru sapakan bini awak urang lah antri pai managiah, ijan tu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kok pandidikan pulo minimal tamaik SMP satingkek jo Sanawiah, cukuiklah itu. Sudah itu akhlak, aa iko mutlak paralu. Carilah gadih sopan urang saulah, nan tau baramah tamah, nan paragiah jo pamurah, nan paibo pasidakah, nan panyantun ka urang susah tapi ikhlas karano Allah. Baa pulo jo agamonyo, bialah ndak siak bana, cuman nan limo wakatu ndak tingga, puaso ibadah wajib, nan sunat banyak saketek, tatap takarajokan. Istimewa nan ciekko nak, rancak labiah bini dari awak. Supayo apo, supayo takalok lai manjagokan, kok lupo ado ka mangingekkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahubuangan masalah nangko nak, ado rumus diagiah Nabi kiro-kiro kato baliau dalam bahaso caro awak, adolah ampek kriteria cri-ciri istri tauladan. Maa nan ampek, yaitu apobilo dipandang hati awak sanang, apobilo disuruah nyo capek pai, apobilo dibari gadang hatinyo, apobilo tapisah elok laku. Itu, sabaliaknyo pulo nak, tando-tando istri cilako nan partamo panampilannyo bantuak cimutu samak-samak mato mamandang (heh…), badan kumuah rambuiknyo kusau, ba kain ndak sandereh, muko masam suko pambudek, katiaknyo babaun padiah, atu, tu. Nan kaduo, kalau disuruah inyo pambantah. Asa dilarang dilangganyo, diajai bantuak rang cadiak, namuah batangka bakaluak arang, badebat batagang ariah, ciek dek awak saribu dek inyo. Nan katigo, kandaknyo barapi-api, mamintak tiok sanyenyek tak piduli di mungko urang, tapi dibalikan nan murah masak cacek, diagiah nan maha tak nyo rajan. Nan gadang indak badaso, nan panjang cumeehkan awak talengahkan disembanyo heh…. Aa iko nan panghabisan, nan panghabisan pangguntiang dalam lipatan, pamanciang dalam balango, penghianat saiahnyo bana. Diadok-an cando saulah, bapurak-purak setia mesranyo alahurabbi. Tibo di baliak pambulakangan, kasiah pindah sayang bapaliang, biliak ditunggu urang lain. Nan bak pantun lah disuaian basaubin anak rang kamang, belok ka Batam pulang pai di pasa banto pamainan, apo katenggang induak samang, di sangko oto di garasi kironyo urang manambangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nak, itulah bunyi pitaruah ayah nak, tantang mamiliah parampuan untuak diambiak ka jadi istri. Jampang kok tibo partanyaan, baa caro manyalidikinyo. Jawabnyo mudah sajo, masalah rupo jo rawik badan bisalah dipandang langsuang. Sawajah asa katurunan kondisi dek ekonomi latar balakang pandidikan, buliah dicari informasi, ditanyo kian kamari, basiasek bakeh kawannyo. Tapi soal pribadi pambaoan, ataupun amal jo ibadah, bayangnyo nampak di parangai caliak korelah tingkah laku sinan kasiah gambarannyo. Kok baitu malah surah ayah, tantu kalian bapandapek, supayo siang nan bak hari, supayo tarang nan bak bulan, nak nyato hitam putiahnyo, tantu pajatu digauli bana. Dibaok bakawan arek, dipacar bacewek-cewek, barulah dapek dipahami. Kok ampo bialah nak tabang, boneh naiakkan ka rangkiang, hati nan tidak ragu lai, he . . . .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabanyo nak soal pacar mamacar ko, ba pole istilah lamo, bagandak caro saisuak. Di hati ketek kami rang tuo, samiang haram ndak katuju malah cilako tantangannyo. Sabab apo, sabab diliek contoh ka nan sudah nak, kalau api jo bensin lah barampia nan katidak nyalo tabaka, suliklah bana manjagonyo antah dibateh dindiang kaco. Tansano lai hiduik manggajolak yuang, rumah nyalo, kampuang tapanggang, kalam nagari diasok-I, jangguik ayah ang dilalahnyo. Tapi samantang pun baitu, karano dek anak mudo kini, batin maaja indak pa’arek radar lamah amper bakarek tak paham ciek juo jo korenak, kok itu namonyo to the point, tembak tupai bacokok mariah silahkan bacewek, bapacaran, apo boleh buat. Tapi awas, jago jarak ingek jo diri. Martabat di paliharo, anak urang disalamaikkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kok wakuncar kecek kalian, wajib kunjung pacar kapanjangannyo atau pai apel jo malam minggu, musti tau aturan lalu lintas, mangarati jo rambu-rambu jan sampai awak kanai tilang. Elok-i urang sarumah, sayangi adiak-adiaknyo, muliakan rang gaeknyo, baso-basoi dunsanaknyo. Kecek urang kan alah tandonyo arok jo tinaman, siang tarangi di rusuaknyo, pataguah paga bakuliliang jan lupo jo pupuak kandang. Kok maota basantai-santai baoklah duduak di baranda, mangecek maagak-agak, galak usah marahe-rahe, pulang malam jan laruik bana. Nyampang ingin kalua rumah, bajalan-jalan rekreasi musti saizin bapak mandehnyo batantu kama batujuan, sate sabungkuih itu wajib tu, he . . . .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendeknyo mukasuik maajuak urang, awakpun ka kanai ajuak. Ingek-ingek tamakan umpan nak, kononlah pulo bedonyo tukang panciang dijujuik ikan galang gadang mamandanyuik. Sopan-sopan dalam bagaua pantangkan tasingik budi paliang cilako anak bujang lasak tangan tadorong jago-jago resek panja kumari awai, indak luluih EBTANAS nak, drop out kasudahannyo picayolah ang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ado ciek nan manggamang nan mahantu-hantu di pikiran, yaitu dek asik cubo ka cubo, gilo dirintang hati gadang hilang tujuan nan usali, ibarat urang mambali kudo ko nak, baa urang bali kudo, dicubo nan kareh runggo dipakaikan palano sirah lalu diracak ka galanggang, lari sabaliak duo baliak lah panek kudo balapehkan. Dicakau tangguli anguih dipasangi pangaik bendi, cacek tibo salah batimpo, tinggalah kudo jo nasibnyo. Disemba pulo nan bacak putiah inyo nan bantuak rajo bajalan. Kasudahannyo lah marasai kudo sakandang kudo kuku caia pungguang malaleh, bulu kusuik ikua lah regek, ulah dek ciluah salah niat janji mukia jo bali orong sumpah bagumam baidokkan. Usah tajadi tu anak oi…. Utang lah nyato tapabuek tu nak, hukum karma lah mananti anak cucu ang pambaianyo, na’uzubillahhimin zallik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saketek nak, taserak ka ayah piliah, tacicia ka di japuik sawajah umua jo pangkeknyo, ado bana rumus jo ukurannyo. Slisiah umua nan ideal yaitu saparo ditambah tujuah. Aratinyo, umua padusi nan sadang elok satangah umua laki-laki ditambah bilangan tujuah. Umpamo awak baumua duo puluah, nan padusi andaklah sapuluah ditambah tujuah tapeknyo baumua tujuah baleh. Baitupun kok marapulai umua duo puluah anam, anak daro musti saparo dari duo puluah anam tigo baleh ditambah tujuah duo puluah. Umua duo puluah sadang elok, atau kok ka labiah jan banyak bana kok kurang jan sampai jauah, nak saimbang kabau jo padati. Tinggi badan pun dikaji pulo, mangko sarasi bapasangan nak elok roman baiak dipandang, jan tinggi padusi dari awak. Satidak-tidaknyo beda satampo ataupun samo saukuran. Nah itulah nak, lah ayah surahkan caro-caronyo baa manilai rang padusi ko aa cubolah nalarkan jo pikiran satitiak jadikan lauik kok sakapa turun gunuangkan sado nantun ilmu ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katahuilah nak, salain kodrat nan duriah nikah kawin ko ajaran syarak parentah langsung dari Nabi, hukumnyo wajib fardhu ‘ain nilainyo ibadah amal saleh asal kan Lillahi Ta’ala atau karano Allah, sabuah hadis mangatokan maananyo sajo ayah baco “Hai para pemuda, kato Bagindo Rasul kawinlah kalian kalau sudah mampu karena perkawinan akan menundukkan pandangan nan menjaga kehormatan, tapi kalau belum sanggup berpuasa-lah sebab puasa akan menjadi penawar”, Hadis Riwayat Bukhari Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukuik jaleh cukuiklah tarang bukan, bahwa gunonyo kawin diwajibkan untuak tujuan jo mukasuik manjinakkan nafsu syahwat, gejolak batin nan bakobar mahampeh gairah insan nan bak ombak parang jo pasia musim pabilo kalarainyo. Mako perkawinan adolah muaro, perkawinan adolah banda aliran bakeh lapeh saluran mandapek ridha Allah. Tapi pulo, nyampang kok jauah tak tajalang, kok ampia indak taturuik, indak mampu indak takao, ulah dek bansaik badan diri mako kito disuruah bapuaso. Dengan puaso mananggang makan kurang zat api dalam tubuah manurunkan spaning ibaraik listrik manyuruik-i kayu dalam tungku nak taduah angeknyo baro walau tak sampai mamadamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku, nafsu sabagai rahmat adolah anugerah Allah Ta’ala nan tak dapek dek Malaikat patuik ditarimo disyukuri malalui nikah parkawinan. Sinanlah latak kamuliaan nak, sinanlah nilai ketaqwaan mencapai derajat jo martabat, insan nan kamil sejatinyo. Tapi, nak kok indak jalanan pasa nan batampuah labuah nan golong nan baturu, mambali barang baecer manyeo sakali pakai maminjam basuko-suko alamaik panyakik nan ka buliah nak, tangguang lah AIDS jo HIV atau pun fisik nan samo lapeh kawin yes nikah no, mako jatuahlah awak ka tingkek hewan kumpua kabau jo kumpua kambiang itu istilah paliang cocok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satantang masalah nangko nak, harapan ayah basampaikan. Nyampang isuak umua lah cukuik sihat adoh pitih manaruah alah bamampu lahia jo batin usah ang mananti lamo bana hiduik mambujang tak babini. Sabab baalah jo baitu kok lamo biduak di kualo basauah di bawah tabiang baban indak muatan kosong angin kancang aruih bapesong lidah ombak malapia juo. Ayah takuik nak, biduak ang karam di tapi maratok pulau di subarang hanyo kok buliah pintak jo pinto, lapehkan dulu adiak padusi, awak mairiang di bulakang, baitu sifaik laki-laki hiduik di alam Minangkabau. sasuai jo zaman kutikonyo, di masyarakat alam Minangkabau sampai manjalang jo ka masuak soal jodoh kawin bakawin monopoli di tangan mamak, kok gadih lah mulai gadang satumpak umua limo baleh mulailah mamak bausaho siapolah urang ka dijapuik untuak pasangan kamanakan. Sakirolah nampak nan diangan alah basuo nan katuju sasuai pulo paretongan, mako langsuanglah batunangan. Cupak tatagak kaji si ragian takambang kaditiru hukum nyo syaraik kadipanuhi sapanjang adat nan bapakai. Parsatujuan nan kapunyo ndak paralu, ndak paralu katuju ndak katuju kok gaek baranak tujuah awak lah calon nan kaampek, tarimo sajo. Pantang bapatah kecek mamak, cilako gadih banyak cencong. Sabab indak nan cadiak dari mamak, indak nan tuo dari kako pasang sudah paku lah mati tak buliah dianjak lai. Nyampang sarupo rang anggan barani manggeleang panjang mahambuang-hambuangkan diri, mako bagilia urang mahariak batitik jo tangkai sapu atau diarak jo limau tawa disambua jo pinang tuo, dikatokan paja lah kanai urang malapeh kapandaian santuang pilalai tu agaknyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baa satantang jo ayah paja, status baliau urang sumando, tugas nyo cuman manikahkan. Soal jodoh soal baralek itu urusan mamak rumah sutan tingga mangamek-ngamek. Datang tamu duduakkanlah, urang makan dibasoi, paruik sandirilah malapiak maluncua pulang karanggai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun nan bujang-bujang, jo kok dibandiang jo nan gadih. Agak mardeka pilihannyo. Hanyo dimaso kawin jolong, mamak mambari kato mati tibo maulang kaduo kali bebas mamiliah nan katuju tingga malapor ka famili. Tapi kok ado silang sangketo antaro kaum kaduo pihak, tibo parentah mancaraikan lapatkan talak sinan juo walau sadang bakasiah sayang. Itu dulu nak, dulu sangkek jaman panjajah. Alun banyak urang marantau maso adat basajaluah. Kini kok ayah liek ayah pandangi, bia di kampuang atau dirantau, nan ajuang nan darai samo sajo lah jauah bana parubahan sarupo siang dengan malam. Maso talangkai lah balipek pasangan cari surang-surang, induak bapak tingga maangguak, mamak kanduang tak dapek bunyi dunsanak tagak mahaminkan. Kok adoh pihak nan mambantah, nan tuo mahampang jalan, nan cadiak gilo mambujuak nan mudo jo karek kayu rencananyo ka jalan taruih kawin lari kini lah mode. Manga wak, atau sangajo pakai kaluan dipauik saeto tali baa nyo rang mambatakan pajalah hanyo tigo bulan tapaso baralek juo. Nan bedonyo nak, nan bedonyo dek cinta mako lai juo, cinta buto indak mancaliak marumbu dimaa tibonyo sampai disalah tak barampun urang kapia nan dipiliahnyo bakarek rotan jo famili. Ditabang kayu nan landai indak dikabuang-kabuang lai, pucuk tatanam di pamatang tabang kalian jo parangai indak kana-kana lai banyak nan ketek nan ka gadang. Jo kok dicaliak sacaro jujur nak, diukua jo pola rukun Islam sasuai pulo jo sandi dasar hak-hak asasi manusia mako sistem perkawinan urang dulu kurang adil kurang manenggang. Kabebasan wanita alah tapasuang, hak bapak dirampeh mamak urang sumando ndak bapungsi sasuai ungkapan jo kacikak urang sumando baa buliah katumbuah namun sunatullah tatap barlaku. Zaman baputa maso bareda barubah nilai bageser sakali aia gadang sakali tapian baranjak baitu papatah mangatokan. Kini panantuan jodoh di tangan anak, tangguang jawab bapak lah bulek panuah dominasi mamak lah lamo runtuah, baliau hanyo tingga lambang hak sakadar dibari tahu bukan maitam mamutiahkan. Tapi sayang, sayang baribu kali sayang ibaraik maukia talampau rawik, bak baragiah tasorong karuak. Generasi kalian kini lah malampau ukua jo jangko makan tabu jo urek-urek mandabiah manampuang darah. Sudah keterlaluan, nglunjak bahaso Betawinyo. Cobu pikia, dengan alasan hak asasi, kalian malenggang jalan surang mangikuik datak kato hati, biarkan anjing menggonggong namun khafilah jalan terus itu motto nan bapakai. Tapi kamipun ibu jo bapak mampunyai pulo hak asasi, nan kalian lanyau baok lalu. Barulah gapuak bagarundang kubangan raso awak punyo rupo jo loncek di pamatang apokah itu adil?. Bukankah latak ridho Allah diateh ridho urang tuo? Katahuilah nak, mangkonyo sampai sayang bapak inyo sarahkan anak gadihnyo ka tangan pamuda baiak-baiak panyambuang tangan asuhan. Mangkonyo cukuik samparono kasiah mande bakeh si bujang, nyo nak mayakinkan parampuan kapanyiliah badan dirinyo malanjuikkan kasiah tabangkalai. Disinilah cucuanyo curahan rila atau tapaku aliran restu nan manjadi miliak ayah bundo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Santano kalian rompak paga kami apo ka dayo urang tuo baluluah tangih bakaluahkan. Dan baalah jadinyo isuk, jo kok tagunjam dalam ibo hati, takana jariah manggadangkan Tuhan kok berang mambangih “nazubillahi minzallik”. Dek sabab karano itu, supayo nan pai hati nak elok, nan tingga hati nak sanang, kito tarah bagian pangka disisak arah ka ujang, nan tangah samo diambiak. Caro lamo saik salayang caro baru guntiang sasiba, bapilin rila jo maaf sinan tarantang kaadilan. Yaitu, katuju dek urang ka mamakai sasuai jo urang kamamandang, itu rumusnyo. Katuju sajo dek kalian ndak sasuai jo ibu-bapo adolah mungkin pasangkan, sabaliaknyo sasuai bana jo kami ndak katuju dek kalian mustahil bisa dilangsuangkan. Mangkonyo elok nak, barilah-rilah jo mandeh kanduang basuko-suko anak jo bapak sahayun angguak famili, itulah sandi jo pondasi tampek bapijak pangka tiang tunggak nan kokoh rumah tanggo. Lamak kalian nan mamakai sanang hati kami nan mamandang sumarak nampak di nagari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini nak ayah bilang ayah papakan, siapo nan haram dikawini sapanjang hukum syariat Islam, ataupun nan tacacek jo tacalo manurut adat Minangkabau, ado tigo baleh parampuan nan tidak boleh dinikahi. Yaitu, Satu Ibu nan manganduang nan malahiakan tarmasuk ibu dari ibu dan ibu dari ayah atau nenek kanduang. Nan kaduo, anak kanduang tarmasuak cucu dan katurunannyo kabawah. Tigo, dunsanak kanduang bia saibu balain ayah, atau saayah balain ibu. Nan kaampek, dunsanak padusi dari ayah. Nan kalimo, dunsanak padusi dari ibu. Nan kaanam, anak padusi dari dunsanak laki-laki atau anak pisang. Nan katujuah, anak padusi dari dunsanak padusi yaitu kamanakan. Nan kalapan, ibu nan manyusui barikuik ibu dari ibu baliau. Sambilan, dunsanak padusi sasusuan sarato anak cucunyo kabawah. Sapuluah, ibu dari istri atau mintuo, salamonyo ndak buliah. Nan kasabaleh, istri dari anak atau minantu, walaupun lah bacarai. Nan kaduobaleh, anak tiri walaupun ibunyo alah maningga ndak buliah. Nan katigobaleh, dunsanak padusi dari istri kacuali indak dipasumbayankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah itulah urang-urang nan tidak buliah dikawini, di zaman Rasulullah dan sahabat diharamkan juo mangawini para jando Rasulullah pun terlarang mengawini perempuan nan masih dalam iddah. Adopun bagi urang Minangkabau nan baradat basandi syarak, basyarak basandi kitabullah, salain dari urang nan tigo baleh ado pulo urang salapan nan bapantang sapanjang adat. Yaitu satu, urang badunsanak ibu; nan kaduo, badunsanak ayah; nan katigo jando dunsanak kacuali kalau dunsanak lah maningga; nan kaampek jando mamak bia bacarai iduik atau bacarai mati indak buliah; nan kalimo jando panghulu dalam suku aratinyo panghulu awak sandiri; nan kaanam sahabat karib ibu; nan katujuah kiliran subalah manyubalah tu lah dianggap dunsanak; nan kasalapan urang sapasukuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun didalam larang pantangan indaklah samo tiok nagari, ado nan labiah dari salapan. Ado nan buliah sapasukuan asakan panghulu la balain, ado tu. Ado pulo parjanjian duo suku nan tak buliah ambiak maambiak. Atau lain sabagainyo, manuruik paraturan suatu nagari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nantik di suatu maso nak, tibo di janji nan bakarang tibo di padan nan baukua sinan marawa nan baturiah kato buatan batape’i. Waang ka duduak di majlis barado’an jo tuan kari di lingkuang urang nan banyak. Di situ hadir ibu-bapak mamak jo bako handaitolan karib kerabat langkok sugalo nan patuik-patuik urang kaduo balah pihak. Salasai katubah dibacokan mairiang istighfar jo syahadat, mako di dalam bajawek salam ganggam-baganggam samo arek waang pun maucap kabul manjawek ijab calon mintuo ikolah bunyi lafaznyo:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku terima nikahnya dengan mas kawin yang tersebut tunai”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sakalimat ndak buliah putuih sahangok ndak buliah carai. Itulah ikarar janji satia. Itulah panobatan bagi rajo-rajo, itulah pelantikan caro pejabat, SK turun tugas dimulai status awak kini suami komandan di rumah tanggo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sasudah baijab kabul panyarahan tugas jabatan dari mintuo ka minantu lalu dibaco sumpah jabatan nan banamo ta’lil nikah, kanduangan isi di dalamnyo yaitu mambari hak kapado istri mamintak pasah talak satu kalau basuo palanggaran, apo nan dilangga yaitu anam bulan tak pulang-pulang kaba indak barito indak. Nafkah lahia tak dibari nafkah batin tak diagiah ataupun manyaki’i lahia jo batin main tangan sumpah sarapah. Kok ka jo a nyo diluluihkan nyo baia pitih saribu uang iwat tu namonyo mako jatuahlah carai sandirinyo. Mako lah lakek hitam jo nan putiah bateken batando tangan, barulah do’a dibacokan, maamin urang nan hadir maikuik sagalo Malaikat, Allah mandangan dari Ar-Rash. Saibarat malapeh kabalaia, kami nan hadir balirik di dermaga mamandang kalian naiak sampan nan surang lah tagak di nan kodoh, nan surang lah duduak di kamudi sambia badayuang ka subarang. Tangan malambai do’a mambubuang sampailah kalian ka pantai bahagia. Mandapek ampunan ridha Allah rasaki malimpah ruah, anak nan saleh dan saleha Amin, Amin Allahuma Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kok itu tajadi isuak nak, nan paralu ayah ingekkan musti nampakkan parubahan didalam laku jo parangai gaya jo sikap pambawaan. Kapatang awak ramaja kini lah jadi rang dewasa gala pusako lah bapakai. Untuak itu kok mangecek maliek-liek bagarah magak-agak bacaruik sakali jangan. Nampakkan wibawa ka nan ketek samo gadang di baso basi jo nan tuo mulia baistilah. Kalem kecek rang sinan tapi kok ota samakin dareh, ruok ka bubu balabiahan namuah bagaluik di nan rami alun patuik manyandang gala doh. Asa manampak anak gadih nan kamek nan kuniang kuak mato bak alang ka manyemba lidah nyo taulok-ulok tangannyo mangapa-ngapa tandonyo nikah ndak barakaik. Ibaraik urang baliak dari makah koee alun mandapek haji mabrur, jikok pagawai karyawan kurang loyal randah komite marusakkan korp persatuan. Ingeklah awak ko suami urang, masyarakat umum jo lingkungan lah mambao duduak samo randah tagak samo tinggi sa martabat jo pergaulan. Kanalah awak ko minantu urang, kapamenan ka babanggakan, kabacaliak-caliak dari jauah, sadarilah awak ko sumando urang, awak ko baipa bisan, awak ko basangkuik pauik, tenggang nan banyak ka gauik gapai ulah dek miang badan awak. Kok iyo awak calon pamimpin, ka jadi kapalo rumah tanggo. Pahami bana nan ka di pimpin corak tabiat jo parangai watak karakter nan padusi. Tarlabiah dahulu katahuilah tantang riwayat kajadian asa muasa samulonyo, bahwa takalo maso saisuak sangkek Adam surang diri mauni Eden Taman Firdaus, sadang nan lamak-lamak lalok Tuhan patahkan tulang rusuaknyo bagian nan kida paliang bawah, mako tarjadilah Hawa. Baitu Tuhan manarangkan, sacaro filosofi kejiwaan, sifat-sifat padusi indak jauah barubahnyo jo sifat asa kajadian. Tulang rusuak itu panjangnyo sajangka labiah lawehnyo sajari kurang bangunnyo bungkuak salayang, diluruihkan raso tak mungkin dibengkokkan bapantang pantah, lunak-lunak kareh malantiang, sabantuak busua induak panah. Itulah isyarat klisenyo baoan watak parampuan. Inyo kareh tapi mahayuak bak per wajah basusuk inyo pendek tapi lajangnyo jauah malayang, inyo egois, inyo manjo, cengeng, paraso hati, paijok, ingin dilinduangi. Mangko kok lai bapakai sifaik saba malakok jo kasiah sayang pahami kiek manjinak-i mako dibaliak nan lamah lambuik tasimpan daya kakuatan labiah bak bom jo mariam jan dek awak manembakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nan kausah sakali jangan, mamaso jo kakarasan main tangan balapuak lapak main kato manyumpah-nyumpah. Di muko bakcando takuik dihati nio mambarontak, tubuah nyo dapek dipasuang batin tak mungkin di tunduakkan itulah inyo parampuan. Untuak mambuka palang hati nak masuak ka ruang jiwa, ado pitiuah ka dipakai yaitu ampek tagah jo larangan, ampek pulo suruahannyo. Adopun ampek nan terlarang, partamo usah panyabuik padusi lain pambandiang-bandiang jo nan dulu, pacar lamo cewek saisuak kawan samaso bujang-bujang nostalgia sangkek sekolah, usah. Kunci areklah dalam-dalam simpan di gauang lubuak hati bak bunyi sibuah pantun koto ka ciek jo balai belo tigo jo kampuang paninjaiuan usah tabatiak tabarito bialah luluah di ganggaman. Paliang sakik dek ang padusi kalau miliaknyo digaduh-gaduh punyo sarikaik jo nan lain walau bayangan namo sajo, itu ciek. Nan kaduo, usah pamuji bataruih tarang, atau pancacek bakaleperan. Kalau istri disanjuang-sanjuang dipuji bamuko-muko, alamaik ka tinggi gabubunyo bisuak kok lupo jo daratan tibo sombong ongeh takabua, sabaliaknyo nyampang basuo tak katuju nan laia atau nan batin usah dicacek tembak lapeh. Tarumuak bana pikirannyo datang lah minder randah diri bak ayam kalah jo sabuang. Tapi kok manyanjuang salayang sajo ijan bakasan sambuang paran kok mancacek maagak-agak jo sindia lalu karundiang lapia baliau sambia galak, tu. Nah nan katigo, usah palecehkan di muko rami, ko no lah dakek dipabisan sabagai misal jo umpamo dikatokan pajako tinggi rasakiee ko mah sajak babaua udi taruih galeh susuik jua bali kandua raso tabali kabau punco. Ndak buliah tu nak, ndak buliah. Kalaulah awak marandahkan urang lalu sato malanyau, jatuah merek kabua raginyo sadangkan masih kadipakai laki nan pandia kecek urang. Nan kaampek, usah ringan tangan, iko nan paliang ayah bandi ko. Sajak sahari dalam rahim taruih manganduang malahiakan induaknyo taseso siang malam bapaknyo marasai cari makan kini lah gadang gadih rancak diagiahkan nyo elok-elok tibo dek awak dilampangi, biadap. Ang tau, inyo tu banyak nan punyo tu, salain dari mandeh jo bapak inyo tu punyo kaumnyo, inyo tu punyo negara, inyo tu punyo Tuhan Allah. Lamak-lamak sajo manangani, taroklah dosonya ndak taampunkan, ulahnyo malampau bateh, ndak mungkin tabantuak lai sarahkan baliak ka bapaknyo, pulangkan mandat kanan punyo. Tapi usah disakik-i urang, ijan dilampang-lampang anak urang, sabab istri bukanlah hewan nan tahan pukua tapi manusia nan tahan kieh, ingek tu dek ang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamudian nan dari pado itu, adopun ampek nan basuruah. Partamo, turun tangan kalau nyo sasak. Antaro suami di satu pihak dengan istri di pihak lain, lah batantu bidang karajo lah nyato tugas surang-surang. Suami mencari nafkah, nan jauah kadiampiakan, nan tidak kadiadokan, batenggang usaho jo kalakah. Istri mauruih rumah, mamasakkan barang nan matah, manyusun, maatok jo maatun, mambagi, maagak, maagiahkan. Mako tagaklah di kakok masiang-masiang, usah sarupo gotong royong kian gamak kumari kaca, nan papa mancingok paja, nan mama mangapiang kayu, jaan tu. sumbang jo jangga dipandangi. Akan tetapi, nyampang istri kurang sehat, lamah-lamah baru basalin atau karajo talampau sibuk bangkalainyo duo jo tigo, cucian sadang batumpuak, nasi lah patuik di kadangi, samba anguih, tareka iduik, paja nan ketek digendongkan uni nyo gilo maranyah, nan tuo mintak jajan, apaknyo manonton tipi itu namonyo bapak mada. Saat-saat ndak bak nantun nak, kito mustilah turun tangan tanggulangi apo nan mungkin paliang kurang manyapu-nyapu manggiliang lado ndak salah manyuci piriang patuik sajo apolai manggosok manareka prihatinlah jo bini awak, payah jadi rang padusi tu. Aa iko ciek lai, alah manjadi kodrat alam nak, kok istri mulai manganduang banyak lah tingkah jo parangai barubah sifaik sakutiko ulah cando babuek-buek kadang-kadang katonyo awak busuak, manjajok satangah mati, ado kalonyo sayang bakalabiahan ndak buliah kalua rumah, kandaknyo tak masuak aka, tangah malam mintak es krim, taragak jo ampiang dadiah kama dicari di jakarta, alah musim mintak durian susu kudo tolong carikan minyak bensin bajilek-jilek, pendeknyo macam-macamlah parangainyo. Nyampang basuo nan baitu nak, musti saba yo nak, saba. Itu ujian calon ayah tu, bak palonco di mahasiswa mamutuih silek jo pandeka. Makonyo ayah ingekkan, usah batangka basiarak, kok non baganyi jo bacarai karano urusan tetek bengek. Patah kamuniang junjuang siriah, jelo-bajelo kailaman, sapatah kaji basalisiah usahlah surau ditinggakan. Nan katigo, aja bagaua jo ipa bisan, suruah inyo bamasyarakat, jarang bana urang nan mampu marukunkan istri jo mandehnyo. Itu sababnyo timbua kacikak kahandai-handai di tapian katonyo antaro induak jo bini urang jo batin basumbaean. Apo sababnyo, sababnyo karano mereka nan baduo raso samiliak samo punyo barabuik kasiah diri awak, hak ibu raso talenggang dek tibo padusi lain padohal inyo nan manggadangkan. Istripun raso mamiliak-i. Sacaro hukum jo syarak sapanjang adat jo undang, suami hak dek istrinyo indak siapo ka mamisah. Kaduonyo batua, kini satu daerah duo tuan surang kasiah nan ciek sayang ibu ingin maatur anak istri mandeen mangapalo baenjo-enjo kaduonyo. Iyokan kecek rang gaek, batabua-tabua laki-bini diacuahkan amai paja durako ka mandeh kanduang ndak ciek jo nan ka elok. Mako ayah ingekkan pandai-pandai jadi gubalo nak, usah kandua tagang salapik paharek pilin silaturahim. Di aja makan sadaun tapi usah sakandangkan, ma’ananyo adil-adil tagak di tangah jan oleang bapindirian pakaikan sifaik bijaksano adokan pendekatan psikologis ratangkan jambatan batiniah, hanyo usah talampau kareh kok non pulo iduik sarumah, arek-arek lungga mangkonyo elok. Nah caro baipa jo babisan, biasokan jalang manjalang, tanamkan raso ukhwah sahinggo hilang kacimburuan terwujud keserasian dalam keluarga besar ipa-bisan. Nak nyo batumbuah kapandaian batambah pangalamannyo, istri diaja bamasyarakaik apo kok itu darmawanita, di PKK, di perkumpulan, di pengajian majlis ta’lim atau di kegiatan olah raga di arisan di julo-julo, pendeknyo asalkan basifaik positif palapeh. Tantu sajo dimonitor dari jauah jan kumat panyakik induak-induak. Aa panyakik induak-induak, partamo bajoak, batandiang lagak, nan kaduo bagunjiang mancukia urang. Dek asik ota ka ota lupo tugas di rumah tanggo, tapaso makan kalapau sinan bamulai basisangek, hati-hati nak. Lah, aa iko nan panghabisan nan kaampek bakato baiyo bajalan bamulah pakaikan sifaik musyawarah, walaupun awak pamimpin kecek awak, pucuak bulek di rumah tanggo bisa maitam mamutiahkan tapi indak buliah bakato surang mandeen bahati ciek, jangan. Mamakan usah mahabiahkan, manabang indak buliah marabahkan. Diktator awak tu namonyo, sadangkan adat bawasiat, nak tuah kato sapakaik, cilako kaji baselang. Syarakpun ado manyuruah, “syura bainahum” bermusyawarahlah antara kalian, itulah inyo demokrasi caro negara baiyo-iyo bahaso awak disinan rahmat ka turun. Apopun langkah ka ditampuah, rencana proyek gadang soal rumah soal usaho, atau urusan ketek-ketek mamiliah warno kain saruang, umpamonyo. Sadonyo musti jo mufakaik jo musyawarah. Nyampang putusan lah diambiak dek awak nan tau masalahnyo. Atau dek sifatnyo darurat musti diambiak kasimpulan, musyawarahpun paralu walau sakadarn formalitas. Saindak-indaknyo mambari tahu. Bahkan, bahkan kok anak kalaulah gadang wajib diajak bamufakaik usah dibaok lalu sajo. Insya Allah nak, kok nan ampek tagah lai tainda, ampek suruah lai tapakai, lidah masin kato badanga wibawa tumbuah di keluarga suami teladan kecek urang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baitulah nak, dek hari lah laruik juo. Ayah tak lamo ka mangecek lah hampia tibo di jangkoan jam habih kutiko sampai rundiang usai di caro tamaik surah baranti nyo lai. Tapi sabalun bakasudahan terakhir ayah ingekkan adopun laki-laki di tanah Minang, mamikua banyak tangguang jawab, disampiang istri jo anak-anak, ado dunsanak kamanakan, sarato bakaum famili, taruih bakampuang bahalaman. Basuo dalam pantun papatah, kaluak paku asam balimbiang, timpuruang lenggang-lenggangkan, dibaok nak rang saruaso, anak dipangku kamanakan dibimbiang, urang kampuang dipatenggangkan, tenggang nagari jan binaso. Aratinyo, samantaro mauruih rumah tanggo nan mutlak wajib paralu kito dituntuik sacaro moral mambela dunsanak kamanakan, bahkan sacaro materil kalau kaadaan nan mangandak-i. Masyarakatpun disambiakan nak, caro balabuah batapian, caro bakampuang banagari, urusan sosial jo lingkungan, usah awak nak iduik surang, usah. Asa lai beres anak bini, urusan urang masa bodo. Dusanak marando tak diuruih rang gaek tarlantar tak piduli alek urang indak dituruik kamatian pantang manjanguak. Gotong royong sakali haram jangan nak. Usah, ayah tak suko tantang itu, singkek langkah sampik bakisa kucuiklah bumi alam nangko, tibo giliran waang susah langau ijau tak ka mangarongong, pitih nan indak laku lai picayolah ka ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satantang diri badan ayah, usah dihirau dikhayakan salagi bagarak tulang nangko alun kamakan rumpuik ragek kalian nan indak dibabani. Namun, kok umua singkek capek baminto ayah bapulang labiah dulu, amak ang ameik dicayahkan itu pitaruah dari ayah tu. Kok waang nak tau juo nak, tigo puluah tahun kami babahua banyaklah tangih dari galak, rintang jo bansaik nang ko juo dek senjang kumari sayuik dunia urang indak tabandiang. Balahia manapi-napi, katangah takuik jo galombang, jo tangan kami bakayuah nak, abiah sampan ganti jo upiah, sampai lah kalian di sumbarang. Walau baitu panangguangan saseyuik baliau tak mangaluah, sadaceh indak panyasalan. Ayah pun manenggang lahia batin lalu ta darek jo tahariak alun tajantiak sasek tangan ko nan hati nyo tasaki’i, demi Allah alun pernah. Dek sabab karano itu bela amak ang sampai-sampai uruih jo jari nan sapuluh haram rilah ayah tak rila dunia akhirat haram tak izin nyampang kasiah basarayokan di panji jompo inyo bagaluang, awas waang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iko nan panghabisan nak, tutua habih kalimaik sudah rundiang indak barulang lai, dangalah sabuah nangko. Yaitu, kok tasabuik hiduik ka mati tabayang nasib di akhirat, cameh tibo gamang pun datang antah kabaa kok isuaknyo. Lorong di badan ayah tapek bak pantun-pantun urang, maninjau di lingkuang bukik tampak nan dari puncak lawang di dunia bansaik malilik ka mati amalan kurang. Sapanjang kaji nan badanga hadis nan saiah dari Nabi kok sampik mungkin malapangi barek kok lai maringankan, hanyo tigo nan ka manolong nak. Manolah jinih nan tigo, partamo sadakah jariah, kaduo ilmu nan bermanfaat, katigo doa anak nan salihah. Dek seso sapanjang hari indak talakik basidakah untuak kalian sajo tak cukuik konon mangana urang lain. Tasabuik ilmu nan baajakan itu nan jauah sarik bana, sikola tangguang mangapalang mangaji tak sampai katam, pangalaman bakurang-kurang. Antah kok lai nan katigo nak, do’a kalian nan baarokan kok buliah pintak jo pinto sakadar sataguak aia pangipeh angek di kubua tanyo kok lai tapalapeh, kirimi do’a sapatagak. Apolah lafaz do’anyo waang kan alah tau juo. Rabbighfirli wali walidayya warhamhuma kama rabbayani saghira “Ya Allah ya Tuhan ku, ampunilah dosa-dosa ku, ampunilah kedua orang tua ku dan sayangilah mereka sebagaimana mereka telah menyayangiku sewaktu aku kecil”. Tolong yo nak, tolong ciek nan tu lah pintak ayah, nan lain kalian tak barutang ridha jo maaf pamanuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah sakian sajolah, disiko sayok patah tabang baranti, paelang marapek di kualo pasan cukuik wasiat sampai pitaruah sagitu sajo tiang dek anak maaf-maafkan. Wassalamu’alaikum Wr.Wb&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1206286292497532260-7603596682301558829?l=suheimi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suheimi.blogspot.com/feeds/7603596682301558829/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1206286292497532260&amp;postID=7603596682301558829&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/7603596682301558829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/7603596682301558829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suheimi.blogspot.com/2007/06/pituah-ayah-2.html' title='PITUAH AYAH 2'/><author><name>dr. H. K.Suheimi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06701488229250303571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1206286292497532260.post-2134075627233311583</id><published>2007-06-03T23:00:00.000+07:00</published><updated>2007-06-04T02:02:46.335+07:00</updated><title type='text'>PITARUAH AYAH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mempersembahkan sebuah bidaran minang, berjudul “Pitaruah Ayah”. Disusun dan disampaikan sendiri oleh Angku Yus Datuak Parpatiah. Pesan-pesan kaset ini khusus diperuntukkan buat anak kemenakan-ku, generasi remaja Minang Kabau, semoga ada manfaatnya. Harapan kami, atas segala kekhilafan dan kekurangan mohon diberi maaf yang sebesar-besarnya. Terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillahirahmanirrahim&lt;br /&gt;“Rabbish srahli sadri wayasirli amri wahlul u’k datam millisani yaf kahu kauli.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O… nak kanduang sibirang tulang, buah hati limpo bakuruang, ubek jariah palarai damam, sidingin tampa di kapalo. Kamari-mari molah duduak, ado rundiang ayah Sampaikan.&lt;br /&gt;Kalau diliek dipandangi nak, dicaliak umua nan tapakai, badan Ayah baransua tuo, kini manjalang anam puluah. Hari patang mantari turun, awan di barat merah sago, malam nan tidak lamo lai. Nyampang tibo saruan Allah, aja sampai capek paminto umua alah tibo dijangkauan. Tabuah digoa tigo-tigo, badan baganjua baliak pulang katampek asa mulo jadi suruik ka tanah nan sabingkah. Badarun aia pamandian, ba lasia bunyi cabiak kapan, dikocong dikabek limo, cukuik satanggi jo aia bungo. Bararak tandu ka surau, tibo di surau dibujuakan, mairiang shalat ampek takbir. Kini manuju ka pusaro, iyo ka pandam pakuburan. Tagolek di liang lahat, tanah sakapa bapakalang, mahereang mahadok ka kiblat, dibateh papan nan sahalai. Badaro tanah panimbunan, tatagak mejan nan duo, manyalo ciluang hitam, do’a dibaco panghabisan. Tujuah langakah mayik di kubua, nak datang malaikaik pai batanyo. Tapi jangankan tanyo ka tajawab, usaha ndak hawa katabandiang, utang ke anak nan takana, kasiah tagaiang alun sampai.&lt;br /&gt;Jo kok basuo nan bak nantun nak, taradok pusako ka bajawek ataupun warih ka di baia, usah diarok dari ayah. Sabab baalah baitu, salamo dunia di tunggu, Ayah diseso parasaian, gilo diarak-arak untuang. Tapi kaganti ameh, bak di urang timbalam, pitih nan babilang, hanyo pitaruah batinggakan, banamo pitaruah Ayah. Itulah tando kasiah sayang, utang nan nyato pado anak, kini ayah lansaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dangakan molah anak kanduang, simakkan bana nyato-nyato. Satitiak usah lupokan, sabarih janganlah hilang, ganggam arek, paciak tantaguah. Siang ambiaklah ka patungkek, kok malam jadikan suluah pidoman patang jo pagi.&lt;br /&gt;Takalo maso dulunyo, awal mulonyo san kalahia, bundo di dalam pasawangan sadang dilamun-lamun ombak, angin badai, lauik manggilo, kilek patuih hujan basabuang, kalam nan bukan alang-alang. Lua ke Allah, bagantuang indak kamano ka manggapai. Dek lamo lambek badayuang, sapueh-pueh panangguangan sampailah juo di Kualo. Tali turun sauh dibuang, kapa marapek di tapian balabuah surang pasisianyo. Sawajah kapado urang nantun nak, mandi darah sakujua badan, kakinyo malajang-lajang, taganggam tangan nan duo, bunyi pakiak sapanuah kampuang cando pandeka dapek lawan. O . . . buyuang, kok ang nak tahu, itulah anak manusia nan lahia ka bumi Allah nangko lahia sarato jo untuangnyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adopun tujuan jo mukasuiknyo, mangko jo darah samo tibo, sirah hati pakek panganan lambang barani, lahia batin indak manaruah gamang-takuik. Mangapa tangan suok kida mandongkak, manyipak-nyipak, itu ma’ana urang bagak, medan galanggang nan nyo hadang cakak nan tidak kunjuang damai. Pakiak bukan sumbarang pakiak, sorak kumando dilewatkan ibaraik badia jo mariam, tando nagari dalam parang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mako pado hakikatnyo nak, hiduik adolah perjuangan dan satiok perjuangan bakandak manang. Kamanangan janjang ka istana manuju kirisi di partuan. Sasungguahnyo manusia adolah rajo, badaulat di muko bumi Allah bana nan manobatkan, “Inni ja’ilu fil ardhi khalifah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuak itu Ayah pasankan nak, usah manjadi rajo kalah. Nan bajalan manakua-nakua. Mangecek tatagun-tagun, hilang banso punah martabat. Manambah gantang tatanakkan, manyamak dalam nagari. Kalau Waang nak tau juo nak, iduik nangko indaklah lamo, dunia hanyo sakijok mato. Caliaklah contoh jo ibaraik, maso laia di songsong abang, mati di anta dek sumbayang. Antaro abang jo sumbayang, sinan kamat dibacokan hinggo itulah jatah umua. Bakato Muhammad Iqbal, apolah kato dek baliau:&lt;br /&gt;“Umur bukan ukuran masa, hidup tidak takaran zaman, sehari singa di rimba, seribu tahun bagi si domba”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma’ana manjadi singo nak, bukan manggadang bakato darek bakitabullah di tangan, kandak badannyo awak surang. Indak nak, bukan baitu filsafahnyo, tapi bialah satahun jaguang, pagunokan maso nan pendek, bapacu marabuik buko mambuek amal kabaikan. Baguno ka diri surang, tapakai di masyarakat, manfaat salingkuang alam. Untuak apo panjang bajelo, hinggo batungkek saluang api, kalau awak kiliran tangan masak lacuik, makan parentah. Kok kunun pulo, kuma bamiang manggata di dalam kampuang, cilako hiduik tu namonyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salampiah nan dari pado itu, umua bukan sabateh kubua, hiduik bukan salacuik abiah. Tapi adoh hiduik sasudah hiduik. Panjang nan tidak kaujuangan nak. Itulah hiduik di akhirat, kamari tujuan sabananyo. Takalo insan di alam roh, janji-lah sudah tapabuek, patimbang muluik dengan Allah, makhluk kata An-Khalik nyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kito mamaciak tali kamba nak, usah kandua tagang salampiah, dunia akhirat satimbangan. Nyampang kok putuih kaduonyo sinan tahanyuik handam karam. Kini di rintang angan-angan, isuak diseso panyasalan. Di dunia rintang jo ratok, di akhirat gilo jo gagau, kalamlah jalan ka sarugo. Mangana sakah nan bak kian nak, Ayah bapasan, bawasiat, rantangkan banang ka langik, hubuangkan diri jo Tuhan. Jalin kulindan ateh bumi, paharek buhua jo manusia. “Hablum minallah wa hamblum minannas”. Itulah cancangan duo sagarajai, kapa nan duo salabuahan, samo dek awak kaduonyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mano nak kanduang jo nyo Ayah, ijanklah bosan mandangakan, mangecek indak ka lamo, taga dek seso manyimpannyo. Jikok anak taruih mamandang, simak jo daliah mato batin. Adopun tubuah manusia tarbangun dari tigo rungo. Partamo, runggo diateh, kaduo runggo di tangah, katigo runggo di bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nan dimukasuik jo runggo ateh, iolah ruang di kapalo, bakandak isi pangatahuan, ibaraik dinamo masin kapa, ulu tanago baliang-baliang, pambalah aia di lauik-tan. Tasabuik runggo di tangah, yaitu dado rumpun hati, sangka iman lubuak agamo, ikolah pidoman juru mudi, kaganti kompas di nan kodoh. Jan sampai sasek palayaran, hilang tujuan tanah tapi. Salorong runggo do bawah nak, paruik nan mintak dikanyangkan, umpamo parka tampek barang. Tansano muatan kosong alamaik oleang jalan kapa, dihampeh ombak jo galombang, manantang karam tak batumpang. Atau kalaulah buliah Ayah misalkan kapado alam Minang Kabau tardiri dari tigo luhak. Partamo, luhak nan tuo. Lambang kuciang warnanyo kuniang. Kuciang itu binatang lihai, tinggi pangaruah, berwibawa. Kuniang tando kamanangan. Tujuannyo, urang cadiak adi kuasa, sumber ilmu pangatahuan, “Sains Tekhnologi” kato rang kini. Kaduo, luhak nan tangah. Simbol sirah harimau campo, barani karano bana, hukumpun tidak makan bandiang banamo parentah syarak. Calak alah tajam pun ado, tingga dek bawa manyampaikan. Adaik alah syarak pun ado, tingga dek awak mamakaikan, moral, spiritual, istilah baru. Nan katigo, luhak nan bungsu. Corak hitam lambangnyo kambiang, rila jo saba bausaho, rumpuik nan indak pantang daun, dek padi mangko manjadi, dek ameh mangkonyo kamek. Mangecek iyo jo pitih, bajalan tantu jo kain, karajo tantu jo nasi, ekonomi baso canggihnyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah tadi sahalai pilin tigo, tungku tigo sajarangan. Kok waang nak samparono nak, manjadi urang baharago. Sajundun jasmani jo rohani, dunia dapek akhirat buliah. Mako sarek-kan kapalo jo pangatahuan, panuahkan dado jo ugamo, gasaklah paruik jo harato.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ateh tungku nan tigo, sinan tajarang kahidupan, masak hakikat manusia insan nan kamil sabatangnyo. Tapi usah senjang, barek subalah nak, rumik naraco manimbangnyo. Kok cadiak sajo dibanggakan, hiduik bansaik tangan di bawah, tagigik lidah bapituah. Ameh hurai nan Ang sambuakan Yuang, loyanglah juo kecek urang. Tapek bak bunyi buah pantun, kok rintiak bana kalodeta, lakek talilik di kapalo, kok cadiak bana kalau suka, kecek timpik di nan kayo. Baitupun awak binguang, maraso cadiak, kecek indak bakarunciangan. Disangko pitih pasak lidah, sombong takabua muaronyo. Gekang-bagekang siliah rarek, indak tau tampuak lah layua, lonjak-balonjak labu anyuik, isi gaja, ampo di dalam mahajan, tuah tarnamokan. Di baliak nan dari pado itu nak, kok di ateh isilah panuah, cadiak alah pandai pun inyo, nan di bawah muatan sarek, pitian sambua, bando malimpah. Tapi pasak ditangahnyo lungga, iman goyang, agamo tipih, hilang pidoman kapa basi. Andaknyo, kok kayo suko dmakan, ringan tangan manolong urang, rajin bazakaik, basidakah. Kok tumbuah awak urang cadiak, kusuik sato-lah manyalasaikan, karuah baringan mampajaniah. Maha cacek murah nasihat. Sinan nagari mako aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mako dari itu nak, satiok kakok ka diawai, rundiang sapatah ka disabuik. Bulek lah bana kato hati, sasuai dalam kiro-kiro, naiak-kan dulu ka daraik, caliak timbangan hukum syarak lai kok dalam ridha Allah. Itulah naraco nan tak paliang nak sarato bungkah nan piawai, indak mangicuah salamonyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak kanduang balahan nyao, jarek samato Ayah-Bundo putuih tak jo-aa ka diuleh, sapihak ka b adan diri Ayah, urang nan bukan cadiak pandai, ilmu kurang sikola tangguang, mangaji tak sampai katam, rumik lah Ayah babarito. Ndak mungkin si bisu ka banyanyi, mustahil si lumpuah ka manari, baa rang buto ka mambimbiang. Hanyo dek sungguah rajin manyimak dari alam dapek baguru di sinan tibo pangajian. Mari kito cari rasionyo. Dibalun sabalun kuku, dikambang saleba alam, alam takambang jadi guru, bumi jo langik ado di dalam. Kini nak Ayah curai Ayah papakan, tuah cilako nan talukih, dicaliak jo mato batin, diambiak ka ujuik paham sinan tasaiah ma’ananyo. Ado ampek suruhan, ampek tagah nak. Nan partamo iduiklah bak rumpun aua, usah dicontoh bak tibarau. Nan kaduo, tiru baringin tangah padang, jauahkan sifaik bak kiambang. Nan katigo, simaklah anau dalam rimbo, pantangkan jadi bio-bio. Dan nan kaampek, jadilah sarupo paku, ijan saroman jo binalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baa kakanyo rumpun aua, tapuntalang buluah bambu, nyampang tumbuah hitam tapi lereang tanah suko, tabiang mamuji. Kok indak lah urek nan mangungkuang taban bandaro sadionyo. Bukik pun indak taseso, lurah di bawah talinduangan, gagang manjelo dapek junjuang, maso rabuang carian urang, kok gadang banyak manfaat, lah tuo paguno juo. Baitu sifat ka dipakai nak. Dimanapun bumi dipijak, bila di kampung atau di rantau mambao rahmat ka rang banyak. Pandai-pandai jo masyarakat, tau-tau manenggang raso usah pamaha takuik rugi. Kok mangecek ma’agak-agak, pikiakan tiok ka bakato, tapi usah katokan nan tapikia. Sabab luko di pisau tampak darah, nak duo tigo taweh panawa, sanang nan tidak tampak bakeh, tapi luko di lidah sulik ubeknyo mandanyuik ka ubun-ubun, manggaga ka rantai hati. Di lua mungkin tak bakasan, di dalam manaruah kasam. Nan bak kain dimakan nyangek, lipek patahnyo tak barubah, dikambang nyanyai tiok ragi. Bak kato-kato rang tuo ko’ee “kaki tataruang inai badahannyo, muluik tun taloncek ameh tantangannyo”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salain nan dari pado itu, satinggi-satinggi batang batuang, pucuaknyo runduak ka bawah, manyilau bumi tampek tumbuah, guno nan tidak talupokan, sambia babisiak bakeh rabuang kok sampai kalian gadang isuak usah lupokan jaso tanah, tau mambaleh budi baiak. Lamahnyo pulo kadikatokan, maliuak di puta angin, manggerai dipupuik ribuik. Bak cando-cando ka tumbang, jangan ka patah ratak tido. Tapi tibo tapaso inyo kareh bisa malantiang ka udaro indak siapo ka manahan. Satiok rueh basambilu, tiok buku bamatang pulo langkok jo duri jo miangnyo, namun tabungkuih dalam kalupak, dari lua tak nampak rupo. Aratinyo, samantang awak diateh, usah pan-den palabiak dado kujua takabua tu namonyo. Balarang bana jo ugamo nak, tacacek sapanjang adaik. Urang iduik banyak batuah, urang mati banyak kiramaik. Lauik sati rantau babego taluaknyo baranjau pulo. Ikhlas-ikhlas kalau manolong, suko-suko kalau baragiah mahamun sakali jangan. Sabaliaknyo, usah palupokan jaso urang, walau sahaluih bijo bayam, gadang faedah manfaatnyo, pamaaf saba jo rilah habiskan dandam kasumat. Bia urang baniat buruak awak babudi baiak juo. Pakaikan bana tu nak kanduang, usah dicayah dilengahkan, itu tantang buluah jo bambu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ba’alah pulo jo tibarau. Cubo Ang danga Ang simakkan nak dapek paham hakimahnyo. Iduik tibarau barumpun-rumpun, batangnyo barueh-rueh, badaun panjang bakalupak. Kalau dipandang dari jauah, saroman bana bantuak tabu. Tapi di mamah ramba raia raso amba indak batantu, pangicuah gadang kironyo. Tarau ketek sabantuak jaguang, disilau indak babuah, bungo sahalai tak manaruah. Kalau-inyo tumbuah di lereang atau di tanah katinggian sinan tabukak rasionyo. Barambuih angin ka mudiak, tibarau madok ka mudiak, kok bakisa arah ka ilia inyo baputa kian pulo. Nyampang ditumpu dari ateh, lah sato maangguak-angguak urang diam inyo marumuak. Kian iyo, kamari iyo, lawan jo kawan samo iyo. Pendeknyo sagalo iyo, indak ado nan tidak iyo. Tibo Golkar lah masuak Golkar, urang P-3 inyo P-3, kampanye PDI paliang di muko, indak bapendirian. Aa kasudahannyo jadi anti mambungkuak, masuak karanjang tak baetong, kok pai indak manukuak, pulang indak maluahi, arago bara diri awak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam bahaso nasional tapeklah kok dikatokan bahwa inilah lambang kepalsuan, penuh kepura-puraan tanpa motivasi dan munafik sulit dipercaya. Awak ko musti jujur Nak, kok indak katokan indak kok lai tunjuakkan lai, usah takah-takah spuluik alun ditanak lah badarai, manipu diri sendiri. Lagak bak cando urang kayo, mangecek pantang di bawah, baa jeneang baa lah mantiak perak basapuah dijarinyo, sarawa bagantiak juo. Padohal baju basalang balagakkan yuang, tiok kalapau tiok utang cah bon, cah pinjaman, sakali indak babayaran, ditunggu urang diariaknyo. Anak cacak tabang ka benteang, tibo di benteang makan padi, awak rancak putiah, celeang diresek saku tak barisi. Jauahkan bana nan bak nantun nak. Hongeh kecek urang kampuang, bagunjiang urang suok kida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ado pulo nan sok urang cadiak, manggaleh inyo nan santiang, impor ekspor buah tutua-nyo, bursa efek nan tau bana. Baisuak kawan disantuangnyo (heh…). Jo ugamo inyo nan paham, nak musarab Mantiak Maani tafsir khazen Imam Ghazali, kasurau tiok hari rayo. Jo politik tau daulu sajak nan dari orde baru, soal KBJ pembangunan sampai ke Irak ke Bosnia, ulu nuklir tanago atom Amerika, Asean juo (heh …). Awak bagak jo aruh balai, sihia jo gayuang ilmu batin, kungfu, karate, silek tuo sadonyo putuih dek baliau, di garegak lai basunguik nyo. Kok ota soal baguru pulo, anjiangnyo paliang batuah, lupak gerai nan hitam kulik, dado lapang jangkia tagantuang, pilang-pilang bapaneh pulo, sambilan bukik kajarannyo, kakandiak kakijang lamo, lah tigo liang kanai saiang, kabangkai sakali balun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baitupun nak, ado mangaku santiang jo adat, pantun papatah mahia bana luhak tigo larek nan duo, kato ampek undang duo baleh, pacahan undang duo puluah. Dima-alek inyo lah nampak, kamek manitah pasambahan, ayam kinantan di galanggang. Tapi parangan bacilapuik, tibo kusuik maenjo-enjo, datang karuah maundak-undang, barundiang nak manang surang, mufakat pantang mangalah, bakato indak baistilah. Nan sahandak sabuliahnyo nak, kok iyo awak urang cadiak, cadiaknyo bisa tapakai. Kok awak urang indak tahu usah bapurak-purak tahu. Ikolah nan di katokan dek konghuchu “Orang yang paling bodoh ialah orang yang tidak tahu bahwa dia tidak tahu”. Urang nan tahu baraso inyo indak tahu iko bisa dibari tahu, tapi nan susah nak, indak sadar kalau inyo pandia, aa iko panyakik abih ubek tunggu mananti aja-lu lah, sifaik cadiak tak dapek dituruikkan, bodoh tak bisa diajari. Itulah sifaik cilako, buangkan bana jauah-jauah nak, usah ditiru dituladan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aa kini caliaklah pulo kayu gadang, baringin di tangah padang. Baurek cukam ka tanah, jauah taunjam ka pitalo, panuahlah bumi di rumpunnyo. Dek gampo indak tabukek-kan, dek badai alun ka ta-oleang, ko-no lah goyang manilalu. Taguah jo pandirian, istiqamah dengan tauhid, beprinsip tegar dan kokoh. Kalau yakin tumbuah dipaham, sajangka duduak tak bakisa, satampok tagak tak bapayuang, walau baalah bujuak rayu, haram kuniang karano kunyik pantang lamak ulah dek santan. Rugi jo pitih ndak ditumang nak, jariah payah pasa biaso, tapi jaan diago martabat urang. Lompek-salompek ambua tibo indak baserap kato duo, tak iduik mati pun jadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kayu baringin bapucuak cewang ka langik, tinggi malepai awan biru, pidoman musafir lalu. Daun rimbun buliah bataduah, bakeh balinduang kaujanan, paneh kaganti payuang panji, ureknyo tampek baselo, batang nan gadang kasandaran, dahan nan rampak ka bagantuang. Aratinyo panutan di masyarakat, cadiak ka bakeh rang batanyo, kayo-ka tampek rang batenggang, bagak tumpuan ka mangadu. Satitiak katonyo di lauiktan, garak dibari jadi contoh, sifat ka suri jo tuladan, sumarak urang di nagari. Perduli dnegan lingkungan, baitu ungkapan maso kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguahpun beringin tinggi manjulang, tapi tingginyo manungawi bukan maimpok nan dibawah. Walau gadangnyo tabirumbun, gadang manenggang ka nan ketek, urang nan indak takuik talendo. Itulah sifaik pamimpin nak, samantang bapisau tajam indak sumbarang dirawikkan doh, jikok manembak baalamat jaleh sasaran makan pelor. Tapi kalau daram atteh lah nyo kabawah, karusuak siku bamain kamuko manggadang sipak, atau lah runciang juo nan barawik, lah nyato lurah tak babatu, marasau sajo dari ateh, bukanlah sifaik dek baringin nak. Ingeklah apo bilo kayu lah rabah, baa bana lah kagadangnyo, batang lapuak daun karegek usah diarok ka bapucuak, antah tindawan ka bungonyo. Tuah nan lamo ilang lalek jo loncek-loncek ka batonggok urang mancibia bakuliliang tangguang lah doso salamoko. Pahamkan bana tu Nak kanduang, ubek makan pantangan dikana jauah bala jo panyakik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nan kaji baringin tangah padang, baa pulo nasib kiambang. Jikok kiambang ka dibaco itulah samalang-malang untuang nak. Iduik nyo manyisiah-nyiah kok ingok manapi-napi, katangah takuik dek galombang. Lai baurek indak cukam, tajuntai kapalang turun. Walaupun tumbuah di aia tapi tarandam-randam nyo tak basah, tarapuang-rapuang nyo tak anyuik. Biduak lalu awak basibak, dek angin badan batundo, kok kunun riak mahampehkan. Kiambang adolah simbol manusia rapuah, lamah darah bamental loyo. Sadangkan iduik ko parsainga nak, parang ganas medannyo kejam, tekad mambantu nan partamo, mansiu nan kaduo. Ragu-ragu dalam basikap bimbang satiok kaputusan, alamaik awak mati, satokok lah kalah sabalun parang. Urang panggamang mati jatuah nak, urang pandingin mati anyuik, takuik jo bayang-bayang surang. Dek sabab karano itu, yakin-yakin jo pandirian. Jaan bak payuang tagajai pasak co alang-alang lamah bingkai, sasiuik angin mandatang sasambua rinai manimpo awak lah kucuik mati aka. Tapi naiakkan panji-panji Ang yuang, bangkikkan Nur Muhammad kipehlah baro tungku batin. Sakali masuak ka galanggang, pantangkan babaliak pulang. Patah sayok batungkek paruah, lagu nan usah tabangkalai, cilako ayam disabuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jikok sapancuang alun putuih kalau salangkah indak sampai, kini gagal bisuak ulangi. Dibaliak-baliak ba-mamanggang baru nyo masak lua dalam, diulang-ulang bak manyapuah sinan tatampak mangileknyo, sabab “kegagalan adalah sukses yang tertunda” baitu kecek cadiak pandai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simaklah pulo anau jo rimbo nak, tumbuah tak rago urang tanam barabuik sigaek nak mamanjek indak suatu nan tabuang. Batangnyo manganduang sagu, makanan urang sa nagari jo kudo-kudo malamakkan, ruyuang diambiak ka pincuran, kok dikabuang dibalah-balah, elok ka kasau jo kalantai, ka paga nan rancak bana. Daun nan tou jadi atok nan pucuak ka daun rokok lidih disusun jadi sapu. Ijuaknyo elok ka tali, saga pun banyak kagunoan. Buah lamak nirunyo manih. Dimasak jadilah gulo, diparam tuak namonyo, kok rasan itulah cuko. Sampai-pun ka miang palapahnyo, tapakai ka rauak api, sabalun datang Kewe jo Ronsul jatuih dakek urang namokan. Sungguahpun awak urang batuah banso anau indak takabua sifaik sombong jauah sakali. Tagaknyo manjauah-jauah, indak mamiliah tampek tumbuah, di bukik, di lurah dalam, di nan lereang atau nan data. Bia di gurun tanah lakuang inyo basanang hati juo. Daun nyo ndak rampak bana, kok gugua salero tuo, jatuah barungguak ka rumpunnyo, indak tagaduah kiri-kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Santano manusia mancontoh anau nak, batang sampia namo asiangnyo. Pastilah, nagari aman kampuang santoso gemah ripah loh jenawi, barek lurah tanam manjadi. Itulah masyarkat nan adil makmur, di bawah ampun ridha Allah. Mako tacapailah nagari nan “baghdatun tayyibatun warabun ghafur”. Sabab baalah yo baitu nak, satiok urang bapancarian mampunyoi padok surang-surang tak ado istilah pangangguran. Tatimbun jurang kamiskinan, hilanglah bingik ke nan kayo, kecemburuan sosial kato rang kini. Sadonyo berpotensi, sadonyo aktif produktif, nan buto panghuni lasuang, nan pakak palapeh badia, nan lumpuah panggaro ayam, nan binguang suruah-suruahan. Inilah sumber daya manusia modal utama pembangunan baitu pemimpin mangatokan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niro ndak buliah sombong ka lidih, kok indaklah karajo sapu batumpuak sarok di laman. Walau hanyo miang palapah usah dileceh diremehkan. Sabab dek rabuak kaiduik api sanggup mambaka rimbo rayo. Mako kalaulah sampai tak paguno nak, ilia santai mudiak bamain, lah gadang bagelong juo, iduik bagantuang ka ranggaek. Malulah awak bakeh anau, urang lah pulo dari sampiak. inok manuangkan tu nak kanduang, bao pikia dalam-dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaba baraliah, inyo lai sungguah baraliah sinan juo dikaji, tantang bio-bio. Nan dikatokan bio-bio nak, bagagang mamanjek samak, biaso tumbuah di baluka roman saujuik kacang paga. Buahnyo baduyun-duyun, kulik bakilek kuniang hamek haluik babulu anak kuciang, itulah miang sabananyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mako salain banamo bio-bio kacang miang namonyo juo jarang lah urang nan tak tau. Dek inyo bagagang panjang, bio-bio manjala tanah, supayo tagak bak urang pulo tapaso malilik batang bagantuang ka rantiang kayu. Banyak kacang pakaro kacang, kacang miang paliang manggata. Gata dek miang bio-bio taseso sabatang tubuah, jantuang lah mintak gawiak pulo. Ba’a bana sakik padiahnyo nak sulih lah Ayah mangatokan, antah kok urang nan marasai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumpah, kutuak, caci-makian, upek caraco, caruik kungkang, dibanci salamo hiduik. Jangankan ka mandakek, mandanga namo sajo lah jajok. Kok kunun maliek ka pamenan. Jo api mamunahkannyo nak tunggua dikikih dilantiangkan, baitu doso kacang miang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyampang kok kito manusia mamakai sifaik bio-bio, sakampuang kanai miangnyo manggata turun-tamurun. Jauahkan laku nan baitu nak, buliah salamaik hiduik awak. Cubo wa’ang bayangkan, ulah dek asuang jo pitanah, gunjiang kian kincah kamari, bisa mararak kasiah sayang urang balaki di sibaknyo. Tibo didagang panggaleh lahabiah di timpo kabakaran, tansano api nan mamakan tingga juo puntuang baronyo. Taga dek bingik dangki urang toke manjadi anak buah. Santano kantua ditimponyo direktur masuak pinjaro, manajer dipecat tagak, sekretaris tabaok rendong. Untuak itu Ayah ingekkan, hati-hati dalam bagaua, banyak batamu bio-bio nak ulek bulu namonyo juo. Karena bak cando jujur muluik manih baso katuju, awak talen parlente pulo panampilan pun mayakinkan. Ado kalonyo potongan dukun paham rasio dalam batin pandai manakok hati urang. Kadang-kadang bantuak ulama, hadihnyo balapiah-lapiah, ayatnyo bak ilia-ilia, iko dalia iko ma’ana. Ado juo rupo sarjana tau jo pasal undang-undang hukum pidana jo perdata. Geleknyo baragam, kicuah jo kecoh nan nyato inyo manyerak miang cundang kabaji nan nyo agiah. Pura-pua ibo, kasihan katonyo ingin nak manolong barisuak urang batagak gaua gawik gapai sapanjang jalan baliau mangakeh di subaliak.&lt;br /&gt;Ma adoh iyo urang macam itu nak, adoh sifaik nan ka dipakai, yaitu manjauah. Ibaraik marambah bio-bio kok hanyo dioyak dari bawah atau diruntun diratehi alamaik miangnyo batebaran badan ang juo nan kagata. Kalau ka tangguang-tangguang masuak sakadar badebat manumpalak eloklah manyisiah sajo. Sabab dek aluih makan jarumnyo, rumik mancari jajak masuak. Indak batali ka diri atau tampuaknyo ka dijinjiang salain dandam parang batin batinju kasudahannyo. Basuo bak pantun-pantun urang, jam gadang di Bukittinggi talatak di Pasa Ateh, tukang palindih daulunyo. Haluih karajo urang kini mangarang bungo jo karateh dek kumbang basosok juo. Nak duo pantun sairiang, babuah rambai di puguak, bungo disasok barau-barau, ulah parangai kayu bungkuak, caia malaleh kuduak kabau. Pahamkan bana tu nak kanduang, jago diri ang kanai miang, apolai manjadi miang, samo tak elok kaduonyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adopun paku ataupun pakis tarmasuak bangso suku rumpuik. Sajak dulu di ranah minang paku takato jadi sayua sampai kini musaua juo. Malah ndak sajo di kampuang awak, lapeh ka Jawa, ka Malaysiam ka Ambon, ka Kalimantan, sampai Brunei Darussalam, populer katupek gulai paku, lontong Padang namonyo sinan. Nan paliang lamak dicampua jariang, serak-serakan udang bariang, asamnyo, asam balimbiang, bungo sambuang konconyo bana. Kok nak tau jo lamak paku nak cubo diulang maangek-i, lah masiak mangkonyo sero. Tapi ado saketek nan maibo, manuruik pituah angku doktor, paku ndak manganduang gizi, sanasib pulo jo cubadak, manganyang indak bavitamin (he …). Bialah ka ba’a pulo (heh …). Nan nyato itulah budaya awak, gulai pusako Minang Kabau. Samanjak alun barabalun, maso lauik sacampak jalo, marapi sagadang talua itiak, paku cubadak alah juo. Hidup paku jo cubadak, maju terus pantang mundur (he…).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A . . . kito tinggakan satu taminak, ditala’ah sifaik-sifaik-nyo tu ambiak ka jadi guru. Dari pangalaman ilmu paku ado bana nan kadi tiru. Yaitu, perjuangan manantang hiduik, “Strange for life”, kato si bule. Yakin, gigiah, pecaya diri tapi jujur. Itu nan patuik kito contoh. Cubo ang like, ang pandangi. Indak sajo di tanah lambuak, di tanah lapa inyo iduik, di salek batu jadi juo. Malah indak pun di ateh bumi di dahan kayu tumbuah paku, di batang karambia bisa subur sampai ka pucuak-pucuak, atok paku ko tatap iduik mewah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguah manjadi pengembara, hinggoknyo indak manyeso, makannyo mancari surang, pantang manggaduah urang lain, bak cando limau di binalu. Mandiri, itu nan patut ka ditiru, suri tauladan ka dipakai. Satantang gigiah jo gagah caliaklah parjuangannyo, walau dihalang, dirintangi, baluka mahambek paneh, angin pun tak dapek lalu ulah dek angkuah kayu gadang. Inyo mampu batahan iduik di bawah bayang kesombongan. Baru kapatang kanai sabik, pagi cako di lanyau kabau, atau diimpok kayu mati, sahinggo punah tingga tunggua, bisuak pagi tuneh tacogok sa-pakan lah rimbun pulo. Panek batauik tak mamba’a, diparun alun ka’abih, antah kok urek nan tacabuik. Tapi, salagi rumpun tak binaso nan paku, bapantang mati. Sadangkan maklhuk tumbuhan tu nak, indak baraka, indak baraso, indak pulo punyo napasu lai gigiah mancari hiduik. Manga kalian kok manganggur, haa. Banyaklah contoh Ayah like, taganda di parantauan, ta tumbuak usaho galeh pondoh poroh pulang ka kampuang. Pangacuik, kok ka gadang raso tak mungkin, pokok tandeh kadai lah lapeh. Carilah mato lokak lain ba’ako lari dari porong. Kandas galeh, lompek ka tukang, ndak lanteh cubo mangantau salek juo ka maojek. Saindak-indaknyo jadi cingkariak, manguli manjawek upah. Pendeknyo usaho, tidak satu jalan ke Roma kato rang sinan. Nan ka usah, kalau ba CV. Duo Jari, ma’agen manjua ganja, manempe jo tante girang, adaik malarang, undang managah, isuak basinggang di narako. Kok lai baliak ka kampuang, basawah mambuka landang, baparak, taranak ayam, syukur bana turun ka tani. Ha… iko indak sawah tingga, ladang marimbo, hutan kosong, lahan talantar, inyo nak sungguah di palantah. Tangah hari di lapau juo, domino balapia-lapia, gurau jo kincah nan utamo. Sahinggo di luluak tajak balariah, pinggan tak cukuik. Pamaleh, kanker jo tumor dalam hiduik nan panyagan, pambarek tandan, pamalu lambek bakisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantang cilako kami dulu, bagayuik ka urang tuo, babaliak makan ka pusako. Apo lai marengek-rengek, pacar den lah gadang juo, kawin ka ba’a ko den lah Ayah, itu haram bagi anak Minang. Baitupun taradok palajar, mahasiswa nan pacah mental, pangaluah panjang, patuik baraja dari paku. Mantang-mantang anak kuliah, gengsi bana turun ka pasa, namuah manjadi kutu rumah. Panganggur intelek bahaso trend-nyo, rumus nan dipakai-nyo. Tujuan sikola jadi pegawai, cari karajo ilia mudiak, masuak kantua kalua kantua, lamar kian kamari, mohon kamari. Sahinggo lah tipih tapak sipatu, tabuak sarawa, tenteang ikua, batarimo ka indak juo. Tidak ada lowongan atau tunggu saja panggilan, baitu jawab pesonalia. Mako dek bosan gilo mananti umua samakin gaek juo. Kasudahannyo, baputuih aso, tibo depres, frustasi, mamanuang, panggalak surang. Dicarak lai kaleang baigon, babuih muncuang dalam kamar. Cengeng, mako dari itu nak, karano waang lah SMA nan Insya Allah tanago Ayah kuek juo, talakik manyambuang ka fakultas, kini-kini Ayah pasankan nyampang kok jadi mahasiswa, sampai-tak sampai di wisuda, jaan pasang jarek samato jadi pagawai di kantua-kantua. Karano pitiah tiok mangarik, sogok-manyogok lah biaso atau dek sabab karano lain indak manabuak cito-cito. Mako, bukak-lah usao surang, bewiraswasta, bahaso kalian. Jaan tagoda baman jo pagawai, kok indak di kantua indak ka makan, badasi juo ndaknyo, musti sanggup mandiri, bedikari. Ingek kato Bung Karno “Kesempatan itu bukan ditunggu tapi diciptakan”. Kalau hanya hiduik manunggu, samo awak jo lawah-lawah, sifaik pasif tu mah namonyo. Sadangkan awak harus agresif, progresif dan dinamis. Baitu karakter urang Minang, watak pusako dari dulu, kini kalian mawarisi. Adopun nan ka di pantang ka dihindari, laku parangai dek binalu, sifaik cilako dibaoknyo. Takalo bamulo, inggok manempe di kulik dahan, duduak di ujuang-ujuang rantiang. Eloklah baso batang limau, urang bataduah di baok naiak, dijamu dibari makan, tamalam diagiah lapiak. Dek lamo lambek manompang mulai bapucuak salai daun, kian hari batambah rimbun, urek manjala-jala juo kini malilik mangulampai. Akia kato sudahan kalam, nyo barantiang badahan rampak, badaun babungo kambang, batang gampa urek mancakam, kalahlah nan asa dek nan tibo. Kini limau tingga jo namo, ujudnyo nyato la binalu, sumpah bagumam batangguangkan. Jauahkan sifaik nan baitu nak, gadanglah doso mudaratnyo. Tahu-tahu iduik manompang, awak buliah urang tak rugi, usah kalamak dek awak surang, cadiak buruak tu mah namonyo. Licik, kato urang subarang, diagiah hati, bakandak jantuang, nan bak Balando mintak tanah. Buruak laku, jaek parangai, aka ciluah busuak pangana, niaik tak lain maniayo. Banasehat para pujangga, “Jangan ciptakan kebahagiaan di atas penderitaan orang lain” atau bahaso populer Minang Kabau “Lamak dek awak katuju dek urang”. Kok raso dibaok naiak, pareso dibaok turun itulah timbangan rang babudi. Santano budi nan lah pupuah, nak alam sampik langkah tatumbuak. Sulik batenggang bakalaka, badan disisiah urang banyak. Dangalah pantung urang dulu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dek ribuik rabahlan padi,&lt;br /&gt;dicupak datuak Tumangguang,&lt;br /&gt;kalau iduik indak babudi,&lt;br /&gt;duduak tagak kumari cangguang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Babelok babilin-bilin,&lt;br /&gt;di cako padi ka tabiak,&lt;br /&gt;dek elok urang tak ingin,&lt;br /&gt;dek baso urang manggarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kok tumbuah ba induak samang,&lt;br /&gt;tenggang amanah tabinaso,&lt;br /&gt;pitaruah dipaliaro,&lt;br /&gt;martabat dijunjuang tinggi,&lt;br /&gt;caliakkan raso budi baiak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ijan samantang urang lah picayo,&lt;br /&gt;awak kuli disangko toke,&lt;br /&gt;ba’a kalatiak ujuang jari,&lt;br /&gt;angek lah tagah dari cangkia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyampang anak iduik di rantau agak-agak di kampuang urang,&lt;br /&gt;bumi dipijak usah lambang,&lt;br /&gt;lauik ditampuah jan bariak,&lt;br /&gt;manyanguak indak mangaruahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turuik-kan adaik caro sinan,&lt;br /&gt;isi cupaknyo nan tatagak,&lt;br /&gt;tiru ragian nan takambang.&lt;br /&gt;Kok bakato di bawah-bawah,&lt;br /&gt;usah pangieh jo panggisia,&lt;br /&gt;kecek maikua itiak jantan.&lt;br /&gt;Lah nyato si pontong tak bajari,&lt;br /&gt;cincin ameh baparagokan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urang lah mati indak makan, rimah disapu ka ilaman, pantangkan bana tu nak kanduang. Mambunyikan tipi jo radio, usah sahabiah-habiah puta, tenggang subalah-manyubalah. Mungkin anaknyo baru lalok, tagaduah urang sadang damam, pikiran samak-samak ibo. Samantang awak naiak honda, kanalah urang jalan kaki, kanai potong indak mamba’a, nak nan bedo kabuik di balakang, bunyi knalpotnyo nan manyeso. Kasimpulannyo, walau binalu nan tatuduah ambiak ibaraik jo itibar usah manari di ateh bangkai, Ayah tak suko tantang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O… nak kanduang badan dek Ayah, lah panjang Ayah batutua, bajelo kisah tafsiran, mangaji rasio alam. Tapi ba’awal kato bamulai, Ayah bukanlah cadiak pandai, buto do dalam pangatahuan, rabun di tantang pangalaman. Mako, ibaraik si buto dapek gajah. Nan taresek baru ikuanyo, alunlah tubuah sabatangnyo. Kok lai namuah mambaco, nak manyimak mamparatikan, di alam kuliliang kito nagko batabua suri tauladan, banyaklah contoh jo ibaraik. Jo kaharibaan bisa disauak, paham di batin manampuangkan, sinan basuo lubuak ilmu aia janiah, sayak nan landai tampek baranang aka budi. Dek sabab karano itu, rajin-rajin anak baguru, maliek bayang nan tasirek. Cubolah jawab tako-taki, kiat isyarat dari alam dan itu anjuran dalam syarak tu nak. Tuhan bana nan manyuruahkan, batanyo Allah jo firman-Nyo:&lt;br /&gt;“Apakah kamu tidak memperhatikan betapa bumi dihamparkan dan langit di sungkupkan, apakah kamu tidak memperhatikan pegantian siang dengan malam, apakah kamu tidak memperhatikan keberadaan binatang unta dan lain sebagainya ?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malah tanyo baruntun dari Tuhan kapado kito manusia :&lt;br /&gt;Afala tubbsirun, afala ta’kilun, afala ta’lamun, afala tattafakkarun Ya Ulil Albab?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satiok tanyo bakandak jawab, nak pudulah pulo tanyo Allah. Hampia sajam Ayah basurah, kini dihimpun ciek-ciek, diambiak pati santannyo. Dari sapanjang tutua tadi tigo sajo isi pidoman, yaitu hubungan diri samo diri, hubungan diri jo manusia, hubungan diri dengan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari disabuik satu-satu. Adopun hubungan diri jo diri indaklah lain mukasuiknyo mambantuak watak jo karakter dalam mancari kepribadian, adolah limo rasionyo, nak. Nan partamo, tujuan hiduik, motivasi jo nawaitu. Dari mano datangnyo awak, sadang di mano kito kini, kamano arah ka dituju. Batanyo ka diri, untuak apo waang ko iduik? Ka manga datang ka dunia-ko? Kok indak tau jawabannyo, Tuhan manolong manjawabkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wama akhlaktul jinni wal insa illa liyak buduni”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidaklah aku jadikan jin dan manusia kato Allah, kecuali untuak mengabdi kepada-Ku saja. Untuak itu Rasulullah pun batitah, iduiklah sasuko hati, tapi ingek salamo iduik musti ka mati, karajokan apo nan taragak, tapi ingek satiok karajo akan ditanyo, cintoilah apo nan dihati, tapi ingek satiok pertemuan ado perpisahan, itu nan partamo. Nan kaduo, bapandirian taguah, berprinsip nan jaleh istiqamah yakin ke diri. Arek-arek kalau bapacik, taguah-taguah bakeh ka tagak. Usah baganggam-ganggam baro, raso kahangek dilapehkan. Kalaulah tagak di nan bana, ijan ragu manantang bandiang. Nyampang nan hak dirabuik, rampeh, martabat dilanyau urang, pantangkan mundur satapak Yuang, haram bumi bakeh Ang lari. Syahid membela kebenaran daih mangalah dengan salah. Nan katigo, jujur jo amanah. Di dalam hati manusia ado zat nan paliang adil, itulah inyo kalbu kato rang siak, nurani kecek rang pandai, raso pareso keceknyo adat. Musuahnyo, iyolah napasu, sadangkan akal kumari masuak. Mako satiok kakok ka diawai, tanyolah dulu nan di dalam lai kok izin hati nurani. Biasonyo pikia sakali, mananglah nafsu, akal mandorong jo usaho, badan mambantu jo karajo. Tapi baoklah maranuang dalam-dalam, duo tigo ulang bapikia. Kalbu nan suci akan manang, picayolah. Kompasnyo indak jauah-jauah, yaitu hukum cacak jangek. Piciaklah diri awak dulu, sakik dek awak, sakik dek urang. Nah, nan kaampek, dinamis, ligat kato rang medan, lasak kato rang Minang. Usah layua pandingin darah, talampau banyak agak-agak, suko mananti garah alah. Kalau cameh jo gamang lah dahulu, ragu jo bimbang, takuik kanai alamaik karajo tak manjadi. Tapi kok lah habih tenggang jo kalaka nan di juluak ndak jo dareh, nan dijapuik ndak kunjuang tibo, baru tawaqal pado Allah, takdir tu mah namonyo. Hadapilah dunia dnegan senyum, baitu kato ahli fikir. Nan tarakhir, nan kalimo. Yaitu, basifat saba jo rillah. Nan Ayah mukasuik dengan saba, bukan mambatu muko tembok, kanai lampang pipi nan suok, diagiahkan pulo pipi kida, bukan baitu. Tapi, indak cameh wakatu susah, indak takabua di nan lai. Hindakan tamak jo lobo padokan apo nan ado, syukuri barian Allah. Nan manjadi sifat dari napasu, adolah salalu maraso kurang, ha . . . . Tansamno Marapi jadi perak, Singgalang jadi suaso, nyo mintak andikek jadi ameh, Gunuang Sago manjadi intan. Baitu kandak dek napasu. Untuak itu, ado rem nan paliang pakam, yaitu sifat kana’ah. Aratinyo, sifat kana’ah memanfaatkan dan merasa cukup dengan apa yang diperoleh. Kok urang baparabola, dek awak tipi hitam putiah, usah manonton ka subalah. Tapi, nikmatilah nan awak punyo karano itu baru nan ado. Dek ranggaek nan tidak mampu, maraso banggalah tamat SMA gunokan ilmu nan didapek, itulah inyo sifaik kana’ah. Ba’a pulo hubungan diri jo manusia, dek kito makhluk sosial nan hiduik sanda-basanda, mangko paeloklah hubungan jo masyarakaik. Ba’alah kacadiak awak, baralah kabanyak pitih, kito paralu jo manusia. Saindak-indaknyo paja sirah baru ka laia. Kalau wa’ang mangecek surang, galak-galak indak bakawan, Ayah antakan ka padang gaduik, tandonyo utak nan lah kanai. Katahui-lah nak, sahino-hino hiduik, kalau awak disisiah urang ilia lalu, mudiak tak singgah, ka tangah tarapuang-apuang, ka tapi tapenda-penda. Banyak pintu caro bagaua, kuncinyo hanyo sabuah. Yaitu, hormati orang lain, sakali urang dimuliakan, balipek gando kabalehnyo. Ciek jari manunjuak, tigo nan untuak awak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ado limo nan musti dipakai. Manolah caro nan limo, Partamo, panyapo,; Kaduo, pamuji; Katigo, panolong; Kaampek, pamaaf; Nan Kalimo, panyuko. Tagua sapo dimaa basuo, ibaraik asahan silaturrahim, batin tajam, budi bakilek. Paramah baso katuju, muluik manih kucindan murah, sopan jo santun dilabiahkan. Nan elok, nan rancak bana awak dulu mulai manyapo nan bansaik, sapo dahulu piliah-piliah manyapo gadih, tanyo-batanyo ka sia tantang hobi, tantang usaho, tantang dnsanak familinyo. Kok anak tingga di kampuang, sapo satiok urang lalu, usah disibak jo di sisiah. Pangkek rang gaek dipa-apak, patuik ba amak imbau amak, ba-inyiak atau ba-angku, ka nan ketek baitu pulo. Nyampang awak di rantau urang, asal kenal wajib disapo. Paliang indak, angguak ketek, bahalo, baangkek tangan, itu kapalo baso-basi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adopun sifaik dek manusia nak, ingin dipuji, dikagumi, diumbuak, disanjuang-sanjuang, bataruih-tarang nyo nan sagan. Siapopun ingin panjang umua, tapi takuik manjadi tuo. Mako sananglah bana dihatinyo, dikatokan baliau awet mudo, umua gaek, kaniang bakilek, taimpik galombang anak bujang, ha . . . . Pujilah nan disayanginyo, anaknyo nan kamek, lincah, galeknyo nan tagak tali, tapi ijan dipuji inyo rancak, balapia tinju dihiduang ang. Agak-agak maanjuang urang nak, usah malimbak, malabiahkan, overdosis ibaraik ubek. Bisa malonjak anak bayi, babaliak aruah panabangan, nak tuah dapek cilako. Sasudah itu suko manolong, malang mujua, sakik jo sanang, indak kalapeh dari tangga, kini urang bisuak kok awak. Bakato Buya Hamka :&lt;br /&gt;“Jangan tetawakan orang jatuh, tapi bersyukurlah kalau anda tidak jatuh, dan sebaik-baik pekerjaan adalah menolong orang dalam jatuh”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kok sanang jalang-manjalang, kok sakik silau-manyilau, kok mati janguak-manjanguak. Banyak caro manolong urang, tolong jo pitih jo harato, tolong jo jariah jo tanago, saindak-indaknyo tolong tolong jo aka pikiran, jo do’a jadi juo. Sauleh rimah dalam litak labiah lah gadang manfaatnyo dari sakancah nasi, katiko kanyang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nan katuju dek Rasulullah, pamaaf indak pandandam. Sampilik mambari maaf, pamaha jo karilahan, itulah urang rendah budi. Mambayang ka paroman-nyo, muko karuah, kaniang bakaruik, hati kasek, bantuaknyo sanga, lah pupuih Nur-Hidayah. Sadangkan Adam lai nyo khilaf, talampau pantang makan khuldi, Tuhan mambari kaampunan, kok kunun-lah kito makhluk. Manuruik dalih biasonyo, nak apobilo urang pabaso tando ceke, apobilo pacimburuan tandonyo jahek, urang pasumpah tando ciluah, pandandam tando takabua, setan basarang di hatinyo. Awak barasiah tak badoso, urang lah salah kasadonyo, namuah batahun ndak manyapo, jo dunsanak bakarek rotan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baparingek Nabi jo hadis-nyo, duo nan ka diingek, duo pulo nan ka dilupokan. Nan kadiingek, salah awak ka urang lain, jaso urang ka diri awak. Dan nan ka dilupokan, jaso awak ka urang lain, salah urang ka diri awak. Nyampang sunsang tabaliak pasang nak, cabiak-cabiak silaturrahim, caia ukhwah islamiah, sinan ka turun murka Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini nan kalimo, nan kalimo yaitu panyuko, barasiah hati, kok urang mandapek rahmat sato basyukur, bagumbira, nyampang kok bala manimponyo, prihatinlah di nasib kawan. Usah sabaliaknyo nak, manampak kawan barasaki, awaklah masam kurang bunyi, hatipun paneh manggalagak, mancaliak kadai urang kayun, dek awak susuik jua-bali. “Ayam batino nan batalua, ikuanyo padiah dahulu”. Jauahkan sifaik nan baitu nak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baitupun usah pamatahkan kecek urang, suko maudi, marandahkan, manunggu utang, di nan rami mamasang pitih barakuak.indak saide sapandapek, balain tapi katagokkan, itu biaso dalam rapek. Tapi agak-agak kalau badebat, iyokan dek urang nan tasampai, lalukan dek awak jo daliahnyo, indak bakasam sambuang parak. Manyubarang di aia dareh adolah bana rasionyo. Ambiak ancang agak kahulu, turuikkan hiliran aia, manyerong ansua ka mudik, malereng geser haluan, biduak ka sampai di subarang. Usah disongsong aruih sungai, karam di riam, diputanyo hanyuik kok indak bamuaro. Manyanangkan hati urang itulah resep pergaulan indak karasan salamonyo, picayolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AdApun hubungan timba baliak antaro makhluk dengan Khalik ibaraik ikan dengan aia. Kok nyampang ikan tapisah, carai talantiang dari aia, alamaik hiduik ka sansaro, tak kama manggapai lai. Tapi sabaliaknyo nak, aia indak manganduang ikan, haram kok inyo ka tagamang, samiang alun ka ta came. Baitulah pulo dengan Tuhan, walau manusia kapia sadonyo, langik engka, bumi durako, indak ka sumbiang martabat-Nyo, zat Allah tatap mulia. Dek sabab karano itu nak, ijan manjauah dari Allah. Hubuangkan diri jo nan satu. Salamo jantuang badanyuik, salagi angok turun-naiak, Tuhan nan ambek dilengahkan. Kalau diri sudah manyatu, dakek nan tidak baantaro, jauah nan tidak bajara’an, sinan hidayah turunnyo. Sahamba-hamba tabu nak, limo kali dalam sahari tamui Tuhan jo talipon, mangecek langsuang samo surang. Mintaklah apo ka di mintak, kadukan nasib parasaian, tangih jo ratok ka bapujuak, tagamang lai ka bajawek Rahman jo Rahim salamonyo. Adopun kok Ang nak tau satantang nomor talipon-Nyo, hanyo sabanyak tigo angko. Yaitu, 24434. duo rakaat shalat subuah, ampek rakaat waktu luhua, ampek pulo dimasuak asar, tigo rakataan di mugarib, ditambah ampek shalat isya. Aratinyo, sumbayang nak, sumbayang, sumbayang, sumbayang, usah ditinggakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manuruik sifaik jo janji-janji-Nyo Allah itu Maha Pengampun, murah maaf, maha jo dandam. Tapi ado duo nan tak bahampunan, partamo murtad, kaduo syirik. Nan dimukasuik dengan murtad nyato-nyato mamutuih tali, maurak buhua gagang iman, kato jo ruek mambulakang, katie sirah urang namokan. Sawajah tantang pado syirik, dalam nan inyo baindakkan, hati nan ragu, ragu bimbang. Dilaia lai maangguak, di dalam batin manggeleng. Tauhid saparo sudah, mancari Tuhan salain Allah. Kok itu sfat nan bapakai, berang Allah sampai ka gunjai tunggu jahannam, hari isuak. Jangankan pado Tuhan Allah, manusiapun lai pandai berang. Kok ati bini alah manulak, tubuahnyo lah mambulakang, tandonyo indak nio awak, caraikan istri sanan juo. Atau di dalam inyo basuami, mancari pulo laki lain, wajib ditalak salamonyo. Mamakai istri nan baitu gayuik hukumnyo dalam Syarak, tacacek bana di nagari, layua talingo kecek urang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mako kini Ayah ingekkan, hati-hati manjago iman. Taguah-taguah paciak tauhid, usah sumbiang, usahlah cakak. Kok bulek indak bapasagi, picaknyo indak basuduik, runciangpun indak bajipang. Walau ba’alah badai mahampeh, lauik gilo tapan mangamuak, kamudi usah dilapehkan. Hanyo Allah tampek balinduang nak, bukan dukun, bukanlah datu, bukanlah pulo tukang tanuang atau mamintak bakeh kuburan, kok kunun ka setan jo ubillih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iyya kanak budu wa iyya kanasta’in, kapado allah kito manyambah kapado-Nyo pulo mintak tolong”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah… itulah nak, itulah pitaruah Ayah. Kok nasehat ko lah namonyo, kok pituah ka Ang katokan. Nan nyato utang ka anak lah taansua. Lain hari Ayahlansaikan.&lt;br /&gt;A . . . baa Ang kini, karano hari lah laruik malam, badan latiah, mato takantuak, kito baganjua lalok dulu. Insya Allah bisuak kok lai iduik juo, disambuang guliang, ditamatkan surah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sagitulah da’ulu, sakian sajo. Mudah-mudahan sedikit waktu lagi akan kami susunkan Pitaruah Ayah serial ke-2. dalam format dan judul yang sama.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1206286292497532260-2134075627233311583?l=suheimi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suheimi.blogspot.com/feeds/2134075627233311583/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1206286292497532260&amp;postID=2134075627233311583&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/2134075627233311583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/2134075627233311583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suheimi.blogspot.com/2007/06/pitaruah-ayah.html' title='PITARUAH AYAH'/><author><name>dr. H. K.Suheimi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06701488229250303571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1206286292497532260.post-4730750345981289671</id><published>2007-06-02T13:29:00.000+07:00</published><updated>2007-06-22T05:55:54.049+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syarak Mangato Adat Mamakai'/><title type='text'>Syarak mangato adat mamakai 20</title><content type='html'>&lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Itulah nan batua, angku-angku dunsanak pandanga kini sampailah misi Islam di Minangkabau, yang sampai pada  &lt;i&gt;"Syarak mangato Adat mamakai" &lt;/i&gt;Islam mambebaskan adat berkembang silahkan bermusyawarah carilah kebenaran, ciptakanlah undang-undang susunlah peraturan dan bueklah apo sajo nan katuju asalkan indak batentangan dengan hukum Allah. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span&gt;             &lt;/span&gt;"Antum A'lamu binduniakum" kamu lebih mengetahui tentang dunia dan dunia kamu (Hadits Riwayat Muslim). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt; &lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Rumusan Syarak mangato Adat mamakai lah buliah dikatokan tahap final kemudian di pertegas lagi dengan &lt;i&gt;Adat basandi Syarak, Syarak basandi Kitabullah &lt;/i&gt; sebagai deklarasi alim ulama dan cadiak pandai nan basidang di Luhak nan Tigo pado wakatu itu pasca perang Paderi Deklarasi itu terkenal degnan Piagam Bukik Marapalam ikolah proses Islamisaasi di Minangkabau tapi alun nan tarakhir sebab kini dan sampai nanti upaya menselaraskan adat dengan syarak masih akan tatap balanjuik. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; Banyak bangkalaian nan sudah, banyak nan kakuak ka timbua akibaik tunggua nan bataruah salibu nan babungo, praktek dagang gadai nan mandatangkan manfaat materi bagi nan bapiutang bukankah itu riba, upacara kematian manigo hari, maujuah hari maampek pulauh hari bansangkuikkan dengan akidah bukan kok bid'ah , maarak tabuik di Pariaman nan dihiduikkan dengan alasan pariwisata bukanlah proyek&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;mubazir, "Al mubaziru ikhwal syaton" perbuatan mubazir adalah teman setan, sabuang ayam dimusnahkan,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;tapi adu&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;kabau di Koto Baru bukan koh arena perjudian padahal perjudian di haramkan, bayak masih banyak prilaku adat nan musti di luruihkan sajajar jo hukum syarak itulah nan tabangkalai itulah PR urang Minang dari ganarasi ka ganarasi sampai tibo di sasaran akhir yaitu muslim nan Istiqamah nan konsekwen dalam manjalankan falsafah ajaran Islam. Semoga Allah meridhoi sagaalo usaha dalam merealisir Syarak mangato adat mamakai insya Allah. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Angku-angku saudaro pandanga itu sajolah nan dapek ambo sampaikan dari caramah adat balerong mudah-mudahan bamanfaat bagi kami nan manyampaikan dan baguno bagi Masyarakaiak minang pado umumnyo. Intansyuyurullah wayan syurukum wassalamui'alaikum warah matullahi wabarakatuh. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1206286292497532260-4730750345981289671?l=suheimi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suheimi.blogspot.com/feeds/4730750345981289671/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1206286292497532260&amp;postID=4730750345981289671&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/4730750345981289671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/4730750345981289671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suheimi.blogspot.com/2007/06/syarak-mangato-adat-mamakai-20-2-juni.html' title='Syarak mangato adat mamakai 20'/><author><name>dr. H. K.Suheimi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06701488229250303571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1206286292497532260.post-5340703639905095133</id><published>2007-05-31T20:11:00.000+07:00</published><updated>2007-06-11T03:25:52.825+07:00</updated><title type='text'>NYAWA BEGITU MURAH</title><content type='html'>&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;NYAWA BEGITU MURAH&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Arial;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;Oleh dr.H.K.Suheimi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt; &lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hampir setiap hari, dada-dada berdebar menyaksikan tayangan TV memuatkan berbagai laporan dan berita yang&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;mengganggu dan mempengaruhi fikiran serta emosi kita. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hampir setiap hari ada saja berita kematian, pembunuhan, penyiksaan dan macam-macam lagi yang terjadi di merata tempat baik di Asia, Eropah, Amerika maupun Timur Tengah. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Arial;"&gt;Lalu bagaimana pandangan Islam terhadap semua peristiwa itu?.  &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Untuk itu agaknya ada baiknya kita simak fatwa Majelis Ugama Islam Singapura &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt; &lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Apa yang dipaparkannya sangat menarik, mari kita simak bersama.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Arial;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;Semua ini menggambarkan bahwa nyawa manusia begitu murah sekali. Pembunuhan dan kekejaman berleluasa. Di sesetengah tempat, nyawa orang-orang awam termasuk kanak-kanak, kaum ibu yang mengandung dan orang-orang tua terancam setiap saat. Mereka hidup dalam ketakutan. Firman Allah dalam surah Ar-Rum ayat 41:&lt;span&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: center;" align="center"&gt; &lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (QS. 30:41)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kita merasa sedih, hampa, marah, benci dan jijik. Kita juga merasa takut dan bingung. Kita bertanya: Kenapakah ini semua &lt;span&gt;  &lt;/span&gt;terjadi? Apa kah yang salah siapakah yang salah? Di manakah keadilan, keihsanan dan keinsafan? Mengapakah manusia semakin kejam? Tidakkah mereka takut dengan balasan Allah? . Firman Allah dalan surah Al-Maidah ayat 33: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya danmembuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan diakhirat mereka beroleh siksaan yang besar, (QS. 5:33)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Apa yang terjadi di sekeliling kita bukan terjadi begitu saja. Ada hikmah, ada iktibar, ada pengajarannya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Arial;"&gt;Para&lt;/span&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Arial;"&gt; analisis, pakar sejarah, akademik, psikologi maupun golongan agama melihat semua ini terjadi kerana faktor manusia. Kerana manusialah yang membuat keputusan. Dan selagi manusia bernama manusia, mempunyai akal, ego, harga diri, maruah dan perasaan, maka tindak tanduk dan keputusan yang boleh menjejas dan mewarnai dunia kita hari ini. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mereka yang berkuasa melakukan sesuatu sesuka hati mereka. misalnya, jika sesebuah negara mempunyai pemimpin yang angkuh, bongkak, bengis, tamak dan mementingkan kuasanya semata-mata.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Nabi Muhammad saw begitu berhati-hati membentuk dan memupuk jiwa para sahabat yang bakal mewarisi legasi (legacy) &lt;span&gt;  &lt;/span&gt;kepimpinan beliau. Junjungan kita amat menekankan nilai-nilai, akhlak, adab dan intelektual setiap pemimpin di bawah pimpinannya. Sabda Baginda s.a.w:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Artinya: &lt;i&gt;"Setiap pembesar yang mengendalikan urusan sepuluh orang keatas, melainkan dibawa pada hari Kiamat, sedang kedua belah tangannya terbelenggu ketengkuk. Akan dibebaskan oleh keadilannya dicelakan oleh kezalimannya".&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div dir="rtl" style="margin: 0cm 0cm 0pt; direction: rtl; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span dir="ltr" lang="EN-US"  style="font-size:12;"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" lang="EN-US"  style="font-size:12;"&gt;Hasilnya ialah barisan pemimpin yang kental jiwa dan pribadi, mantap, adil dan bersifat penuh insan dan ihsan. Sampai hari ini mereka meninggalkan legasi yang sukar dicari ganti. Kita rindu akan pemimpin budiman seperti Saidina Abu Bakar As Sidek, pemimpin berani dan panglima besar Saidina Umar Ibn Khatab, pemimpin inteletual Saidina Osman bin Affan, pemimpin penegak keadilan Saidina Ali bin Abi Talib, panglima gagah Khalid Ibu Walid, pejuang yang tidak tahu erti kalah Bilal ibnu....dan ramai lagi yang terakam dalam sejarah keemasan Islam lebih 1,400 tahun lalu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt; &lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bayangkan jika  watak-watak pemimpin ini berada pada hari ini. Mungkin wajah Islam turut berubah. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:12;"  lang="EN-US" &gt;Marilah kita sama-sama berusaha mengembalikan kegemilangan Islam dan kepimpinannya. Masa untuk mengeluh, sedih dan membiarkan sesuatu itu terjadi tanpa kita membuat sesuatu untuk membaikinya, sudah berlalu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Setiap berpotensi untuk menjadi Abu Bakar, Umar, Osman dan Ali serta menjadi contoh kepada masyarakat lain. Adalah tanggungjawab kita untuk menunjukkan wajah Islam yang dinamik dan progresif tetapi tetap bersandarkan prinsip dan akidah Islam yang unversal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Marilah kita membentuk satu generasi Islam yang menjadi peyumbang utama, penentu dan pemilik saham yang besar ke atas kemakmuran, kemajuan, keadilan dan kemantapan manusia sejagat.&lt;span&gt;               &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;    &lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Impian dan misi ini bukan satu angan-angan kosong. Ia bisa dicapai jika kita mempunyai tekad untuk membaiki diri, keluarga dan masyarakat kita. Kita perlu terus memiliki dan menguasai segala ilmu yang bisa membantu mecapai visi itu. Kita perlu menupukan perhatian dan fokus kita kepada misa itu dan Insya-Allah dalam masa dua atau tiga generasi akan datang, impian tersebut akan tercapai. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Marilah kita langkahkan kaki itu hari ini. Bak kata pepatah Melayu: Sehari selembar benang, lama-lama menjadi kain. Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit. Bukit sama didaki, lautan sama diselami. Saciok bak ayam, sadanciang bak basi. Kabukik samo mandaki ka lurah samo manurun&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Kamak di awak katuju dek urang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1206286292497532260-5340703639905095133?l=suheimi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suheimi.blogspot.com/feeds/5340703639905095133/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1206286292497532260&amp;postID=5340703639905095133&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/5340703639905095133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/5340703639905095133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suheimi.blogspot.com/2007/06/nyawa-begitu-murah-31-mei.html' title='NYAWA BEGITU MURAH'/><author><name>dr. H. K.Suheimi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06701488229250303571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1206286292497532260.post-4217512571905404030</id><published>2007-05-31T19:31:00.000+07:00</published><updated>2007-06-22T05:55:54.049+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syarak Mangato Adat Mamakai'/><title type='text'>Syarak mangato adat memakai 20</title><content type='html'>&lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Surau-surau nan fungsinyo sabagai asrama bagi anak bujang atau panti jompo panampuang urang gaek-gaek nan marando di manfaatkan untuk sarana pendidikan islam tampek mangaji, redaksi nan papatah manjadi sumber urang diperbaiki umpamo titian biaso lapuak janji biaso mungkia dituko titian binaso lapuak janji binaso mungkia. Lafadz biaso diganti binaso sanhingga paradoks terhadap hukum islam, bagitupun papatah nan lah batua disalamaikkan dari pamakaiannyo nan paralu saparalunyo misalnyo kamanakan barajo ka mamak buliah, mamak barajo ka pangulu ndak salah pangulu barajo ka mufakaik rancak, mufakaiak barajo ka alua jo patuik batua , alaua jo patuik barajo ka nan bana, bana badiri sandiri alun tantu sabab bana manuruik urang banyak alun tantu manuruik Allah. Kabanaran untuk kini alun tantu untuk barisuak, hasil mufakaik urang Agam di tulak urang Tanah Data, iyo kecek urang 50 indak kecek urang pasisie padohal pamasalahannyo nan dikancah itu juo. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; Islam mamandang bahwa kabenaran hakikatnyo ciek dan nan ciek itu adolah Allah,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;kami contohkan satu kasus nan alah bana manuruik urang banyak tapi salah manuruik Allah umpamo pado suatu saat urang minang ba musyawarah dalam suatu masalah untuk mambunuh sakalian urang gilo dalam nagari di timbang mudarat jo manfaat dikaji rugi jo labo nan sakik di ubek indak cegak di uruik batambah mampayah urang banyak di pasuang berang pamarentah di lapeh manyeso urang banyak mangko basuo alua jo patuik mambasmi sagalo bala jo cilako untuk mambunuah urang gilo sacaro masal itu lah hasil mufakaik nan bana sapanjang adat namun kaputusan itu balawanan jo ajaran syarak. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Apo&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; sabab satidak-tidak nyo ado tigo hukum nan alah talangkahan ; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt 54pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;      &lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tindakan sarupo itu dianggap sarupo karajo biaso &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt 54pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;gilo itu adalah panyakik sadangkan barubek hukumnyo wajib &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt 54pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sadangkan mambunuah itu sendiri putuih aso mahilangkan nyawa tanpa alasan nan jaleh itu haram hukumnyo. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt; &lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Falsafah islam maisi kakosongan adat, maelok nan rumpang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Kapanakan barajo ka mamak &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; Mamak barajo ka pangulu &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New  Roman;font-size:100%;"&gt;Pangulu barajo ka mufakaik &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Mufakaiak barajo ka alua jo patuik  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Alaua jo patuik barajo ka nan bana&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt; &lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Bana barajo ka Allah, Allah badiri sandiri &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1206286292497532260-4217512571905404030?l=suheimi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suheimi.blogspot.com/feeds/4217512571905404030/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1206286292497532260&amp;postID=4217512571905404030&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/4217512571905404030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/4217512571905404030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suheimi.blogspot.com/2007/06/syarak-mangato-adat-memakai-20-31-mei.html' title='Syarak mangato adat memakai 20'/><author><name>dr. H. K.Suheimi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06701488229250303571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1206286292497532260.post-6400291664645416084</id><published>2007-05-30T20:24:00.000+07:00</published><updated>2007-06-22T05:55:54.049+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syarak Mangato Adat Mamakai'/><title type='text'>syarak mangato adat mamakai 19</title><content type='html'>&lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Wakatu bajalan juo musim baraliah tahun batuka tahuid makin bajunjuang siar islam batambah tarang kini tampak lah harminosasi antara agamo dengan syarak dengan kahadiran agamo urang minangkabau mandapek kawan sapajalanan salangkah babimbiangan tangan, sabaliaknyo islam bagadang hati mandaoek tanah tumbuahnyo ajaran islam tampek managakkan agama Allah, ibarat aua tumbuah dilerang awak inggok taguah mancakam, urek mancakam tanah tabiang malundungi aia mahampeh, akan tetapi dominasi ajaran islam alun lah baurek di masayarakat, kok bajalan maagak-agak malangkah marusuk-rusuak banyak timbangan toleransi nampan mananai minyak tatumpah dek panuah, komposisi antaro adat jo syarak baparo-paro alun bisa bakato ciek sadangkan hak musti bisa disabuik walaupun pahit mangatokan, namun alhamdulillah eksistensi islam diakui hilang kacurigaan habih salah sangko malah adat maraso gamang kok syarak maninggakan, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Simuncak mati tarambau &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Parak mambao ladiang &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Luko lah pao kaduanyo  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Adat jo syarak di minangkabau &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Sarupo aua jo  tabiang &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Sanda basanda kaduonyo &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Dunsanak pandanga, sacaro palahan tapi pasti ajaran islam marevisi ajaran adat nan batantangan jo syariah islam, budaya manyambuang apo sajo nan batentangan jo aturan syarak mulai bakurang dari bajudi ilmu hitam, umpamo gayuang samu sijundai, tinggam piriang gasiang tangkurak, pakasiah, ilmu mudo sacaro baranso di habiahkan. Pendeknyo sagalo syirik di basmi tauhid di pataguah. Para dukun pun di tata, kato-kato om sebagai pujian bagi dewa-dewa di tuka dengan bismillah barakaik nan dari Allah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1206286292497532260-6400291664645416084?l=suheimi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suheimi.blogspot.com/feeds/6400291664645416084/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1206286292497532260&amp;postID=6400291664645416084&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/6400291664645416084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/6400291664645416084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suheimi.blogspot.com/2007/06/syarak-mangato-adat-mamakai-19-30-mei.html' title='syarak mangato adat mamakai 19'/><author><name>dr. H. K.Suheimi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06701488229250303571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1206286292497532260.post-3131723445987848410</id><published>2007-05-29T21:05:00.000+07:00</published><updated>2007-06-22T05:55:54.049+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syarak Mangato Adat Mamakai'/><title type='text'>Syarak mangato Adat mamakai 18</title><content type='html'>&lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Silahkan islam bajalan dijalurnyo nan lah ado adat tatap di posisinyo status KUO dipertahankan wakatu itu "adat basandi alua syarak basandi kitabullah" padoman adat jo alua mancari mufakakaik jo musyawarah, sadangkan syarak bapadoman jo Al-Qur'an dan Hadits mako tarantanglah jurang pamisah antaro adat jo syarak &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Sakandang indak sabaun indak bak arang pauh  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Parang indak rukun pun indak &lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Gilo maintai intai karuah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt; &lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Angku-angku dunsanak pandanga, mancaliak hasil yang alun maksimal tantu sajo urang-urang siak yaitu panggilan bagi ulama yang datang dari daerah siak mangadokan panilaian ulang untuk manyusun langkah baru yang labiah efisien, di kaji di taliti, dima tasumbeknyo mako banda indak mailia, mako hasil survei dan evaluasi manunjukan bahwa selain dari perbenturan kultural, nampaknyo timbua kacamburuan sosial diantara kalangan tokoh adat bahwa lamo lamo pamor popularitas urang pangulu di nagari talindas dek urang syarak nan punyo pangaruh dalam masyarakat, para Da'i labih ramah dan familiar, labiah mudah di dakek i, bukan formil sarupo jo datuak dan pangulu urang mintak barakaik jo urang siak, minta pitunjuak ka guru-guru pendeknyo jalur konsultasi dan komunikasi malalui urang syarak dibandiang jo rundiang adat, pantaslah urang-urang adat maraso talindas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Dan sacaro psikologis iko tamasuk salah satu ganjalan kurang lancarnyo dakwah islamiah mako diadokanlah pandakekan insya allah parangai nan jinak-jinak marpati. Akan dapek mendongkrak perhatian orang adat sehingga sehinggo buliah kok indak manjadi Da'i&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;di kaumnyo surang-surang. Ikolah pandekatan secara persuasif istilah politiknyo, pendekatan dengan caro ancaman atau mampatakuikkan maysarakat dalam kampanye atau proyek pembodohan dalam pamilah manipulasi suaro. Kapalo desa di agiah jaah kok indak tacapai tolong diagiah upah jariah hadiah, karano mangaja hadiah karateh suaro nan balabiah dicucuak jo paku, mananglah urang nan diateh tu sukses mayoritas dek ulah galia tukang gaduah itu di lua nagari angku-angku saudara pandanga kok di negara pancasila ko barasiah, luber dan jujur. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah, supayo ruponyo basua rueh nan jo buku panyakik panggarik ditantang paek mako kato bajawab gayuang basambuik, sampai mukasuik nan dituju. Timbua saling pangartian tajalin hubungan akrab antaro ulama jo pangulu itu lah nan dikatokan urang syarak mandaki adat manurun, artinyo urang siak manjalang niniak mamak dan urang adat pun maresponnyo, akhianyo baliau duduak bagandiang di ujaung rumah sambaia maadoik jamba kapalo kambiang sabagai lambang penghormatan panghulu jo datuak. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1206286292497532260-3131723445987848410?l=suheimi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suheimi.blogspot.com/feeds/3131723445987848410/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1206286292497532260&amp;postID=3131723445987848410&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/3131723445987848410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/3131723445987848410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suheimi.blogspot.com/2007/06/syarak-mangato-adat-mamakai-18-29-mei.html' title='Syarak mangato Adat mamakai 18'/><author><name>dr. H. K.Suheimi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06701488229250303571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1206286292497532260.post-633962288219104011</id><published>2007-05-29T20:38:00.000+07:00</published><updated>2007-06-11T03:20:22.671+07:00</updated><title type='text'>N U R H A M A</title><content type='html'>&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;N U R H A M A&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Oleh : Dr.H.K.Suheimi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt; &lt;span style="font-family:Courier New;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Saya cium wajah itu, wajah ibu, wajah yang sudah kaku, wajah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;yang  sudah di bungkus kain kafan. Wajah itu lembut,  wajah  yang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt; &lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;dulu  sering menciumku dan sering saya cium. Kali ini  wajah  itu &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt; &lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;tak  lagi bergerak dingin nemun tercium harum dan  sangat  wangi, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;sangat  wangi...sekali.  Saya peluk erat  seakan-akan  tak  ingin  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;kulepaskan. Saya tatap dia dengan sepuas hati, walau dia tak bisa &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt; &lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;lagi  menatapku. Saya bisikkan rasa rindu dan haru&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;namun dia  tak &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;mendengar lagi bisikkan itu. Saya usap bibir yang bisanya  sering  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;komat  kamit,  tapi  bibir itupun  membisu.  Saya  seru  namanya, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt; &lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;ibu......, namun tak ada jawaban. Ya Allah terimalah ibuku, orang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt; &lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;yang paling baik di dunia ini, satu-satunya yang paling  berharga &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;dalam  hidupku. Disaat aku bisa memandang ibu dengan  sepuas-puas  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;nya,  ketika itu ibu tak bisa memandangku lagi. Disaat aku  ingin &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt; &lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier  New;"&gt;berbisik  dengan segenap duka, disaat itu dia tak  bisa  berbisik &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;padaku  lagi.  Seperti dulu disaat kami  sering  berbisik  disaat  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;beliau sering mengajarku. Ibu adalah segalanya bagiku, tapi  kini &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt; &lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;beliau telah tiada, Tuhan telah memanggilnya kembali.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt; Saya  cium  wajah itu kembali disaat ibu itu ada  di  lobang  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;lahat,  ketika saya menguburkannya. Ketika kain kafannya di  buka  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;dan  pipinya harus di cecahkan ketanah. Saya tak tahan wajah  ibu &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt; &lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;yang sangat saya cintai itu saya cium untuk yang terakhr kalinya, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt; &lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;kerna  mulai  detik itu, tak akan bisa ku tatap wajah  itu  lagi. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Itulah  yang  terakhir perpisahan kami, ciuman di   lobang  lahat. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Lunglai tangan saya ketika harus menimbunkan tanah kering ketubuh &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;ibu  tercinta, habis daya saya ketika ibu tertutup papan  dan  di &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt; &lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;timbun  tanah.  Tergiang kembali lagu yang  sering  di  nyanyikan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt; &lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;beliau sewaktu menidurkan saya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Dulu dibadung di pangku,Dibuaikan ibuku&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Bila daku tertidur,di selimutinya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt; &lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Nasi dipipis dilumatkan, dibimbingnya berjalan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Diajarnya, berkata, kasih sayang ibu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt; Tapi kini hanya, kulihat pusaranya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt; &lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Tertegak batu mejan, tempat ibuku berbaring&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Pahit getir ibu, tak dapat kutanggungkan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt; &lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Kunanti sampai pulang, akhir hayat ku temukan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt; &lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;yanyian  itu mengiang kembali, seakan ibu itu  hidup  lagi,  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt; &lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;seakan  dia datang lagi, dan kamipun seakan tak  rela  melepasnya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;pergi, saya tergoda, namun wajah itu telah tiada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Pergilah  ibu.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt; engkau  memenuhi  janjimu,  Engkau  menemui &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Chalik yang kau cintai. Hari ini ibu berpuasa, puasa bulan rajab. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt; &lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Sudah  beberapa  hari sebelumnya beliau  berpuasa.&lt;span&gt;   &lt;/span&gt; tadi  malam &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt; &lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;shalat tahjud.&lt;span&gt;   &lt;/span&gt;Dan pagi ini seusai menjemur kain beliau  menja­ &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt; hit baju si ronal cucunya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt; &lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Tanpa diduga beliau berteriak Lailahaillallah. teriakkan itu  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;menyebabkan  adik  saya Sulastri terkejut  melihat  ibu  memegang  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;kepala  karena sakit yang sangat hebat. Tiba-tiba beliau  muntah, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt; &lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;lalu tak sadar diri. Saya datang, dipandangnya saya sekejap,  dan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt; &lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;itulah pandangan yang terakhir kalinya. Sewaktu saya larikan ke I &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;C  U, nyawanya tak tertolong lagi "Innalillahi wainna  ilahi  Ra­ &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;jiun"&lt;span&gt;             &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt; &lt;span style="font-family:Courier New;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt; &lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Ya Allah terimalah ibu kami yang tercinta, beliau  mencintai  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;kami  tapi lebih mencintai_Mu. Karena dalam sakit  dalam  sendiri &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt; &lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;dia  menyebut nama_Mu. Ya Allah tempatkanlah ibu kami  ke  tempat &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt; &lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;yang  semulia-mulianya, ke tempat yang sebahagia-bahagianya.  Dia &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;selalu  berbuat baik dan suka melapangkan orang  lain.  Lapangkan  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;pulalah syorga untuknya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt; &lt;span style="font-family:Courier New;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Saya  sadar ibu memulai memasuki hidupnya yang  kedua  hidup &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;yang terakhir kali yang tak akan ada lagi mati sesudah hidup yang&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt; &lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;kedua  itu. Sebagai di katakan oleh Allah dalam surat al  baqarah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt; &lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;bahwa manusia itu mati dua kali dan hidup dua kali. Dulunya  kamu &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;mati,  kemudian  di hidupkan, lalu di matikan untuk  kemudian  di  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;hidupkan untuk selamanya dan kepada Allah tempat kembalimu.  Saya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt; &lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;saksikan  ibu dalam keadaan rela pasrah dan ikhlas  memasuki  hi­&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt; &lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;dupnya  yang kedua. Saya berbisik selamat menempuh  dan  memasuki &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;hidup  yang terang cemerlang di syorga sana wahai ibu  kami  yang  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;tercinta  "Hajjah Nurhama". Kepergian beliau yang tenang  mengin­&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt; &lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;gatkan saya akan ayat yang terakhir dalam surat fajar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;"Wahai  jiwa  yang tentram, kembalilah  pada  Tuhanmu  dalam &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt; &lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;keadaan  Redha dan di redhai. Masuklah kedalam golongan  hamba-Ku &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt; &lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;dan masuklah kedalam syorgaKU"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt; &lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;P a d a n g, di hari duka&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;2 desember 1995&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1206286292497532260-633962288219104011?l=suheimi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suheimi.blogspot.com/feeds/633962288219104011/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1206286292497532260&amp;postID=633962288219104011&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/633962288219104011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/633962288219104011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suheimi.blogspot.com/2007/06/n-u-r-h-m-29-mei.html' title='N U R H A M A'/><author><name>dr. H. K.Suheimi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06701488229250303571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1206286292497532260.post-4357602514968078189</id><published>2007-05-26T20:40:00.000+07:00</published><updated>2007-06-22T05:55:54.050+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syarak Mangato Adat Mamakai'/><title type='text'>syarak mangato adat mamakai 17</title><content type='html'>&lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Tapi apokah urang minangkabau manarimo sapanuh hati, alun pado hakikatnyo urang minang maiyokan di lahia inyo bataguah karano tabukak transparan nan tembak tupai ndak bakenan dihati malah kadang-kadang tibo curiga, urang batandang batamu indak tahu diri ka tuan bakato kasa ka rumah, islam maajarkan bak baraja baranang di agih tahu sabalum malakukan, sarupo ito keadaan urang minangkabau sabalum masuknyo islam. Urang awak tatap mampabasokan, tatap bapilaku babudi baiak. Namun bakabang ucapan sinis nan bakambang dalam adat minangkabau, yaitu syarak batilanjang adat basisampiang. Sacaro literlik dan sacaro pangartian kato-kato batilanjang itu bararti negatif apo lai dibandingkan dengan basisampiang yang maknanyo lai bapakaian makasuiknyo adat labiah sopan dari agamo. Apo sabab tajadi bantuak itu pasal nyo metoda dakwah yang dipakai para Da'I wakatu itu talampau transparan (tabuka) kurang mamparatikan unsur-unsur budaya nagari. Urang minangkabau menganut kultur klise, kurang manyanangi panyampaian nan blak-blakan walaupun materi permasalahannya alah tajangkau, tidak sasuai umpan jo ikan kurang bijaksana bahaso tapek nyo, sadangkan Rasulullah pun maanjurkan mamakai jalan bijaksana dalam maajak urang ka jalan kabaikan, ajaklah urang ka jalan kabaikan dengan kebijaksanaan dan baik-baik Qur'an Surat An-Nahl ayat 125. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Dakwah bajalan taruih para dai dengan gigih manyampaikan saruan Islam katangah masyarakat minang hasilnyo pun manggambirakan, dimano soaro kebenaran alah sampai ka seantero ranah minang bahkan lah masuk ka istana Pagaruryuang, di dalam pamarintahaan bundo kanduang susunan kabinetnyo alah manaruh menteri agama yaitu Tuan Kadi di Padang Gantiang sadangkan Ratu di bundo kanduang sandiri untuk mambantu tugas-tugas kanegaraannyo di bantu duo departemen; yaitu departemen adat yang taletak di Buo dan departemen agamo talatak di sumpua namun tibua juo kekhawatiran ter hadap pudanyo pusako adat lamo nan usang tatap sajo manghantui pangulu-pangulu nan ado di nagari mako di buek lah ampang-ampang jarak mambateh supayo syarak jan masuk jauh ka wilayah adat. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1206286292497532260-4357602514968078189?l=suheimi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suheimi.blogspot.com/feeds/4357602514968078189/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1206286292497532260&amp;postID=4357602514968078189&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/4357602514968078189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/4357602514968078189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suheimi.blogspot.com/2007/06/syarak-mangato-adat-mamakai-17-26-mei.html' title='syarak mangato adat mamakai 17'/><author><name>dr. H. K.Suheimi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06701488229250303571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1206286292497532260.post-3985422638639569733</id><published>2007-05-26T19:01:00.000+07:00</published><updated>2007-06-11T03:12:51.525+07:00</updated><title type='text'>N G U N - N G U N</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;N G U N  -  N G U N&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Dr.H.K.Suheimi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Cara  Allah mengajarkan tanda-tanda kekuasaan-Nya  sangatlah merangsang perhatian dan kesungguhan kita untuk mengamati penciptaan langit dan seluruh kejadian Allah yang lain. Pandangan yang tajam dan teliti inilah yang mau dirangsang oelh Allah. Pandangan bodoh yang biasa adalah menghilangkan keindahan alam yang cantik permai, halus, seni dan menakjubkan. Mata tidak pernah puas memandang keindahan. Hati tidak pernah puas menerima ilham-ilham Allah dan sarana-sarana dariNya.&lt;br /&gt;Aqal tidak pernah puas meneliti peratuan dan hukum yang berlaku di alam serta kehalusan dan kecanggihan peraturan alam itu. Orang yang memandang dengan mata yang tajam ini senantiasa hidup dalam tamasya (picnic) Ilahi yang gilang gemilang. Keindahannya tidak pernah buruk dan lusuh karena senantiasa menjadi baru pada pandangan mata, hati dan&lt;br /&gt;aqal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghayati keindahan alam tidak semestinya memerlukan Science dan Technology, karena di antara nikmat yang dianugerahkan Allah kepada manusia ialah nikmat berharmoni dan bermesra dengan alam dengan hanya melalui telek pandang saja. Apabila hati terbuka akan menerima ilham-ilham secara langsung dari alam buana yang besar dan indah itu.&lt;br /&gt;Kemudian hati akan bermesra dan berharmoni pula dengan ilham-ilham itu sebagaimana orang yang hidup bermesra dengan orang lain sebelum ia mengetahui sesuatu kejadian alam yang agung dan menakjubkan ini melalui fikiran dan hasil renungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Karena itu di banyak ayat-ayat Al-Qur'an Allah ta'ala menugaskan manusia untuk meneliti alam buana ini dan supaya menikmati pemandangan-pemandangan dan keajaibannya. Al-Qur'an berbicara dengan semua peringkat manusia di setiap jaman. Ia berbicara dengan penduduk hutan rimba dan penduduk padang gurun. Ia berbicara dengan penduduk-penduduk kota dan para penjelajah lautan. Ia berbicara dengan orang orang buta huruf.&lt;br /&gt;Begitu pula Al-Qur'an berbicara dengan ahli astrologi, ahli ilmu fisika dan ahli ilmu teori. Setiap orang dari kita masing-masing mendapati dalam Al-Qur'an keterangan-keterangan yang menghubungkannya dengan alam buana ini dan keterangan-keterangan yang merangsang dalam hatinya keinginan untuk meneliti, menyahuti dan menikmati keindahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Keindahan dalam bentuk alam buana ini memang dimaksudkan Allah seperti kesempurnaan juga. Malah keindahan dan kesempurnaan merupakan dua sudut pandangan bagi  hakikat yang satu, karena kesempurnaan mencapai derajat keindahan. Oleh karena itu Al-Qur'an menarik pandangan manusia kepada keindahan langit setelah ia menarik pandangan mereka kepada kesempurnaanNya.&lt;br /&gt;     Ilmu yang menambahkan takutmu kepada Allah SWT, menambah penglihatan hatimu didalam melihat kekurangan/kelemahan diri, dan menambah pengenalan terhadap Allah SWT.  Disamping itu, mengurangi kegemaranmu terhadap dunia dan menambah kegemaranmu terhadap akhirat. Ilmu tersebut membuka mata hatimu terhadap perkara yang membinasakan ilmu dan menampakkan kamu terhadap tipu daya syaithan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1206286292497532260-3985422638639569733?l=suheimi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suheimi.blogspot.com/feeds/3985422638639569733/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1206286292497532260&amp;postID=3985422638639569733&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/3985422638639569733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/3985422638639569733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suheimi.blogspot.com/2007/06/n-g-u-n-n-g-u-n-26-mei.html' title='N G U N - N G U N'/><author><name>dr. H. K.Suheimi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06701488229250303571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1206286292497532260.post-5298855934329559113</id><published>2007-05-24T19:36:00.000+07:00</published><updated>2007-06-11T03:22:22.052+07:00</updated><title type='text'>KONFLIK INTERNAL HUKUM ADAT SUKU MINANGKABAU</title><content type='html'>&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Ass WW&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:12;"&gt;Sanak -sanak di Palanta&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Ambo diminta mambacoan makalah dalam seminar FGD dan SEMILOKA tgl 19 Juni &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;dicubo meorat oret, namun banyak kekurangannya. Dek kararano awak lai basamo, mohon kioronya sabalaum tulisan ko dilewakan  minta masukkan dari dunsanak. manukuak jo manambahnyo, semoga semiloka itu bermanfaat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:12;"&gt;salam dan do'a&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:12;"&gt;K Suheimi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; KONFLIK INTERNAL&lt;span&gt;  HUKUM ADAT SUKU &lt;/span&gt;MINANGKABAU&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:12;"&gt;Oleh : Dr.H.K.Suheimi &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:12;"&gt;Topik yang tak biasa saya geluti setiap hari, tapi saya disuruh juga oleh komnasham pusat pak saaf, entah  kenapa pak saaf ini menunjuk saya sayapun tak tahu, kami belum pernah bertemu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;  krisis adat yang menimbulkan konflik interna konflik dalam diri masing-masing. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; ketidak sesuaian yang didengar dan yang dilihat/ Tak Ada ketidak sesuaian antara ajaran agama dan adat yang dianut &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Satu hal yang semua orang minang tahu ialah  &lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;kaluak paku asam balimbiang, timpuruang lenggang-lenggangkan dibawok nak urang saruaso, anak dipangku kamanakan dibimbiang urang kampuang di patenggangkan, ditenggang nagari jan binaso. Anak dipangku dalam arti harfiahnyo sianak manyatu &lt;span&gt; &lt;/span&gt;jo diri ayahnyo sacaro tunggal ko lari tabawo lari kok jatuah samo taraok patah sayok batungkek paruah nan anak digungguang juo, antah kok tanah lah tasirah itu bakato urang nan tingga. Ma'nanyo tangguang jawab mutlak jo Tuhan batumpua tagak, kemudian disampiang mamangku anak kamanakan dibimbiang pulo mambimbiang adolah manuntun tangan urang sambia bajalan makasuiknyo mangarahkan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;kan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; nan baiak mambawo &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;kan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;  nan bana manunjuakkan dima lauik nan sati rantau nan batuah. Nanti kalaulah tibo di jalan data kabuik tarang hujan lah taduah mako kamanakan dilapeh-lapehkan. Disuruah malangkah surang diiriangkan dari balakang dibari pituah dari jauah barangkali sistem iko adi parsamaannyo dengan semboyan pendidikan nasional kito yaitu tutwuri handayani. Kini anaklah dipangku kamanakan lah dibimbiang mako urang kampuangpun dipatenggangkan tenggang adolah kato-kato minang yang alah di Indonesiakan manuruik arti aslinyo iyolah kiro-kiro samo jo usaho perbuatan atau karia macam itu indak dapek batenggang arahnyo buntu sagalo usaho mampatenggangkan mambantu mananggulangi, tenggang raso pengertiannyo toleransi urang kampuang dipatenggangkan yaitu usah nak iduik surang, ciptakan pemerataan sosial hilangkan gep antaro sikayo jo si miskin supayo jan timbua keresahan, keresahan nan manjadi pangka bala gangguan kamtibmas. Kok tumbuah hak di lereang agak i tabiang jannyo runtuah bukik jan sampai kapanehan agiah lalu air nan tajun usah bak sudu-sudu di tapi jalan, dijambo kanai miangnyo dijuluak kanai gatahnyo, dipangek kanai durinyo, kasudahannyo diparuang dek urang lalu. Nah baa pulo caronyo manenggang nagari jan binaso, tanah sabingkahlah bapunyo, rumpuik sahalai lah bamiliak tapi malu nan alun babagi, rimbo dipancang untuak parah, rawang dipetak untuak sawah tapi alah bauntuak pandam lah batantu, tapi raso kepentingan basamo punyo urang sanagari, caro basuku tagak disuku caro banagari tahak di nagari kok malu diateh inyo dibaruah, takajuik dimudiak ditagamang dihilia mamak dipintu utang, kamanakan dipintu bayia. Oleh sebab itu indaklah mudah jadi urang minangko, sulik tangguang jawabnyo luas dan rumik. Baban yo barek gayuik bagayuik kapalo sarik bajujuangan bahu barisi kaduonyo suwok kida manjunjuang pulo. Tapi itulah resiko sebagai pemimpin. Pemimpin nan hatinyo tantang kapamimpinannyo ditanyo dek manusia nan dipimpin, ditanyo dek Allah nan mambari pimpinan sadonyo musti dipitangguangjawabkan kini ataupun isuak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Di nagari urang inyo manamukan kembali miliaknyo nan lah hilang inyo mambangun rumah tanggo nan dirinyo sandiri jadi tuan nyo mancari jo badan surang ndak ado urang kamanaguanyo, ndak ado urang mangumando, nyo makan baranak-ranak, indak mintuo kamaupek atau pambayan kamanyindia di rantau ndak ado dunsanak kamausiak ndak ado kamanakan ka manggaduah kok tibo mamak jadi tamunyo hiduik bebas tanpa baso basi tanpa kato pamaniah nan mamuakan disikolah baru taraso jadi urang. Jadi pado hakikatnyo urang minang marantau adolah palarian marantau sebagai pernyataan protes terhadap struktur adat sistem masyarakat nan senjang yang panuah kamunafikan marantau adolah manifestasi dari pambarontakan dingin kapado aturan kaku aturan dirinyo sendiri ndak mampu marubahnyo dari dalam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;papatah nan mangatokan saciok bak ayam sadanciang bak basi mandapek samo baruntuang kaciciran samo marugi tibo di elok baimbauan tibodi buruk baambauan bukti lagi bahwa nagari lai bapatenggangkan banyak kamanakan, talalu banyak contoh-contoh nan manguatkan bahwa tabang gagak jo itamnyo bajalan urang minang jo adatnyo dimanopun bumi urang dipijak langik urang dijunjuang namun bumi jo langik minangkabau ndak kalupo&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:12;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; dekonstruksi bangunan lama, tapi tak tampak bangunan baru yang akan di hunyi, sehingga ada efek samping yang sangat merugikan dari keraguan, lain pituah adat lain pula yang kenyataan lapangan tempat dia tinggal dan mencari kehidupan. Dia memasuki perubahan sikap dan cara hidup yang berbeda dengan adat yang dianutnya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Kita kehilangan identitas yang merupakan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dasar kebersamaan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Kita sama-sama menjalankan adat tak ada yang mau dikatakan tak beradat ini adalah pandangan hidup dan jalan hidup sebagai obor penerang siang di pakalang, malam di pabanta.. Dan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;penunujuk peta untuk menempuh hidup&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Adat tak hanya nilai tapi merupakan pijakkan dan cara pandang melihat dunia dan melihat diri &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Kita pernah pecah dengan terjadinya perang rakyat ( perang paderi )  &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Sebab sebab terjadinya perlawanan rakyat:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Perselisihan antara kaum paderi dengan kaum adat.  Karena ketidaksetujuan kaum adat terhadap penghapusan sebagian adat istiadat yang telah berakar di masyarakat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt; Perang yang berkepanjangan dan rakyat menderita oleh perang itu oleh karena perbedaan pandang kaum adat dan agama. Akhirnya muncul persatuan akibat perbedaan itu , melahirkan suatu kesepakatan yang disebut palakat &lt;span lang="SV"&gt;sebuah plakat yang dikenal sebagai Piagam Bukit Marapalam "Adat bersandi syara'. Syara' ber sandi kitabullah. Syara' mangato adat makai". Artinya orang beradat adalah orang yang memakaikan atau menjalankan perintah agama dalam bentuk nyata, Jadi pembawa adat dan petugas adat pada hakikatnya adalah orang-orang yang melaksanakan dakwah bilhal. Tingkah laku perbuatan dan fiilnya adalah mencerminkan agama yang di peluknya dan akan mensegerakan perintah agamanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Plakat ini merupakan buah dari solidaritas antara adat dan agama yang merupakan sendi pemikiran &lt;span&gt;  &lt;/span&gt;pendahulu kita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Ini merupakan dasar berpijak dan pandangan hidup orang minang yang beradat dan beragama . Apa yang telah dengan susah payah dan tak mudah pendahulu kita melahirkannya sekarang tampak mulai menyusut mengalami kemunduran&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;dan menimbulkan kebimbangan dan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;terjadi konflik dalam diri sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Konflik internal ini meresahkan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;dan tak sedikit yang mencari. Dahulu dengan ABS-SBK, lahir pemimpin ug disegani diseantero Indonesia, apa gerangan?. Maka nilai positifnya orang kembali menggali sisi baik dari ABS-SBK.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Konflik berkepanjangan dan menguatnya gejala keretakan , serta kemerosotan moral dan kemerosotan kepemimpinan . Terlalu banyak yang berpura-pura, lain dihati lain yang di perbuat,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;kita kehilangan gravitasi tempat berpijak&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;yang lama ditinggalkan yang baru belum ada ketetapan. Bila  gravitasi hilang kita terlempar, terlempar kesana sini jadi hancur.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:12;"&gt;Dalam mengharungi kehidupan &lt;span&gt;  &lt;/span&gt;kita disingkirkan, menjadi orang pinggiran, serta miringnya pandangan orang pada kultur kita. Dikatakan Padang bengkok, licik, dalam duo tangah tigo, bajalan baduo ndak ditangah, onyok nan indak babarikan, angak angguak, geleng amuah, manohok kawan sairiang menguntiang dalam lipatan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Dalam manakua inyo manyonggeang.&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:12;"&gt; Kalau utang ka babai dima cadiak di latakkan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Pada lahirnya saja ia patuh, namun di batinnya ia  mela­Dalam manakua maningadah. Dalam menekur menengadah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:12;"&gt;Pada lahirnya saja ia patuh, sebenarnya tidak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;"Conflict in paradise" Semua aturan pepatah petitih, sangatlah indahnya yang dilahirkan oleh pendahulu kita yang lahir dari cerdik pandai. Kita akui pendahulu kita adalah orang pilihan dan pintar terungkap dari susunan kata dan yang sangat indah. Bahasa menunjukkan. Bahasa kita tinggi dan kita berbangsa tinggi. Kita mengalami krisi jati diri krisis identitas. Kita pikir kita telah miliki dan kuasai , ternyata belum semuanya jalan sendiri-sendir. Inyo bak kato inyo &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;aden&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; bak nyano den.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Dan pegangan agama yang kuat yang menunjukan jalan ke sorga,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt; namun di tengah paradise ini ada konflik internal, sebab sering orang berbicara tak menyentuh inti permasalahan, terlalu banyak rede dan bunga-bunganya. Sudah masanya kita mengatakan itu, tak ada orang lain yang mau mengatakannya. Mudah-mudahan ini melahirkan kesadaran untuk menggali mutiara-mutiara yang tersimpan dalam ABS-SBK . Selama kita meninggalkan ABS-SBK yang diperjuangkan memalui tumpahan darah, sesuatu yang sangat agung dan dimuliakan, maka tempat bergantung dan tlah putus berpijak dan lah taban, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;kama&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; badan kamanggapai lai.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; ABS-SBK ini aturan hidup. Bila peraturan tak diimplementasikan dia jadi bangkai.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Banyak tatanan lama di tinggalkan, sebagai penggantinya yang baru belum ada. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;ABS-SBK hilang wibawa dan makna tinggal gaungnya saja. Hilang kesadaran bahwa kita adalah satu. Identitas diri kita untuk bersatu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Kita mengalami krisis pada roh kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:12;"&gt;Setelah didera berbagai krisis, kita tersadar ada sesuatu yang hilang, dan hari ini kita coba mencari yang hilang itu, yaitu kebersamaan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;lamak diawak katuju dek urang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Kita sadar bahwa ABS-SBK telah menghantarkan kita untuk ber ilmu dan berakhlak mulia. Duduak samo randah tagak samo tinggi, saciok bak ayam sadanciang bak basi. Kalurah samo manurun, ka bukik samo mandaki. Tatungkuik samo makan tanahm tatilantang samo makan angin. Tapi kita teracuni oleh USDEK (Untuk Saya Dahulu Engkau Kemudian) Kita terlalu serakah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Kita sebaiknya mengembangkan keteladanan. Diperlukan keteladanan dan ketulusan , peran contoh identifikasi figure.  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; figure-figur yang akan di contoh dimana kerna menjalankan ABS-SBK&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;dia berbahagia di dunia dan bahagia di akhirat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Kita sampai pada titik balik sejarah setelah lama terombang ambing oleh kebimbangan dan dera kehidupan yang pahit&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:12;"&gt;Ini merupakan Rahmat Allah, kepercayaan Allah inilah yang kita khianati&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Home sick, stress tiap hari menyaksikan konflik melalui TV &lt;span&gt;  &lt;/span&gt;radio media masa selalu ada bentrokan karena ketidak adilan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Gelisah dan resah dan keluh kesah itu sebetulnya sunnah Allah, karena manusia diciptakn demiakian, untuk menghilangkan iti kita diseur kembali pada Nya kembali pada jalannya yang lurus dan yang benar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Hari ini kita revitalisasi, pilih yang terbaik tinggalkan yang buruk sebagai cermin adat kita ini &lt;span&gt;  &lt;/span&gt;flexible. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Nah kita semua tahu akan akan Agaknya adat kita bukanlah adat yang kaku, tapi adalah adat yang fleksibel dapat menyesuaikan dengan keadaan. "Dimana tanah di pijak disana langit di junjung". Saya hanya berfikir-fikir,  kenapa  tak di beri kelonggaran dan alternatif.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:12;"&gt;Abih adat bakalirahan, abih cupak de buatan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Habis adat berkelerelaan, habis cupak karena buatan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Bila sudah sepakat, adat istiaat (dibiasakan) boleh  saja diabaikan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:12;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Kenapa pendahulu kita dulu banyak yang berhasil dan jadi tokoh-tokoh Nasional agaknya mereka dulu di tempa mereka digodok di pusdiklat adat, apo pulo itu pusdiklat adat, pusdiklat&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;iyolah surau mulai umua tujuah taun anak-anak minang diharuskan masuak ka pusat pendidikan dan latihan tadi sampai kamudian siap untuk diterjunkan ke masyarakat melalui pengawasan nan ketat mereka diasiangkan dari rumah makannyo indah buliah dikanyangkan laloknyo dipapan karajo bagobaloan moralnyo dididik jo agamo fisiknyo dilatiah basilek dan mentalnyo di aja pasambahan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;Ilmu adat termasuk kepada hukum positif (living law), yaitu hukum yang berlaku sekarang yang kebanyakan tidak tertulis, namun  dipatuhi oleh rakyat &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;span&gt;. Hukum adat merupakan hukum yang timbul dari penjelmaan dan kesadaran hukum rakyat yng tercemin di dalam UUD 1945, yang disebut dengan hukum dasar. Dengan demikian UUD 1945 merupakan UU sekaligus juga hukum dasar. Hampir sebagian besar hukum yang tertulis berasal dari eropa, yang bertujuan untuk terciptanya kepastian hukum. Namun pengaturan uatu masyarakat tidak hanya diberlakukan hukum tertulis, tetapi juga perlu hukum yang tidak tertulis yang dating dan berasal dari kepribadian bangsa &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Hukum adat merupakan penjelmaan dari kepribadian bangsa Indonesia mempunyai corak yang berbeda dengan jiwa hukum barat Karena: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt 72pt; text-indent: -18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bersifat komunal / kebersamaan  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt 72pt; text-indent: -18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bersifat fleksibel / mudah menyesuiakan diri dengan perubahan yang terjadi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt 72pt; text-indent: -18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bersifat magis religius (keagamaan) transidental &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt 72pt; text-indent: -18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Agama, adat dan budaya  mempunyai peran yang sangat penting &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Hukum adat lebih dahulu berkembang di masyarakat Indonesia sebelum datangnya hukum agama dan hukum eropa. Pentingnya kita mempelajari hukum adat karena ini merupakan budaya leluhur bangsa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Artinya kebiasaan suatu aturan muncul karena adanya tradisi yang dipatuhi dan ditaati secara turun temurun oleh  masyarakat dan bagi setiap pelanggarannya dikenai sanksi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt 36pt; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Hukum Adat adalah endapan kesusilaan dalam masyarakat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Hukum Adat adalah hukum yang tidak tertulis dalam peraturan-peratuan legislatif, meliputi aturan-aturan hidup meskipun tidak ditetapkan oleh yang berwajib tetapi ditaati oleh rakyat berdasarkan atas keyakinan bahwa peraturan tersebut mempunyai kekuatan hokum&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Hukum Adat adalah sebagai peraturan hidup meskipun tidak diundangkan oleh penguasa tetapi dihormati dan ditaati oleh rakyat dengan keyakinan bahwa peraturan tersebut berlaku sebagai hokum&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;lemahnya peraturan tergantung pada factor:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;seberapa jauh keadaan social masyarakat yang bersangkutan mengalami perubahan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Seberapa jauh peraturan yang diwujudkan itu selaras dengan system adat yang berlaku. Seberapa jauh peraturan itu selaras dengan  syarat-syarat kemanusian&lt;span&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:12;"&gt;Itulah sumbangan saya&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;tolong ditambahi, sudah lama kita merdeka dan di beri kebebasan tapi ndak maju-majunya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; Padang 23 Mai 2007&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1206286292497532260-5298855934329559113?l=suheimi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suheimi.blogspot.com/feeds/5298855934329559113/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1206286292497532260&amp;postID=5298855934329559113&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/5298855934329559113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/5298855934329559113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suheimi.blogspot.com/2007/06/konflik-internal-hukum-adat-suku.html' title='KONFLIK INTERNAL HUKUM ADAT SUKU MINANGKABAU'/><author><name>dr. H. K.Suheimi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06701488229250303571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1206286292497532260.post-101422300435561328</id><published>2007-05-24T16:42:00.000+07:00</published><updated>2007-06-22T05:55:54.050+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syarak Mangato Adat Mamakai'/><title type='text'>syarak managto adat mamakai 16</title><content type='html'>&lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Dunsanak pandanga kini kito mandapati adat dan agama yang kokoh dan basanyawa dalam kahidupan yang didapek dek caro yang mudah bagitu sajo, dengan bim salabim jadilah adat basandi syarak indaklah baitu, indak samudah malakuik padi sacapek mambaliakan talapak tangan, untuk mancapai ka titik final malalui proses panjang nan baliku banyak rintangan dan seleksi yang di rambah oleh ulama dalam manyabarkan agama Islam, menghadapi tokoh-tokoh adat yang ortodok dengan saribu kacurigaan musti mamakai metoda nan tapek, kalau indak baitu bisa malonjak ikan di kaia umpan habiah ikan indak dapek, kaia lapeh joran patah barandam dalam aia sacaro kronologis dapek lah kito jalehkan tahap-tahap sajarah babilang abad bahkan sampai kiniko masih ado proses islamisasi dan manjalankan syariat, manyaluruh kasaluruh kahidupan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; Satidaknyo ado 7 tahap nan dilalui ; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;mulai mahadapi masyarakat Minangkabau yang animistik sampai mangikih kabiasan hindu jo budha, akhianyo sampai deklarasi adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah ;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt 36pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;nan partamo sabalum islam urang minankabau indak mangenal hiduik sasudah mati saisuk, adat di buek untuk urang hiduik kok lah mati manjadi&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;tanah indak ado aturan nan ka ma hukum, katonyo hiduik di kanduang adat mati di kanduang tanah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt 36pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;nan kaduo wakatu islam diperkenalkan ka masyarakaik minangkabau anggan manarimo sabab para Da'I kurang sopan santun dalam manyampaikan dakwah, timbullah sindiran mangatokan sayrak batilanjang adat basisampiang&lt;span&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt 36pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;nan katigo untuk mambanduang arus islam di masyarakat nan takuik rimbo nan ba binalu mako nyo pamuka adat jo cadiak pandai mambuek pambnateh nan sipadan yaitu adat basandi alua syarak basandi kitabullah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt 36pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;nan ka ampek malalui pambatasan itu laju dakwah di raso lamban, mako pado itu para ulama malakukan pandakatan, syarak mandaki adat manurun &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt 36pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt; &lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;nan kalimo usaha yang dlakukan mandatangkan hasil, sahinggo islam ditarimo dalam mambina hiduik urang minangkabau, tibo lah papatah mangatokan syarak jo adat bak aua jo tabiang sanda ba sanda kaduonyo &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt 36pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;nan ka anam manyadari manfaat ajaran islam mayampurnakan ajarab adat pado proses salanjuiknyo ka taraf adat badaulat ka syarak, itulah ungkapan dari syarak mangato adat mamakai &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt 36pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; -&lt;/span&gt;&lt;span&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;nan tarakhir pangukuhan itu dijadikan sebagai  konsep bagi orang minangkabau yaitu adat basandi syarak syarak basandi kitabullah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;span lang="EN-US"  style="font-size:12;"&gt;Dunsanak pandanga nan ambo hormati sabalum agamo hinggok mancakam di ranah minangkabau urang awak indak pernah mangatahui hiduik sasudah mati, kahidupan hanyo ado di dunia untuk itulah paraturan hanyo untuk masalah di dunia, adat dsisusun untuk urang hiduik mati manjadi tanah habih urusan, dahulu ado akhirnyo lanyap, hilang musnah antah kamano itu indak paralu dikaji di pikiakan, itulah nan dkajikanyo hiduik dikanduang adat mati dikanduang tanah disikolah masuknyo paham reinkarnasi hiduik, bahwa sasudah mati masuk nirwana namonyo sarugo kok kambali hiduik dunia bawujuik bantuak binatang hino, tapi amal-amal untuk mancapai nirwana itu indak pernah diajarkan sarupo di islam dek rumah lah nampak jalan pulang ndak tantu agamo hindu indak balaku dek urang minang, mako islam mambao kaba bahwa hiduik sasudah dunia adolah hiduik sasudah mati yaitu di akhirat, akhirat itu tampek pambalasan timbangan antaro amal nan baik jo nan buruk barek amalan baik basanang sanang di sarugo, kok babuek doso bapanggang di api narako, disampiang disuruh taat kapado Allah bpicayo ka nan gaib, dituntun caro hiduik bamasyarakat, rajin- rajin basidakah, santuni urang nan bansaiak, manolong urang dalam kasusahan, sayangi urang lain bagaimano manyayangi diri sendiri, usah mambunuh bia jo sanjato atau ilmu sihia, usah bazina, usah manyabuang, usah minum minuman kareh, judi jo minum minuman kareh marusak diri jo urang nan hiduik bakaliliang dan lain sabagainyo yang basifat amar ma'ruf nai mungkar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1206286292497532260-101422300435561328?l=suheimi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suheimi.blogspot.com/feeds/101422300435561328/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1206286292497532260&amp;postID=101422300435561328&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/101422300435561328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/101422300435561328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suheimi.blogspot.com/2007/06/syarak-managto-adat-mamakai-16-24-mei.html' title='syarak managto adat mamakai 16'/><author><name>dr. H. K.Suheimi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06701488229250303571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1206286292497532260.post-1012946991444676922</id><published>2007-05-22T20:44:00.000+07:00</published><updated>2007-06-22T05:55:54.050+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syarak Mangato Adat Mamakai'/><title type='text'>syarak mangato adat mamakai 15</title><content type='html'>&lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Saudara pandanga makna nan takanduang dalam carito tadi, bahwa sasaorang tu punyo hago diri dan malu pado dirinyo mambuek doso. Itulah maksudnyo Rasulullah jo jawaban nan baliku tadi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Firman Allah : &lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Al haya ukhwah batul minal iman " Malu itu sebagian dari iman" Syarak dilangga narako datang malingkung mako katamu kaduonya bakubua batali arek.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Adat jo syarak di Minangkabau sarupo aua jo tabiang Sayarak  dilanggo narako balingkuang mangabek mako batamulah kaduonyo bakubuo bajalin arek, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; Simuncak mati tarambau &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Parak mambao ladiang &lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Luko lah pao kaduanyo &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt; &lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Adat jo syarak di minangkabau &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Sarupo aua jo tabiang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; Sanda basanda kaduonyo&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Basi nan baringgi baulu diateh bawah alah baik mako baik. Itulah deknyo undang dek pemerintah sanksinyo bui jo pajaro, mako langkoklah tali pagangan Minangkabau tali 3 nan sapilin, kok kandua tali salampiah mako lungga pilin yang lain. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Angku-angku, saudaro pandanga  itulah tadi 4 faktor yang manjadi titik tamu antaro adat yang manyusun kahidupan urang Minangkabau jo syarak dalam masuak&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;nyo ajaran agama Islam di Minangkabau sabagai panyampurna, mungkin bagi agamo lain yang pernah singgah ka Minangkabau ko indak ditamui tali pnghubung macam tadi, malah batantangan jo kaidah-kaidah budaya yang mandarah dagiang dalam masyarakat Minangkabau, mako tatutuik lah pintu masuk, umpamo agamo hindu mambagi martabat manusia ba kasta-kasta, budha mangutmakan budi tapi indak babantuak dalam amalan yang saimbang, kristen yang hanyo mangutamokan hubungan manusia dengan tuhan indak mamparatian hubungan natara manusia jo masyarakat, komunisme yang tunduk kabakleh nan lahia. Sadangkan nan batin indak di paratian jo nan lain. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Ajaran islam indak mambantuk manusia dari awal, inyo manyudahkan tabangkalai nan tabantang, malanjuikkan karangko nan lah tagak, islam datang mambangun pondasi dari adat nan lan kokoh, sungguh tampek komposisi kato "adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah sabab kato sandi itu sandiri landasan tampek tagak nan taduah babahagiah urang minangkabau dengan falsafah adat basandi, nan tak kan lakang dek paneh nan ka manimpo dan indak lapuak dek hujuan nan ka mantutuah, asalkan kito istiqomah dan konsisten jo filsafah minangkabau tasabuik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1206286292497532260-1012946991444676922?l=suheimi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suheimi.blogspot.com/feeds/1012946991444676922/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1206286292497532260&amp;postID=1012946991444676922&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/1012946991444676922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/1012946991444676922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suheimi.blogspot.com/2007/06/syarak-mangato-adat-mamakai-15-22-mei.html' title='syarak mangato adat mamakai 15'/><author><name>dr. H. K.Suheimi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06701488229250303571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1206286292497532260.post-5728519550334690541</id><published>2007-05-22T19:53:00.000+07:00</published><updated>2007-06-11T03:09:21.048+07:00</updated><title type='text'>N E M</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;N . E . M&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh : Dr.H.K.Suheimi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;N.E.M adalah singkatan dari Nilai Ebtanas Murni. Betulkah nilai itu "MURNI". Inilah yang selalu bergelut dalam fikiran saya.&lt;br /&gt;"Murnikah hasil Ebtanas itu?". Saya ngak tahu, sayapun tak tahu kemana harus bertanya dan kepada siapa harus mengadu. Saya takut kalau NEM anak saya yang murni itu tercemar oleh hal-hal yang tak murni. "Karena setitik nila, rusak susu sebelanga" pepatah yang saya ingat ketika masih di SD dulu.&lt;br /&gt;Sekarang anak saya Irsyad duduk di bangku SD. SD 05 Padang Pasir. SD teladan. Kalau ada kunjungan tamu-tamu, baik dari jakarta SD inilah yang jadi percontohan. Baik disiplinnya baik cara gurunya mengajar, banyak dapat penghargaan. Saya senang sekali waktu tahun lalu diadakan pemilihan dan seleksi SD teladan se Indonesia. Ternyata SD 05 Padsang PAsir ini keluar jadi pemenang nomor 2 di seluruh Indonesia. Hanya SD di Yokya saja yang mengalahkannya. Betapa senang dan bangganya saya karena anak saya sekolah di sekolah teladan ini.&lt;br /&gt;Lebih bersyukur saya lagi ketika keluar NEM nya. saya lihat prestasi dan angka yang dicapai anak saya adalah tinggi. Terbaca dalam NEM itu Angka-angka sebagai berikut 9,82.. 9,63... 9,25...9,10 .. dan 8,75. Sehingga komulasinya NEMnya adalah 46,55. Saya cium Irsyad saya beri kecupan penghargaan karena dia telah mengalahkan saya. Saya ndak pernah mengondol angka sembilan. Sebagai mana sewaktu jadi dosen sekarangpun saya tak dapat memberikan&lt;br /&gt;angka sembilan itu pada mahasiswa saya.&lt;br /&gt;Saya beri dia hadiah, saya bawa dia makan, saya belikan dia mainan, dia senyum dan diapun puas.&lt;br /&gt;Dengan langkah pasti dan tegap saya bawa anak ini melamar ke SMP 1, karena rayonnya memang disitu. Dengan penuh keyakinan, saya percaya anak ini akan di terima. Betapa tidak, berasal dari SD teladan nomor dua di seluruh Indonesia. Mempunyai nilai yang tinggi diantara teman-temannya. Makanya surat lamaran dan formulir pendaftaran hanya saya isi untuk SMP 1, karena memang itu rayonnya. Kalau pergi ke SMP lain tentu NEMnya harus lebih tinggi lagi.&lt;br /&gt;Tapi ternyata kegembiraan saya itu tidak berlangsung lama. Betapa terhenyak dan terperangahnya saya ketika hari Jumat, menyaksikan papan pengumuman di SMP 1 anak saya tidak diterima. "Anak-anak kami, guru SMP 1 juga banyak yang ndak di terima". Kata buk guru&lt;br /&gt;SMP 1 yang mendampingi saya. Minimal NEM yang di terima adalah 46,95. Saya terperanjat kok ada NEM anak SDF yang setinggi itu.&lt;br /&gt;Berarti mereka punya angka sepuluh dalam NEM nya. Oh luar biasa pintarnya.&lt;br /&gt;Saya lebih terkejut lagi sewaktu melihat kenyataan, dari 170 murid yang di terima, 113 orang berasal dari sebuah SD. Tentu NEM SD tersebut adalah berkisar 48 dan 47. Oh betapa hebatnya.&lt;br /&gt;Kenapa dulu saya tak tahu bahwa ada SD yang sehebat itu?. Kalau saya tehu tentu kesanalah anak saya, saya masukkan supaya dia bisa menembus SMP 1.&lt;br /&gt;Tapi salahkah saya memilih SD terbaik menurut penilaian Tim Nasional. Atau salahkah TIM nasional menilai SD 05?. Dan kesana anak saya percayakan?. Saya tidak kecewa pada anak saya, dia telah berusaha untuk mendapatkan NEM 46,55. Cuma nasibnya belum di terima di SMP 1. Mungkin anak saya yang berikutnya nanti akan saya usahakan masuk ke SD yang hampir semua muridnya memperoleh NEM yang sangat tinggi.&lt;br /&gt;Sipakah yang salah dan apakah yang salah, kata saya dari dalam hati. Tidak ada yang salah, cuma nasib anak saya yang tak dapat sekolah negeri, karena saya tidak mendaftarkannya ke SMP negeri yang lain.&lt;br /&gt;Lalu saya dengar ceritra lain. "Sedih pak", kata seorang ibu. Ada seorang anak yang juara sejak dari kelas satu SD sampai lulus kelas 6. Cuma dia dapat NEM 46. Anak dengan bibit baik sejak awal ini di sekolah yang juga baik, tak dapat memilih sekolah favoritnya SMP 1.&lt;br /&gt;Andaikan.... Saya kadang-kadang suka berandai-andai. Andaikan N.E.M yang singkatannya adalah Nilai Ebtanas "Murni". Diisi dengan nilai yang ternyata "tidak murni". Maka dari lubuk hati yang dalam saya berdo'a, kiranya tangan-tangan yang mempermainkan kemurnian dari satu nilai yang di junjung tinggi ini. di beri balasan yang setimpal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk semua itu saya teringat akan sebuah Firman Suci_Nya dalam&lt;br /&gt;Al_Qur'an surat An nisaa' ayat 79:&lt;br /&gt;[1]"Apa saja kebaikan yang engkau peroleh adalah dari sisi Allah, dan apa saja bencana yang menimpa engkau adalah akibat (Kesalahan) dirimu sendiri...."P[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P a d a n g 6 Juli 1996&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1206286292497532260-5728519550334690541?l=suheimi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suheimi.blogspot.com/feeds/5728519550334690541/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1206286292497532260&amp;postID=5728519550334690541&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/5728519550334690541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/5728519550334690541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suheimi.blogspot.com/2007/06/n-e-m-22-mei.html' title='N E M'/><author><name>dr. H. K.Suheimi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06701488229250303571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1206286292497532260.post-7756146536861795784</id><published>2007-05-21T20:30:00.000+07:00</published><updated>2007-06-22T05:55:54.050+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syarak Mangato Adat Mamakai'/><title type='text'>syarak mangato adat mamakai 14</title><content type='html'>&lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Walau tak ado urang nan tau tapi Allah manyaksikan, malu kapado Allah itulah namonyo Taqwa &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Hadits Riwayat Ahmad : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt; &lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah sekali kali menyendiri dengan seorang perempuan yang bukan muhrim, sebab yang kedua dan dan ketiganya adalah setan "&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Nah tantang ikolah latak kesempurnaan agamo Allah dibandiang adat buatan manusia. Mankok lungga tali syarak adat nan maarekan. Salamaik datang agamo Allah di ranah minang tanah pusako &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Sasuia pandangan antaro alau jo patuik tantang adat jo agamo mako rasulullah mangatokan dalam hadis nyo : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;"Sesungguhnya amalan seseorang itu dengan niat maka pahala sesoerang itu tergantung dengan niatnya tersebut".  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Adapun niat itu datangnya dari hasrat yang berasal dari nafsu kemudian di visualiasikan oleh tindakan, amal atau perbuatan, mako niat yang baik atau buruk yang manantukannya restu dari qalbu atau hati nurani tadi. Hasilnyo tagantuang dari apo yang taniaek dalam hati manusia tu. Bak kato urang cadiak pandai " Kok baniah&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;nan ka di tanam padi nan katumbuah, sia yang manuai angin makop badai nan katibo. Kok niat nan buruak karajo yang salah mako doso dari Allah nan kadapek, di kutuak dikapiak tanah azab narako jahanam tantangannyo. Kok raso indak manaruah buliah nan kasa dari pareso sasa lah hukuman di akhirat. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt; &lt;span lang="EN-US"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; satu dialog menarik antara seorang mualaf dengan Rasulullah " setelah malafazdkan Syahadat urang itu bakato ka bakeh Nabi, apo katonyo : Ya Rasulullah kini ambo alah islam tapi karajo ambo mancilok, apo buliah ambo mancilok ? kontan jawek Nabi Buliah kecek Rasulullah tapi basyarat , mandanga jawban itu takajuik si Mualaf, Apo yo syarat nyo ya Rasulullah, Syaratnyo kato Nabi indak buliah urang nan tahu bukan main gadang hati nyo mangecek samo surang mandanga syarat dari Rasulullah tadi enteng nyo. Satalah mengucapkan salam urang tadi bagageh pai. Bisuak nyo si Mualaf tadi pai manamui Nabi, kapatang ambo mancilok ya Rasulullah, lai indak ado urang nan tahu? Indak jaweknyo uarang nan punyo rumah takalok sampai pagi, jo sia ang mancilok kecek nabi kami baduo indak ado urang nan tahu do . Bisuaknyo datang baliak malapor baliak tadi malam ambo mancilok tapi indak ado urang nan tahu, batanyo Rasulullah waang tahu? Yo ambo surang mancilok dalam sadar indak mabuakwaang tahu . Waang urang kecek nabi Dalam senggeang Nabi manjawaek kan alah den kecekkan buliah mancilok syaraiknyo indak buliah urang nan tahu, sadangkan waang ku urang dalam hukum nyo ado urang nan tahu, urang tu pun malu kapado rasulullah. Idak ka mancilok lai. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1206286292497532260-7756146536861795784?l=suheimi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suheimi.blogspot.com/feeds/7756146536861795784/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1206286292497532260&amp;postID=7756146536861795784&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/7756146536861795784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/7756146536861795784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suheimi.blogspot.com/2007/06/syarak-mangato-adat-mamakai-14-21-mei.html' title='syarak mangato adat mamakai 14'/><author><name>dr. H. K.Suheimi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06701488229250303571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1206286292497532260.post-4098422843898596610</id><published>2007-05-21T19:45:00.000+07:00</published><updated>2007-06-11T03:03:33.138+07:00</updated><title type='text'>Nelayan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;NELAYAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"NENEK moyangku orang pelaut, menempuh ombak tiada takut." Nenek   moyang  saya memang orang pelaut, pencari  ikan,  jadi nelayan. Di waktu kecil  saya pun  sering  ikut-ikutan ke laut, berbiduk, berdayung sampan dan mencari ikan. Tidak mudah dan sangat sulit menangkap ikan, apalagi kalau hari  sedang buruk, badai datang dan laut berombak. Bergelut dengan  gelombang dan  bermain  dengan  maut, terbuai-buai  dan  terayun-ayun  oleh gelombang  dan  terhempas oleh ombak. Saya tidak pernah   lupa  akan semua  itu, namun saya ke laut juga, namun saya menangkap ikan dan  memancing juga. Kebiasaan ini sampai sekarang masih melekat, mungkin karena darah dagingnya adalah nelayan.&lt;br /&gt;Lalu hari itu Senin 21 November 1994, terbetik berita, "Ikan Melimpah,  Nelayan Payah". Hati saya terenyuh membaca   berita  itu, memang itu satu kenyataan. Beberapa hari yang lalu saya pergi ke Pasir Kandang membeli  ikan yang  baru saja keluar dari bagan di laut. Banyak bagan di   Pasir Kandang  dan banyak nelayan di sana, serta banyak  pula  pedagang membeli  dan  menjual ikan di pasir putih  itu.   Ketika  seorang nelayan  menawarkan  ikannya hampir penuh sekeranjang,  saya  seakan-akan  tidak  percaya, karena sebanyak itu ikan   ditawarkannya hanya  Rp 3.000,-. Saya tidak bisa menawar, kasihan ikan  sebanyak itu,  hampir  sekeranjang cuma Rp 3.000,-.&lt;br /&gt;Ikan yang  masih  baru, matanya  putih dan ingsangnya merah, belum masuk es, ikan  segar, kesukaan saya. Tanpa ditawar ikan itu saya beli. Oh, betapa   murahnya.  "Beginilah  nasib  nelayan, Pak. Ikan  banyak  dapat,  tetapi harganya  sangat murah. Payah-payah ke laut saja,   ndak  sebanding antara  modal  untuk melaut dengan hasil yang  didapat.  Kadang-kadang  kalau ndak terjual atau ndak bisa dijemur,   ikan-ikan  kami kubur, Pak." Sore hari seorang nelayan yang berasal dari Carocok  Painan, kebetulan  datang  membawa istrinya berobat. "Memang  di  Carocok Painan berton-ton ikan-ikan ini kami kubur, karena sudah  membusuk, padahal menangkapnya tidak mudah," keluhnya. "Mau dijemur hari berkabut, matahari ndak panas, dan tempat untuk   menjemur pun sudah  tidak  ada karena ikan-ikan yang banyak  dan  melimpah. Dan kalaupun  jadi  ikan kering yang digunakan untuk   makanan  ayam, harganya  ndak sebanding dengan modal yang dikeluarkan."&lt;br /&gt;"Kalau ikan-ikan itu dikirim ke Padang, mungkin lebih besar ongkos daripada   harga  ikan itu sendiri."&lt;br /&gt;"Payah jadi nelayan.  Waktu   masa sulit  ikan susah ditangkap, waktu ikan banyak,  harganya  sangat murah  sekali. Dijual ndak ada pembeli, ditahan dia  membusuk, dan akhirnya berton-ton ikan itu kami kuburkan." Keluhnya sambil merenungi nasib para nelayan. "Kami tidak punya alat untuk pendingin sebagai  pengawet ikan, seperti yang dipunyai nelayan di  Banyumas. Kami pun ndak punya fabrik yang dapat memproses ikan  menjadi lebih  berguna.  Kami tahu, di luar negeri   ikan-ikan  ini  sangat mahal,  tetapi di sini, ikan-ikan itu dibuang dan dikubur,"  cilotehnya lagi.&lt;br /&gt;Malamnya  mata  saya ndak mau tidur memikirkan nasib  para  nelayan,  karena di tubuh saya ini mengalir darah nelayan.  Kadang-kadang terfikir, bagaimana kalau ada inisiatif pemerintah mendirikan sebuah fabrik ikan sardencis. Karena harga sardencis  sekalengnya Rp 5.000,-.  Sedangkan  isinya cuma 3 ekor. Betapa   tertolongnya  nelayan,  sehingga ikannya ndak jadi dikubur dan  pendapatannya pun meningkat.  Kadang-kadang terfikir lagi, kalau di  pingir   pantai didirikan  satu  tempat  penyimpanan atau lemari  es  yang  besar, sehingga  dapat  menampung ikan-ikan yang tidak habis   di  konsumsi penduduk,  bisa disimpan sebagai cadangan dan  persiapan.  Karena ikan-ikan  di laut tempo-tempo sangat sukar ditangkap dan   sulit dicari.&lt;br /&gt;Kemudian  fikiran  lain yang menghinggapi saya  adalah,  agar nelayan  membentuk  organisasi, dan  organisasi  ini  memberikan batas maksimal seseorang boleh menangkap ikan, seperti OPEC   yang membatasi anggotanya menghasilkan minyak, supaya harganya  stabil dan tidak jatuh. Karena  saya lihat, hanya nelayan yang bisa menangkap  ikan, maka  nelayan  pulalah yang dapat menentukan berapa  banyak  ikan yang  mau  ditangkap dengan memperhitungkan kemampuan  dan  daya beli   dan daya serap orang memakan ikan.&lt;br /&gt;Dengan  demikian  harga ikan tetap stabil. Jadi nelayan tidak usah repot-repot, kalau sudah sampai  batas maksimal dia harus menepi dan menjual ikannya.  Dan orang pun ndak bisa mempermainkan harga ikan. Harga ikan ditentukan oleh nelayan. Agar jangan ada ikan yang ditangkap  tetapi sia-sia  karena  dibuang atau dijual dengan harga  yang  sangat murah.   Toh ikan yang belum tertangkap hari ini, esok  kan  masih menjadi milik nelayan. Jadi nelayan tidak perlu memforsir tenaganya dan dapat menghemat ikan di laut, yang akhirnya boleh dikata milik  sang nelayan. Sebagaimana kata sebuah pepatah,  "Waktu  ada jangan  dihabiskan, waktu tidak ada baru dimakan".   Seakan-akan  nelayan menyimpan dan menanam ikan di laut, yang dapat dipetiknya bila harganya mahal kelak.&lt;br /&gt;Hal  lain yang hinggap di fikiran saya adalah, kalau  memang ada  ikan yang sudah membusuk ndak bisa dimanfaatkan lagi,  daripada  dikubur, lebih baik buang ke laut lepas. Di laut dia  akan jadi  makanan bagi ikan-ikan yang lain, agar supaya ikan-ikan  di laut  lepas  semakin mendekat dan makin berkembang  biak  karena dapat  makanan protein, dengan demikian ndak ada ikan  yang  terbuang percuma. Atau tebarkan di atas karang-karang, di sana   banyak ikan karapu, ikan tando, dan jenis-jenis ikan karang dan ikan hias yang  harganya  jauh lebih mahal. Dia tumbuh dan  dia  berkembang dengan pesat, tiba masanya nelayan memetiknya.&lt;br /&gt;Dan  cara  yang lain seperti di negara maju  ada  peraturan, ikan boleh ditangkap pada ukuran dan besar tertentu, jadi  kalau dia  masih kecil, biarkan tumbuh dan berkembang. Dengan  demikian laut  selalu bisa menyediakan makanan yang terbaik  dan  termahal bagi manusia, dan penghasilan nelayan pun jadi meningkat. Saya  sedih,  dari dulu selalu saja nasib  nelayan  ini  tidak terangkat,  selalu  saja dia menempati  tempat  sebagai   golongan ekonomi lemah. Padahal mereka sudah berusaha, menempuh gelombang, kadang-kadang  berhari-hari  di  tengah  lautan  mencari  ikan sebagai   makanan  yang diakui oleh dunia sebagai  makanan  nomor satu terbaik dengan gizi yang tertinggi.&lt;br /&gt;Di seluruh dunia ikanlah makanan  yang  paling mahal, tetapi di negeri saya  ikan  dikubur karena  terlalu banyak dan melimpah serta dibuang-buang.   Ironis memang,  aneh  tetapi nyata, bagaikan ayam yang mati  kelaparan  di dalam  lumbung.  Agaknya  pemerintah dan pengusaha perlu melirik   sektor  ini, apakah  dengan mendirikan fabrik ikan kaleng  ataukah  mendirikan kamar pendingin dan pengawet. Semuanya terpulang kepada kita bersama.  Karena  kita butuh nelayan, kita butuh penangkap  ikan  yang tangguh  supaya  kita dan anak cucu dapat gizi dan   makanan  yang terbaik.  Maka  kewajiban kitalah  memperhatikan  kehidupan  para nelayan dan mengangkat derajat serta harkat hidup mereka.   Agaknya ini  adalah usaha dan amal yang paling besar. Ikan-ikan tidak  dikubur,  nasib saudara-saudara kita nelayan terangkat.  Pemerintah kuat  dan  rakyat pun  sehat,  ekonomi  meningkat.   Siapa  orangnya  yang mau infestasi dan terjun di bidang pengawetan  dan fabrik  ikan kaleng ini? Pintu terbuka, nelayan berharap, usaha ini dapat sokongan dan Allah pun ridha. Maka menghidupkan dan menghidupi ikan adalah lebih baik daripada mematikannya.&lt;br /&gt;Dan akan menghidupi nelayan dan keluarganya. Kelemahan manusia    diakibatkan oleh  kenyataan  bahwa  ia diciptakan Tuhan sebagai makhluk yang lemah, tidak tahan menderita, pendek fikiran dan sempit pandangan, serta gampang mengeluh. Manusia  dapat meningkatkan kekuatannya dalam kerja sama dan dapat memperkecil kelemahannya dalam kerja sama. Maka manusia dituntut untuk bisa saling mendengar sesamanya dan  mengikuti mana saja dari sekian banyak pandangan  manusiawi itu paling baik. Sehingga terjadi pula hubungan saling   mengingatkan akan apa yang benar dan baik, serta keharusan mewujudkan yang benar dan baik itu dengan tabah dan sabar.&lt;br /&gt;Untuk  semua itu saya teringat akan sebuah firman suci-Nya  yang artinya sebagai berikut: "Barang siapa melakukan usaha penuh kesungguhan itu,  maka Allah  akan  menunjukkan  berbagai  (tidak  satu)  jalan   menuju kepada-Nya." (Surat Al Ankabut ayat 69).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekerjalah dengan prinsip membei yang selalu ikhlas karena Allah, sehingga kesuksesan atau hasil sebenarnya merupakan impact dari prinsip memberi, berkorban dan didasari sifat dan kasih sayang yang tulus. Inilah makan ibadah sebenarnya, dalam berusaha selalu mencari Ridho Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lakukan segala sesuatu karena Allah, dan atas nama Allah dengan tulus&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;"Berilah nafkah di jalan Allah, dan janganlah terjun dalam kehancuran oleh tangan-tanganmu sendiri. Berubuatlah kebaikan. Sungguh, Allah cinta orang yang berbuat kebaikan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Q.S 2 Surat Al Baqarah (sapi betina) ayat 195&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;April 2002&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1206286292497532260-4098422843898596610?l=suheimi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suheimi.blogspot.com/feeds/4098422843898596610/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1206286292497532260&amp;postID=4098422843898596610&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/4098422843898596610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/4098422843898596610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suheimi.blogspot.com/2007/06/nelayan-21-mei.html' title='Nelayan'/><author><name>dr. H. K.Suheimi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06701488229250303571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1206286292497532260.post-5724552712002814423</id><published>2007-05-15T20:50:00.000+07:00</published><updated>2007-06-22T05:55:54.050+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syarak Mangato Adat Mamakai'/><title type='text'>Syarak mangato adat mamakai 13</title><content type='html'>&lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Untuk mamparabuikkan kahormatan dalam mamindahkan jumratul aswat kasampian ka'bah 4 kabilah Arab yang bapangaruah di masyarakat hampia sajo basitumpah parang sudaro dalam mangahadapi masalah sarupo itu kamudian mancaliak situasi sarupo itu timbua ide Nabi nan masuak aka di bantang kan sorban untuk manyalasaikan masalah 4 suku yang basangketo malakukan kabilah tasabuik malakukan sujuid yang dipimpin oleh Nabi. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; Kabijaksanaan Nabi tasabuik ditarimo sacaro akamasi oleh masayarakat dan salamaiklah manusai dari bala nan manimpo. Islam marupokan agama logis dan realistis yang dapek ditarimo bukan agamo doktrin yang hanyo dapek ditarimo bagitu sajo. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Faktor ka ampek yang mampasobokkan adat jo islam adolah adonyo hati nurani yang paling jujur di hati pribadi manusia, adopun sosok manusia itu tadiri dari duo unsur yaitu unsua lahia jo unsua batin tubuah kasa jo jiwa yang maunyi yang kalau tubuah indak bajiwa namonyo bangkai sadangkan jiwa indak batubuah dikatokan aruah atau roh. Anggota badan bagarak dek parintah otak yang lataknyo di kapalo dan otak di kendalikan oleh kemauan nan dikatokan nafsu, dan otak atau hati manusia digarak kan oleh hati nan paliang dalam yang namonyo qalbu. Urang mangatokannya hati nurani dan dalam minang dikatokan raso. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; Pada hakkatnyo apo yang dikatokan raso itu murni dan marupokan apo yang dilakukan diatur oleh raso tasabuik mako eloklah parangai urang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; Di dalam tubuh manusia itu ada segumpal darah yang disabuik jo hati , apabila darah iru baik maka baiklah manusia itu, dan apabila darah rusak maka rusaklah manusia itu. ( H.R. Muslim). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; Nah, manuruik ajaran adat zat raso itulah yang ado dalam diri itulah yang dibangkikkan dalam satiok insan, dipupuak di latiah di paaerek sahinggo kabaradaannyo labih kuek di dalam hati dan aturan itulah yang akan manjadi sumber tabantuaknyo aturan dan kumpulan aturan itulah yang dinamokan adat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Jadi adat itu adalah satu talago nan ulua aianyo dari raso kamudian mailia manjadi laku jo perbuatan, bagi orang minang indak adat bagi urang minang yang indak ado punyo raso&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;indak baparasaan caro kasanyo, mako manusia tadiri dari dua unsur lahia jo batin diantaronyo harus baimbang, sarasi dan salaras. Jan sairiang tagang sabalah &lt;span&gt; &lt;/span&gt;samo barek ujuang jo pangka disinan raso yang barado dalam pikiran manjalang kapalo manjadi kakuatan itulah raso yang kamudian di pariso oleh hati dan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;itulah pareso yang di baok turun. Sinan basobok paham nan sasuai, manyauk di nan tanang maratang di nan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;salasai di situ latak kabanaran garak lahia nan kamam bantuak&lt;span&gt;   &lt;/span&gt;Jalan nan baiak, garak nan batua salasai  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Mako raso jo pareso alua jo patuik ango jo parengo manjadi tampek tagaak yang istilah nyo disabuik GBHA (Garis Besar Haluan Adat) di sinan lah tumbuah nyo malu malu taserak dari &lt;span&gt; &lt;/span&gt;panyasalan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; Panyasalan itu adalah pokoknya hati nurani kalah malawan hawa nafsu, walaupun urang indak tau namun malu tatap tapandam, makan hati baulam jantuang baitulah istilah urang minang disiko tadanga pantun urang mudo &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1206286292497532260-5724552712002814423?l=suheimi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suheimi.blogspot.com/feeds/5724552712002814423/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1206286292497532260&amp;postID=5724552712002814423&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/5724552712002814423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/5724552712002814423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suheimi.blogspot.com/2007/06/syarak-mangato-adat-mamakai-13-15-mei.html' title='Syarak mangato adat mamakai 13'/><author><name>dr. H. K.Suheimi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06701488229250303571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1206286292497532260.post-6568406311395386299</id><published>2007-05-15T19:47:00.000+07:00</published><updated>2007-06-11T03:00:51.595+07:00</updated><title type='text'>NASRUL</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;NASRUL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Dr.H.K.Suheimi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya Nasrul, dia selau menolong dan meringankan beban orang lain, setiap kali saya bersua dengannya, selalu saya lihat dia sedang menolong seseorang, menolong dan membimbing orang-orang yang sedang di latihnya. Tiga kali  dalam  seminggu  saya berkumpul bersamanya, ada-ada saja yang dikerjakannya menolong dan meringankan beban saya. Orangnya agak kecil dan kehitaman, tapi hatinya baik, jujur dan tulus dalam menolong, memcurahkan ilmu dan membimbing setiap orang yang dilatihnya. Setiap  selasa, kamis dan sabtu, pagi-pagi sekali dia sudah berada diruangan itu, dia yang membuka pintu, dia pula yang membersihkan  ruangan dan dia pula kembali yang menutup pintu. Dengan penuh kesabaran, dibimbingnya dan dilatihnya kami, bagaimana cara pemanasan dan cara mengangkat beban serta apa tujuan otot di beri beban dan  mengapa latihan  mengangkat beban di perlukan oleh otot-otot dan  anggota gerak.  Walaupun banyak gerakkan kami yang salah, namun  dia  tak pernah  menyalahkan, dia hanya membimbing ke arah yang baik  saja tanpa  menyalahkan. Dengan sistem dan caranya melatih  itu,  saya jadi  dekat  dengannya dan selalu saya kerjakan apa-apa  yang  dianjurkannya. Dan dia tahu persis apa yang baik kita kerjakan  dan berapa beban serta kenaikkan beban yang harus kita pikul.&lt;br /&gt;Kami  sekeluarga termasuk pendatang baru dalam  Fitness  dan kebugaran Jasmani di GOR IKIP, dan di kelompokkan dalam rombongan orang-orang yang sudah lama berlatih dan ahli dibidangnya, seperti Mulyati yang dapat juara pertama dalam aerobic seluruh Indone­sia, dalam kelompok usia 45 tahun keatas, juga di samakan latihan  saya  dengan  Teti Thamrin pelatih senam  Aneline.  Dibandingkan dengan  kedua  orang itu saya selalu kalah, kalah  lincah,  kalah gesit, kalah stamina, saya sudah ngos-ngosan, tapi mereka  tampak masih bugar. Saya sadari saya kalah bersaing dan kelas saya  jauh berada  di bawah mereka. Tapi Nasrul tak pernah mengatakan bahwa saya banyak punya kekurangan, Nasrul tak pernah memojokkan, seba­liknya dia selalu memberikan sugesti dan sugesti, sehingga seman­gat saya tak pernah padam. Saya menganggapnya bukan hanya sebagai pelatih  dalam fitness, tapi juga sebagai guru. Banyak ilmu  yang dapat saya timba dari dirinya yang akan saya contoh dan tauladani. Saya berlari diapun ikut berlari. Satu kali saya salah arah, saya berlari  berputar sesuai dengan arah jarum jam, lalu Nasrul  mencontohkan  sebaiknya berlari itu berputar berlawanan dengan  arah jarum  jam, yaitu berputar ke kiri, karena jantung kita  di  kiri katanya  lagi, lihatlah semua atlit, semua pelari dan semua  per­tandingan  juga larinya itu selalu berlawanan dengan  arah  jarum jam.  Betul, saya perhatikan memang demikian, lalu saya  teringat waktu menunaikan ibadah Haji mengelilingi ka'bah juga kita berpu­tar berlawanan dengan arah jarum jam.  Rupanya  kaidah-kaidah agama, kaidah-kaidah olah raga dan kaedah-kaedah kesehatan searah&lt;br /&gt;dan  setujuan.  Memang saya rasakan kalau  berlari  dan  berputar kekiri terasa lebih enak dan badan lebih segar, jika di  bandingkan dengan berlari berputar ke arah kanan.&lt;br /&gt;Bermacam-macam  ilmu  yang di ajarkan  oleh  pelatih  saya Nasrul  ini. Satu kali saya tanya padanya apa  artinya  kata-kata Nasrul  itu?.   Dengan serius dia berceritra, Nasrul  itu  adalah nama pemberian ayah dan ibu sewaktu saya pertama lahir ke  dunia, ulasnya. Nasrul itu, kata orang tua saya berarti penolong.  Kedua orang  tua saya mengharapkan agar kalau saya kelak dewasa,  bisa jadi penolong sesama dan selalu mendo'akan agar dalam  perjalanan hidup saya, saya dapat menolong seseorang sesuai dengan ilmu yang saya  miliki. Petuah dan pesan orang tua inilah yang tak  kunjung  hilang dari ingatan saya, kemanapun saya pergi dan dimanapun saya  berada, selalu tergiang pesan dan harapan itu agar saya bisa jadi penolong. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami  semua yang dilatih Nasrul telah menerima  dan  memetik  pertolongan  itu, memang dimanapun Nasrul berada, disana  pulalah  dia  tampak melakukan pertolongan, sesuai dengan namanya.  Memang  dalam urusan memberi nama untuk setiap anak yang lahir.  Rasulul­lah  selalu menganjurkan; berilah nama yang terbaik  untuk  anak-anakmu.  Dalam nama terselip doa dan harapan,  kiranya  anak-anak yang terlahir sesuai dengan nama yang diberikan kepadanya.  Dalam nama  terselip  cita-cita semoga anak yang  terlahir  ini  sesuai dengan  cita-cita dan keinginan semua yang menyaksikan  kelahiran waktu  itu. Maka kita dianjurkan memilih nama-nama  yang  terbaik yang punya arti dan makna, semoga anak yang terlahir akan menjadi orang  seperti  yang di ingin dan di  cita-citakan.  Banyak  juga orang  tua yang memberi nama seperti nama-nama orang-orang  besar dalam sejarah dan nama-nam yang telah mengharumkan dunia,  semoga kelak nanti anaknyapun bisa demikian. Dan banyak pula yang  memetik nama dari bahasa Arab, seperti Irham artinya yang penyayang, penuh  Rahmat. Ihsan dengan tujuan yang punya nama menjadi orang yang terbaik atau Irdhan dengan harapan anak yang terlahir menja­di  orang yang selalu di Redhai setiap tingkah, olah dan  peran­gainya serta menjadi orang yang selalu mencari keredhaan_Nya  dan selalu sabar. Ada juga yang meberi nama Irsyad, supaya yang punya nama  itu menjadi orang yang pintar, Arif dan bijak sana.  Banyak lagi  nama-nama yang terbaik menurut agama kita. Untuk semua  itu kita teringat akan pesan Rasul, kalau ada anak yang lahir,  beri­lah nama yang terbaik untuknya, jangan asal dan sembarang menama­kan saja. Karena nama adalah doa, nama adalah harapan nama adalah cita-cita.Memang tidak jarang kita lihat, nama menunjukkan bangsa, dan nama sering melahirkan perangai. Dan banyak orang bertingkah laku seperti nama yang di embannya. Lalu saya teringat dengan  pelatih saya  Nasrul, betul sesuai dengan namanya dan harapan  serta  doa ibu dan ayahnya, sekarang dia telah jadi pelatih kami dan  selalu menolong dan meringankan beban kami. Salam untuknya. Dan Tuhan pun melarang seseorang memanggil nama dengan nama yang jelek,  serta memperolok-olokkan sebuah nama, serta menghina serta  merendahkan nama dan memberi gelar-gelar buruk pada nama seseoranmg,  seperti dalam  sebuah Firman suci_Nya dalam surat Al Hujuraat ayat 11  :" Hai  orang-orang  yang beriman, janganlah suatu kaum  meng  olok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang di  olok-olokkan)  lebih  baik dari mereka (yang  meng  olok-olokkan)  dan jangan pula wanita-wanita (meng olok-olokkan) wanita lain  (karena) boleh jadi wanita yang (Yang di per olok-olokkan) lebih  baik dari  wanita (yang Meng olok-olokkan) dan janganlah kamu  mencela dirimu sendiri.  Dan  janganlah kamu  panggil  memanggil  dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang  buruk sesudah iman. Dan barang siapa yang tidak  bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P a d a n g  4 Februari 1993&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1206286292497532260-6568406311395386299?l=suheimi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suheimi.blogspot.com/feeds/6568406311395386299/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1206286292497532260&amp;postID=6568406311395386299&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/6568406311395386299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/6568406311395386299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suheimi.blogspot.com/2007/06/nasrul-15-mei.html' title='NASRUL'/><author><name>dr. H. K.Suheimi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06701488229250303571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1206286292497532260.post-6677504143351614756</id><published>2007-05-14T19:52:00.000+07:00</published><updated>2007-06-11T02:51:27.676+07:00</updated><title type='text'>Nasehat Pernikahan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nasehat Pernikahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Prof Dr.H. K. Suheimi, SpOG. KFER&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepasang merpati ingin mendirikan mahligai. Mahligai adalah suatu tempat  yang tiada terpermanai indahnya. Semua ingin  mendapatkan dan mendambakannya. Setiap kali pasangan yang menginjak pelaminan ingin  mendirikan mahligai kencana. mendirikan mahligai  bersama. IInai masih merah di jari . Janji sehidup ematipun baru saja  di ikrarkan. Ingin membahagiakan pasangan adalah niat  yang dipasang.  Akan selalu bersama dalam suka dan dukanya, hanya maut yang  akan  memisahkan kita.  Sukamu  sukaku  jua. Ceriamu ceriaku  jua.  Dukamu  adalah dukaku. Sakitmu adalah sakitku.&lt;br /&gt;Hari ini, kita dengar lantunan ayat suci Al Qur'an surat Ar Rum ayat 21 : "Dan diantara tanda- tanda kebesaran Allah, ialah dia menciptakan untukmu jodoh dari jenis kamu, agar kamu menemukan ketentraman (dan cenderung) kepadanya dan Ia membuat diantara kamu cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian benar-benar terdapat tanda bukti kekuasaan Allah bagi kaum yang mau berfikir".&lt;br /&gt;Terbersit keinginan dihati ini agar rumah tangga yang akan dibina kedua pengantin ini selalu dalam siraman ayat-ayat Al-Qur'an, dan kiranya kedua keluarga besar ini berada dalam naungan dan disinari Al-Qur'an serta dapat cahaya illahi.&lt;br /&gt;Allah Dialah yang menciptakan jodoh untukmu. Allahlah yang telah memilihkan untukmu istri dan suami. Allahlah Yang Maha Tahu dan Dia tahu persis bahwa pilihanNya itulah yang paling cocok untukmu.&lt;br /&gt;Dialah yang mengatur bahwa dengan pasangan itu kamu akan merasakan sakinah, yaitu dengan bersamanya menimbulkan hati yang penuh kedamaian, fikiran yang penuh ketentraman dan perasaan yang penuh ketenangan. Bukankah bahagia itu terletak pada hati yang damai, fikiran yangtentram dan perasaan yang tenang?Dan semua itu akan diperoleh bersama istri atau suami yang telah dipilihkan Allah untukmu. Jangan sampai terlintas dalam hati, terangan-angan dalam fikiran, bahwa "saya salah pilih" karena memang bukan kamu yang memilih. Dia adalah pilihan Allah untukmu.&lt;br /&gt;Pilihan Allah berarti itulah yang terbaik bagimu. Menghormati pilihan Allah berarti kita menghormati Allah. Menghargai pilihan Allah berarti menghargai pilihan Allah. Menyayangi pilihan Allah berarti menyayangi pilihan Allah. Berbuat baik pada pilihan Allah berarti berbuat baik pada Allah itu sendiri.&lt;br /&gt;Makanya beramal saleh atau melakukan pekerjaan yang bermanfaat untuk pilihan Allah itu adalah ibadah. Sambil melayani suami atau istri dalam rangka mengabdi dan beribadah padaNya, pahalanya amatlah besar. Tentu sebaliknya pun demikian. Melecehkan pilihan Allah berarti sipemberi itu sendiri dan bisa berakibat kita dilecehkan oleh Allah. Menyakiti pilihan Allah kita akan disakiti oleh Allah dengan berbagai cara dan jalan.&lt;br /&gt;Demikianlah setiap kata yang diucapkan dan perbuatan yang dilakukan untuk pasangan akan berbuah ibadah yang dapat insentif atau pahala disisNya. Orang yang dapat pahala ini akan bergelar pahlawan. Maka ia adalah pahlawan dalam keluarganya, dan dia mencari pahal ditengah-tengah keluarganya dengan berbuat baik untuk pasangan dan anak-anaknya.&lt;br /&gt;Lalu anjuran agama ialah, setiap memulai pekerjaan, awalilah dengan membaca Bismillahirrahmanirrahim. Dengan nama Allah kita menebar rasa kasih dan sayang. Makanya dalam pernikahan, nikah artinya menghimpun, menghimpun pasangan suami istri. Himpunan ini dikokohkan dalam satu ikatan yang disebut dengan akad nikah. Ikatan ini disimpul erat dengan kalimat-kalimat ilahi. Sehingga jadilah perkawinan yang kokoh itu atas dasar Allah. Kita megawininya karena Allah, "dia adalah pilihan Allah untukku". Inilah dasar perkawinan yang sangat kokoh yang tak akan lapuk oleh hujan dan tak akan lekang oleh panas.&lt;br /&gt;Lalu diperintahkan pada pasangan ini sewaktu menjalin cinta dan hubungan suami istri menyebut nama Allah dan mengikut sertakan Allah dalam perbuatan itu agar anak yang terlahir kelak adalah anak yang penuh berkahNya. Dianjurkan sekali sewaktu akan melakukan hubungan suami istri untuk membaca daripada :&lt;br /&gt;"Bismillahi Allahuma Jannibni wa jannibis Syaitan 'ala maarazaktana"   Atas nama Allah, Ya Allah jauhkanlah hubungan junubku ini daribisikan syaitan dan berkatilah rizki yang engkau berikan pada kami". Sehingga amal melakukan hubungan suami istri terjauh dari hubungan syaitan.&lt;br /&gt;        Mawaddah artinya pancang dengan lahirnya anak yang saleh merupakan pancang yang akan memperkokoh perkawinan sehingga perkawinan itu tak akan goyah oleh goncangan gempa dan derasnya badai yang menimpa, maka pesan Rasul " Muslim yang baik adalah mereka yang berbuat baik dan penuh pengertian pada istrinya".&lt;br /&gt; Nabi berpesan ;                                                                       &lt;br /&gt;"Sebaik-baik  kamu  adalah yang terbaik terhadap  isterinya,  aku adalah  yang  terbaik di antara kamu  terhadap  isteri.  Tidaklah menghormati perempuan kecuali laki-laki yang mulia dan tidak pula menghinakannya kecuali laki laki yang hina."&lt;br /&gt;"Sebaik-baik isteri ialah apabila diberi dia bersyukur dan apabi­la tidak diberi dia bersabar.   Engkau merasa suka apabila  meman­dangnya dan dia juga taat apabila engkau menyuruhnya."&lt;br /&gt;              &lt;br /&gt;Harry, menjadi ayah itu indah dan mulia. Meskipun demikian, ketahuilah , menjadi ayah itu juga berat dan sulit. Ketika ijab kabul dilafaskan, pada detik itu engkau bertanggung jawab untuk keselamatan istri didunia dan akhirat.&lt;br /&gt;"Ar Rijalun Kawaamun  'Ala   Nisaa'. Laki-laki adalah pemimpin bagi wanita. Memimpin dan  membibimbing  agar istri atau kaum ibu di beri peluang dan di  bukakan jalan agar mereka mudah masuk syorga, sehingga anak cucupun   mengikutinya. Makanya selalu kita ingat pesan Allah. "Peliharalah dirimu dan leluargamu dari siksaan api neraka".&lt;br /&gt;Di pundakmu terpikul beban  Semoga engkau adalah pemikul beban yang baik engkau menjadi suami yang mulia dan indah. Indah karena engkau adalah pakaian istrimu dan istrimu adalah pakaianmu. Berpakaian itu indah annakku, dan pakaian itu jangan ditinggalkan. Bawalah pakaianmu kemana engkau pergi. Pakaian itu menutupi kekurangan yang ada pada pasangannya. Berjanjilah nak, bahwa engkau aka selau bersama dalam setiap suka dan dukamu, hanya maut yang akan memisahkan. Ceriamu adalah cerianya juga, dan senyummu adalah senyumnya juga. Dan deriotanya adalah deritamu juga. Terimalah dia dengan segenap kelebihan dan kekurangannya.&lt;br /&gt;Untuk kalian berdua inilah pitaruah ayah&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Nasihatilah isterimu dengan cara yang baik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Layanilah  isterimu dengan cara yang baik  karena  sebaik-baik orang di  antaramu adalah orang yang paling lemah lembut terhadap isterinya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hiasilah dirimu untuk isterimu sebagaimana kamu  suka dia menghiasi dirinya untukmu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jagalah perasaan isterimu dan janganlah memuji wanita lain di hadapannya dan janganlah mengumpatnya di hadapan orang lain.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bertimbang rasalah kamu dan jangan menuntut sesuatu yang di luar kemampuan  isterimu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketahuilah bahwa Rasulullah SAW tidak pernah memukul  isteri-isterinya.  Jika  kamu terpaksa, elakkanlah dari  pukulan  yang menyakitkan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Janganlah kamu terlalu menurut kemauan isterimu karena ini akan merusakkan  akhlaqnya dan menjatuhkan kewibawaanmu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bersabarlah atas kelemahan isterimu karena mungkin kamu membenci sesuatu  yang Allah menjadikan kebaikan yang banyak kepadanya.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Pada Yul....&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Taati dan cintailah Allah SWT dan Rasul-Nya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Utamakanlah hak suamimu lebih daripada hak-hak yang lain melainkan hak-hak  Allah SWT dan Rasul-Nya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Senantiasalah  bersikap  malu dan taat  kepada  suamimu  serta berilah perhatian  ketika ia berbicara di samping menghormatinya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berpuas hatilah dengan apa saja rezki yang telah diperoleh oleh suamimu  dari Allah SWT.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Muliakanlah anggota keluarga suamimu dan saudara saudaranya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tumpukanlah perhatian kepada kewajiban dan urusan dalam  rumah­ tanggamu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jagalah perasaan dan maruah suamimu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hiasilah dirimu untuk suamimu saja.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Janganlah merasa bangga kepada suamimu lantaran harta, kecantikan dan keturunanmu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Janganlah keluar dari rumahmu melainkan dengan izin suamimu.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Untuk semua itu, sejenak marilah kita tekurkan kepala dan tengadahkan tangan berdo'a, kiranya dari do'a kita ini didengar dan dikabulkanNya.&lt;br /&gt;Ya Allah pada hari ini ditempat ini kami memanjatkan syukur, atas izinMu telah terlaksana pernikahan&lt;br /&gt;Hanya satu saja niat setiap diri yang hadir disini Ya Allah agar kedua mempelai ini berbahagia. Nikah artinya menghimpun. Himpunan ini diperkuat dengan Ikatan akad nikah dan disimpul dengan surat Ar Rum 21.&lt;br /&gt;Ya Allah, Engkau berkata, bahwa Engkaulah yang menciptakan dan memilihkan jodoh. Menghormati pilihan Mu berarti menghormati Engkau. Berbuat baik pada pilihan Mu berarti berbuat baik padaMu. Jadikanlah setiap ucapan dan perbuatan terhadap pasangan, merupakan ibadah padaMu jua adanya. Terimalah ibadah kami Ya Allah.&lt;br /&gt;Ya Allah dihadapan saksi merek berjanji akan selalu bersamaMu disetiap suka dan duka, hanya maut yang akan memisahkan. Dukamu dukaku jua, Ceriamu ceriaku jua. Jadikanlah keluarga baru ini menjadi keluarga yang kekal dan jadi panutan, karena dasar pernikahannya adalah karena Engkau Ya Allah.&lt;br /&gt;Atas namaMu Ya Allah, Jauhkanlah bisikan syaitan dalam hubungan suami istri dan berkatilah rezki yang Engkau berikan dengan lahirnya anak yang saleh.&lt;br /&gt;Berkatilah pasangan ini sebagaimana Adam dan Hawa, Yusuf dan Zulaikha, Muhammad dan Khadijah.&lt;br /&gt;Istri adalah pakaian suami dan suami adalah pakaian istri. Semoga kemanapun pergi, suami dan istri itu selau membawa pakaiannya. Jangan pernah ada niat untuk berpisah, karena,&lt;br /&gt;Bening matamu membawa Roman Nya&lt;br /&gt;Suaramu tlah alunkan Berkah Nya&lt;br /&gt;Tertawamu membuka Kebesaran Nya&lt;br /&gt;Diammu bak bisikkan Kehebatan Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahagia-kekal kami panjatkan ke hadiratMu&lt;br /&gt;Melebihi bahagia hati kami kala mereka temani&lt;br /&gt;Dalam arungi badai hidup ini&lt;br /&gt;Janganlah kau padamkan Pelita Mu&lt;br /&gt;Nan tlah mereka lekatkan dihati&lt;br /&gt;Ya Allah tunjukilah kami jalan Mu yang lurus dan yang benar, jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan orang-orang yang engkau murkai dan bukan pula jalan orang-orang yang sesat.&lt;br /&gt;Ya Allah jauhkanlah dari diri kami sifat sombong, takbur dan pongah akibat Ilmu yang Engkau berikan, akibat harta yang Engkau pinjamkan dan akibat jabatan yang Engkau pikulkan. Ya Allah ampunilah dosa kami dan dosa dua orang ibu bapak kami dan sayangilah mereka sebagaimana mereka telah mendidik kami dahulunya. Bagi yang telah mendahului kami, tempatkan dia ditempat yang selayak-layaknya, tempat yang semulia dan tempat yang sebahagianya.&lt;br /&gt;Ya Allah Berilah kami kesenangan didunia dan kesenangan diakhirat, serta jauhilah diri kami, anak, istri, dan cucu kami dari azab neraka.&lt;br /&gt;Subhana rabbika Robbi izzati, Amma ya sifun, wasalamun 'alaimursalin, walhamdulillahi rabbil 'alamin.&lt;br /&gt;Jum'at 3 September 2005&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1206286292497532260-6677504143351614756?l=suheimi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suheimi.blogspot.com/feeds/6677504143351614756/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1206286292497532260&amp;postID=6677504143351614756&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/6677504143351614756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/6677504143351614756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suheimi.blogspot.com/2007/06/nasehat-pernikahan-14-mei.html' title='Nasehat Pernikahan'/><author><name>dr. H. K.Suheimi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06701488229250303571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1206286292497532260.post-1618815117038007987</id><published>2007-05-14T19:50:00.000+07:00</published><updated>2007-06-22T05:55:54.050+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syarak Mangato Adat Mamakai'/><title type='text'>Syarak mangato adat mamakai 12</title><content type='html'>&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Adat Minangkabau itu justru maajaan urang bapikia, manyuruah cadiak, manyuruah pandai, mandidiak umat menggunakan akal rahmat tuhan mako datanglah Islam mangabakan peranan akal dalam kahidupan manusia bahkan agamo itu untuak urang nan barakal "Addinul liman 'Akal ladiman alal aklal"agama itu untuk orang nan barakal tidak lah agama bagi urang yang tidak berakal. (H.R Bukhari Muslim). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Banyak sekali ayat Al-quran dan hadits nan mangatokan bahwa akal adalah unsur pokok dalam kehidupan hanyo lah akal nan mambedakan antaro manusia dengan makhluk-makhluk Allah yang lain manuriuik hukum Islam anak-anak dan urang gilo dibebaskan dari doso urang mabuak nan kahilangan akal samantaro indak ditarimo shalatnyo baitu pun taradok pamjabaran akal nan di artikan nalar. Ataupun parintah langsuang dari Allah nan disampaikan malalui karakter Rasulullah&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;antarao lain nan tasbuik dalam ayat Al Quran : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;'Auzubillahi minas syaitonir rajim. Bismillahirrahmanirrahim inna fi kalkis sama wati wal ardha wakhtila fi liilla ayati liulil akbar" &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;sesungguhnya kejadian dilangit dan di bumi dan pergantian siang dan malam telah menjadi pertanda bagi orang-orang yang punya pikiran acok bana Tuhan manggugah manusia untuk bapikia saumpamo afalatak takilu afalatak tafakaru afalatak lamun ya ulil abrar dan lain sabagainyo dan lain sabagainyo. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Pernah pada suatu operasi militer rasulullah mamarintahkan pasukannyo istirahat di lereeang sabuah bukik mako manghadap seoarang sahabat kapado Nabi banamo Salman Al Ghifari baluai manyatokan kaberatannyo bahso tampek itu indak aman terhadap sarangan musuh nan mungkin datang dari puncak bukik spontan beliau sebagai panglima memerintahkan untuk pindah ka tampek nan labih strategis. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Walaupun rasulullah sebagai seorang komanndan tapi indak gengsi manarimo saran dari anak buah tantang salman bapikia logis karano kondisi medan kurang manguntuangkan. Disiko akal nan baperan bukan status nabi sangaik mahargoi kriktik dari prajuritnyo sendiri. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1206286292497532260-1618815117038007987?l=suheimi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suheimi.blogspot.com/feeds/1618815117038007987/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1206286292497532260&amp;postID=1618815117038007987&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/1618815117038007987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/1618815117038007987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suheimi.blogspot.com/2007/06/syarak-mangato-adat-mamakai-12-14-mei.html' title='Syarak mangato adat mamakai 12'/><author><name>dr. H. K.Suheimi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06701488229250303571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1206286292497532260.post-595427210233122055</id><published>2007-05-11T20:14:00.000+07:00</published><updated>2007-06-11T02:44:18.424+07:00</updated><title type='text'>NAMA BAIK DAN STATUS</title><content type='html'>&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;color:black;"   lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;NAMA BAIK DAN STATUS&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: center;" align="center"&gt; &lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;color:black;"   lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Oleh : K Suheimi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;color:black;"   lang="IN"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin-bottom: 12pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;color:black;"   lang="IN"&gt;Hari ini air mata saya menetes, ketika mendengar kisah yg sangat tragis&lt;b&gt;. &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Satu kisah yang menarik saya dengar dari Radio Classy FM yang di tulis oleh Yanti dan di bacakan Adi. Suara Adi yang lembut itu menyentuh dan menggugah. Nurani saya tergugah, Rasa tergugah itu pulalah&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;yang ingin saya tuliskan untuk pembaca agar juga ikut tergugah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: center;" align="center"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;color:black;"   lang="IN"&gt;&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;color:black;"   lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt; &lt;span style=";font-family:Tahoma;color:black;"   lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Suatu siang ... seorang ibu bahagia sekali menerima telegram dari anak satu satunya yang telah ber-tahun2 ditugaskan perang ke Vietnam pada 4 th yang lampau dan sejak 3 tahun yang terakhir, orang tuanya tidak pernah menerima kabar lagi dari putera tunggalnya itu,, Sehingga diduga bahwa anaknya gugur dimedan perang,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Anda tentu bisa membayangkan betapa bahagianya perasaan Ibu itu, dan dalam telegram tersebut tercantum bahwa anaknya akan pulang besok,,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;color:black;"   lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dan keesokan harinya sang ibu telah disiapkan segalanya untuk menyambut kedatangan putera tunggal kesayangannya, bahkan pada malam harinya akan diadakan pesta khusus untuk dia , dimana seluruh anggota keluarga maupun rekan2 bisnis dari suaminya diundang semua,, Maklumlah suaminya adalah Direktur Bank Besar yang terkenal diseluruh ibukota,,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;color:black;"   lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tapi pada siang harinya si Ibu menerima telepon dari anaknya yang sudah berada di airport,  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;color:black;"   lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Ibu... ini aku ... saya hanya ingin bertanya ... bolehkah saya membawa kawan baik saya ke rumah bu?" , tanya anaknya dari seberang telepon&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;color:black;"   lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Oh sudah tentu , rumah kita cuma besar dan kamarpun cukup banyak, bawa saja, jangan segan2 bawalah!" ,, Jawab ibunya dengan antusias,,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;color:black;"   lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Tetapi bu ... kawan saya adalah seorang yang cacat, karena korban perang di Vietnam?" ,, sang anak kembali bertanya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;color:black;"   lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"......oooh tidak jadi masalah, bolehkah ibu tahu, bagian mana yang cacad?", kini giliran ibunya yang bertanya dengan nada suara yang sudah agak menurun,,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;color:black;"   lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Ia kehilangan tangan kanan dan kedua kakinya!" , jawab si anak pelan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;color:black;"   lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mendengar hal itu, si Ibu dengan nada agak terpaksa, karena ia tidak mau  mengecewakan anaknya ,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;color:black;"   lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Ya sudah ... tidak masalah lah , asal hanya untuk beberapa hari saja ,  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;color:black;"   lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"tetapi ibu ..., masih ada satu hal lagi yang harus saya ceritakan sama Ibu , kawan saya itu wajahnya juga turut rusak begitu juga kulitnya, karena sebagian besar hangus terbakar, maklumlah pada saat ia mau menolong kawannya ia menginjak ranjau, sehingga bukan tangan dan kakinya saja yang hancur melainkan seluruh wajah dan tubuhnya turut terbakar!",,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;color:black;"   lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mendengar pertanyaan terakhir ini, si Ibu dengan nada kecewa dan kesal langsung berkata &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;color:black;"   lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Na...ak lain kali saja kawanmu itu diundang kerumah kita, untuk sementara suruh saja ia tinggal di hotel, kalau perlu biar saya yang bayar nanti biaya penginapannya!" &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;color:black;"   lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Tapi ... bu... ia tetap kawan baik saya, saya tidak ingin pisah dari dia!"  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;color:black;"   lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"aduuhhh... cobalah kamu renungkan, ayah kamu adalah seorang konglomerat yang ternama, dan kita sering kedatangan tamu para pejabat tinggi maupun orang2 penting yang berkunjung kerumah kita, apalagi nanti malam kita akan mengadakan perjamuan malam, bahkan akan dihadiri oleh seorang menteri,, apa kata mereka apabila mereka nanti melihat tubuh yang cacad dan wajah yang rusak, bagaimana pandangan umum dan bagaimana lingkungan bisa menerima kita nanti? , apakah tidak akan menurunkan martabat kita, bahkan jangan2 nanti bisa merusak citra binis usaha dari ayahmu nanti.",, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;color:black;"   lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;penjelasan yang cukup panjang itu ternyat atidak menimbulkan jawaban lebih lanjut dari anaknya , hanya saja telepon diputuskan dan ditutup,,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;color:black;"   lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tanpa rasa bersalah , orang tua dari kedua anak itu maupun para tamu menunggu hingga jauh malam, dan ternyata anak itu tidak pulang, ibunya mengira anaknya marah, karena tersinggung, disebabkan temannya tidak boleh datang berkunjung kerumah mereka,,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;color:black;"   lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hingga jam tiga subuh pagi, mereka mendapat telepon dari rumah sakit, agar mereka segera datang kesana, karena harus mengidetifitaskan mayat dari orang yang bunuh diri,, Mayat dari seorang pemuda bekas tentara Vietnam, yang telah kehilangan tangan dan kedua kakinya dan wajahnyapun telah rusak karena kebakar,, Tadinya mereka mengira bahwa itu adalah tubuh dari teman anaknya, tetapi alangkah terkejutnya mereka bahwa pada kenyataannya pemuda itu adalah anaknya sendiri ,, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;color:black;"   lang="IN"&gt;Classy people , &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;color:black;"   lang="IN"&gt; Untuk membela nama baik dan status , akhirnya mereka kehilangan putera tunggalnya! ,, &lt;span&gt;mungkin anda akan menilai bahwa orang tua dari anak itu kejam , dan hanya mementingkan nama dan status mereka saja , tetapi pertanyaan sekarang adalah bagaimana dengan diri kita sendiri? , Apakah kita lain dari mereka? ,,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Untuk itu ingin saya petikkan sebuah Firman suci Nya dalam Al Qur'an surat &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri. (QS. 4:36)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1206286292497532260-595427210233122055?l=suheimi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suheimi.blogspot.com/feeds/595427210233122055/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1206286292497532260&amp;postID=595427210233122055&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/595427210233122055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/595427210233122055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suheimi.blogspot.com/2007/06/nama-baik-dan-status-11-mei.html' title='NAMA BAIK DAN STATUS'/><author><name>dr. H. K.Suheimi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06701488229250303571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1206286292497532260.post-737180338926887648</id><published>2007-05-11T17:54:00.000+07:00</published><updated>2007-06-22T05:55:54.050+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syarak Mangato Adat Mamakai'/><title type='text'>Syarak mangato adat mamakai 11</title><content type='html'>&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Allah SWT berfirman 'Au zubillahi minassyaitonirrajiim. &lt;i&gt;A'bassa wa tawalla anja 'au ahma wama yudrika &lt;span&gt;  &lt;/span&gt;la'ala ya anhu&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;zakka "&lt;/i&gt; Dia Muhammad bermuka masam dan berpaling karena telah datang orang buta kepadanya tahukah engkau barangkali saja ia ingin membersihkan diri dari dosa itu bunyi nyo ayat Al Quran surek A" Basa. Kini duo hukum masuk sairing batuka jalan jo tujuan samo saarah saiyo balainan sabuik lain mukasuik nan bana juo itulah adat nan laia di minang dan jo syarak nan datang kamudian lah tumbuah manjadi satu bak kuku malakek ka dagiang. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Ado urang mangatokan bahwa adat di Minangkabau samo sakali indak ditarimo logika patatah patitihnyo nan masuak aka. Katonyo hanyo urang bodoh nan baguru dari alam sabab alam itu sifatnyo statis bukan dinamis nan dapek marangsang naluri manusia untuk bersikap kreatif, lai kamungkin katonyo ? lai ka mungkin manyuruh ma ingek-ingek nan di atah nan di bawah ka mampok? Bukanyo urang gilo nan mangapiang janjang ka batanak, sia nan picayo mangatokan nan tagang baleoleo nan kandua badantiang-dantiang? Lah nyato nan banyak makan tampek duduak basamo balapang-lapang, duduak surang basampiak-sampiak. Dan lain-lain sabagainyo, Dan lain-lain sabagainyo di apo lai tadanga dek inyo pantun-pantun dan papatah nan ganjia-ganjia, umpamo : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Jikok di balum sabalum kuku kalau di kambang saleba alam  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Walau sagadang bijo labu bumi jo langik ado di dalam &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Mustahil, atau ; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Si Culiak&lt;span&gt;  &lt;/span&gt; batali banang tabang mambaok paso paso &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Satitiak aia dalam pinang di sinan bamain ikan rayo  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Non Sens keceknyo baa iyo indak masuak aka, cubo ulang sutan bapikia kok alun tapikia, pikia sakali lai inda juo tapikia tando sutan indak kurang&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;pikiran, onde sasek /urang mamikia makasuik ambo. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Dunsanak pandanga kok angku satu sapandapek mako angku lah samo binguang jo baliau aka nan ado dalambatin indak manggarik mandanguangkan, satidak tidaknyo tingkek sakola angku randah , tingkek SD, murik SMP lah pandai mambaco nan tasurek anak SMA lah pandai mambaco nan tasirek sadangkan mahasiswa lah pandai mambaco nan tasuruah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Kok  kaia panjang sajangka usah lah lauik nan ka di hadang &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Mungkin awak nan manjujai  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Nan tak pandai dikatokan paja nan ndak panggalak &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Untuak apo kaco nan di pacah memang awak nan buruak muko &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1206286292497532260-737180338926887648?l=suheimi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suheimi.blogspot.com/feeds/737180338926887648/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1206286292497532260&amp;postID=737180338926887648&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/737180338926887648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/737180338926887648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suheimi.blogspot.com/2007/06/syarak-mangato-adat-mamakai-11-11-mei.html' title='Syarak mangato adat mamakai 11'/><author><name>dr. H. K.Suheimi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06701488229250303571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1206286292497532260.post-2056243687700317201</id><published>2007-05-10T20:55:00.000+07:00</published><updated>2007-06-11T02:35:42.549+07:00</updated><title type='text'>Mandikan aku Bunda</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Mandikan aku Bunda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Saya terenyuh membaca sebuah kisah sedih di internet, sebagai bahan renungan untuk kita bersama.&lt;br /&gt;Moga² kita sebagai calon / orang tua dari seorang anak yang diatas&lt;br /&gt;namakan buah cinta kasih, tidak mengalaminya...........Ini ada kisah sedih tentang  kehidupan kita sebagai seorang ibu dan wanita karir, semoga dapat diambil  hikmahnya baik yang sudah berkeluarga maupun yang masih single. Saya hanya  ingin bertutur tentang seorang sahabat saya. Sebut saja Rani namanya.&lt;br /&gt;Semasa  kuliah ia tergolong berotak cemerlang dan memiliki idealisme yang tinggi.  Sejak awal, sikap dan konsep dirinya sudah jelas: meraih yang terbaik, baik itu dalam bidang akademis maupun bidang profesi yang akan digelutinya. Ketika Universitas mengirim kami untuk mempelajari Hukum&lt;br /&gt;Internasional di Universiteit Utrecht, di negerinya bunga tulip, beruntung Rani terus melangkah. Sementara saya, lebih memilih menuntaskan pendidikan kedokteran dan berpisah dengan seluk beluk hukum dan perundangan. Beruntung pula, Rani mendapat pendamping yang "setara " dengan dirinya, sama-sama berprestasi,  meski berbeda profesi. Alifya, buah cinta mereka lahir ketika Rani baru saja diangkat sebagai staf Diplomat bertepatan dengan tuntasnya suami Rani meraih PhD. Konon nama putera mereka itu diambil dari huruf pertama hijaiyah "alif" dan huruf terakhir "ya", jadilah nama yang enak didengar : Alifya. Tentunya filosofi yang mendasari pemilihan nama ini seindah namanya pula. Ketika Alif, panggilan untuk puteranya itu berusia 6 bulan, kesibukan Rani semakin menggila saja. Frekuensi terbang dari satu kota ke kota lain dan dari satu negara ke negara lain makin meninggi. Saya pernah bertanya , Tidakkah si Alif terlalu kecil untuk ditinggal ?" Dengan sigap Rani menjawab : "Saya sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Everything is ok. "Dan itu betul-betul ia buktikan. Perawatan dan perhatian anaknya walaupun lebih banyak dilimpahkan ke baby sitter betul-betul mengagumkan. Alif tumbuh menjadi anak yang lincah, cerdas dan pengertian. Kakek neneknya selalu memompakan  kebanggaan kepada cucu semata wayang itu tentang ibu-bapaknya. "Contohlah ayah-bunda Alif kalau Alif besar nanti." Begitu selalu nenek Alif,ibunya Rani bertutur disela-sela dongeng menjelang tidurnya. Tidak salah memang. Siapa yang tidak ingin memiliki anak atau cucu yang berhasil dalam bidang  akademis dan pekerjaannya. Ketika Alif berusia 3 tahun, Rani  bercerita kalau Alif minta adik. Waktu itu, Ia dan suaminya menjelaskan dengan penuh kasih-sayang bahwa kesibukan mereka belum kemungkinkan untuk menghadirkan seorang adik buat Alif. Lagi-lagi bocah kecil ini "dapat memahami" orang tuanya.&lt;br /&gt;Mengagumkan memang. Alif bukan tipe anak yang suka merengek. Kalau  kedua orang tuanya pulang larut, ia jarang sekali ngambek. Kisah Rani,Alif selalu menyambutnya dengan penuh kebahagiaan. Rani bahkan menyebutnya  malaikat kecil. Sungguh keluarga yang bahagia, pikir saya. Meski kedua orang tua sibuk, Alif tetap tumbuh penuh cinta. suatu hari, menjelang Rani berangkat ke kantor, entah mengapa Alif menolak dimandikan baby-sitternya." Alif ingin bunda mandikan." Ujarnya. Karuan saja Rani yang dari detik ke detik waktunya sangat diperhitungkan, menjadi gusar. Tak urung suaminya turut membujuk agar Alif mau mandi dengan tante Mien, baby-sitternya. Peristiwa ini berulang sampai hampir sepekan," Bunda, mandikan Alif " begitu setiap pagi. Rani dan suaminya berpikir, mungkin karena Alif sedang dalam masa peralihan ke masa sekolah jadinya agak minta perhatian. Suatu sore, saya dikejutkan telponnya Mien, sang baby sitter. " Bu dokter, Alif demam dan kejang-kejang. Sekarang di Emergency". Setengah terbang, saya pun ngebut ke UGD. But it was too late. Allah sudah punya rencana lain. Alif, si Malaikat kecil keburu dipanggil pemiliknya. Rani, bundanya tercinta, yang ketika diberi tahu sedang meresmikan kantor barunya, shock berat. Setibanya di rumah, satu-satunya keinginan dia adalah memandikan anaknya. Dan itu memang ia lakukan, meski setelah tubuh si kecil terbaring kaku."Ini bunda,Lif. Bunda mandikan Alif." Ucapnya lirih, namun teramat pedih. Ketika tanah merah telah mengubur jasad si kecil, kami masih berdiri mematung. Berkali-kali Rani, sahabatku yang tegar itu berkata, " Ini sudah takdir, iya kan ? Aku di sebelahnya ataupun di seberang lautan, kalau sudah saatnya, dia pergi juga kan ? ". Saya diam saja mendengarkan. "Ini konsekuensi dari sebuah pilihan." lanjutnya lagi, tetap tegar dan kuat. Hening sejenak. Angin senja berbaur aroma kamboja. Tiba-tiba Rani tertunduk. " Aku ibunya !" serunya kemudian," Bangunlah Lif. Bunda mau mandikan Alif. Beri kesempatan bunda sekali lagi saja, Lif". Rintihan itu begitu menyayat. Detik berikutnya ia bersimpuh sambil mengais-kais tanah merah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu ingin saya petikkan sebuah Firman suci Nya dalam Al Qur'an&lt;br /&gt;Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan pernyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma'ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang inu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan kkeduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu bila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertaqwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (QS. 2:233)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1206286292497532260-2056243687700317201?l=suheimi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suheimi.blogspot.com/feeds/2056243687700317201/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1206286292497532260&amp;postID=2056243687700317201&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/2056243687700317201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/2056243687700317201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suheimi.blogspot.com/2007/06/mandikan-aku-bunda-10-mei.html' title='Mandikan aku Bunda'/><author><name>dr. H. K.Suheimi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06701488229250303571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1206286292497532260.post-3481988217315062413</id><published>2007-05-10T19:58:00.000+07:00</published><updated>2007-06-22T05:55:54.051+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syarak Mangato Adat Mamakai'/><title type='text'>Syarak mangato adat mamakai 10</title><content type='html'>&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Dalam forum batagak pangulu sarumah urang alah mahangguak tapi ado anggota kaum nan manggeleang mako itu namonyo rantiang badantiang murai bakicau.Alun ka tasisiak kariah di pinggang alun balewakan ka nagari panobatan tu di tangguhkan, musti di giliang dulu sampai bulek. Nan bulek inyo indak basagi sinan nyo buliah di golongkan, kok picak indak basuduik baru lah dapek dilayangkan baitu lah adat nan balaku. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; Tibo caro ba lapau nasi, sajak nan dari induk samang, tukang hidang, tukang balanjo sampai tukang cebok sadonyo dapek  bagian dek inyo samo bajariah&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;tantu sajo tibo di jatah balain-lain gadang kayu gadang dahan ketek sanduak ketek pangadang itu manajemen ala Minangkabau. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt; &lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Samo hak samo kawajban, baitulah susunan aturan Minangkabau sajak dari datuak nan baduo hinggo maso bundo kanduang sampai kini baitu juo. Barang kali iko lah biang demokrasi nan di pakai negara-negara modern maso kini mako islam pun datang mambao azas persamaan. Rasulullah mangatokan " La fatla ala bi rabbiyin ala aj'jami'in illa bittaqwa" Tidak ada kelebihan bangsa arab dari bangsa lain kecuali taqwanya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; Indak ado penganut kelas duo, ndak ado golongan elit dan istimewa dalam Islam sadonyo samo. Bia nan datang dahulu inyo ka musajik tatap duduak dimuko walaupun tukang rumpuik. Dalam manunaikan ibadah haji sadonyo diperlakukan samo, kok sa'I samo balari tawaf samo bakuliliang pakaiana samo tak bajaiak. Baitu Si itam kalek dari Afrika, baitu si mato pitok dari tiongkok baitu juo bangso Arab dari kampuang&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Nabi, sadonyo samo. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; Jo masalah hukum pun saroman sajo nan salah tatap di timbang nan barutang tatapdi baia nan kisas indak pandang bulu sahinggo Rasulullah sampai mangatokan " walaupun nan mancuri itu Si Fatimah anak kandung Ku pasti akan ku potong juga tangannya. Baitu tegasnyo persamaan hak dan kewajiban dalam Islam, tantang parsamaan hal ko Nabi pernah di tegur oleh Allah sahinggo kalua surek A"Bassa pasalnyo dek Nabi indak malayani saorang buto dari gurun banamo ummu Ma'tum wakatu itu baluai sadang manarimo tamu penting tokoh-tokoh masyaraakt Quraisy sahinggo kadatangan urang buto tadi kurang di tanggapi dalam Surek A"Basa ayat 1-3 babunyi : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1206286292497532260-3481988217315062413?l=suheimi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suheimi.blogspot.com/feeds/3481988217315062413/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1206286292497532260&amp;postID=3481988217315062413&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/3481988217315062413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1206286292497532260/posts/default/3481988217315062413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suheimi.blogspot.com/2007/06/syarak-mangato-adat-mamakai-10-10-mei.html' title='Syarak mangato adat mamakai 10'/><author><name>dr. H. K.Suheimi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06701488229250303571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1206286292497532260.post-3758431808304292798</id><published>2007-05-10T09:12:00.000+07:00</published><updated>2007-06-11T02:26:23.531+07:00</updated><title type='text'>Re: Mendidik Anak &amp; Berkomunikasi dengan anak</title><content type='html'>Yang disajikan Oleh Nuraini B  sangat berkesan dan menyentuh&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;Saya usulkan tulisan seperti ini  agar di muat dalam buku saku utk jadi  bahan renungan dan jadi pegangan dalam mendidik anak&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;Mudahan2an  Hanifah  dan kita2  dapat memahaminya &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &
